Dia meraba boneka kesayangan nya dah menatapnya " apa kamu Ingin aku tahu semua ini dan menyelesaikan semuanya?." Gumam sherin.
Dia menatap instens mata boneka itu dan ...
Tiba tiba semuanya gelap,Sherin terbangun dan tak tahu berada di mana,dia kini berada di sebuah tempat yang begitu banyak pohon pohon dan juga akar akar,tempat itu terlihat seperti hutan .
"Di mana ini? kenapa sepi sekali?." ucap Sherin ketakutan
Dia bangkit dan perlahan mulai berjalan mencari teman temannya.
MIKAAAA...
DAFFAAAA
GEGER....
"Kalian di mana?." Teriak Sherin sambil berjalan kesana kemari.
Tubuh Sherin mulai kedinginan,entah cuaca seperti apa di sana , tempatnya yang sangat gelap seperti malam hari dan sangat dingin seperti di perbukitan.
"Aku di mana?." gumam Sherin terlihat kebingungan.
Perlahan dia mendengar suara langkah kaki ,awalnya Sherin senang dengan begitu dia ada teman di sana ,namun semakin dekat dia melihat sekumpulan orang sedang memberikan sesembahan untuk seseorang yang terlihat berada di sebuah pohon tua ,seorang wanita tua yang buruk rupa duduk seperti seorang ratu,rambut panjangnya sampai menyentuh tanah.
"Apa yang mereka lakukan?." Tanya Sherin dalam hati.
Perlahan sekumpulan orang pun datang dengan membawa seseorang wanita muda yang terbaring di atas sebuah papan.
Sherin hanya bisa mengintip dan menyaksikan apa yang mereka lakukan.
Wanita itu di bawa ke depan ratu mereka,ratu itu memperhatikan wanita muda itu lalu mengangkat kedua tangannya mengeluarkan kekuatannya dan mengambil cahaya dari wanita itu ,setelah itu tubuh wanita muda itu menjadi hitam dan tiba tiba berubah menjadi seekor kucing ,dan wajah wanita tua itu seketika berubah menjadi seorang wanita cantik.
"Hahahaha,,,aku sudah menjadi cantik lagi." Ucap nya penuh kesenangan.
"Apa? apa semua ini?." Gumam Sherin ,ia sangat tak mengerti dengan apa yang di lihatnya dan dia juga tak percaya.
Namun saat sedang mengintip tiba tiba ada ular di samping nya yang membuatnya hampir berteriak.
"Aaa,mmmmmmpppphhhh "
Grep!
Ratu itu terkejut dah menatap ke arah sumber suara
"Siapa itu!." Teriak nya.
"Cepat kalian lihat." Ucapnya lagi menyuruh anak buahnya melihat ke arah Sherin tadi.
Dii tempat lain , Sherin kini tengah di bawa oleh seseorang,yang tak lain ialah anak kecil yang selalu di lihatnya sejak di rumah itu.
"Ssttt" Bisik anak kecil itu pada Sherin.
"Kamu ." Ucap pelan Sherin .
"Ssttt. " Gadis kecil itu memberi kode dengan menempelkan jarinya di bibir Sherin.
Para suruhan ratu itu pun mulai terlihat mencari tahu dari mana asal suara itu,namun dia tak menemukan apapun.
"Hhh, , sudah pergi." Ucapnya lega.
"Kamu siapa dek?." Tanya Sherin
Anak kecil itu hanya tersenyum,lalu berkata
"Suatu saat nanti kakak juga akan tahu ,untuk sekarang kakak harus hati hati ya,ayo aku antar pulang." Ucapnya kemudian menarik tangan Sherin dan membawa sherin pergi dari sana.
Sherin berlari cukup jauh namun tak dapat menemukan ujung jalan di tengah hutan itu ,tiba tiba anak kecil itu berhenti dan terdiam sambil menunduk membuat Sherin pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang.
"Deek, , , ayo, , kenapa kamu diam?." Tegur Sherin mendekat dan memegang lengan anak kecil itu.
Anak kecil itu menoleh ,dan.
"Aaaarrrkkk !." Teriak Sherin
Tiba-tiba Sherin terkejut melihat wajah anak kecil itu saat mendongak ke arahnya ,wajah nya berubah menjadi hitam dan sangat menyeramkan.
"CEPAAT PERGIIIII!." Teriak anak kecil itu sambil mendorong Sherin sampai terjatuh.
HHHHHH....HHHHH!.
Tiba tiba sherin bangun dengan nafas tersengal-sengal ,dia menarik nafas agar tenang .
Secara bersamaan Mika pun bangun dari tidur nya.
"Mmmmm....hoaaaaammm ,,gila gue ngantuk banget ." Ucap mika menggeliat sambil menguap.
"Rin, loe kanapa?." Tanya Mika melihat Sherin pucat dan nafas masih tak beraturan.
Dia dengan cepat bangun dan mengambil air putih yang ada di sana,namun saat dia ingin minum tiba tiba di dalam air putih itu begitu banyak belatung yang masih hidup .
Prank...
"Kenapa loe rin? kok airnya loe buang? " Mika sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Sherin .
Sherin masih shock dengan apa yang terjadi padanya,dia masih berusaha menetralkan dirinya dan mencoba tenang.
Mika tak bisa berbuat apa apa lagi,dia panik dan langsung bangkit untuk memanggil Daffa juga Geger untuk melihat kondisi Sherin.
Tak lama mereka datang, Sherin mulai sedikit tenang dan bisa di ajak bicara .
"Tempat ini tidak aman, kita harus pergi dari sini secepatnya!." Tegas Sherin
"Loe kenapa Rin?,tenang dulu ,atur nafas loe dan loe cerita ke kita. " Ujar Daffa menenangkan Sherin.
Sherin pun mengikuti arahan Daffa yang menyuruhnya mengambil nafas dari hidung dan membuangnya dari mulut ,itu di lakukan berkali kali sampai Sherin sedikit tenang.
"Loe bisa cerita sekarang!." Ucap Geger.
Sherin pun mulai menceritakan apa yang di alaminya semalam ,suasana mulai tegang bahkan Mika juga mulai ketakutan dia sampai menangis dan tak mau terjadi apa apa sama mereka,Sherin juga menceritakan mimpinya dan menyimpulkan apa yang terjadi di mimpinya itu berkaitan dengan apa yang di lihatnya di rumah itu.
"Apa maksud loe ,rumah ini adalah sarangnya? dan kita adalah calon korbannya?." Tebak Geger.
Sherin mengangguk dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.
"Aaarkk ****! " Umpat daffa sambil meremas kasar rambutnya.
"Hik, , , hik, , gue belum mau mati Rin, gue gak mau. " Tangis Mika begitu ketakutan.
Berbeda dengan Daffa dan juga Mika , Geger terlihat diam dan santai,dia yang paling tenang dalam menyelesaikan sesuatu apapun,dialah yang paling dewasa di antara yang lainnya ,di satu sisi dengan kecantikan dan juga ketakutan Mika yang selalu merengek setiap kali ada sesuatu,bahkan di saat emosi Daffa tak bisa terkontrol dengan adanya Sherin yang selalu jadi penengah dan juga Geger yang menjadi penasihat , persahabatan mereka tetap terjalin sampai detik ini.
"Loe kok santai santai aja,ini semua gara gara Lo!. " Ujar Daffa menyalahkan Geger yang memang sangat ingin liburan di sini .
"Loe pikir gue sama kaya kalian hah, gue juga belum mau mati Daff,cuma apa yang bisaa kita lakukan sekarang hah? kita hanya bisa berfikir mencari jalan keluar dari tempat ini. " Tegas Geger.
"Kalau sampai terjadi apa apa sama kita,ini semua salah loe!." Lanjut Daffa sambil menunjuk ke arah Geger.
"Kenapa loe jadi nyalahin gue,?." Sahut Geger tak terima dan mulai emosi ,dia melayangkan pukulan ke arah wajah Geger namun di tahan karena Sherin menghentikannya.
"Sudah sudah ,kalian mau ribut sampai kapan? apa sampai salah satu dari kita menjadi korban ? hah? iya?." Sherin mencoba menengahi mereka agar tidak bertengkar di situasi seperti ini.
"Gue takut Rin." Mika hanya menangis dengan tubuh yang sudah bergetar hebat.
"Ini Waktu nya kita bermain serius,saat ini musuh kita benar banar setan ,tidak seperti sebelumnya,anggap saja kita sedang bermain seperti apa yang kita lakukan saat berburu hantu ,kalian mengerti." Geger mulai mengarahkan teman temannya sama seperti apa yang dia lakukan sesaat sebelum memasuki tempat tempat angker sebelumnya.
"Yah,loe benar Ger, ini adalah permainan kita yang sesungguhnya." Ujar Sherin mengangguk.
"Lalu apa rencana loe?." tanya Daffa.
"Gue mau pulang,gue mau pergi dari sini , , ,hik, , ,hik, , , " tangis Mika lagi ingin pergi dari sana.
"Mika tenang,tenang dulu, kita tidak bisa kabur begitu saja ,saat ini mungkin saja sebentar lagi paman Usman dan juga Ridho akan datang mencari kita untuk sarapan ,dan gue minta kita semua bersikap biasa aja seolah olah tidak tahu apapun,sama seperti kita baru datang ke rumah ini,apa kalian paham!. " Terang Sherin memberi ide pada teman temannya.
"Sampai kapan Rin,? sampai salah satu dari kita mati ? hah !. Teriak Mika
"Apa yang kalian bicarakan?. " Usman tiba tiba datang..
DEGH.....!!
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments