Semua siswa dan siswi yang melihat Daffa serta Amanda berkejaran menuju ke ruang guru langsung ikut berlarian menuju ke ruang guru. Pintu ruang guru pun sekarang dipenuhi oleh siswa-siswi yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk Bentari yang ikut berdiri di belakang mereka.
Kedua siswa laki-laki yang menjadi pelaku dalam video itupun sudah berdiri di dalam ruang guru, lebih tepatnya di dekat pintu masuk seraya menunduk takut. Mungkin kali ini akan tamat riwayatnya karena dirinya sudah membantu memuluskan rencana Amanda hanya demi mendapatkan uang.
Pak Damar mulai memutar 2 video yang ada di dalam ponsel anaknya bergantian dan disaksikan oleh guru-guru yang ada di sana. Tanpa memperdulikan anaknya yang sejak tadi menangis seraya memukuli Daffa.
Mata para guru-guru yang menyaksikan video itu langsung membulat sempurna, begitu pun Pak Damar yang wajahnya sudah nampak merah padam antara marah dan menahan malu atas kelakuan anaknya itu.
Diletakkannya ponsel sang anak ke atas meja kemudian menghampiri anaknya. Pak Damar langsung menarik tangan anaknya kemudian.....
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Amanda hingga membuatnya terhuyung. Amanda syok seraya memegangi pipinya yang terasa panas kebas dan tentu sakit. Amanda tidak menyangka bahwa dirinya akan ditampar oleh papanya sendiri di depan umum.
"Kamu keterlaluan Manda!" Bentak pak Damar menunjuk anaknya yang semakin terisak. "Apa motif kamu melakukan semua itu?!" Teriaknya lagi.
"Hey kalian!" Daffa menunjuk ke arah 2 siswa laki-laki yang sejak tadi berdiri di dekat pintu. "Kemari dan jelaskan!"
Kedua siswa itu pun perlahan menyeret langkah kakinya mendekat ke arah guru-guru mereka. Daffa langsung meraih kerah baju seragam milik siswa laki-laki yang ada di dalam video. Dan siswa laki-laki yang satunya sudah pasti yang bertugas merekam vidio itu.
Buugh!
Kepalan tangan Daffa langsung mendarat di wajah siswa laki-laki itu hingga membuatnya tersungkur ke lantai.
"Aaaaa!" Jerit para siswi dan juga guru-guru perempuan yang ada di sana.
Daffa kembali meraih kerah baju siswa itu dan bersiap mendaratkan pukulan keduanya. Namun dirinya sudah terlebih dulu ditahan oleh beberapa guru laki-laki yang mencoba menenangkannya agar tidak semakin menjadi.
"Sudah Daffa, kita selesaikan masalah ini baik-baik." Ucap salah satu guru yang memegangi tangan Daffa.
"Katakan!" Teriak Daffa. "Dibayar berapa kamu sama Amanda?! Siapa saja yang terlibat?!" Suara Daffa menggema di dalam ruang guru.
Bentari sudah berdiri di tengah-tengah pintu ruang guru dengan air mata yang berderai. Bu Indah yang kemarin membantu merapikan pakaian bentari saat kejadian itu menghampiri Bentari.
"Kemari lah," Bu Indah membimbing Bentari masuk ke dalam ruang guru kemudian membawanya duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Bu Indah langsung memutarkan video yang ada di dalam ponsel Amanda.
Bentari menangis tergugu saat melihat video rekaman dirinya dengan jelas. Bentari menatap kecewa ke arah Amanda, sahabatnya sendiri. Kemudian Bentari beralih menatap ke arah Daffa dengan tatapan sendu. Seolah mengatakan kepada Daffa bahwa dirinya tidak bersalah dalam kejadian yang direkayasa ini.
Daffa pun begitu. Ia membalas tatapan sendu Bentari dengan tatapan sendu pula. Seolah mengatakan bahwa dirinya menyesal karena sudah mengakhiri hubungan mereka secara sepihak. Padahal dari awal Daffa juga tahu kalau Bentari di sini adalah korban.
