PART 6

Hari pernikahan pun tiba. Semua orang sudah berkumpul di kediaman papa Adrian. Termasuk Pak penghulu dan juga mempelai prianya yang tak lain adalah Pak Ivan yang datang bersama ibunya dan juga beberapa tetangganya yang diperkenalkan sebagai saudaranya. Bukan apa Bu Eny melakukan itu. Bu Eny hanya ingin pernikahan anaknya disaksikan dan diakui oleh para tetangganya agar tidak ada berita miring jika sewaktu-waktu menantunya menginap di rumahnya.

Pak Damar selaku kepala sekolah dan beberapa guru pun sudah hadir di sana. Mereka juga turut andil menjadi saksi pernikahan atas anak didiknya dengan rekan gurunya.

Hanya tinggal menunggu mempelai wanitanya saja yang tak kunjung keluar dari kamar. Mama Davira masih berusaha membujuk anaknya itu. Padahal saat ini Bentari sudah terlihat cantik dengan kebayanya. Rambut yang disanggul itu membuat Bentari terlihat lucu dan imut.

Sejak tadi air mata Bentari tak kunjung berhenti hingga membuat sang perias frustasi karena harus membenarkan make up beberapa kali.

"Ayo sayang kita keluar. Semua orang sudah menunggu." Bujuk mama Davira sekali lagi.

"Tari nggak mau nikah ma, Tari masih ingin sekolah. Hiks.. hiks.."

Sang perias hanya bisa terdiam menyaksikan drama antara ibu dan anaknya itu. Sebenarnya sang perias juga kasihan melihat kliennya yang sejak tadi tidak berhenti menangis. Namun apalah daya, tugasnya hanyalah merias dan tidak berhak ikut campur urusan keluarga kliennya.

"Kan bisa sambil sekolah sayang. Suami mu pasti tidak akan melarang mu untuk sekolah."

"Hiks.. hiks.. Tapi Tari belum mau menikah. Tari masih ingin menikmati masa muda Tari."

Pintu kamar Bentari dibuka dari luar dan muncullah papa Adrian yang nampak mengulas senyum.

"Papa," Lirih Bentari.

Papa Adrian melangkah menghampiri anaknya itu dan langsung memeluknya guna menenangkannya. Di usapnya punggung anaknya yang bergetar.

"Ada papa jangan takut. Papa akan menjaga dan melindungi mu." Ucap Papa Adrian. Bentari pun mengangguk dalam pelukan Papanya.

Setelah Papa Adrian berhasil membujuk anaknya itu, akhirnya mereka berempat keluar dari kamar menuju ke ruang tamu di mana acara ijab kabul akan dilaksanakan.

Bentari didudukkan di depan Pak penghulu tepat di samping Pak Ivan calon suaminya. Sang perias segera membentangkan selendang putih guna menutup kepala kedua mempelai. Dan prosesi ijab kabul pun siap untuk dimulai.

*****

"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA, BENTARI BINTI ADRIAN DENGAN MAS KAWIN UANG 5 JUTA DIBAYAR TUNAI!" Ucap pak Ivan lantang tanpa keraguan sedikitpun.

Ya, tidak banyak yang bisa Pak Ivan berikan sebagai mahar. Ia hanya memberikan mahar semampunya saja. Bukankah sebaik-baiknya wanita saat meminta mahar adalah yang tidak memberatkan? Dan lagipula istrinya itu juga tidak meminta mahar kepadanya. Namun bukan berarti dirinya bisa seenaknya memberikan mahar. Pak Ivan juga sudah berunding dengan ibunya. Dan mereka memutuskan untuk memberikan mahar uang 5 juta kepada calon istrinya.

Semalaman Pak Ivan menghafalkan kalimat itu. Meskipun tadi awalnya dirinya sempat grogi, namun akhirnya Pak Ivan berhasil mengucapkan kalimat itu dengan lantang.

"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya Pak penghulu kepada para saksi yang hadir. Dan para saksi itu pun menjawab serempak.

"Saaaaaaaahh!"

"Alhamdulillah........"

Dan hari itu juga mereka berdua dinyatakan resmi menjadi sepasang suami istri di mata agama. Papa Adrian sebenarnya berani membayar mahal petugas KUA agar bisa mengurus secepatnya berkas-berkas pernikahan anaknya. Namun sayangnya petugas KUA menolaknya karena mempelai wanitanya yang belum cukup umur.

"Ibu pulang dulu ya, jaga diri baik-baik jaga sikap. Ingat di mana kamu berada saat ini. Perlakukan istri mu dengan baik. Saat ini kamu sudah menjadi seorang suami. Tanggung jawab mu akan semakin berat kedepannya." Nasehat seorang ibu ketika melepas anak laki-lakinya.

Pak Ivan mengangguk kemudian memeluk ibunya. "Ibu juga jaga diri baik-baik. Nanti kalau Tari mau diajak tinggal bersama ibu, kami akan tinggal di sana. Tapi kalau Tari tidak mau kami akan sering mengunjungi ibu nanti."

"Jangan di paksa jika istri mu tidak mau." Sanggah Bu Eny cepat. "Istri mu masih kecil. jadi kamu harus banyak mengalah. Istilahnya kamu harus bisa ngemong istri mu."

"Iya Bu. Aku akan selalu mengingat nasehat ibu."

Akhirnya Bu Eny dan para tetangga yang dibawanya meninggalkan kediaman Papa Adrian setelah berpamitan dengan besannya dan juga menantunya.

Pak Ivan masuk ke dalam kamar istrinya setelah ditunjukkan oleh Mama mertuanya di mana letak kamar Bentari. Istrinya itu sudah tidak nampak batang hidungnya, begitupun mertua laki-lakinya. Entah mereka berada di mana sekarang, Pak Ivan pun tak tahu. Tapi Pak Ivan mengira bahwa sang istri berada di kamar karena pasti istrinya itu merasa lelah.

Namun saat Pak Ivan masuk ke dalam kamar istrinya itu ternyata kosong. Istrinya tidak berada di dalam kamar. Lalu di mana istrinya saat ini?

Pak Ivan dengan menenteng tas ransel hitamnya yang berisikan baju-bajunya menyeret langkahnya menuju ke sofa yang ada di dalam kamar tersebut. Diletakkannya tasnya itu ke atas sofa kemudian Pak Ivan melangkah menuju ke kamar mandi. Diketuknya pintu kamar mandi itu karena Pak Ivan mengira istrinya sedang berada di kamar mandi. Namun sayangnya setelah mengetuk beberapa kali dan memanggil istrinya, sama sekali tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Dan saat pintu kamar mandi itu dibuka ternyata tidak ada siapapun di dalam kamar mandi.

Pak Ivan menghela nafasnya pelan. Ia kemudian berbalik menuju ke sofa lagi untuk mengambil pakaian ganti. Lebih baik sekarang dirinya mandi terlebih dahulu baru setelah itu mencari keberadaan istrinya.

*****

*****

*****

Jangan lupa Like Komen dan Votenya, saweran kopi dan bunganya juga boleh ☕🌹 Tonton iklannya ya setelah membaca, terimakasih 🙏

Terpopuler

Comments

Darmawangsya Darmawangsya

Darmawangsya Darmawangsya

kok 5 juta kirain 50 juta thor

2025-02-20

0

Zahra🌼

Zahra🌼

Hayoooo ning endi bojo mu pak 🤭🤣🤣🤣

2023-05-30

4

Zahra🌼

Zahra🌼

Nah dengerin itu nasehati ibu pak 🤭

2023-05-30

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!