Dalam perjalanan Yue bertanya ke arah Cosetta yang duduk di sebelahku.
"Tapi bibi aku tidak melihat bibi Elina, bukannya ia pengawalmu?"
Cosetta terlihat sedikit ragu namun akhirnya ia menjelaskan.
"Ada seseorang yang telah menyerang Elina, ia bahkan belum sempat melihat siapa pelakunya namun yang jelas, ia telah mencuri gerbang Solomon darinya. Seseorang bisa melakukannya aku pikir itu sangatlah tidak terduga."
"Gerbang Solomon?" aku mengulang pernyataan tersebut.
Bagiku hal demikian sesuatu yang begitu asing di dengar, aku melihat Kila dan yang lainnya juga terlihat merasakan hal sama.
Yue menggantikan bibinya untuk menjelaskan.
"Gerbang Solomon adalah gerbang yang bisa mengeluarkan monster tanpa batas, gerbang ini biasanya diwariskan dari iblis terkuat ke iblis selanjutnya secara turun menurun, di beberapa kasus bibi Elina menjadi pemiliknya tapi ini pertama kalinya seseorang bisa merebutnya, ayahku juga pengguna gerbang roh bintang dan bibi Fel pengguna gerbang Celestrial."
"Apa mungkin yang melakukannya iblis? Siapa tahu ada beberapa yang selamat."
Yue menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Itu mustahil, iblis sudah dinyatakan punah. Satu orang yang paling berbahaya Veronica juga sudah tidak ada, aku ragu mengatakan bahwa itu ulahnya."
"Benar sekali, apapun itu sesuatu yang berbahaya pasti akan terjadi," tambah Cosetta mengatakannya dengan serius.
Tak lama Marie menambahkan.
"Apa jika demikian dua gerbang yang lainnnya akan direbut oleh orang tersebut?"
"Kedua gerbang sisanya sangat sulit dikendalikan, bahkan jika pun mencurinya belum tentu apa yang dipanggil olehnya mau mendengarkan perintah."
Aku sedikit paham apa yang dikatakan Cosetta, yang jelas dunia ini mungkin akan berada dalam kekacauan lagi.
Aku memang ingin jadi pahlawan tapi tidak cukup senang mendengar hal-hal seperti ini.
Yang harus kami lakukan hanyalah mengawal Cosetta dan memastikan semuanya berjalan lancar.
Disela-sela istirahat Cosetta menunjukkanku sebuah peta yang akan menjadi rute kami, itu mengejutkan bahwa kami tidak pergi ke kota melainkan sebuah pegunungan yang jauh dari manapun.
"Setelah tiba aku akan menjelaskannya, yang jelas jika kita ke sini kita bisa bertemu lagi dengan Fel."
Aku hanya akan mempercayainya. Berhubung sudah sejauh ini apa boleh buat.
Setelah dua hari kami telah tiba di sebuah hutan lebat, dari sini perlu tiga hari lagi untuk sampai ke tujuan.
Karena tidak bisa dilewati kereta kami akhirnya turun. Yue menggunakan sihir penyimpanan yang mampu membawa seluruh kereta termasuk barang bawaan kami.
Melihatnya benar-benar sangat mengagumkan. Monster sihir ini.
Untuk kudanya sendiri kami lepaskan begitu saja.
"Sebenarnya seberapa kuat Yue?" gumamku demikian yang tanpa sengaja didengar Cosetta.
"Kamu mungkin tidak akan mempercayainya."
Jawabannya jelas membingungkan.
Kami berjalan dengan posisi masing-masing, aku dan Marie di depan. Di belakang Yue dan Noel dan di tengah-tengah ada Kila yang bertujuan untuk melindungi Cosetta dari dekat.
Cosetta bukan gadis lemah terlepas dari dirinya yang harus berjalan menggunakan tongkat, kendati demikian kami adalah pengawal dan sebagai pengawal kami harus melakukan tugas kami dengan baik.
Seekor ular raksasa muncul di depan kami, sebelum aku bergerak Marie sudah lebih dulu menerjang ke depan.
Dia melompati di udara selagi mengeluarkan rantai di balik pakaiannya, itu melilit ular dengan cepat lalu memotong kepalanya dengan mudah.
Aku sangat penasaran kenapa dia begitu sangat kuat.
Cosetta bertepuk tangan sekali dengan semangat.
"Ular ini disebut Black Snake, rasanya cukup enak jika diolah sebagai makanan.. mari beristirahat dan mencobanya."
Semua orang melirik ke arahku dan aku mengangguk mengiyakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments