Mengabaikan perkataan itu, para penduduk desa ini menyambut kami dengan tangan terbuka.
Kakek Lupin memperkenalkan kami kepada semua orang, awalnya mereka hanya menatap kami datar dan setelahnya.
Beberapa pria merangkulku dengan segelas bir di tangan mereka.
"Minumlah, ini sangat enak."
"Kau harus mencobanya."
Yah, aku bukan peminum.
Entah kenapa malah ada pesta besar-besaran di sini seolah sebagai perayaan, para elf wanita menari dengan cara mereka sendiri dan untuk anggota partyku mereka juga turut mencobanya.
Yue sepertinya sedikit kaku melakukannya, tapi berjuanglah.
"Jadi kalian petualang baru, sungguh hebat bahwa kalian banyak mengalah bandit itu, terima kasih sudah membawa mereka kembali dengan selamat."
Aku tidak masalah, hanya saja
Siapa kau?
Mereka semua terlalu dekat.
Yah, seharian kami benar-benar berjuang untuk beradaptasi dengan tempat ini. Setelah pesta aku bisa beristirahat dengan tenang dan keesokan harinya kami memutuskan untuk sedikit lebih lama di sini.
Noel mengajari beberapa anak-anak tentang kesatria, Yue membantu emak-emak masak sedangkan Kila mengajari para bapak-bapak untuk membuat jebakan musang.
Di saat seperti itu mereka terlihat keren oi.
Aku yang memperhatikan hanya memasang wajah heran sekaligus kagum.
"Tuan Okta Anda sudah bangun."
"Itu..."
"Namaku Marie."
"Ah benar."
Marie adalah salah satu elf dengan rambut merah muda, aku mengenalnya tadi malam karena ia mencoba mengajakku mengobrol tentang dunia luar, tidak banyak elf yang tertarik dengan dunia luar tapi sepertinya Marie memiliki pemikirannya sendiri.
"Jadi apa tuan memiliki kegiatan untuk hari ini?"
"Hmm, aku hanya memutuskan untuk bersantai kurasa, jadi tidak ada."
"Begitu, apa mau menemaniku memetik apel, kami punya buah yang enak."
Tidak ada alasan untuk menolak karenanya aku ikut saja. Aku cukup terkejut bahwa Marie mampu memanjat pohon cukup tinggi dengan baik.
Ia memetik beberapa lalu menjatuhkannya supaya aku bisa menangkapnya di bawah.
"Sekarang giliran Anda menangkapku."
"Tunggu, Marie."
Aku dengan sigap menangkapnya di bawah, dan lalu sedikit kehilangan keseimbangan sebelum terjatuh bersama.
"Maaf, maaf apa aku berat?"
"Tidak juga."
Kami duduk menatap hamparan luas ladang sembari memakan apel. Aku ingat bagaimana aku dan Marie mengobrol soal dunia luar singkatnya apa yang diinginkan Marie adalah untuk bisa keluar dari tempat ini.
Aku memintanya untuk memikirkannya kembali, lagipula saat dia keluar dia dipastikan tidak akan bisa kembali lagi ke sini.
"Soal semalam aku rasa aku akan tetap pergi, di sini aku seorang yatim piatu walau pergi tidak akan benar-benar ada orang yang merindukanku, di sisi lain mungkin di luar sana merupakan hal yang selalu membuatku penasaran."
Aku tersenyum kecil lalu melanjutkan.
"Jika itu keputusanmu maka aku akan berusaha membantu menjelaskan pada semuanya."
"Terima kasih banyak."
Anggota kelompokku yang sejak tadi mencari keberadaanku muncul.
"Ah, Okta berpacaran dengan gadis elf nyan, mereka berduaan di bawah pohon nyan."
"Benar-benar vulgar, tapi aku ingin lihat."
Yue memasang wajah jijik.
Kemunculan mereka selalu menjadi pengganggu.
Setelah aku mengatakan alasannya mereka baru mengerti.
"Jadi begitu, kurasa kota Labirin akan cocok untukmu bukan begitu."
Atas pernyataan Yue, kedua yang lain mengiyakan. Mereka hanya berfikir bahwa Marie cantik dan dia bisa mendapatkan pekerjaan apapun di sana.
Kami merekomendasikan untuk ia bekerja menjadi pelayan cafe atau resepsionis namun hal itu ditolak olehnya.
Jawaban yang dikatakannya adalah.
"Aku ingin menjadi seorang petualang seperti kalian."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments