Bersama matahari yang bersinar terang menyilaukan, aku dan Marie telah berjalan menuju guild, semenjak Marie ikut dengan kelompok kami ia tinggal bersamaku.
Aku masih belum terbiasa untuk tinggal dengan seorang gadis tapi sebaik mungkin aku tidak menunjukkan bahwa aku gugup dengannya, lagipula jika aku tidak sengaja menyentuhnya Marie tidak akan melaporkanku kan? Yah itu mungkin hanya kemungkinan.
"Okta, kamu baik-baik saja?"
"Ah bukan apa-apa, Marie jika kamu hamil aku minta maaf."
"Jadi benar, Okta suka Harem."
"Bukan itu."
Aku menghentikan omong kosongku dan melihat bahwa di dalam guild Kila sedang menantang semua orang untuk beradu panco. Sampai sekarang aku tidak pernah mengerti pemikirannya.
Dua orang yang bersenang-senang dengan kemenangannya adalah Yue dan Noel yang berbaring di tumpukan uang.
"Inilah hidup."
"Aku juga setuju."
Kalau bukan karena sifat mereka, mereka sebenarnya gadis yang sempurna.
Kila membanting seorang pria berotot jatuh ke lantai.
"Sial aku kalah lagi."
"Siapa lagi selanjutnya nyan, taruh taruhannya lagi nyan."
Biarkan saja.
Aku dan Marie memilih untuk berdiri di depan papan untuk memutuskan misi seperti apa yang harus kami terima.
"Lihat itu Okta, misi ini sangat luar biasa."
Aku memperhatikan apa yang ditaruh di sana dan itu hampir sulit dipercayai, hadiahnya rumah besar.
Anggota yang lain menyelinap di antara kami.
"Hoh, kamu punya mata yang bagus nyan, ini memang waktu yang tepat untuk kita bisa tinggal bersama."
"Aku juga setuju," tambah Yue.
"Jadi kalian ingin Harem dengan Okta."
"Benar Marie, kami ingin Harem dengan Okta sepanjang hari, mari lakukan bersama."
Aku memukul perut Noel hingga dia berguling di lantai.
"Sakit, tapi mantap... terima kasih."
Aku tidak bisa membayangkan jika tinggal dengan orang-orang bermasalah ini, mari buat mereka menyerah.
"Lihat baik-baik, kita bisa mendapatkan rumahnya jika berhasil mengusir hantu di dalamnya, katanya hantu ini kerap mengganggu orang-orang di sekitar.. dari kita semua tidak ada yang bisa menggunakan sihir hampir mustahil untuk.."
Perkataanku dipotong oleh tangan Yue.
"Aku bisa menggunakan sihir suci."
Aku lupa, orang ini Monster sihir? Teriakku dalam hati.
Pada akhirnya kami pergi ke rumah yang dimaksud yang merupakan mansion mewah di ujung kota labirin.
Rumahnya sendiri terlihat tidak terawat dengan rumput panjang serta pagar berkarat, ketika itu dibuka suara mengerikan terdengar darinya.
"Bukannya ini terlihat menyeramkan."
"Berhenti bersikap seperti gadis Okta, kita akan menghabisi hantunya hoho."
"Kalianlah yang harus bersikeras seperti gadis pada umumnya."
Sementara aku berdiri di depan mansion, mereka berempat telah menyerbu masuk.
"Serang."
"Serang."
Aku hanya mendesah pelan saat beberapa hantu terlihat terburu-buru keluar rumah dan berterbangan, ada ledakan terjadi di sana sini.
Tidak hanya hantu aku juga merasa mereka mengerikan.
"Apa yang mereka lakukan?"
Aku terkejut dengan sosok yang tiba-tiba berbicara di sampingku.
Dia hantu yang terlihat seperti kain pel.
"Mereka sedang mengusir hantu-hantu di dalam sana."
"Mereka semua sangat berani, aku juga takut hantu."
"Yah, sebenarnya kau juga hantu."
"Eh, aku baru sadar."
Nih hantu nggak tahu diri terlebih tukang lawak juga.
"Sebaiknya aku juga pergi, dadah."
Aku lega bahwa dia memutuskan untuk ikut dengan yang lainnya, hanya dalam waktu singkat semua hantu telah diusir semuanya.
Entah kenapa kami telihat seperti penjahatnya di sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments