Chapter 04 : Lawan Tanding

Aku bisa merasakan bahwa tubuhku telah mati rasa, sementara aku berbaring menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Fel berjongkok di sebelahku selagi memakan paha ayam.

"Kau benar-benar lemah."

"Berisik."

"Dua Minggu kurasa masih belum cukup, setelah urusanku selesai aku akan melatihmu Okta."

"Melatihku?"

"Tentu saja dua Minggu yang aku katakan hanya awalan, aku mengangkatmu sebagai muridku. Ketika aku lelah akan senang memiliki murid yang bisa memanjakanku."

"Niat busukmu terlihat."

Fel tersenyum, entah kenapa senyumannya lebih indah dari pandangan bintang yang terlihat sekarang.

"Besok aku akan membawa seseorang untuk kau lawan, itu akan menjadi pelatihanmu yang terakhir."

"Memangnya Anda mau kemana?"

"Aku harus pergi ke kerajaan demi-human untuk melihat apa yang terjadi di sana, aku pikir itu akan menjadi perjalanan panjang."

"Aku akan menunggu guru."

"Guru terdengar tidak cocok untukku panggil saja namaku."

"Fel."

"Ugh."

Dia memukul perutku dengan wajah santai.

"Itu baru bagus."

Kurasa Fel tidak seburuk itu, dia hanya tidak bisa menunjukkan ekpresinya seperti kebanyakan orang lain.

Sementara aku penasaran dengan siapa yang dia bawa aku telah memejamkan mataku dan baru keesokan harinya aku menyadari satu hal.

"Yue?"

Aku memanggil orang yang akan berlatih denganku. Sebelumnya aku bertemu dengannya saat bersama Cosetta.

"Jadi Okta menjadi murid bibi Fel."

"Dengan ini akan ada yang memasak untukku."

"Bukannya bibi malah menjadikannya sebagai pembantu."

"Tak apa kan."

Sepertinya aku mendengar hal yang tidak seharusnya. Aku menarik pedang di pinggangku.

"Kalau begitu mohon bantuannya."

"Sama-sama, aku sering berlatih dengan bibi Claudia tentang pertarungan jarak dekat, aku ingin mencobanya sesekali dalam pertempuran serius."

Aku dan Yue saling menatap sesaat sebelum secara bersama-sama menyerang secara serempak.

Aku mengambil awalan dengan serangan pedang menyamping, Yue menahan dengan belati di tangannya sebelum berputar untuk memberikan sebuah tendangan ke arahku.

Aku yang sigap menepis dengan satu tangan sebelum menarik pedangku untuk memberikan serangan berikutnya, Yue juga menghindarinya kemudian mengimbangi kecepatanku dengan baik.

Dentrang, dentrang, dentrang, dentrang, dentrang.

Kami saling tertahan satu sama lain sebelum melompat mundur, aku mengeluarkan sebuah batu untuk aku lemparkan seperti apa yang aku lakukan saat berhadapan dengan Fel.

Tidak seperti dirinya yang berhasil menangkapnya, Yue memilih untuk menahannya dengan belatinya hingga batu itu terbelah menjadi dua bagian, aku yang melihatnya tidak pernah mempercayai hal-hal seperti ini.

"Menarik, murid bibi Fel benar-benar kuat."

Aku memasang kuda-kuda namun Yue berhasil muncul di depanku, dia berputar selagi memberikan tendangan di wajahku hingga aku terbang ke atas lalu jatuh ke tanah.

Entah kenapa aku merasa bahwa aku memang cocok kalah dengan perempuan.

"Kamu baik-baik saja?"

Yue mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri.

"Aku mengaku kalah."

"Eh, ini pertama kalinya seorang pemuda tanpa beban mengakui kemampuannya tidak baik dari seorang gadis."

"Aku tidak tahu siapa yang kamu bicarakan tapi aku tidak membeda-bedakan jenis kelamin."

