Sebulan berlalu.....
Setelah melewati fase terberat dalam hidupnya, yakni menanggung malu atas kejadian yang dialaminya ditambah dengan kelulusan sekolah dan segala keribetannya. Akhirnya hari ini dengan diantar oleh suaminya, Bentari berangkat menuju ke universitas tempatnya akan menimba ilmu. Sebelumnya Bentari sudah mendaftarkan diri via online. Dan hari ini dirinya sudah mulai masuk setelah melewati masa ospek.
Sedangkan Pak Ivan, setelah kejadian itu dirinya ditarik kembali untuk menjadi guru BP di sekolah tersebut. Dan dengan senang hati Pak Ivan pun menerimanya, karena hingga saat ini belum ada satupun lamaran kerjanya yang diterima. Mungkin memang rezeki Pak Ivan mengajar di sekolah di mana dirinya dipertemukan dengan jodohnya.
Hubungan antara Bentari dan Pak Ivan juga masih sama, tidak ada perubahan. Masih anyep! Sama sekali tidak ada kehangatan yang tercipta di antara keduanya. Bahkan setelah badai berlalu. Sebenarnya Pak Ivan sudah bersikap hangat kepada istrinya. Hanya saja Bentari yang masih menutup diri untuk suaminya itu. Pak Ivan tetap bersabar dalam menghadapi sikap istrinya yang sepertinya belum bisa menerimanya sebagai suaminya serta belum bisa menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang istri.
Dari awal pak Ivan tau kalau istrinya itu masih kecil, jadi dirinya harus bersabar dalam menghadapi semua sikap dan perilaku istrinya itu. Namun begitu mereka berdua tetap tidur di dalam kamar yang sama. Bahkan di atas ranjang yang sama. Jangan lupakan guling yang selalu menjadi penghalang diantara keduanya.
"Sudah, sampai sini saja pak." Ujar Bentari saat motor yang dikendarai oleh suaminya itu tiba di depan gerbang kampus. Ya, mereka berdua mengendarai sepeda motor milik Pak Ivan. Sebenarnya tadi Bentari ingin berangkat sendiri menggunakan mobilnya. Namun suaminya itu memaksa ingin mengantarkannya di hari pertamanya masuk kuliah. Karena Bentari malas berdebat yang nantinya hanya akan menghancurkan moodnya, akhirnya Bentari pun menurut.
Bentari langsung turun dari motor setelah motor yang dikendarai oleh suaminya itu berhenti tepat di depan gerbang kampus. Diraihnya tangan sang suami kemudian diciumnya. Bukan dengan bibir, akan tetapi tangan suaminya itu ia tempelkan di keningnya. Layaknya seorang murid yang bersalaman kepada gurunya. Setelah itu Bentari segera melesat masuk ke dalam kampus.
Pak Ivan hanya menggelengkan kepala. Ia langsung memutar balik motornya menuju ke sekolah tempatnya mengajar.
*****
Di kampus Bentari kembali dipertemukan dengan Daffa, mantan pacarnya saat masih duduk di bangku SMA. Saat Daffa menyapanya, Bentari hanya diam saja kemudian berlalu masuk ke dalam kelasnya begitu saja tanpa membalas sapaan Daffa. Beruntung mereka berdua mengambil jurusan yang berbeda.
Saat kelas pertama usai, Bentari beranjak menuju ke kantin kampus untuk membeli minuman bersama dengan teman barunya yang baru dikenalnya saat kemarin mereka ospek. Vida namanya. Mereka berdua mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi yang ada di kantin.
Saat sedang menikmati minuman dingin yang memanjakan lidah dan tenggorokannya, Bentari dikejutkan dengan kedatangan Daffa yang langsung duduk di sampingnya.
"Jangan menghindari ku lagi, please." Mohon Daffa menatap sendu ke arah Bentari. "Maafkan aku Ri." Hingga saat ini belum ada kata maaf yang terucap dari bibir Bentari untuk Daffa. Dan Daffa sangat mengharapkan itu. Namun dirinya juga tahu, Bentari pasti sangat kecewa dengannya.
Bentari masih diam. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah Daffa. Rasa kecewanya jauh lebih besar daripada rasa cintanya kepada cowok yang ada di sampingnya itu. Ya, memang ia akui. Hingga saat ini dirinya masih menyimpan cinta untuk Daffa. Hanya saja rasa cinta itu tak lagi sama saat Bentari kehilangan kepercayaan Daffa.
"Aku sudah memaafkan mu, pergilah." Ucap Bentari tanpa menoleh sedikitpun.
Perlahan tangan Daffa terulur meraih salah satu tangan Bentari yang berada di atas meja kemudian menggenggamnya erat. Sontak saja Bentari terkejut. Dirinya mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Daffa.
"Lepaskan Daf!" Bentari menarik tangannya namun kesulitan karena Daffa menggenggamnya begitu erat. Bahkan Daffa menautkan jari jemarinya dengan jari jemari Bentari.
"Aku mohon Ri, tidak bisakah kita seperti dulu lagi? Kasih aku kesempatan sekali lagi." Sebenarnya Daffa juga masih mencintai Bentari. Ia kemarin berpacaran dengan Amanda karena emosi, merasa dikhianati oleh Bentari.
"Di antara kita sudah berakhir, jadi aku mohon jangan seperti ini."
"Tidak Ri, tatap mata ku." Daffa meraih dagu Bentari kemudian menolehkan wajahnya hingga pandangan keduanya bertemu dan saling mengunci.
Vida yang menyaksikan itu perlahan meninggalkan meja yang didudukinya. Ia merasa jadi obat nyamuk disana. Bahkan kedua insan yang masih saling mencintai itu sepertinya tidak menyadari bahwa dirinya saat ini menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di dalam kantin.
"Ak-aku masuk kelas dulu." Lirih Bentari memutus pandangannya kemudian bangkit dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Daffa yang hanya bisa menatap punggungnya yang semakin menjauh dan menghilang di balik tembok.
Daffa bertekad akan memperjuangkan cintanya dan mendapatkan Bentari kembali. Meskipun dirinya tahu bahwa saat ini Bentari sudah memiliki seorang suami. Daffa tidak peduli itu. Daffa yakin bahwa Bentari masih mencintainya. Sama seperti dirinya yang masih sangat mencintai Bentari.
Tidak ada yang tahu status Bentari saat ini yang ternyata sudah memiliki seorang suami. Bentari sengaja menyembunyikan statusnya itu rapat-rapat agar tidak diketahui oleh publik. Toh dirinya dan Pak Ivan hanya menikah secara siri. Dan seluruh dokumennya juga masih berstatus sebagai pelajar. Hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya termasuk Daffa salah satunya.
Daffa bangkit dari duduknya kemudian segera meninggalkan kantin. Dirinya memilih kembali ke kelasnya untuk mengikuti kelas selanjutnya.
*****
*****
*****
Semangat memperjuangkan bojone uwong Daffa wkwkwk 🤣🤣🤣
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Wiek Soen
e.. Daffa mw jadi pembinor
2024-01-29
0
Mara
hayooo pak Ivan semangat luluhkan hatinya tari....itu keong sawah udah beraksi
2023-08-14
1
Zahra🌼
Lah, gk waras ini bocah 😡 istri orang kok dipepet 🙄
2023-06-02
4