Chapter 12 : Harem

"Aku tidak ingin mengecewakanmu tapi apa kamu bisa bertarung nyan?"

"Aku bisa, kalau tidak keberatan kalian boleh mengetesnya."

Ketiga gadis ini menatapku dengan wajah bingung, aku tidak mungkin bisa memukul seorang gadis seperti Marie jadi aku memilih membiarkannya bertarung melawan Noel tanpa menggunakan pedang hanya perisainya.

Semua orang setuju dengan itu.

Di dataran luas Noel dan Marie saling berhadapan, Marie menggunakan rantai sebagai senjatanya yang membuatnya sedikit unik.

"Apa menurutmu dia bisa melakukannya Okta?"

"Aku tidak tahu tapi kurasa kekuatan fisik Marie cukup lumayan," balasku pada Yue.

Aku tidak mengatakannya tanpa alasan hanya saja melihatnya bagaimana dia memanjat merubah persepsiku tentangnya.

Kila yang bertugas sebagai wasit mengangkat tangannya dan lalu menjatuhkannya ke bawah selagi berteriak.

"Mulai nyan."

Dan keduanya mulai menerjang di waktu bersamaan. Noel mendorong perisainya untuk menghempaskan sosok Marie, namun dia bisa menghindari sebelum menghilang, gerakannya sangat cepat hingga membuat semua orang terdiam.

Rantai melilit kaki Noel lalu menariknya sayangnya Noel membuat pertahanan yang membuatnya tidak bergeming layaknya sebuah gunung.

"Eh."

Noel berlari untuk menghantamkan kembali perisainya dan Marie memutuskan melompat ke udara mengorbankan rantai di tangannya, dia berputar sebelum memberikan sebuah tendangan gunting.

Itu menghantam perisai Noel dengan baik sebelum melompat mundur. Aku memilih menghentikan pertarungan diantara mereka yang hanya akan berakhir seimbang.

"Jadi apa aku diperbolehkan bergabung dengan kalian?"

Semua orang memutuskan mengiyakan.

Dengan keberadaan Marie kini aku jelas akan dicap sebagai orang yang membuat kelompok Harem. Ah ini pasti karena aku sering mengumpat orang lain dan hasilnya aku juga malah seperti mereka.

Hari berikutnya kami menemukan Marie yang sudah berkemas dengan pakaian maid. Aku melirik ke arah ketiga orang di dekatku dan mereka langsung memalingkan wajah.

"Ini pasti ulah kalian bukan."

"Pakaian ini terlihat cocok denganku aku sangat menyukainya, apa Okta tidak keberatan jika aku mengenakan pakaian ini."

Dilihat dari ekpresinya aku jelas tidak akan bisa menolaknya, dia jadi maid petarung kurasa.

Kami berpamitan pada kakek Lupin yang menangis, bukan hanya dia semua orang menangis, tentu bukan karena aku melainkan karena Marie.

"Marie sudah kami anggap keluarga sendiri, tolong jaga dia."

"Aku mengerti."

Aku melihat ekspresi Marie, dia kemungkinan tidak menyangkanya bahwa dirinya sangatlah berarti bagi pemukiman ini.

Ia membungkukkan badannya selagi mengucapkan terima kasih sebelum mengikuti kami dari belakang. Walau warga desa tampak sedih keputusan Marie memang sudah bulat.

Dia menyisir rambutnya dengan wajah yang bersinar seolah menyambut hari cerah.

Beberapa minggu setelah kami kembali ke kota labirin, resepsionis menempatkan sekantong uang di meja kami.

"Ini adalah hadiah kalian, silahkan."

"Hore."

Kami memberikan informasi penting soal bandit pada kerajaan dan hasilnya mereka memberikan kami hadiah.

"Aku juga dapat hadiah?" tanya Marie.

"Tentu saja, kamu anggota kami juga."

"Aku tidak terlibat."

"Anggap saja sebagai bonus dari kami."

"Kalau kalian bilang begitu."

Kami duduk bersama di pojokan meski begitu kelompok ini menjadi sangat diperhatikan semua orang.

"Apa dia benar-benar Slime Slayer, dia duduk dengan banyak gadis cantik... aku iri."

"Aku juga."

"Lu udah punya bini."

"Nambah lagi nggak apa-apa kan."

"Kau benar-benar panutan dunia perhareman."

Mereka kalau bicara suka seenaknya.

Marie berkata dengan bingung.

"Harem itu apa?"

"Biar aku yang menjelaskan nyan, Harem itu.. bisik, bisik, bisik, bisik bisik, bisik"

Beberapa saat kemudian wajah Marie memerah.

"Pria ternyata punya hobi seperti itu, Okta apa kamu juga suka melakukan itu sekaligus di atas tempat tidur."

Aku menarik pipi Kila membuatnya berteriak awawaw.

"Aku hanya mengatakan hal sebenarnya nyan, tolong berhenti menarik pipiku nyan."

Kelompok kami memang parah.

Episodes
1 Chapter 01 : Petualang Dengan Kekuatan Lemah
2 Chapter 02 : Pertemuan Dengan Elf
3 Chapter 03 : Pahlawan Melawan Petualang
4 Chapter 04 : Lawan Tanding
5 Chapter 05 : Kelompok Baru
6 Chapter 06 : Kelemahan Dan Kelebihan
7 Chapter 07 : Permintaan Khusus
8 Chapter 08 : Empat Kereta
9 Chapter 09 : Penyergapan
10 Chapter 10 : Pemukiman Elf
11 Chapter 11 : Elf Dan Sebuah Impian
12 Chapter 12 : Harem
13 Chapter 13 : Kehidupan Baru
14 Chapter 14 : Rumah Berhantu Bukan Apa-Apa
15 Chapter 15 : Menetap
16 Chapter 16 : Misi Khusus
17 Chapter 17 : Keberangkatan
18 Chapter 18 : Memasuki Hutan
19 Chapter 19 : Bertemu Kembali
20 Chapter 20 : Benteng Timur
21 Chapter 21 : Dosa Nafsu
22 Chapter 22 : Boneka Terkutuk
23 Chapter 23 : Benteng Utara
24 Chapter 24 : Benteng Barat
25 Chapter 25 : Benteng Selatan
26 Chapter 26 : Musuh Yang Harus Dihadapi
27 Chapter 27 : Masa Tenang
28 Chapter 28 : Desa Di Atas Bukit
29 Chapter 29 : Sebuah Latihan
30 Chapter 30 : Tingkat Berikutnya
31 Chapter 31 : Martial Art
32 Chapter 32 : Perjalanan Baru
33 Chapter 33 : Latih Tanding
34 Chapter 34 : Serangan Wyvern
35 Chapter 35 : Informasi Tambahan
36 Chapter 36 : Melangkah Ke Wilayah Selatan
37 Chapter 37 : Penduduk Desa
38 Chapter 38 : Kepungan Para Serigala
39 Chapter 39 : Fenrir
40 Chapter 40 : Dungeon Abyss
41 Chapter 41 : Jalan Keluar
42 Chapter 42 : Naga Kristal
43 Chapter 43 : Menuju Lantai Terdalam
44 Chapter 44 : Lantai Terakhir
45 Chapter 45 : Pedang Suci
46 Chapter 46 : En Dan Kota Suci
47 Chapter 47 : Lampion Pengendali
48 Chapter 48 : Pertemuan Kembali
49 Chapter 49 : Kekacauan Di Ibukota Hermione
50 Chapter 50 : Gelombang
51 Chapter 51 : Pertarungan Pelayan
52 Chapter 52 : Akhir Kekacauan
53 Chapter 53 : Setelahnya
54 Chapter 54 : Undangan Dari Kota Arles
55 Chapter 55 : Perjalanan
56 Chapter 56 : Kota Arles
57 Chapter 57 : Ruangan Tersembunyi
58 Chapter 58 : Melawan Lich
59 Chapter 59 : Menuju Benua Lain
60 Chapter 60 : Pohon Dunia
61 Chapter 61 : Roh Burung Fresisca
62 Chapter 62 : Naga legendaris
63 Chapter 63 : Melawan Guild Kegelapan
64 Chapter 64 : Melawan Pengguna Petir
65 Chapter 65 : Pengguna Sihir
66 Chapter 66 : Satu Tebasan
67 Chapter 67 : Petualangan Masih Berlanjut (End)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Chapter 01 : Petualang Dengan Kekuatan Lemah
2
Chapter 02 : Pertemuan Dengan Elf
3
Chapter 03 : Pahlawan Melawan Petualang
4
Chapter 04 : Lawan Tanding
5
Chapter 05 : Kelompok Baru
6
Chapter 06 : Kelemahan Dan Kelebihan
7
Chapter 07 : Permintaan Khusus
8
Chapter 08 : Empat Kereta
9
Chapter 09 : Penyergapan
10
Chapter 10 : Pemukiman Elf
11
Chapter 11 : Elf Dan Sebuah Impian
12
Chapter 12 : Harem
13
Chapter 13 : Kehidupan Baru
14
Chapter 14 : Rumah Berhantu Bukan Apa-Apa
15
Chapter 15 : Menetap
16
Chapter 16 : Misi Khusus
17
Chapter 17 : Keberangkatan
18
Chapter 18 : Memasuki Hutan
19
Chapter 19 : Bertemu Kembali
20
Chapter 20 : Benteng Timur
21
Chapter 21 : Dosa Nafsu
22
Chapter 22 : Boneka Terkutuk
23
Chapter 23 : Benteng Utara
24
Chapter 24 : Benteng Barat
25
Chapter 25 : Benteng Selatan
26
Chapter 26 : Musuh Yang Harus Dihadapi
27
Chapter 27 : Masa Tenang
28
Chapter 28 : Desa Di Atas Bukit
29
Chapter 29 : Sebuah Latihan
30
Chapter 30 : Tingkat Berikutnya
31
Chapter 31 : Martial Art
32
Chapter 32 : Perjalanan Baru
33
Chapter 33 : Latih Tanding
34
Chapter 34 : Serangan Wyvern
35
Chapter 35 : Informasi Tambahan
36
Chapter 36 : Melangkah Ke Wilayah Selatan
37
Chapter 37 : Penduduk Desa
38
Chapter 38 : Kepungan Para Serigala
39
Chapter 39 : Fenrir
40
Chapter 40 : Dungeon Abyss
41
Chapter 41 : Jalan Keluar
42
Chapter 42 : Naga Kristal
43
Chapter 43 : Menuju Lantai Terdalam
44
Chapter 44 : Lantai Terakhir
45
Chapter 45 : Pedang Suci
46
Chapter 46 : En Dan Kota Suci
47
Chapter 47 : Lampion Pengendali
48
Chapter 48 : Pertemuan Kembali
49
Chapter 49 : Kekacauan Di Ibukota Hermione
50
Chapter 50 : Gelombang
51
Chapter 51 : Pertarungan Pelayan
52
Chapter 52 : Akhir Kekacauan
53
Chapter 53 : Setelahnya
54
Chapter 54 : Undangan Dari Kota Arles
55
Chapter 55 : Perjalanan
56
Chapter 56 : Kota Arles
57
Chapter 57 : Ruangan Tersembunyi
58
Chapter 58 : Melawan Lich
59
Chapter 59 : Menuju Benua Lain
60
Chapter 60 : Pohon Dunia
61
Chapter 61 : Roh Burung Fresisca
62
Chapter 62 : Naga legendaris
63
Chapter 63 : Melawan Guild Kegelapan
64
Chapter 64 : Melawan Pengguna Petir
65
Chapter 65 : Pengguna Sihir
66
Chapter 66 : Satu Tebasan
67
Chapter 67 : Petualangan Masih Berlanjut (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!