Kereta berhenti untuk beristirahat, sementara para elf berkumpul dengan kelompoknya kami juga melakukan hal sama. Terlalu berbahaya melakukan perjalanan di malam hari maka kami memutuskan untuk tinggal di sini.
Kami memutuskan untuk membagi orang yang berjaga.
Aku dan Yue akan tidur lebih dulu, kalian berdua jaga lebih awal.
"Serahkan padaku, aku akan memasang jebakan nyan."
"Itu normal untukku berjaga lebih awal."
Mereka pasti tipe orang yang sudah tidur sulit untuk bangun. Aku mengabaikan pemikiran tersebut untuk mengambil tempat tidurku jauh dari mereka.
Mereka bisa tidur di dalam tenda dan aku hanya tidur di dekat perapian memandangi bintang sampai waktuku berjaga dimulai. Yue yang membangunkanku dan kami duduk di bongkahan kayu dengan secangkir air hangat di gelas kami.
"Hal seperti ini yang selalu aku inginkan sejak lama, berpetualang dan melihat dunia luar," kata Yue.
"Kamu seperti orang yang dikurung, kamu baik-baik saja?"
"Dikurung terlalu berlebihan, aku hanya tidak boleh keluar desa sebelum aku benar-benar menyelesaikan pelatihanku."
"Orang tuamu pasti sangat khawatir."
"Kurasa begitu... dan ngomong-ngomong Okta apa kamu memiliki alasan kenapa menjadi petualang?"
"Soal itu, kurasa kamu akan menertawaiku jika tahu alasannya."
"Aku malah menjadi semakin penasaran."
Aku berdeham sekali, karena dia memaksa ingin tahu, maka apa boleh buat.
"Aku ingin menjadi pahlawan."
Dia memang tidak tertawa namun ekpresinya terlihat sangat terkejut.
"Apa-apaan itu?"
"Menjadi pahlawan itu menyusahkan... kamu mungkin akan jadi pengangguran saat tua nanti."
"Eh, kenapa begitu?"
"Aku hanya asal bicara, yah tapi jika kamu ingin melakukannya maka lakukan saja, jangan sampai menyesalinya ataupun merasa sulit untuk dilakukan dan akhirnya menyerah."
"Aku tidak akan seperti itu."
Yue membalasku dengan senyuman kecil dan selanjutnya sesuatu meledak jauh dari tempat kami berada.
Aku mendesah pelan selagi meletakan tanganku di kening.
Gadis kucing itu, dia membuat jebakan yang membuat semua orang langsung terbangun.
"Apa-apa nyan, jebakanku berhasil."
"Itu ledakan yang keras."
Aku menarik pipi Kila hingga ia merengek kecil.
"Sakit, sakit, aku pikir jika ledakan kuat mereka akan langsung mati sekali serang nyan."
"Sekali serang jidatmu."
Aku berkata pada mereka akan memeriksanya denganku dan Yue, kami berjalan lalu menemukan beberapa orang sekarat, beberapa kehilangan tubuh mereka dengan mengenaskan.
Tidak ada rasa kasian untuk mereka karena mereka semuanya merupakan bandit yang sering merampok tanpa belas kasih.
Yue memeriksa salah satunya untuk menemukan sesuatu di dalam pakaiannya.
"Dapat, ini peta yang menunjukkan lokasi mereka tidak disangka mereka sangat banyak, apa kita lebih baik kembali dan melaporkannya ke kerajaan."
Aku diam memikirkannya, jika melapor maka perjalanan ini akan diundur dan elf tidak akan bisa pulang dengan cepat.
Dalam kasus terburuk keberadaan mereka akan terbongkar dengan mudahnya.
"Kita akan menyelesaikannya sendiri, kita tidak perlu membunuh semua orang, mari amankan jalan kita saja, baru setelah kembali kita bisa melaporkannya pada kerajaan."
"Kurasa hanya itu yang bisa kita lakukan."
Kami kembali ke tempat kami beristirahat dan meminta semua orang untuk pindah tempat ke bawah sebuah pohon raksasa yang jauh dari lokasi para bandit.
"Tuan Okta, terima kasih sudah melindunginya kami.. kami selamat," ucap kakek Lupin.
"Semua ini berkat Kila, dia yang harus mendapatkannya."
"Fufu aku jadi malu nyan."
"Jadi apa kami harus tinggal di sini dulu sehari."
"Maaf harus membuat kalian menunggu tapi kita hanya bisa bergerak saat jalannya sudah aman."
"Kami mempercayainya Anda, menunggu sehari kami tidak keberatan."
Mereka mengangguk mengiyakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments