Noel menerjang ke depan selagi mengayunkan pedangnya, seharusnya itu mudah baginya untuk mengenai satu bandit di depannya sayangnya itu meleset.
"Eh?"
Sebelum bandit itu balas menyerang, Kila meninjunya hingga terbang dan mati.
"Yang barusan pedangku nyaris saja mengenainya."
Aku baru sekarang melihat seseorang bangga karena serangannya baru nyaris, dia pasti sebelumnya lebih buruk.
Jadi ini alasan Noel tidak bisa melukai musuh yang bergerak.
"Maaf sepertinya aku terkena kutukan mengerikan."
"Tidak, ada yang salah tentangmu," gumamku tanpa terdengar siapapun, walau demikian kekuatan Noel sangat kuat dia bahkan bisa menghancurkan satu tembok kota dengan mudahnya.
Terlepas dari itu kami mulai membersihkan mayat bandit lalu bergerak kembali.
"Ini pertama kalinya aku membunuh seseorang, aku jadi bersemangat mari bunuh lagi."
"Aku tahu perasaan itu Yue nyan, aku juga beberapa kali merasakan hal sama nyan... sungguh menyenangkan nyan saat mereka mati terkena jebakan."
Kalian berdua ini masih sehat?
Apa yang aku ingin katakan.
Untuk Noel dia bersemangat lebih ke arah ekstrim.
"Bagaimana ini, jika kita ketahuan kita akan mendapatkan hal menarik, aku aaah, aaah, membayangkannya membuatku senang bukan, maksudku sedih."
Orang mesum ini abaikan saja. Ada beberapa lagi pos bandit yang harus kami bereskan paling tidak sore hari kami bisa menyelesaikannya dengan mudah, inginnya seperti itu namun beberapa dari mereka jadi lebih sulit didekati hingga harus menunggu malam hari.
Kila memintaku menyalakan sebuah peledak di tangannya.
"Aku tidak terlalu suka menggunakan ini secara langsung, akan lebih baik dibuat jebakan nyan."
"Sudahlah, lemparkan saja," teriakku dan itu meledak dengan dahsyat sebelum mereka sadari.
"Kita diserang, semuanya berhati-hati."
Yue melompat keluar dari semak-semak layaknya seekor hewan buas, dia langsung menikam musuhnya kemudian bersembunyi lagi dengan cepat.
Aku juga melakukan tugasku dengan baik, adapun yang hanya asal menyerang ialah Noel. Walau serangannya hanya menghantam tanah dampak dari akibatnya menghempaskan mereka ke segala arah.
Yue menggunakan elemen es untuk membekukan mereka semua sampai hancur. Bagiku melihat seorang yang bisa menggunakan semua elemen adalah sesuatu yang luar biasa.
Aku sendiri hanya terbatas pada sihir kecepatan saja dan itu bukan sihir elemen. Tanpa mempengaruhi pemikiran itu kami telah menyelesaikan seluruh pekerjaan dan kembali ke tempat dimana kami meninggalkan semua orang untuk bersembunyi.
Sebelum matahari bersinar kami telah memulai perjalanan kembali, setelah melewati hutan kami tiba di puncak pegunungan dan melihat bagaimana matahari telah terbit dengan indah.
Ini area yang tidak ada dalam peta ketika kami turun dan naik kami menemukan sebuah batu.
"Apa maksud kalian kita masuk ke dalam batu ini?"
Aku menegaskan hal itu sekali lagi dan kakek Lupin mengangguk mengiyakan. Ia berkata dengan sebuah mantra yang sulit kami tiru dan ketika satu kereta masuk kami tidak bisa mempercayainya.
"Batu ini adalah gerbang menuju pemukiman kami, kalian akan tahu saat melewatinya."
Kami hanya diam di kereta saat kami benar-benar memasuki batu tersebut, seolah berada di dimensi lain pemandangan desa tampak indah di depan kami.
Desa itu didirikan di dekat danau yang menampilkan warna biru langit, di sekelilingnya ada ladang serta beberapa orang yang bertani maupun berkebun.
Yue melambaikan tangan ke arah orang-orang dengan polosnya.
"Halo-halo, elf benar-benar tampan dan cantik-cantik... dada mereka juga besar-besar."
Itu seharusnya tidak dikatakan begitu saja karena beberapa dari mereka telihat marah selagi memeganginya karena ukurannya kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments