Bab 6

Ting

Jarum jam telah menunjukkan pukul dua tengah malam,suara gamelan mengusik telinga Sherin,perlahan Sherin membuka matanya,meski pusing menyerang Namun dia penasaran dari mana suara gamelan itu.

Tak lama suara gemuruh datang dan di sambut suara nyanyian anak kecil dan suara tawa anak kecil berlarian di luar.

"Suara apa itu?." Gumam Sherin sambil menekan kepalanya yang terasa sedikit berat.

Dia berusaha untuk tetap sadar dan mencoba membangunkan Mika.

"Mik,bangun Mik. " Ucap pelan Sherin sambil menggoyang tubuh Mika.

Bukannya bangun Mika malah semakin terlelap dalam tidurnya,Sherin perlahan bangun dan mencoba keluar mencari tahu dari mana asal suara itu.

Kreeekk

Perlahan sherin membuka pintu dan tidak terlihat apapun di sana,suara gamelan pun perlahan menghilang dan di gantikan oleh suara tawa dan kaki berlari di sekitarnya.

"Anak siapa itu." Gumam Sherin.

Dia hendak berteriak namun matanya menangkap sesosok tang tak asing tengah masuk ke sebuah ruangan yang berada di pojokan .

"Paman Usman ? ngapain dia malam malam ke sana?." Sherin terheran,tak lama dia juga melihat Ridho menyusul dengan membawa sebuah nampan ,entah apa isinya Sherin tidak begitu melihatnya karena gelap.

Dia perlahan meraba tembok untuk di jadikan penuntun jalannya ,meski gelap gulita namun Sherin masih sangat tahu letak posisi ruangan di rumah itu,ingatan Sherin masih sangat jelas,dia mengunakan insting nya untuk mengikuti kemana arah ridho membawa nampan itu dah juga lilin kecil di depannya.

Degh

Sherin terkejut saat melihat mereka memasuki ruangan yang tidak diperbolehkan untuk memasukinya.

"Apa yang mereka lakukan di sana?." Gumam Sherin.

Sqat hendak ingin berjalan kembali,tiba tiba seekor kucing melompat dari dalam membuat sherin terkejut bahkan hendak berteriak,namun dia tahan dan yang membuat dia semakin terkejut saat kucing itu melewati kakinya begitu saja seolah tidak bertabrakan bahkan terlihat jelas kucing itu berjari melewati kakinya Sherin .

"Tidak mungkin ." Gumam Sherin ,dia kini keringat dingin sambil menitip bibirnya agar tidak mengeluarkan suara.

Perlahan namun pasti kakinya yang gemetar telah sampai di depan pintu ruangan itu ,Sherin memantapkan hati dan juga raganya untuk melihat situasi di dalam .

Dia mulai membuka pelan pintu itu dengan sedikit mengintip .

Degh

Hooeeek

Hooekk

Sherin hendak muntah saat melihat nampan yang di abwa ridho adalah bangkai kucing dengan darah segar dan Usman memotong kepala kucing itu untuk di bawa ke sebuah tirai yang ada di sana .

Sherin tak bisa menahan diri,dia memilih untuk pergi dari sana dan kembali ke kamarnya.

"Hoeeek , Hoeekk '" Sherin muntah di kamar itu .

"apa itu? dan apa yang di lakukan mereka?." Gumam sherin tak habis pikir.

"Aku yakin ada yang tidak beres di sini. " Lanjutnya lagi ,dia handak ingin membangunkan mika dan membawa teman temannya pergi malam itu juga ,namun sayang sekali Mika tak kunjung bangun malah tidurnya sangat lelap ,membuat Sherin berpikir lebih lagi dan curiga kalau mereka di berikan obat tidur dosis tinggi .

Sebisa mungkin dia berusaha membangunkan Mika ,sampai detik berikutnya dia mendengar derap langkah seseorang semakin dekat,Sherin langsung berpura pura tidur dengan tenang ,perlahan Usman datang bersama dengan Ridho.

"Cek mereka!." Ucap Usman

Ridho pun mengecek apakah Sherin dan Mika masih terlelap,sebisa mungkin Sherin berusaha agar dia tidak ketahuan ,beruntung kamar itu sangat gelap sampai Sherin bisa melihat jelas apa yang mereka berdua lakukan.

"Aman pak. " Ucap Ridho

Lagi dan lagi Sherin terkejut melihat Ridho yang bisa berbicara dengan lancar dan jelas,terlihat juga penampilan Ridho sangat tampan berbeda dengan saat pagi hari yang terlihat culun dan kotor seperti tak terurus.

"Ini Ridho ,dia sangat berbeda. " Gumam sherin.

"Baiklah ridho,ayo kita cek kamar sebelah." Ucap Usman

Ridho pun hendak mengikuti langkah Usman ,Sherin sedikit lega namun detik berikutnya ridho terdiam .

"Pak? apa boleh aku meminta nya lagi ?." tanya Ridho membuat Sherin penasaran apa yang di maksud olehnya.

"Kamu benar benar menyukai nya?." Tanya Usman

"Benar pak " Jawab Ridho lagi.

"Tapi ingat batasan kamu! " Ucap nya kemudian memandang Ridho yang semakin mendekat ke arah Sherin

"Apa yang dia inginkan ,kenapa dia mendekat?." Gumam Sherin

Perlahan Ridho membelai rambut Sherin,membuat Sherin semakin ketakutan .

"oh tuhan ,apa yang ingin dia lakukan padaku?" gumam Sherin dengan dada yang sangat deg degan.

"dia begitu cantik,sama seperti tante sherly" ucap Ridho

Degh

"Apa? Mama?." Entah sekuat apa jantung Sherin dalam waktu semalam begitu banyak hal yang membuatnya terkejut bukan main .

"Tutup mulutmu Ridho,jangan banyak bicara,lakukan lah apa yang ingin kamu lakukan." Ucap Usman.

"Apa aku boleh menciumnya tanpa di lihat sama bapak?" tanya Ridho pada Usman.

Untuk kesekian kalinya jantung Sherin dia ajak senam oleh keterkejutannya.

"Jangan banyak bicara Ridho,atau bapak tidak kasi izin kamu lagi " ucap Usman mengancam.

"hhhhh " keluh ridho

kini belaian tangannya yang tadinya hanya mengelus lembut wajah dan juga kepala Sherin , Ridho perlahan mendekatkan wajahnya membuat Sherin sedikit memejamkan matanya dan menggenggam tangannya.

Cup

Ridho tiba tiba mencium bibir Sherin ,sherin hanya bisa diam dan menelan Salivanya agar tidak ketahuan oleh mereka.

"Aku mohon jangan. " Gumam Sherin dalam hati sambil memejamkan matanya.

Ridho memang tampan namun Sherin tidak suka dengan cara ridho mencium nya saat dirinya tidak berdaya.

setelah menempelkan bibirnya beberapa detik ,tiba tiba Ridho semakin memperdalam aktivitas nya itu,dia membuka bibirnya dan me Lum at pelan bibir Sherin ,Sherin hanya bisa diam di perlakukan seperti itu,dia berpikir jika dia berteriak makan nyawa teman temannya akan berbahaya,dan dia juga tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa ,untuk itu dia memilih diam dan mencari cara agar bisa keluar dari tempat itu secepatnya.

Saat ridho hendak meraba da da Sherin ,Sherin refleks sedikit bergerak membuat Ridho terdiam dan kembali memperhatikan wajah Sherin dengan jelas.

"Apa apa Ridho ?" Tanya Usman yang memantau ridho dari kejauhan.

Ridho terdiam.

"Ya tuhan ,jangan sampai dia tahu aku sadar, jika tidak nyawa teman temanku akan dalam bahaya." gumam Sherin begitu takut .

"Ridho !" panggil Usman lagi.

"Ee ,iya pak, , ,tidak ada apa apa,aku hanya sangat mengagumi nya ,dia begitu cantik ,aku ingin memiliki nya " ucap ridho langsung berdiri dan mendekat ke arah Usman.

"Ayo." Ucapnya.

Usman pun langsung keluar dan berjalan ke kamar sebelah untuk mengecek Daffa dan juga geger,namun sebelum itu Ridho tersenyum kecil sebelum benar benar meninggal kamar itu

Sherin sangat lega saat Ridho tidak melakukan apapun terhadapnya,bahkan Sherin yakin Ridho tahu jika Sherin sadar dengan sentuhannya itu.

Perlahan Sherin membuka matanya,dia terdiam dan memegang bibirnya.

"apa yang dia lakukan?. " Gumam Sherin

" Dan kenapa mereka melakukan ini?

"lalu, kenapa dia diam saja saat tau aku berpura pura tidur '' tanya Sherin dalam hati ,begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.

Dia meraba boneka kesayangan nya dah menatapnya."

Apa kamu Ingin aku tahu semua ini dan menyelesaikan semuanya?." Gumam sherin

dia menatap instens mata boneka itu dan ..

******

Terpopuler

Comments

Chercher

Chercher

dag Dig dug

2024-09-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!