"Begitu, di guild orang-orang berusaha memintaku untuk bergabung tapi aku tolak hingga mereka marah dan menantangku berduel, walau kalah mereka tetap tidak mengakui lebih lemah dari perempuan."

Aku bisa mengerti itu.

"Kau kalah terlalu cepat Okta, apa pelatihanku tidak terlalu manjur, atau mungkin aku harus menambahnya."

"Tidak, aku sebelumnya hanya lengah."

"Yue memang cantik jadi wajar jika kamu terpengaruh olehnya."

"Bukan itu maksudku."

Aku panik sendiri.

"Kau mau bilang dadanya yang besar membuatmu tidak fokus."

"Tolong berhenti mencoba mengadu dombakan kami."

Aku melirik ke arah Yue yang segera memasang pertahanan diri dengan wajah memerah.

"Dasar mesum."

Aku coba mengalah tapi guruku benar-benar orang yang sulit ditipu, di pertarungan pengulangan aku mengalahkan Yue dengan teknik kecepatan milikku sebelum dia balas menyerang.

Episodes
1 Chapter 01 : Petualang Dengan Kekuatan Lemah
2 Chapter 02 : Pertemuan Dengan Elf
3 Chapter 03 : Pahlawan Melawan Petualang
4 Chapter 04 : Lawan Tanding
5 Chapter 05 : Kelompok Baru
6 Chapter 06 : Kelemahan Dan Kelebihan
7 Chapter 07 : Permintaan Khusus
8 Chapter 08 : Empat Kereta
9 Chapter 09 : Penyergapan
10 Chapter 10 : Pemukiman Elf
11 Chapter 11 : Elf Dan Sebuah Impian
12 Chapter 12 : Harem
13 Chapter 13 : Kehidupan Baru
14 Chapter 14 : Rumah Berhantu Bukan Apa-Apa
15 Chapter 15 : Menetap
16 Chapter 16 : Misi Khusus
17 Chapter 17 : Keberangkatan
18 Chapter 18 : Memasuki Hutan
19 Chapter 19 : Bertemu Kembali
20 Chapter 20 : Benteng Timur
21 Chapter 21 : Dosa Nafsu
22 Chapter 22 : Boneka Terkutuk
23 Chapter 23 : Benteng Utara
24 Chapter 24 : Benteng Barat
25 Chapter 25 : Benteng Selatan
26 Chapter 26 : Musuh Yang Harus Dihadapi
27 Chapter 27 : Masa Tenang
28 Chapter 28 : Desa Di Atas Bukit
29 Chapter 29 : Sebuah Latihan
30 Chapter 30 : Tingkat Berikutnya
31 Chapter 31 : Martial Art
32 Chapter 32 : Perjalanan Baru
33 Chapter 33 : Latih Tanding
34 Chapter 34 : Serangan Wyvern
35 Chapter 35 : Informasi Tambahan
36 Chapter 36 : Melangkah Ke Wilayah Selatan
37 Chapter 37 : Penduduk Desa
38 Chapter 38 : Kepungan Para Serigala
39 Chapter 39 : Fenrir
40 Chapter 40 : Dungeon Abyss
41 Chapter 41 : Jalan Keluar
42 Chapter 42 : Naga Kristal
43 Chapter 43 : Menuju Lantai Terdalam
44 Chapter 44 : Lantai Terakhir
45 Chapter 45 : Pedang Suci
46 Chapter 46 : En Dan Kota Suci
47 Chapter 47 : Lampion Pengendali
48 Chapter 48 : Pertemuan Kembali
49 Chapter 49 : Kekacauan Di Ibukota Hermione
50 Chapter 50 : Gelombang
51 Chapter 51 : Pertarungan Pelayan
52 Chapter 52 : Akhir Kekacauan
53 Chapter 53 : Setelahnya
54 Chapter 54 : Undangan Dari Kota Arles
55 Chapter 55 : Perjalanan
56 Chapter 56 : Kota Arles
57 Chapter 57 : Ruangan Tersembunyi
58 Chapter 58 : Melawan Lich
59 Chapter 59 : Menuju Benua Lain
60 Chapter 60 : Pohon Dunia
61 Chapter 61 : Roh Burung Fresisca
62 Chapter 62 : Naga legendaris
63 Chapter 63 : Melawan Guild Kegelapan
64 Chapter 64 : Melawan Pengguna Petir
65 Chapter 65 : Pengguna Sihir
66 Chapter 66 : Satu Tebasan
67 Chapter 67 : Petualangan Masih Berlanjut (End)
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Chapter 01 : Petualang Dengan Kekuatan Lemah
2
Chapter 02 : Pertemuan Dengan Elf
3
Chapter 03 : Pahlawan Melawan Petualang
4
Chapter 04 : Lawan Tanding
5
Chapter 05 : Kelompok Baru
6
Chapter 06 : Kelemahan Dan Kelebihan
7
Chapter 07 : Permintaan Khusus
8
Chapter 08 : Empat Kereta
9
Chapter 09 : Penyergapan
10
Chapter 10 : Pemukiman Elf
11
Chapter 11 : Elf Dan Sebuah Impian
12
Chapter 12 : Harem
13
Chapter 13 : Kehidupan Baru
14
Chapter 14 : Rumah Berhantu Bukan Apa-Apa
15
Chapter 15 : Menetap
16
Chapter 16 : Misi Khusus
17
Chapter 17 : Keberangkatan
18
Chapter 18 : Memasuki Hutan
19
Chapter 19 : Bertemu Kembali
20
Chapter 20 : Benteng Timur
21
Chapter 21 : Dosa Nafsu
22
Chapter 22 : Boneka Terkutuk
23
Chapter 23 : Benteng Utara
24
Chapter 24 : Benteng Barat
25
Chapter 25 : Benteng Selatan
26
Chapter 26 : Musuh Yang Harus Dihadapi
27
Chapter 27 : Masa Tenang
28
Chapter 28 : Desa Di Atas Bukit
29
Chapter 29 : Sebuah Latihan
30
Chapter 30 : Tingkat Berikutnya
31
Chapter 31 : Martial Art
32
Chapter 32 : Perjalanan Baru
33
Chapter 33 : Latih Tanding
34
Chapter 34 : Serangan Wyvern
35
Chapter 35 : Informasi Tambahan
36
Chapter 36 : Melangkah Ke Wilayah Selatan
37
Chapter 37 : Penduduk Desa
38
Chapter 38 : Kepungan Para Serigala
39
Chapter 39 : Fenrir
40
Chapter 40 : Dungeon Abyss
41
Chapter 41 : Jalan Keluar
42
Chapter 42 : Naga Kristal
43
Chapter 43 : Menuju Lantai Terdalam
44
Chapter 44 : Lantai Terakhir
45
Chapter 45 : Pedang Suci
46
Chapter 46 : En Dan Kota Suci
47
Chapter 47 : Lampion Pengendali
48
Chapter 48 : Pertemuan Kembali
49
Chapter 49 : Kekacauan Di Ibukota Hermione
50
Chapter 50 : Gelombang
51
Chapter 51 : Pertarungan Pelayan
52
Chapter 52 : Akhir Kekacauan
53
Chapter 53 : Setelahnya
54
Chapter 54 : Undangan Dari Kota Arles
55
Chapter 55 : Perjalanan
56
Chapter 56 : Kota Arles
57
Chapter 57 : Ruangan Tersembunyi
58
Chapter 58 : Melawan Lich
59
Chapter 59 : Menuju Benua Lain
60
Chapter 60 : Pohon Dunia
61
Chapter 61 : Roh Burung Fresisca
62
Chapter 62 : Naga legendaris
63
Chapter 63 : Melawan Guild Kegelapan
64
Chapter 64 : Melawan Pengguna Petir
65
Chapter 65 : Pengguna Sihir
66
Chapter 66 : Satu Tebasan
67
Chapter 67 : Petualangan Masih Berlanjut (End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!