Bab 17

Setelah memikirkan dengan matang Sherin memutuskan untuk menerima apa yang telah di takdirkan untuknya,mengingat permohonan Bone minggu lalu bahkan mendengar kabarnya sakit membuat sherin merasa iba dan merasa harus membantunya.

Bersama teman temannya dan juga Ridho ,kini Sherin melangkahkan kakinya menuju sebuah gedung kosong yang sudah di pilih oleh Ridho.

Tidak ada suara terdengar kecuali gemercik air yang menetes dari celah celah pepohonan yang sudah menjalar ke bangunan akibat terlalu ramai terbengkalai.

"Iih gue takut. " Mika tak henti hentinya menarik baju Sherin yang berjalan di belakang Ridho.

"Ckckck...berisik banget si Lo ," Kesal Geger sedari tadi cukup pusing dengan rengekan Mika.

"Tau nih, mending loe pulang aja,siapa suruh loe ikut." Sambung Daffa membela Geger.

"Ih kalian jahat banget sih,masa gue disuruh pulang sendiri." kesal Mika.

"Sssttt,,diam kalian berisik tau gak ,gue gak konsen." Tergur Sherin ,sedari tadi dia mencoba berkonsentrasi untuk merasakan perbedaan hawa di luar dan di dalam ruangan itu.

"Apa yang loe rasakan di sini she ?" Tanya Ridho lagi untuk ke sekian kalinya ,karena di luar Sherin tidak merasakan apapun sampai sejauh ini dan kali ini Ridho menanyakan itu lagi untuk mengasah kemampuan Sherin merasakan akan adanya makhluk lain di sekitar mereka.

Sherin melepas tangan Mika yang sedari tadi memegang nya dia maju dan mulai memejamkan matanya , berkonsentrasi dan mulai merasakan hawa dingin dan berbeda dari sebelumnya ,samar samar Sherin melihat segerombolan orang berjalan melewati mereka namun ada yang kepalanya buntung dan di tenteng nya begitu saja,ada yang tidak memiliki kaki,ada yang kakinya di rantai ,ada juga yang mukanya rata bahkan masih banyak lagi yang Sherin lihat .

"Gue merasakan nya Dho , , " Ucap Sherin masih menutup matanya.

"Bagus " Jawab Ridho tenang .

Daffa, Geger dan Mika terkejut bahkan ketakutan,menatap sekitar mereka dengan saling berpegangan tangan ,wajah cantik dan ganteng mereka entah perginya ke mana di ganti dengan wajah penuh ketakutan dan kepanikan .

"Iihh gue takut ." Ucap mika lagi berbisik.

"Diam loe ." Kesal Geger mulai ikut menguji dirinya untuk menghilangkan trauma nya .

"Apa yang loe rasakan dan loe lihat ?" Tanya Ridho mulai serius dan kini dia berdiri di depan Sherin yang masih setia menutup mata merasakan keanehan di ruangan yang gelap itu .

"Gue merasakan di sini hawanya sangat lembab dan dingin ,dan yang gue lihat sekumpulan orang yang berjalan namun di antara mereka tidak ada yang bentuk tubuhnya lengkap,bahkan ada yang sangat hancur dan astaga .....! " Sherin langsung membuka matanya saat salah satu di antara mereka mendekatinya dan sengaja berdiri di depannya dengan wajah yang tiba tiba berubah menjadi menyeramkan.

"Aargghh, , , apa itu Rin?. " Mika berteriak ikut terkejut melihat Sherin tiba tiba membuka mata dengan wajah tegang.

"Huufftt , , , sorry Dho gue kaget. " Ucap Sherin.

"Gue coba lagi. " Lanjutnya sambil menarik nafas dalam-dalam namun ridho menghentikan nya.

"Cukup she, , kamu sudah cukup,dan dia memang sengaja mau menjahili kamu ,dia meninggal karena di bully teman temannya dah memilih tinggal di sini karena dia masih ingin melihat keluarganya dan ingin balas dendam pada teman temannya yang membully nya. " Ridho menjelaskan siapa orang yang tadi menakuti nya dah mengapa dia meninggal.

"Kejam banget sih temannya it." Ucap Mika ikut kesal mendengar cerita Ridho.

"Makanya hati hati pilih teman,kaya loe kan dulu hampir salah berteman dengan gank nya si Mila " sahut daffa mengingatkan mika yang hampir di jual oleh Mila teman lamanya.

"Sst sudah jangan di sebut si Mila Suherman itu " ucap Mika menyebut nama panjang Mila .

Seketika Sherin terlihat seperti kerasukan saat Mika menyebut nama Mila Suherman.

Sherin berdiri tegak dan menunduk ,diam tak bersuara.

"Rin , ,koe kenapa?" tanya Geger melihat gelagat Sherin yang aneh.

Ridho membiarkan itu karena dia tahu siapa yang masuk ke dalam tubuh sherin .

"Kalian diam ,dia bukan sherin ,ada makhluk lain yang meminjam raga Sherin " Ucap Ridho kemudian mendekat dan menyentuh pundak Sherin .

"Siapa kamu ,dan apa maumu sampai kau masuk ke teman ku?" Tanya Ridho mencoba berinteraksi dengan hantu yang masuk ke dalam tubuh sherin itu .

"aku Benci keluarga Suherman,mereka harus matii, , ,harus MATIIIII , , hahahaha....mereka harus mati. " Ucapnya dengan nada yang menyeramkan dan setelah mengatakan itu dia pun keluar dari tubuh sherin dan sherin pingsan.

"Rin, , " panggil ke tiganya.

"She " panggil Ridho saat Sherin terjatuh ke pangkuannya,dia menepuk nepuk wajah sherin pelan agar dia cepat sadar .

Tak lama Sherin pun membuka matanya pelan ,dia mencoba bangun dan duduk namun saat matanya belum sepenuhnya terbuka dia melihat seorang anak kecil yang berdiri di depannya memandangnya ,terlihat anak kecil itu sedang menangis ,namun saat Sherin hendak bertanya anak kecil itu berlari dan menghilang.

"Hei kamu mau kemana dek?." Panggil Sherin melambaikan tangannya memanggil si anak kecil itu .

"Aaawww , " Keluhnya saat merasa kepalanya sakit dan pandangan nya memudar.

"Sudahlah hari ini cukup sampai di sini, kita lanjut besok jika keadaan kamu sudah pulih. " Ucap Ridho memutuskan untuk pulang .

"Tapi dho, , anak kecil itu kasihan ." Jelas Sherin masih mengingat guratan kesedihan di wajah sang anak.

"Jika keadaan kamu selemah ini bagaimana mungkin kamu bisa membantunya Sherin " Ridho mencoba menjelaskan kondisi Sherin yang lemah saat ini.

"Ridho Benar ,kita sebaiknya pulang dan bahas lagi besok di kampus. " Geger ikut menimpali dan memperingati Sherin yang harus istirahat.

"Iya ayo kita pulang ,gue udah kebelet saking takutnya."Jelas Mika mulai merasa sakit perut akibat terlalu sering merasa takut dan terkejut.

"Ayo pulang " Ajak Ridho membatu Sherin dan mengajak yang lain kembali dari tempat itu .

Setibanya di rumah Mika yang ,Daffa meminta Sherin lebih baik menginap di ruang mika saja ,dia khawatir jika Sherin sendiri di rumah nya makan akan menambahkan kekhawatiran mereka karena sherin tinggal sendiri di sana.

Tanpa berbelit Sherin mengiyakan ucapan Daffa untuk menginap di rumah Mika.

"Baiklah ,tapi bagaimana dengan Ridho? aah ya kamu mau kan tinggal di rumahku saja " Ucap Sherin menawarkan kunci rumah miliknya pada Ridho.

"Ridho biar sama aku aja ..aku takut nanti dia malah di interogasi sama tetangga loe yang julid julid itu ,jadi untuk tempat tinggal dia tinggal sama gue aja..gue juga sendiri di rumah , bonyok gue ke luar kota ." Jelas Geger.

"Ya sudah kalau begitu ,Titip Ridho ya." Pinta Sherin.

"Kaya barang aja di titip titip. " Ucap Daffa menggoda.

"Ya sudah kita pamit dan ingat apapun yang terjadi kalian harus segera hubungi kami ,oke !" Ucap Geger sebelum pergi.

"Baiklah baik. " Jawab Mika santai.

Tak lama mereka lun telah sampai dah Ridho juga Daffa memilih untuk bermalam di rumah Geger karena ada yang harus mereke kerjakan .

"Apa loe bilang?" kaget Geger saat Ridho mengatakan sesuatu setelah Mereka lama beristirahat di rumah geger.

apakah itu?

yuk simak di bab selanjutnya

Jangan lupa komen ya ..likenya juga dan vote author ya

Terpopuler

Comments

Chercher

Chercher

bikin penasaran

2024-09-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!