PART 2

"Sssshhtt! Aaahh!" Mendengar suara keributan akhirnya membuat Bentari perlahan tersadar. Kepalanya terasa pusing dan berdenyut.

Para guru yang ada di dalam ruangan itu pun segera menghampiri Bentari yang terlihat meringis seraya memegang kepalanya.

Pak Ivan bisa bernafas lega karena akhirnya Bentari sudah sadarkan diri dan nantinya bisa memberikan penjelasan kepada kepala sekolah dan juga guru-guru yang ada di sana.

"Tari, apa kamu baik-baik saja?" Pak Ivan langsung berjongkok di samping tubuh Tari yang masih tergeletak di bawah.

Bentari perlahan membuka matanya dan betapa terkejutnya dirinya saat mendapati Pak Ivan guru BP nya itu berada di depannya.

"Aaaaa! Bapak mau apa?! Tolong!" Bentari bangkit kemudian beringsut mundur hingga punggungnya membentur dinding gudang dan ia sudah tidak bisa mundur lagi. Bentari nampak ketakutan. Saat menyadari keadaannya saat ini, Bentari kembali menjerit histeris.

"Aaaaa! Apa yang bapak lakukan kepada saya? Hiks.. hiks.." Bentari terisak-isak. Kedua tangannya ia silangkan di depan dada. Kepalanya ia telungkupkan di atas lutut yang kakinya ia tekuk.

"Hey tenang dulu." Pak Ivan mencoba untuk menenangkan Bentari. "Bapak tidak melakukan apapun kepada mu Tari." Pak Ivan mencoba membela diri.

"Sebaiknya sekarang kita ke kantor saja." Ujar Pak Damar selaku kepala sekolah. Membuat Bentari menoleh dan baru menyadari bahwa ada beberapa guru di sana. "Kita selesaikan masalah ini di kantor." Imbuh pak Damar kemudian berlalu keluar dari gudang diikuti oleh satu guru laki-laki dan dua siswa laki-laki tadi. Sedangkan dua guru perempuan yang lainnya berusaha membantu Bentari merapikan seragamnya kembali.

Pak Ivan menghembuskan nafasnya kasar. Sepertinya kali ini dirinya benar-benar dalam masalah besar. Dengan langkah gontai Pak Ivan keluar dari gudang itu dan langsung menuju ke kantor kepala sekolah.

Tanpa mereka sadari, salah satu dari siswa laki-laki itu sempat merekam kejadian tersebut.

*****

"Sekarang jelaskan! Apa yang sebenarnya terjadi?!" Pak Damar menatap tajam ke arah Pak Ivan dan juga Bentari yang saat ini sudah duduk di depannya. Masih terdengar isakan dari Bentari yang saat ini menundukkan kepalanya. Guru-guru yang lain juga ada disana. Sedangkan kedua siswa laki-laki tadi sudah di persilahkan pulang.

Sambil menunggu kedatangan kedua orang tua Bentari yang tadi sudah dihubungi olehnya, pak Damar mencoba mengorek keterangan dari keduanya.

"Bentari, bisa dijelaskan kenapa kamu bisa ada di gudang?" Pak Damar menatap ke arah Bentari. "Gudang itu terkunci rapat. Harusnya tidak ada yang bisa masuk ke dalam gudang kecuali yang memegang kuncinya."

"Ta-tadi ada yang menyuruh saya datang ke gudang belakang pak, katanya penting. Saat saya tiba di sana, pintu gudang sudah terbuka lebar dan tidak ada satupun orang di dalam gudang. Namun tiba-tiba ada yang membekap saya dari belakang. Dan Setelah itu saya tidak ingat lagi." Ujar Bentari.

Pak Damar nampak manggut-manggut mendengar penjelasan Bentari. Pak Damar kemudian beralih menatap ke arah Pak Ivan. "Bisa Bapak jelaskan kenapa Bapak bisa ada di gudang dan melakukan hal tidak senonoh kepada anak didik sendiri?!"

"Tidak pak, saya tidak melakukan apapun kepada Bentari. Tadi saya hanya berkeliling seperti biasa. Namun saat saya tiba di depan gudang, saya melihat pintu gudang itu sedikit terbuka. Saya merasa heran karena biasanya gudang itu terkunci rapat. Jadi saya putuskan untuk masuk ke dalam dan ternyata saya mendapati Bentari sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi seperti itu." Jelas saja Pak Ivan tidak ingin disalahkan dan dijadikan kambing hitam atas kejadian ini. "Kalau bapak tidak percaya bapak bisa cek CCTV."

"Ya, sebaiknya kita lihat CCTV saja biar kita tahu kebenarannya." Ujar salah satu guru yang ada di sana.

"Loh ada apa ini kok rame?" Ucap salah seorang siswa perempuan yang baru saja masuk ke dalam kantor kepala sekolah. Mereka semua langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk.

"Manda, ngapain kamu masih ada di sini?" Tanya pak Damar.

"Manda nunggu papa, mobil Manda bannya kempes. Jadi Manda mau pulang bareng papa." Ya, Amanda yang akrab dipanggil Manda itu adalah anak dari pak Damar kepala sekolah. "Loh Tari, belum pulang? Ngapain di sini?" Manda melangkah menghampiri Tari. Sudut bibirnya sedikit terangkat melihat keadaan Tari yang nampak kacau.

Amanda adalah teman sekelas Bentari. Bahkan mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA.

"Duduk dan diam saja disana." Pak Damar menunjuk salah satu kursi kosong. Amanda merenggut dan langsung mendudukkan tubuhnya di kursi.

Pak Damar langsung beranjak dari duduknya lalu berpindah ke meja yang terdapat layar pemantau CCTV. Namun sayangnya beberapa CCTV yang ada di sekitar gudang tidak berfungsi. Entah itu rusak atau apa hingga membuat mereka tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Manda nampak mengulas senyum. Diam-diam telinganya ia pasang lebar-lebar. Dan senyuman itu semakin lebar saat telinganya mendengar bahwa CCTV tidak menunjukkan gambar apapun.

Perfect!!

Rencananya berjalan mulus meski tidak sesuai dengan keinginannya. Namun apa yang terjadi jauh lebih sempurna baginya. Padahal dirinya tidak ada niatan melibatkan guru BP-nya itu. Ya, Amanda lah dalang dibalik kejadian ini. Ia sudah membayar mahal security yang berjaga di pos satpam depan sana untuk menghapus CCTV di sekitar gudang. Entah apa motifnya hingga ia tega menjebak sahabatnya sendiri.

*****

*****

*****

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

Terpopuler

Comments

Wiek Soen

Wiek Soen

masih SMA otak kriminal... astagfirullah

2024-01-28

0

Mara

Mara

Yo opo awakmu iku mba e....seh cilik Yo kok liciknya nemen😱

2023-08-14

1

Juli  Ana

Juli Ana

Masih disekolahan aja otak nyanuda jahat

2023-06-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!