PART 5

Mendengar ucapan Bu Eny, Bentari malah semakin terisak dan semakin memeluk erat tubuh Papanya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tanda bahwa dirinya tidak menyetujuinya. Jelas saja Bentari tidak mau, dia masih terlalu dini. Usianya saja baru menginjak 18 tahun. Dan masa depannya masih panjang. Bentari tidak mau terbelenggu dalam ikatan pernikahan yang pasti akan membatasi kebebasannya. Bentari ingin menikmati masa mudanya dulu sebelum memikirkan pernikahan. Dalam kamus Bentari tidak ada yang namanya Pernikahan dini apalagi karena insiden memalukan seperti ini.

"Tari tidak mau pa, hiks.. hiks.."

"Tapi nak, ini adalah jalan yang terbaik." Bujuk Bu Eny yang sudah kembali duduk di kursinya semula. "Mungkin memang kalian berdua ditakdirkan berjodoh melalui jalan seperti ini." Lanjutnya.

"Bagaimana pak?" Pak Damar menunggu persetujuan dari Papa Adrian.

"Enak saja ka-" Ucapan Papa Adrian terputus saat mendengar suara keributan di luar.

Pak Damar dan para guru serta semua orang yang ada di dalam ruangan itu segera keluar. Mata mereka membola karena terkejut melihat banyaknya orang tua wali murid yang seperti melakukan demo. Petugas keamanan sekolah tidak mampu menghalangi banyaknya orang yang menerobos masuk ke dalam sekolahan. Mungkin mereka semua mendengar cerita dari anak-anaknya tentang video yang beredar di sekolah. Namun saat mereka mencari di internet, video itu ternyata tidak ada. Mungkin si pengunggah hanya menguploadnya di grup sekolah saja.

"Keluar kalian!" Teriak salah satu orang tua murid yang berhasil menerobos masuk.

Saat melihat Pak Ivan dan guru-guru lainnya berada di depan ruangan kepala sekolah, orang itu merangsek mendekati mereka dan langsung menarik kerah kemeja Pak Ivan.

"Guru br3n9$3k!"

Buugh!

"Aaaahh!" Jerit para perempuan yang menyaksikan itu.

Lagi-lagi Pak Ivan menjadi sasaran empuk kemarahan orang tua muridnya. Dan dirinya hanya bisa pasrah menerima segala cacian, hujatan serta perlakuan tidak menyenangkan itu.

"Hentikan!" Jerit Bu Eny seraya terisak-isak melihat anaknya diperlakukan seperti itu.

Pak Damar dan guru-guru yang lainnya segera melerai orang tua wali murid itu sebelum semakin menggila dan nantinya malah akan membuat keadaan semakin kacau.

"Keluarkan guru c@bu1 itu dari sekolahan!" Teriak beberapa wali murid yang ada di sana.

"Nikahkan saja mereka biar tidak menjadi aib!" Ada juga yang berteriak seperti itu.

Salah satu dari orang tua murid itu menarik Pak Ivan. Dan ada juga yang menarik Bentari.

"Ayo kita nikahkan mereka! Kita bawa langsung mereka ke KUA!" Teriaknya seraya menyeret kedua orang yang menurut mereka menjadi tersangka.

"Sebentar pak, tenang dulu. Kita bicarakan masalah ini baik-baik. Jangan gegabah." Pak Damar langsung berdiri di tengah-tengah mereka untuk menenangkan para wali murid.

"Mana mungkin kami bisa tenang?! Kami akan memindahkan anak kami dari sekolah ini!" Teriak mereka lagi.

"Sabar pak, sabar. Hari Senin anak-anak kita sudah menjalani ujian akhir sekolah. Jadi bapak-bapak dan ibu harap bersabar." Ujar pak Damar lagi.

"Heleh!"

"Baiklah, saya akan menikahkan mereka." Ucap papa Adrian akhirnya. Setelah di pikir-pikir mungkin memang ini jalan terbaik. Jika dirinya memaksa melibatkan hukum, dirinya pasti juga akan menanggung malu atas kejadian ini.

Setelah mendapatkan jalan keluar akhirnya mereka semua bubar. Papa Adrian dan Bentari segera meninggalkan sekolah. Begitu pula dengan Pak Ivan dan juga ibunya.

*****

"Ibu percaya sama aku kan Bu?" Pak Ivan terduduk di lantai tepat di depan ibunya yang duduk di atas sofa ruang tamu yang ada di rumahnya. Ya, saat ini mereka sudah tiba di rumah.

Pak Ivan meraih tangan ibunya kemudian menggenggamnya. Tiba-tiba saja Bu Eny terisak-isak membuat Pak Ivan langsung berdiri kemudian memeluk ibunya.

"Aku berani bersumpah Bu, aku tidak pernah melakukan perbuatan itu." Hati Pak Ivan terasa teriris saat melihat ibunya menangis karenanya.

"Ibu percaya Van, ibu percaya kalau anak ibu ini tidak akan mungkin melakukan perbuatan sehina itu. Mungkin ini memang takdir yang sudah digariskan Tuhan untuk mu bertemu dengan jodoh mu. Kita syukuri saja meskipun jalannya tak seindah seperti yang kita harapkan."

Pak Ivan mengangguk. Kedua anak dan ibu itu pun saling berpelukan dan saling menguatkan.

*****

Di tempat lain, lebih tepatnya di dalam kamar Bentari. Mama Davira mencoba menenangkan putrinya yang sejak pulang dari sekolah tadi tidak berhenti menangis. Meskipun awalnya Mama Davira juga terkejut dengan apa yang diceritakan oleh suaminya, namun perlahan mama Davira bisa menerima kenyataan ini. Semoga saja ini jalan terbaik.

Sebelum pulang dari sekolah tadi mereka sempat berunding dan memutuskan bahwa mereka akan menikahkan anaknya besok tepat di hari Minggu sebelum ujian kelulusan sekolah dilaksanakan keesokan harinya. Lebih tepatnya pada hari Senin. Namun pernikahan itu akan dilakukan secara tertutup dan hanya akan dihadiri oleh keluarga dari pihak perempuan dan juga keluarga dari pihak laki-laki serta beberapa guru mereka saja tanpa melibatkan pihak yang lain. Lebih tepatnya pernikahan mereka di sembunyikan dari khalayak umum. Bukan apa, hanya untuk menghindari berita-berita miring yang ada di luaran sana. Karena mereka sudah sepakat untuk menutup aib ini dan menguburnya dalam-dalam.

*****

*****

*****

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

Terpopuler

Comments

Darmawangsya Darmawangsya

Darmawangsya Darmawangsya

kasihan sekali,semoga cepat terunkap kebenarannya

2025-02-20

0

Wiek Soen

Wiek Soen

kasihan orang orang baik jadi korban kebiadaban anak2 TK bermoral

2024-01-29

0

Mara

Mara

Meski awalnya tak indah pasti ujungnya indah🥰colek othor 🤗

2023-08-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!