Bahkan setelah kami menikmati makanan aku selalu mempertanyakannya.
"Apa ada harga yang harus aku bayar untuk makanannya, seperti membunuh seseorang atau apapun?"
"Biasanya aku selalu mengajukan hal seperti itu tapi sekarang murni ketulusan hatiku."
Sudah aku duga.
Bahkan dia terang-terangan mengatakannya, sebenarnya seberapa gelap orang ini. Ketika aku memikirkannya seorang gadis telah muncul menghampiri.
Dia gadis cantik juga hanya pembawaannya lebih ke arah berbeda dari Cosetta. Ia memiliki rambut ungu panjang berponi dengan gaun sederhana. Aku melihat sebuah pisau belati di sabuknya yang membuat aku berfikir bahwa dia juga seorang petualang.
"Bibi Cosetta... ya ampun, bibi tidak ada di kediaman bibi, aku kira bibi sedang merencanakan niat jahat jadi aku segera mencari bibi."
"Kenapa semua orang menganggapku aku gadis jahat, aku ini gadis yang baik hati dan juga pemurah."
Balasan itu segera disangkal oleh gadis tersebut.
"Tidak, tidak, bahkan ayah dan bibi Claudia juga menegaskan bahwa ada sangat gelap sampai ke tulangnya."
"Mereka berdua, akan aku beri pelajaran.. jadi apa yang kamu lakukan di sini Yue?"
"Aku sebenarnya memutuskan untuk jadi petualang karenanya aku ingin tinggal bersama bibi di sini."
"Benarkah, itu mengagumkan... kalau begitu mari kembali."
Cosetta melirik ke arahku dan mengucapkan terima kasih untuk menemaninya.
"Kuharap Anda tidak mengajakku lagi."
"Aku yang berhak memutuskan hal itu."
Aku menjatuhkan bahuku lemas, gadis bernama Yue sedikit tertawa padaku dan menunjukkan pose berjuang.
Tunggu, apa-apaan barusan?
Dia sangat imut.
Apa dia seorang dewi yang jatuh dari langit.
Yang bisa aku lakukan melihat kepergian mereka dari kejauhan. Sudah waktunya untuk pulang juga, kesibukan ini terbayar dengan makanan enak.
Hari ini aku bisa disebut beruntung kurasa.
Pagi berikutnya aku mengerti sesuatu hal penting, jika kau beruntung kemarin maka ada kesialan yang sedang menunggumu di hari berikutnya.
Aku berniat melawan slime namun sekarang aku malah dikejar-kejar seekor naga.
"Whoaaaa! Apa-apaan ini? Kenapa ada seekor naga di tempat ini? Sialan."
Aku melompat saat bola api jatuh dari atasku, dengan gerakan gesit aku bangkit lalu berlari kembali.
"Pantatku terbakar."
Aku buru-buru mematikannya lalu terlempar jauh karena bola api berikutnya, tubuhku menabrak batu dengan keras.
"Apa ini akhirnya?"
Ketika aku berfikir hal-hal buruk akan terjadi tiba-tiba saja seorang jatuh dari langit, seorang itu terselimuti oleh cahaya menyilaukan dan saat dia mengayunkan pedangnya, naga tersebut terbelah dua bagian.
Aku tidak bisa mempercayai hal ini, seorang mampu mengalahkannya hanya dengan satu tebasan, cahaya hilang darinya dan ia segera menyarungkan pedangnya, jika dilihat dari dekat dia bukan manusia melainkan seorang elf dengan rambut perak bergaya twintail.
Ini pertama kalinya aku melihat seorang elf.
"Kamu tak apa?"
Suaranya indah tapi terkesan datar.
"Terima kasih."
"Nasibmu cukup buruk karena diserang seekor naga lebih baik berhati-hatilah."
Ketika dia hendak pergi aku menghentikannya.
"Tunggu sebentar."
Dia memiringkan kepalanya.
"Tolong ajari aku bertarung, aku juga ingin menjadi kuat seperti Anda."
"Kenapa aku harus melakukan itu?"
"Dari dulu aku memiliki cita-cita, aku ingin menjadi seorang pahlawan yang bisa menyelamatkan dunia."
"Pahlawan? Apa kau tahu apa artinya itu?"
"Melindungi orang lain bahkan jika taruhannya nyawa. Tentu aku tidak melakukannya karena popularitas aku hanya sering membaca cerita-cerita pahlawan di buku, aku pikir mereka sangat keren."
Gadis elf di depanku tidak menunjukkan ekspresi apapun, dia hanya melihat ke arahku dengan tatapan seolah menilai lalu menarik pedangnya.
"Aku tidak begitu tahu tentangmu, tapi aku penasaran dengan tekad yang kau miliki itu, untuk membuktikannya bertarunglah denganku maka aku akan memutuskan apa kau layak untuk aku ajari atau tidak."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments