Aku membagi penghasilan kami dengan sama rata.
"Uang nyan aku ingin beli susu nyan nyan."
Mungkin karena dia seekor kucing jadi dia sangat menyukai minuman itu, kami berpisah begitu saja setelahnya.
"Mereka sangat menjanjikan bukan?" kata Yue di sebelahku.
"Iya, mereka sangat kuat... aku juga merasa tidak boleh kalah dengan mereka."
"Itu semangat yang bagus, kurasa aku juga harus kembali, sampai jumpa besok."
Yue melambaikan tangannya padaku aku pun membalasnya demikian. Kurasa ini akan menjadi petualangan yang menyenangkan.
Pagi berikutnya kami telah berkumpul di guild selagi menikmati daging goreng dan segelas minuman dingin, tadinya kami ingin mengambil pekerjaan sayangnya semua pekerjaan mudah yang kami butuhkan telah diambil oleh orang.
"Tidak aku sangka orang-orang jadi bersemangat untuk bekerja."
"Saat aku jadi kesatria hal seperti ini tidak pernah terjadi, setiap hari pekerjaan selalu menumpuk."
"Walau tidak ada pekerjaan nyan, kita bisa berburu aku akan menunjukan banyak perangkapku nyan... benar kan Okta?"
"Kurasa itu tidak perlu."
Kila mengembungkan pipinya, masih ada pekerjaan sayangnya rank kami terlalu rendah dan jelas kami juga belum tentu bisa menyelesaikannya.
Tepat saat aku memikirkannya resepsionis memanggil kami, dia sebelumnya tampak berbicara dengan pria tua bertubuh pendek dengan tongkat dan jubah hijau.
Aku bangkit dan mendekatinya.
"Apa kamu mau mengambil pekerjaan yang ditawarkan kakek ini, ia bilang perlu pengawalan."
"Apa seorang diri?"
"Tidak katanya empat kereta barang dengan masing-masing kusirnya."
"Perkenalkan anak muda, namaku Lupin seperti yang nona ini katakan kami perlu seseorang mengantar kami, aku yakin anggota partymu juga kuat-kuat."
"Aku tidak bisa bilang sangat kuat, tapi kami akan melakukan pekerjaan dengan baik."
"Itu sudah cukup, kami akan bergerak besok pagi mohon bantuannya."
Pria tua itu memberikanku sebuah peta, itu sudah menjelaskan semua rute yang akan kami lewati.
Aku pada akhirnya menerima permintaannya, ini hanya tugas pengawalan jadi kurasa itu bukan masalah, ketika aku menceritakannya mereka juga menerimanya.
"Kamu pemimpinnya kami akan menerima keputusan apapun itu."
"Aku berfikir sama nyan."
Aku sudah menduganya tapi kurasa beginilah sifat mereka, karenanya aku tidak perlu menanyakan soal tadi lebih dulu pada mereka.
Yue menunjukkan sedikit wajah khawatir.
"Bukannya aneh di saat seperti ini mereka malah berpergian, mungkin saja mereka adalah orang jahat."
"Kenapa kamu berfikir begitu?"
"Ini karena jalur yang kita lewati sebenarnya sudah ditutup sejak lama karena kemunculan banyak bandit, jika lewat sini keamanannya sangat rendah."
Noel terlihat bersemangat.
"Luar biasa, bayangkan jika mereka menangkap kita... apa yang mereka lakukan pada para gadis, walau kita kelelahan mereka tidak akan berhenti."
Kila memukul kepalanya agar menenangkannya hingga dia pingsan di meja.
"Apa mereka berniat menjebak kita nyan."
"Tidak, jika mereka harus, seharusnya tidak perlu repot-repot untuk memberikan peta ini ke kita.. aku merasa bahwa kita akan tahu nanti."
Atas pernyataanku keduanya mengangguk mengiyakan. Noel baru bangun dengan wajah bingung.
"Sepertinya aku melupakan sesuatu."
"Hanya perasaanmu nyan, mari minum aku juga memesan makanan lain nyan."
"Kamu sangat baik, kenapa kepalaku benjol?"
"Entahlah nyan."
Terkadang mereka berdua cukup menakutkan. Aku meminum gelasku sebelum memasukan kembali makanan ke dalam mulutku.
Ini akan menjadi pertama kalinya aku keluar kota ini sangat jauh setelah tiba di sini tiga bulan yang lalu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments