"Aku tidak ingin mengecewakanmu tapi apa kamu bisa bertarung nyan?"
"Aku bisa, kalau tidak keberatan kalian boleh mengetesnya."
Ketiga gadis ini menatapku dengan wajah bingung, aku tidak mungkin bisa memukul seorang gadis seperti Marie jadi aku memilih membiarkannya bertarung melawan Noel tanpa menggunakan pedang hanya perisainya.
Semua orang setuju dengan itu.
Di dataran luas Noel dan Marie saling berhadapan, Marie menggunakan rantai sebagai senjatanya yang membuatnya sedikit unik.
"Apa menurutmu dia bisa melakukannya Okta?"
"Aku tidak tahu tapi kurasa kekuatan fisik Marie cukup lumayan," balasku pada Yue.
Aku tidak mengatakannya tanpa alasan hanya saja melihatnya bagaimana dia memanjat merubah persepsiku tentangnya.
Kila yang bertugas sebagai wasit mengangkat tangannya dan lalu menjatuhkannya ke bawah selagi berteriak.
"Mulai nyan."
Dan keduanya mulai menerjang di waktu bersamaan. Noel mendorong perisainya untuk menghempaskan sosok Marie, namun dia bisa menghindari sebelum menghilang, gerakannya sangat cepat hingga membuat semua orang terdiam.
Rantai melilit kaki Noel lalu menariknya sayangnya Noel membuat pertahanan yang membuatnya tidak bergeming layaknya sebuah gunung.
"Eh."
Noel berlari untuk menghantamkan kembali perisainya dan Marie memutuskan melompat ke udara mengorbankan rantai di tangannya, dia berputar sebelum memberikan sebuah tendangan gunting.
Itu menghantam perisai Noel dengan baik sebelum melompat mundur. Aku memilih menghentikan pertarungan diantara mereka yang hanya akan berakhir seimbang.
"Jadi apa aku diperbolehkan bergabung dengan kalian?"
Semua orang memutuskan mengiyakan.
Dengan keberadaan Marie kini aku jelas akan dicap sebagai orang yang membuat kelompok Harem. Ah ini pasti karena aku sering mengumpat orang lain dan hasilnya aku juga malah seperti mereka.
Hari berikutnya kami menemukan Marie yang sudah berkemas dengan pakaian maid. Aku melirik ke arah ketiga orang di dekatku dan mereka langsung memalingkan wajah.
"Ini pasti ulah kalian bukan."
"Pakaian ini terlihat cocok denganku aku sangat menyukainya, apa Okta tidak keberatan jika aku mengenakan pakaian ini."
Dilihat dari ekpresinya aku jelas tidak akan bisa menolaknya, dia jadi maid petarung kurasa.
Kami berpamitan pada kakek Lupin yang menangis, bukan hanya dia semua orang menangis, tentu bukan karena aku melainkan karena Marie.
"Marie sudah kami anggap keluarga sendiri, tolong jaga dia."
"Aku mengerti."
Aku melihat ekspresi Marie, dia kemungkinan tidak menyangkanya bahwa dirinya sangatlah berarti bagi pemukiman ini.
Ia membungkukkan badannya selagi mengucapkan terima kasih sebelum mengikuti kami dari belakang. Walau warga desa tampak sedih keputusan Marie memang sudah bulat.
Dia menyisir rambutnya dengan wajah yang bersinar seolah menyambut hari cerah.
Beberapa minggu setelah kami kembali ke kota labirin, resepsionis menempatkan sekantong uang di meja kami.
"Ini adalah hadiah kalian, silahkan."
"Hore."
Kami memberikan informasi penting soal bandit pada kerajaan dan hasilnya mereka memberikan kami hadiah.
"Aku juga dapat hadiah?" tanya Marie.
"Tentu saja, kamu anggota kami juga."
"Aku tidak terlibat."
"Anggap saja sebagai bonus dari kami."
"Kalau kalian bilang begitu."
Kami duduk bersama di pojokan meski begitu kelompok ini menjadi sangat diperhatikan semua orang.
"Apa dia benar-benar Slime Slayer, dia duduk dengan banyak gadis cantik... aku iri."
"Aku juga."
"Lu udah punya bini."
"Nambah lagi nggak apa-apa kan."
"Kau benar-benar panutan dunia perhareman."
Mereka kalau bicara suka seenaknya.
Marie berkata dengan bingung.
"Harem itu apa?"
"Biar aku yang menjelaskan nyan, Harem itu.. bisik, bisik, bisik, bisik bisik, bisik"
Beberapa saat kemudian wajah Marie memerah.
"Pria ternyata punya hobi seperti itu, Okta apa kamu juga suka melakukan itu sekaligus di atas tempat tidur."
Aku menarik pipi Kila membuatnya berteriak awawaw.
"Aku hanya mengatakan hal sebenarnya nyan, tolong berhenti menarik pipiku nyan."
Kelompok kami memang parah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments