Gadis yang aku lawan adalah Fel, seorang elf dengan pedang suci. Setelah mendengarnya aku bahkan tidak sedikitpun berfikir bisa mengalahkannya namun demikian.
Aku harus bisa mengenainya sekali saja agar bisa diterima olehnya.
Sementara aku telah manarik pedang, Fel hanya menggunakan sebuah ranting sebagai senjata. Ketika hitungan di dalam kepalaku mencapai angka tiga aku telah melesat maju.
Entah apa yang terjadi sekarang tubuhku terbang ke udara dan jatuh ke tanah dengan bunyi keras.
"Jika kau tidak serius barusan kau sudah mati."
Aku bangkit dan mencobanya kembali hingga sekali lagi diterbangkan, aku tidak bisa membayangkan bahwa kemampuan berpedangku selama ini sangatlah tidak berguna.
"Kau sepertinya tipe orang yang hanya mencoba bertarung dengan musuh lemah, apa kau suka melarikan diri?"
Diserang pernyataan itu wajahku memucat.
Karena aku lemah aku selalu berfikir mungkin hanya slime yang bisa aku buru setelah itu aku tidak berani untuk bertarung dengan yang lainnya.
Seolah mampu membaca pikiranku, Fel melanjutkan.
"Orang yang menentukan dirimu bisa kuat atau tidak, tidak lain adalah dirimu sendiri jika kau hanya tetap ingin berada di tempat nyamanmu maka lupakan saja impian konyol menjadi pahlawan."
Aku ditendang oleh Fel setelah dia mampu melemparkan pedangku begitu saja, tak ingin terus berada di tanah aku kembali bangkit.
"Masih belum menyerah."
"Aku sudah tidak ingin melarikan diri lagi aku akan menjadi kuat"
Aku mengambil sebuah batu dan lalu menciptakan satu lingkaran, ketika batu yang aku lemparkan menembus lingkaran tersebut batu yang aku lemparkan bertambah cepat dua kali lipat hingga sulit untuk dilihat oleh mata telanjang, tapi bagi Fel dia mampu menahannya hanya dengan kedua jarinya.
"Apa yang barusan?"
"Sihir satu-satunya yang bisa aku kuasai, aku bisa menambahkan kecepatan pada benda apapun."
"Heh begitu, sepertinya kemampuanmu menarik... aku akan mengajarimu bertarung tapi hanya selama dua Minggu, apa kau tidak keberatan?"
"Terima kasih banyak, berapa uang yang harus aku bayar?"
"Gratis... tapi ini akan menjadi latihan berat, jika kau mencoba untuk berhenti atau melarikan diri aku akan membunuhmu."
Aku tanpa sadar menahan nafas saat dia mengatakannya dengan wajah serius seperti itu.
Latihan pertamaku adalah melatih fisik dengan kayu-kayu besar yang dikaitkan di punggungku.
"Memalukan sekali kenapa aku harus telanjang."
"Paling tidak kau masih pakai celana cepat daki gunung itu lalu kembali dan kemudian puss up dengan batu di atas punggungmu."
"Aaaah."
Terlambat untuk berubah pikiran, kami bahkan tidak kembali ke kota melainkan berkemah di hutan ini, untuk makan aku sendiri yang harus berburu, entah beruang, burung atau monster aku makan bahkan sesekali kami hanya makan serangga.
"Aku merasa mual."
"Sekarang ayunkan pedang ini sebanyak 5000 kali perhari untuk pemanasan."
"Baik."
Aku memegang pedang suci milik Fel dan itu ternyata begitu berat.
Satu ayunan sudah membuatku berkeringat dan dua ayunan membuat tanganku mati rasa dan tiga ayunan membuatku tumbang.
"Setiap pedang itu jatuh ke tanah kau harus mengulanginya dari awal."
"Hah?"
Menjadi kuat benar-benar bukan sesuatu yang mudah, selama satu Minggu aku terus melakukan pelatihan yang berulang, beberapa diselipkan pertarungan yang membuatku babak belur.
Empat jam tidur dan sisanya berlatih, Fel juga memintaku untuk melatih sihirku namun dengan cara berbeda yaitu mempercepat pergerakanku.
Aku sempat ragu untuk melakukannya tapi sepertinya itu berjalan dengan baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments