Resepsionis tampak terkejut saat aku mengambil pekerjaan di luar dari yang seharusnya aku selalu lakukan, terlebih aku juga mendaftarkan diri sebagai kelompok.
"Ada apa ini tiba-tiba?"
"Kami ingin mengambil pekerjaan yang bisa menaikan rank kami."
"Tapi melawan golem tanah itu sangat berbahaya untuk kalian."
Noel memotong.
"Barang kali kamu tidak melihat tapi aku ini terlihat kuat loh."
"Aku juga nyan."
Yue menegaskan dengan anggukan membuat resepsionis mundur.
"Aku mengerti, tolong berhati-hatilah jangan melakukan hal gegabah."
"Hal itu tidak akan terjadi."
Aku tadinya berharap dengan mereka namun kenyataanya tidak juga.
"Di mana aku harus membuat jebakan nyan, aku sudah membawa skop untuk melakukannya?"
Golem yang akan kami lawan setinggi 20 meter kau ingin menggali berapa lama untuk membuatnya jatuh, dan juga bagaimana pun dia itu batu tidak akan mudah dikalahkan seperti itu.
Noel memiliki pemikiran berbeda.
"Kita tidak perlu melakukan hal curang, kita bisa langsung menyerangnya dari depan."
Lupakan saja itu namanya bunuh diri.
Dan untuk Yue.
"Aku tidak yakin bisa menang tapi kurasa jika kita bekerja sama kita bisa melewatinya."
Orang ini pesimis dan optimis di waktu yang bersamaan. Aku membuka mulutku.
"Yah anggap saja ini sebagai halangan pertama untuk mencapai kesuksesan."
"Kamu mengatakan hal keren di sana."
"Aku juga bersependapat nyan."
Kalian berdua diamlah.
Aku beralih ke arah Yue.
"Mari pikirkan sesuatu yang mudah untuk dilakukan."
"Aku tidak menyangka kamu pandai berfikir, aku kira kamu pria mesum yang akan senang menggerayangi tubuh kami bertiga."
"Sejak kapan kau memikirkan aku pria seperti itu."
Terhadap perkataan aku dan Yue, Kila tertawa.
"Kalian sangat dekat nyan, nah Noel bukannya kelompok ini jadi semakin menarik."
"Aku juga berfikir demikian."
Aku memutar otak dan hasilnya aku dan Yue yang akan mengambil serangan di depan, Kila dan Noel akan melakukan tugasnya sebagai serangan akhir, setelah diputuskan kami menempati posisi masing-masing.
Golem itu tidak melakukan apapun tapi jika seseorang melintas dia akan menyerang secara membabi buta, dia adalah monster tanpa pikiran dan konon diciptakan secara tidak sengaja oleh seseorang yang sedang mencoba sihir.
Aku mengambil krikil lalu melemparkannya dengan sihir percepatan dan itu meledakan bahunya, golem hanya membalikan badannya melirik ke arahku, di saat yang sama Yue menggunakan sihir petir yang langsung menabrak tubuh golem berikutnya.
Itu luar biasa bagaimana dia bisa menciptakan sihir sebesar itu.
"Ayahku seorang penyihir ia mengajariku semua pengetahuannya, lalu apa sekarang kita harus lari?"
Aku kembali pada kesadaranku lalu mengangguk mengiyakan, golem mulai bangkit dan sesuai yang aku duga dia langsung mengejar kami.
Aku merasa bahwa Yue bisa menghadapi golem ini seorang diri namun dia malah lebih memilih untuk bekerja sama, ia gadis yang sulit dimengerti.
Kami melewati deretan hutan dan di saat yang tepat, Kila yang sudah menyiapkan jebakan, menarik tali yang dia bentangkan sendiri hingga golem itu mulai kehilangan keseimbangan dan jatuh tergerus tanah lalu berhenti tepat di hadapan Noel yang sudah menarik pedangnya lalu menjatuhkannya membelah tubuh golem jadi dua bagian.
Inti golem yang merupakan bola berwarna merah retak dan hancur sehingga tubuhnya tidak bisa pulih lagi.
Apa-apaan dengan mereka, Kila hanya menggunakan tali tapi kekuatannya bisa menahan golem, dan serangan Noel begitu kuat.
Apa sebenarnya aku berada di kelompok terkuat atau mungkin saja golem bagi mereka hanya sebatas slime.
Yue menepuk punggungku dan berkata.
"Kejar bagus Okta, kami bisa melakukannya karenamu, biasanya Kila hanya menjebak teman sendiri, Noel tidak bisa mengenai musuh yang bergerak karena dia harus memusatkan kekuatannya dulu dan aku sendiri tidak pandai membuat rencana, kami menemukan seorang yang bisa menutupi kekurangan kami."
Aku menjatuhkan bahuku lemas, jadi begitu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments