Aku bisa merasakan bahwa tubuhku telah mati rasa, sementara aku berbaring menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Fel berjongkok di sebelahku selagi memakan paha ayam.
"Kau benar-benar lemah."
"Berisik."
"Dua Minggu kurasa masih belum cukup, setelah urusanku selesai aku akan melatihmu Okta."
"Melatihku?"
"Tentu saja dua Minggu yang aku katakan hanya awalan, aku mengangkatmu sebagai muridku. Ketika aku lelah akan senang memiliki murid yang bisa memanjakanku."
"Niat busukmu terlihat."
Fel tersenyum, entah kenapa senyumannya lebih indah dari pandangan bintang yang terlihat sekarang.
"Besok aku akan membawa seseorang untuk kau lawan, itu akan menjadi pelatihanmu yang terakhir."
"Memangnya Anda mau kemana?"
"Aku harus pergi ke kerajaan demi-human untuk melihat apa yang terjadi di sana, aku pikir itu akan menjadi perjalanan panjang."
"Aku akan menunggu guru."
"Guru terdengar tidak cocok untukku panggil saja namaku."
"Fel."
"Ugh."
Dia memukul perutku dengan wajah santai.
"Itu baru bagus."
Kurasa Fel tidak seburuk itu, dia hanya tidak bisa menunjukkan ekpresinya seperti kebanyakan orang lain.
Sementara aku penasaran dengan siapa yang dia bawa aku telah memejamkan mataku dan baru keesokan harinya aku menyadari satu hal.
"Yue?"
Aku memanggil orang yang akan berlatih denganku. Sebelumnya aku bertemu dengannya saat bersama Cosetta.
"Jadi Okta menjadi murid bibi Fel."
"Dengan ini akan ada yang memasak untukku."
"Bukannya bibi malah menjadikannya sebagai pembantu."
"Tak apa kan."
Sepertinya aku mendengar hal yang tidak seharusnya. Aku menarik pedang di pinggangku.
"Kalau begitu mohon bantuannya."
"Sama-sama, aku sering berlatih dengan bibi Claudia tentang pertarungan jarak dekat, aku ingin mencobanya sesekali dalam pertempuran serius."
Aku dan Yue saling menatap sesaat sebelum secara bersama-sama menyerang secara serempak.
Aku mengambil awalan dengan serangan pedang menyamping, Yue menahan dengan belati di tangannya sebelum berputar untuk memberikan sebuah tendangan ke arahku.
Aku yang sigap menepis dengan satu tangan sebelum menarik pedangku untuk memberikan serangan berikutnya, Yue juga menghindarinya kemudian mengimbangi kecepatanku dengan baik.
Dentrang, dentrang, dentrang, dentrang, dentrang.
Kami saling tertahan satu sama lain sebelum melompat mundur, aku mengeluarkan sebuah batu untuk aku lemparkan seperti apa yang aku lakukan saat berhadapan dengan Fel.
Tidak seperti dirinya yang berhasil menangkapnya, Yue memilih untuk menahannya dengan belatinya hingga batu itu terbelah menjadi dua bagian, aku yang melihatnya tidak pernah mempercayai hal-hal seperti ini.
"Menarik, murid bibi Fel benar-benar kuat."
Aku memasang kuda-kuda namun Yue berhasil muncul di depanku, dia berputar selagi memberikan tendangan di wajahku hingga aku terbang ke atas lalu jatuh ke tanah.
Entah kenapa aku merasa bahwa aku memang cocok kalah dengan perempuan.
"Kamu baik-baik saja?"
Yue mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.
"Aku mengaku kalah."
"Eh, ini pertama kalinya seorang pemuda tanpa beban mengakui kemampuannya tidak baik dari seorang gadis."
"Aku tidak tahu siapa yang kamu bicarakan tapi aku tidak membeda-bedakan jenis kelamin."
"Begitu, di guild orang-orang berusaha memintaku untuk bergabung tapi aku tolak hingga mereka marah dan menantangku berduel, walau kalah mereka tetap tidak mengakui lebih lemah dari perempuan."
Aku bisa mengerti itu.
"Kau kalah terlalu cepat Okta, apa pelatihanku tidak terlalu manjur, atau mungkin aku harus menambahnya."
"Tidak, aku sebelumnya hanya lengah."
"Yue memang cantik jadi wajar jika kamu terpengaruh olehnya."
"Bukan itu maksudku."
Aku panik sendiri.
"Kau mau bilang dadanya yang besar membuatmu tidak fokus."
"Tolong berhenti mencoba mengadu dombakan kami."
Aku melirik ke arah Yue yang segera memasang pertahanan diri dengan wajah memerah.
"Dasar mesum."
Aku coba mengalah tapi guruku benar-benar orang yang sulit ditipu, di pertarungan pengulangan aku mengalahkan Yue dengan teknik kecepatan milikku sebelum dia balas menyerang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments