Braakk!
Pak Ivan menutup pintu mobilnya dengan kencang hingga membuat Bentari terlonjak kaget. Ia kemudian berlari masuk ke dalam rumahnya yang pintunya terbuka lebar, tanpa menghiraukan sang istri yang saat ini masih kebingungan di dalam mobil. Mungkin Pak Ivan lupa kalau saat ini dirinya datang bersama istrinya. Atau mungkin pak Ivan lupa kalau dirinya sudah menikah.
Mereka tiba di kediaman Bu Eny menjelang Maghrib. Saat tiba di sana, ternyata ibunya sudah sadarkan diri dan saat ini sedang berbaring di atas tempat tidur.
"Ibu," Pak Ivan langsung duduk di samping ibunya kemudian meraih tangannya lalu menciuminya. "Ibu kenapa? Ibu sakit?" Terlihat jelas bahwa saat ini Pak Ivan sedang mengkhawatirkan keadaan ibunya.
"Ibu tidak papa Van, ibu tadi hanya pusing dan tiba-tiba pandangan gelap."
"Terimakasih Bu karena sudah menolong ibu ku." Pak Ivan beralih menatap ke arah tetangganya yang masih berdiri di dekat mereka.
"Iya sama-sama. Tadi ibu datang mau minta tolong untuk jahitin seragam sekolah anak ibu. Tapi pas ibu panggil-panggil ibu mu nggak nyahut. Jadi ibu masuk aja dan melihat ibu mu tergeletak di samping mesin jahit. Ibu langsung meminta bantuan para tetangga untuk mengangkat ibu mu ke atas tempat tidur."
"Sekali lagi terima kasih Bu."
"Ya sudah, ibu pamit dulu kalau begitu." Wanita itu langsung keluar dari kamar Bu Eny dan saat tiba di ruang tamu dirinya berpapasan dengan Bentari yang baru saja masuk ke dalam rumah. "Loh, istrinya pak Ivan kan?"
"I-iya Bu." Bentari mengangguk dan berusaha mengulas senyum.
"Ya sudah ibu pamit. Mari Nak."
"Iya Bu, silahkan."
Wanita itu langsung keluar dari rumah Bu Eny setelah berpamitan dengan Bentari. Bentari memilih mendudukkan tubuhnya di ruang tamu karena tidak tahu harus ke mana. Ini pertama kalinya dirinya datang ke rumah gurunya itu yang sialnya sekarang adalah suaminya.
"Istri mu mana Van? Apa dia tidak ikut?" Bu Eny celingak-celinguk mencari keberadaan menantunya.
"Astaga... Sebentar Bu." Pak Ivan langsung beranjak dari duduknya kemudian keluar dari kamar untuk mencari keberadaan sang istri. "Tari maaf, aku lupa meninggalkan mu." Ucap Pak Ivan saat tiba di ruang tamu dan mendapati istrinya itu sedang duduk di sana.
Bentari hanya diam saja acuh tanpa membalas ucapan suaminya. Pak Ivan pun menghela nafasnya pelan. Sepertinya istrinya itu sedang ngambek karena dirinya telah melupakan keberadaannya.
"Ibu mencari mu. Ibu ingin bertemu dengan mu. Ayo!" Pak Ivan mengulurkan tangannya berharap istrinya itu mau meraihnya. Namun sayangnya istrinya itu berlalu meninggalkannya masuk ke dalam setelah bangkit dari duduknya.
Bentari melangkah mencari keberadaan kamar ibu mertuanya. Mendengar kata ibu jelas saja Bentari tidak tega mengabaikan permintaan seorang ibu. Bentari masuk ke dalam kamar yang pintunya terbuka lebar. Yang diyakininya kamar ibu mertuanya. Dan benar saja, terlihat ibu mertuanya itu terbaring di atas tempat tidur.
Melihat menantunya masuk ke dalam kamar, Bu Eny langsung melambaikan tangannya agar menantunya itu mendekat. "Sini Nak."
Bentari pun perlahan mendekati tempat tidur kemudian duduk di tepi ranjang. Bentari masih terdiam menunduk karena tidak tahu harus berbuat apa.
Bu Eny meraih tangan menantunya kemudian menggenggamnya erat. "Terimakasih sudah mau datang ke gubuk ibu."
Bentari mencoba mengulas senyum. "I-ibu sakit apa?" Tanya Bentari karena tidak tahu harus mengatakan apa.
"Ibu tidak apa-apa, mungkin hanya kecapean saja." Ya, Bu Eny memang tidak memiliki riwayat penyakit apapun. Mungkin hanya kelelahan ditambah kepikiran masalah yang menimpa anaknya.
Pak Ivan yang berdiri di ambang pintu menyaksikan interaksi antara ibunya dengan istrinya itu. Seulas senyum tercipta. Meskipun istrinya itu masih cuek kepadanya, setidaknya Bentari mau berbicara dengan ibunya.
"Kalian akan bermalam di sini kan?" Tanya Bu Eny menatap ke arah anak dan menantunya bergantian.
Pak Ivan melangkahkan kakinya mendekat. Pandangan Pak Ivan dan Bentari bertemu lalu terkunci. Seolah-olah mereka saling melempar pertanyaan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan Bu Eny.
"Ibu tidak memaksa kalau memang kalian tidak bisa menginap di sini." Lanjut Bu Eny memutus pandangan antara anak dan menantunya.
Pak Ivan langsung menoleh menatap ibunya. "Kalau Tari tidak bisa menginap di sini tak apa. Nanti biar Ivan antarkan dulu Tari pulang Bu. Setelah itu Ivan akan balik lagi ke sini."
"Ak-aku mau menginap di sini." Lirih Bentari seraya menunduk. Ia mengingat nasehat mamanya tadi sebelum dirinya berangkat agar dirinya berbakti kepada suami dan ibu mertuanya.
Bolehkah Pak Ivan bersorak gembira karena istrinya itu mau menginap di rumahnya? Pak Ivan berdehem kecil untuk menetralkan hatinya yang sesaat tadi seperti ada bunga-bunga yang meledak.
"Ya sudah, istirahatlah. Tunjukkan kamarnya Van."
"Iya Bu." Pak Ivan kemudian mengulurkan tangannya ke arah sang istri. "Ayo!" Dan kali ini istrinya itu mau menyambut uluran tangannya. Semakin berbunga-bungalah hati Pak Ivan.
Mereka berdua melangkah keluar dari kamar Bu Eny. Namun setibanya di luar, Bentari melepaskan genggaman tangannya dari tangan sang suami. Membuat Pak Ivan menghela nafasnya pelan. Namun begitu dia tetap melangkah menuju ke kamarnya dan diikuti oleh Bentari di belakang.
"Ini kamar kita. Masuklah." Ucap Pak Ivan saat membuka pintu kamarnya mempersilahkan sang istri untuk masuk ke dalam.
"Ka-kamar kita?" Beo Bentari.
"Ya! Hanya ada dua kamar di sini. Kamar ku dan kamar ibu ku. Kalau kamu tidak ingin tidur sekamar dengan ku, aku nanti bisa tidur di sofa yang ada di depan TV."
"Bu-bukan begitu Pak. Maaf, aku hanya belum terbiasa saja."
"Iya tak apa. Aku mengerti. Masuklah."
Bentari pun menyeret langkahnya masuk ke dalam kamar suaminya. Diedarkan pandangannya mengelilingi penjuru kamar. Cukup rapi untuk ukuran kamar cowok. Di dudukkan tubuhnya di pinggir ranjang karena dirinya tidak tahu harus melakukan apa.
*****
*****
*****
Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Mara
Yeyyyyyyyy...udah tumbuh ya pak bunga2 cintanya 🥰
2023-08-14
1
Galaxy
aseeek ,,,pelan2 aja mas,,,lama2 juga takluk kok 🤭🤭🤭
2023-06-15
1
Zahra🌼
Heleh belum tentu juga dapet jatah 🤭🤣🤣🤣
2023-05-30
4