"Sebaiknya kita Panggil Pak Ivan dan juga orang tua wali murid yang bersangkutan." Ujar salah satu guru yang ada di sana. "Siapa saja yang terlibat dalam kejadian ini?" Imbuhnya.
Bentari pun mengatakan bahwa sebelum kejadian itu ada siswa laki-laki culun yang memberikannya gulungan kertas yang bertuliskan, "Temui aku di gudang belakang sekolah sekarang! Penting!" Dan akhirnya siswa culun itu pun ikut terseret ke dalam masalah ini.
*****
Semua sudah berkumpul di dalam ruang kepala sekolah. Papa Adrian datang bersama istrinya mama Davira dan juga seorang karyawan di kantornya yang bekerja di bagian IT. Pak Ivan juga sudah datang bersama ibunya, Bu Eny. Istri dari pak Damar yang tak lain adalah mamanya Amanda juga sudah hadir di sana. Orang tua wali murid yang anak-anaknya ikut terlibat pun juga sudah dipanggil. Lengkap sudah. Dan sekarang waktunya keadilan ditegakkan.
Kedua video yang ada di dalam ponsel Amanda juga sudah kembali diputar dan disaksikan oleh banyak orang. Semua penjelasan juga sudah disampaikan oleh para pelaku tanpa ada yang ditutupi sedikitpun. Dan juga rekaman CCTV yang sudah berhasil dikumpulkan oleh karyawan papa Adrian hingga mengungkap sebuah fakta bahwa petugas keamanan sekolah itu juga ikut andil dalam kejadian ini. Dan akhirnya dirinya pun menjadi salah satu tersangka. Hanya Amanda yang sejak tadi masih bungkam. Dirinya bahkan tidak mau mengakui kesalahannya itu.
Papa Adrian meskipun nampak marah tapi berusaha menahan emosinya agar tidak meledak di sana. Pak Ivan yang selalu tenang dalam menghadapi masalah apapun masih tetap duduk dengan nyaman, seolah dirinya tidak merasa dirugikan dalam kejadian ini.
Ya, Pak Ivan menganggap kejadian ini bukan sebagai musibah namun sebagai anugerah. Karena dengan adanya kejadian ini dirinya dipertemukan dengan jodohnya yang tak lain adalah anak didiknya sendiri.
Setelah diadakan perundingan dan pertimbangan dengan meminta pendapat kepada para guru dan wali murid yang hadir, akhirnya Amanda dan kedua siswa laki-laki yang menjadi tangan kanannya dikeluarkan dari sekolah. Sedangkan siswa culun yang memberikan gulungan kertas kepada Bentari atas perintah Amanda dibebaskan karena dirinya tidak tahu-menahu akan kejadian itu. Dan keesokan harinya pak Damar langsung mendapat surat pemberhentian dirinya menjadi kepala sekolah. Begitu pula dengan petugas keamanan yang langsung diberhentikan dari pekerjaannya.
*****
*****
*****
Weh, kenapa berasa kayak mau tamat ini cerita 🥴 terus kudu piye iki wkwkwk 🤣🤣🤣
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Wiek Soen
akhirnya orang tua jugayg kena akibatnya... makanya jadi anak itu mikir klo mw berbuat sesuatu...manda2
2024-01-29
0
Galaxy
mak,,,alur mu kecepetan,,,coba baru ketauannya setelah tari udah cinta sama pak ivan, trus amanada kena karma, kan enak,,,aku dah kaya pecinta sinetron ikan terbang ya 🤣🤣🤣
2023-06-15
1
Zahra🌼
Alhamdulillah hukuman yg sepadan untuk mereka yg terlibat. Tapi kasihan pak Damar harus ikut menerima akibat dari perbuatan anaknya 😢
2023-06-02
4