Kami berkumpul seperti apa yang dikatakan sebelumnya, kakek Lupin menyapa kami dan membiarkan kami bersama dengannya di barisan kereta yang dibawanya paling belakang.
Tempat ini lebih banyak ditaruh berbagai benih-benih sayuran dan buah-buahan. Aku bisa melihat kota yang kini kami tinggalkan sudah tidak terlihat lagi.
"Maaf karena meminta kalian untuk menjadi pengawal kami, pasti kalian berfikir kami sangat mencurigakan."
"Yang dikatakan kakek tidak salah, kami berfikir mungkin kalian semua penjahat."
Atas pernyataan Yue, kakek Lupin tertawa.
"Wajar jika berfikir demikian."
"Kalian penjahat kan, kalian hendak menangkap kami setelah membunuh Okta," ucap Noel.
Kila hendak akan memukulkannya tapi aku segera menghentikannya dan berbisik padanya.
"Jangan lakukan itu."
"Tapi dia mungkin tidak akan terkendali nyan."
"Biarkan saja, kita tidak perlu memaksanya... bahkan jika dia melakukan hal memalukan di depan kita aku tidak masalah."
"Jika kamu bilang begitu aku tidak masalah nyan."
Aku menghembuskan nafas lega, Kila mungkin berfikir ingin membuatku merasa nyaman di kelompok ini tapi jika Noel terus dipukul hingga tidak sadarkan akan malah membuatku lebih tidak nyaman.
Yue mengangguk dengan caranya.
"Kamu pasti ingin melihatnya melakukan hal memalukan."
"Kau diam saja," kataku demikian.
Kakek Lupin tertawa lebih keras dari sebelumnya.
"Kami bukan penjahat, aku menjaminnya."
Ia membuka tudungnya dan kami diperlihatkan sesuatu yang mengejutkan bahwa dia seorang elf dengan telinga runcing.
"Mungkinkah yang lainnya juga?"
"Benar, kami semua elf," balasnya pada Yue sebelum mengambil waktu sejenak lalu melanjutkan.
"Kami terkadang harus pergi ke tempat manusia untuk menyusup dan membeli keperluan kami, sebelumnya lokasi yang aku tunjukkan adalah jalan tercepat untuk menuju perkampungan kami sayangnya ketika area itu diambil alih oleh para bandit kami akhirnya selalu berputar, walau lebih jauh kami tidak keberatan namun sayangnya jalur yang jauh itu telah tertimbun longsor dan akhirnya kami tidak ada pilihan lagi selain harus pergi ke tempat yang kita akan kunjungi."
Jadi begitu.
Alasan kenapa dia juga memilih kami kemungkinan agar identitasnya tidak terlalu diketahui banyak orang.
"Sesampainya di sana kami akan membayar dua kali lipat dari yang ditawarkan."
Mata ketiga gadis terlihat bahagia, aku tidak ingin mengatakannya tapi mereka semua sangat senang dengan uang.
"Serahkan padaku kakek, aku ini mantan kesatria."
"Aku tidak salah memilih kalian."
Meski begitu sebenarnya mereka tetap orang-orang bermasalah.
"Dari yang dikatakan bibi Fel, elf sangat tersembunyi dan kerap berjalan sendiri-sendiri ini mengejutkanku bahwa ada perkampungan elf di luar sana."
"Mungkin maksudmu Felsia, cukup beruntung aku bersama orang yang mengenalnya... elf darah murni sangatlah sedikit dan mereka memang hidup seperti itu, tapi kami setengah manusia jadi kami hidup tidak jauh berbeda dengan manusia, hanya penampilan kami saja yang seperti ini."
Kila mengarahkan pandangannya padaku.
"Apa maksudnya?"
"Singkatnya jika setengah elf menikah dengan setengah elf lainnya maka darah elf yang mereka miliki hilang, itu bisa seperti setengah elf menikahi manusia dan hasilnya keturunannya hanya manusia biasa."
"Itu benar... hal ini belum diketahui oleh siapapun jadi mohon untuk dirahasiakan."
Aku terkejut dengan informasi yang bisa dikatakan seperti rahasia negara ini.
"Kami berfikir ini akan jadi perjalanan terakhir kami ke kota-kota manusia, setelah ini kami memutuskan untuk mengasingkan diri selamanya."
Itu menjelaskan kenapa mereka lebih banyak membeli benih-benih yang berguna untuk mereka ke depannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments