Sudut pandang Marie.
Sudah seminggu semenjak aku tinggal di kota labirin dan aku tidak bisa berhenti memandang kagum bagaimana kehidupan manusia sebenarnya.
Mereka memiliki bangunan rumah yang besar dan indah, toko pakaian yang cukup banyak serta makanan yang beraneka ragam. Ini luar biasa jadi ini yang disebut dunia luar.
Aku menganggukkan kepalaku beberapa kali sebelum suara seseorang mencapai telingaku.
"Marie kamu sedang belajar, cobalah ikan ini, kami punya yang segar... aku akan memberikan diskon tentunya."
"Benarkah bibi, kalau begitu aku minta satu."
"Baik."
Ukuran ikannya cukup besar dan telihat begitu memukau.
"Ikan apa ini?" kataku.
"Tuna, di timur mereka memakannya secara mentah tapi diolah berbagai makanan juga sangat enak."
"Begitu, aku mungkin akan mencoba membuatnya menjadi sup."
"Itu ide bagus, suamimu pasti senang."
"Ah, Okta bukan suamiku."
"Tapi kalian tinggal bersama, apa sudah terjadi sesuatu di antara kalan berdua."
Sayangnya belum.
Aku merasakan bahwa wajahku berubah merah tomat.
"Aku cuma menggodamu, mampir lagi nanti."
"Terima kasih bibi."
"Yosh."
Aku baru tinggal di sini dan mereka sangatlah ramah dan baik. Sekarang yang harus aku beli adalah melengkapi sup ini.
Aku pikir aku akan membeli beberapa daging juga untuk makan malam nanti.
Setelah banyak membawa barang bawaan aku mengetuk pintu dan Okta yang baru bangun membantuku untuk membawa semuanya.
"Seharusnya kamu membangunkanku kalau belanja."
"Tidak, tidak, aku tidak bisa melakukannya... aku ingin melakukannya sendiri."
"Kamu tidak berfikir untuk bertindak sebagai pelayan sesungguhnya bukan?"
Aku mengalihkan pandanganku, aku menyukai baju maid dan kurasa jika aku berfikir seperti mereka aku bisa sedikit menjiwainya.
Okta menghela nafas panjang, sepertinya dia tidak tahu harus bilang apa. Walau demikian, dia hanya bilang lakukan apa yang kamu sukai saja.
"Kalau begitu aku akan mulai memasak, tolong tunggu sebentar."
"Maaf merepotkan."
"Tidak, ini sudah tugasku... lebih dari itu aku yang harusnya bilang maaf karena memaksa membiarkanku tinggal di sini."
"Aku tidak keberatan."
Aku memasang pose percaya diri.
"Selama hanya kita berdua di sini, aku akan selalu memanjakanmu jadi mohon jangan menolaknya."
"Aku mengerti."
Dengan cara ini Okta tidak perlu mengambil peran apapun ketika di rumah, aku sudah menjadi maid profesional tentunya.
Semua makanan yang telah aku buat tersaji dengan indah di meja dan aku duduk di depan Okta untuk melihat bagaimana ia menikmatinya.
"Bagaimana?"
"Enak sekali, kamu semakin ahli membuat makanan."
"Hehe aku mendapatkan beberapa resep dari toko yang aku beli dan juga bahan terbaik dari mereka dengan setengah harga."
"Eh, begitu? Mereka sangat baik pada gadis cantik."
Wajahku memerah.
"Ah bukan itu maksudku, kamu tahu saat aku belanja mereka terkadang tidak memperdulikanku."
"Benarkah?" tanyaku heran.
Okta mengangguk mengiyakan.
"Kurasa karena aku sering berhutang, sebelum mengenal semua orang aku hanya petualang rendah yang hanya memburu slime, rumah ini hanya satu-satunya yang aku miliki."
"Itu tidak benar, Okta sangat kuat.. kamu bisa menjadi petualang hebat bahkan seorang pahlawan."
"Kurasa aku akan berjuang untuk mendapatkan gelar keduanya."
Aku tersenyum lembut sebagai balasan.
Kalau tidak ada Okta aku kemungkinan tidak bisa melihat dunia luar ataupun menjalani kehidupan seperti ini, tanpa ia sadari sebenarnya ia sudah menjadi seorang pahlawan untukku.
Paling tidak itulah yang aku rasakan.
"Marie kamu tidak memakan makananmu, itu mungkin akan dingin."
"Ah benar.. selamat makan."
Aku senang berada di sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments