Bab 5

Jangan lupa kritik dan sarannya ya!

Happy reading..

" Apa ini?." Gumam Daffa saat melihat ulang rekaman yang tadi di ambilnya.

Dia memperbesar Hasil foto nya dan dia melihat seorang anak kecil berbaju putih di tengah keramaian,bahkan anak kecil itu terlihat murung dan menunduk.

"Ada apa Daffa?." Tanya Mika yang menoleh kebelakang karena Daffa sempat terdiam.

"Eeeh tidak, tidak apa apa,yok jalan ! " Jawab Daffa ,ia tak ingin mika tahu dan jadi takut.

Sherin yang melihat itu pun hanya diam ,dia tahu Daffa sedang menyembunyikan sesuatu namun ia pun tak ingin membuat suasana jadi rusak,untuk itu dia memilih untuk bertanya nanti setelah acara jalan jalan keliling kampung mereka telah usai .

Setelah puas berjalan jalan akhirnya mereka pun pulang,tepat sore hari menjelang magrib mereka telah sampai di rumah.

"Aaah akhirnya kita sampai juga." Ucap mika merasa lega

"Iya gue sudah capek mau istirahat. " Sahut Daffa di angguki oleh geger.

Sherin yang berada di barisan paling akhir merasa bulu kuduknya berdiri,di merasakan tengkuknya merasa dingin.

Sambil memegang tengkuknya ,dia menoleh dan lagi lagi dia Melihatnya anak kecil yang sempat dilihatnya saat pulang ke kotanya.

Anak kecil itu kini Hanya terdiam dengan kucing hitam di gendongan nya.

Sherin tetap berjalan dan perlahan anak kecil itu pun menghilang,namun saat hendak kembali membalik pandangan sherin di kejutkan oleh Usman yang tiba tiba berdiri di depannya .

aAaarrgggg

Degh

Sherin berteriak kecil dan sangat terkejut.

"Ada apa nona?, " Ucap serak Usman dengan wajah seramnya membuat Sherin begitu takut.

"Eeh paman." aucap Sherin tanpa menjawab dia buru buru untuk pergi melewati usman begitu saja tanpa menoleh kebelakang lagi.

Bugh..

Sherin langsung duduk di pinggiran ranjang dengan degup jantung yang tak beraturan,nafasnya terasa sedikit sesak.

"Loe kenapa Rin? " Ucap mika menyentuh pundak Sherin.

"Astaga," Kaget Sherin lagi saat sentuhan tangan dingin mika sangat terasa di pundaknya.

"Loe kenapa? kaya habis liat hantu." Ucap Miika sambil memegang handuk mandi.

"Gak ,gue gak apa apam " kilahnya ,ia tak ingin mika tahu ketakutan nya.

"Ya sudah gue mandi dulu ya ." Ucap Mika dan Sherin mengangguk.

"Apa itu tadi?." gumam Sherin

Berbeda dengan Sherin, Geger dan Daffa kini tengah membahasa tentang sebuah foto yang membuat Daffa sempat terkejut tadi.

" Hantu anak kecil?." Gumam geger pelan.

"Dalan loe lihat ini,apa ini? ekor apa?" tanya Daffa saat memperlihatkan sebuah ekor di tangan anak kecil itu,tubuh dari ekor itu tertutup oleh orang orang yang ada di sana.

"Apa ini ekor kucing?.." Tebak Daffa.

"Entahlah ,tapi gue yakin jika ini ada sangkut pautnya sama apa yang di lihat oleh Sherin,jika benar dia bisa melihat penampakan,itu artinya dia bisa berkomunikasi dengan hantu itu." Jelas Geger mencoba mencari titik terang tentang apa yang mereka alami.

"Apa kita tanya Sherin aja?." Usul Daffa.

"Loe benar Daaff, kita harus tanya Sherin ,ayo kita pergi." Ajak Geger ,namun Sherin sudah datang lebih dulu dan langsung masuk ke kamar mereka.

"Gak perlu, gue di sini." Ujar Sherin ,dia segera mendekat dan duduk di sebuah kursi dekat kasur Daffa dan juga Geger.

" Apa yang ingin loe katakan." ujar geger.

"Gue merasa anak kecil itu ngikutin gue,bahkan gue merasa tidak asing dengan wajahnya." ucap Sherin tanpa basa basi .

Degh.

Kaget ke duanya, , ,

"Apa ini anak kecilnya ? siapa dia ?." Gumam Sherin dalam hati.

" Apa ini anak kecilnya ? " Daffa mengeluarkan camera nya dan memperlihatkan hasil foto nya pada Sherin

"Ia bener , ini dia anak kecilnya. " Jawab Sherin

Sungguh aneh ,kejadian demi kejadian di alami Sherin begitu nyata,bahkan kini ia semakin yakin jika apa yang di lihat belakangan ini merupakan sebuah penampakan.

Geger terlihat berfikir dia pun mengakui hal itu ,karena sejak awal kedatangan mereka, sikap Sherin mulai berubah .

"Coba loe ingat ingat ,sejak kapan loe mulai bisa melihat hantu?." Tanya Geger memastikan.

Sherin tampak berpikir ,detik kemudian dia mengingat boneka kesayangan nya ,dah dia pun keluar tanpa pamit dengan sedikit berlari .

"Hei mau kemana loe?." Daffa sedikit berteriak karena Sherin berlari.

"Kiita tunggu saja." Ucap Geger.

Tak lama Sherin pun kembali dengan membawa tas nya yang berisi boneka itu.

"Ini guys,,gue merasa aneh saat gue menatap mata boneka ini seakan mata itu membawa gue ke suatu tempat,tapi saat itu mika langsung merebut boneka ini sampai gue tidak fokus lagi pada apa yang gue lihat." Jelas Mika sambil mengeluarkan boneka lusuh itu dan memperlihatkan nya pada Daffa dan juga Geger.

"Boneka ini aneh. " Ucap Geger tiba tiba.

Dia memiliki firasat bahwa ada aura negatif yang terpancar dari boneka itu.

"Hush,jangan sembarangan Lo Ger." Ucap Sherin saat Geger mengatakan bahwa boneka itu jelmaan dari hantu .

Namun bukan Geger namanya jika apa yang membuat dia penasaran pasti akan dia selalu cari informasi nya sampai dapat jawabannya.

Tok

Tok

Tok

Degh!

Mereka bertiga terkejut saat tiba tiba suara ketukkan pintu dari luar.

"Siapa?." Teriak Geger.

"Makanan sudah siap,silahkan makan malam dulu. " Ucap seseorang dari luar dan terdengar seperti suara perempuan.

"siapa itu?." Tanya sherin ,dia tidak pernah mendengar suara perempuan di sana ,namun kali ini suara perempuan lah yang menyapa mereka.

Hening...

Tidak ada suara apapun ,mereka bertiga saling pandang.

"apa dia pembantu baru yang di sewa paman Usman buat masakin kita? " Tanya Geger

" Entahlah,hmmm semoga aja iya ,masih muda dan cantik." Jawab Daffa kegirangan mendengar kata cewek cantik.

"Tapi kok paman Usman gak kasi tau gue sebelumnya atau gak salah satu dari kita Gitu yang di kasi tahu." Jelas Sherin membuat Geger dan juga Daffa terdiam memikirkan nya.

Tak berselang lama mereka kembali di kejutkan oleh seseorang yang tiba tiba masuk ke ruangan itu .

Kreaaaakkkkk....

"Apa itu?." Ucap Daffa Dengan nada terkejut.

"Ini gue ." Ucap mika Tiba tiba mencondongkan kepalanya ke balik pintu kamar itu,namun kaki dan kedua tangan dan kakinya masih di luar pintum

"Huuh,loe ngagetin kita aja ,oh ya loe lihat wanita pergi dari sini gak tadi?," Tanya Sherin begitu penasaran.

"Hehe," Mika hanya cengengesan.

"Perempuan? perasaan dari tadi tidak ada siapapun di sini ,gue dari tadi kan habis dari kamar. " Ujar Mika langsung masuk ke kamar.

"Apa gue salah dengar?." Gumam Sherin.

"Gue juga mendengarnya. " Sahut Geger.

Detik berikutnya mika pun kembali terkejut dengan suara ketukan.

Tok

Tok

Tok

"Siapa sih." Ujar Mika lm

Kreaaak.

Pintu pun terbuka ,Usman datang untuk memberitahu mereka Jika makanan telah siap.

"Apa? yang tadi siapa terus?." Tanya Daffa sedikit merinding .

" Entahlah." Gumam Sherin,

"Sudah ayo,gue gak sabar makannya." Ucap Mika yang sangat antusias dengan makanan di sana.

Mereka berempat pun kini tengah makan malam .

Namun setelah makan meraka merasa pusing dan memilih untuk tidur di kamar.

"Apa yang terjadi?"

Cari tabu di bab selanjutnya...

***

Terpopuler

Comments

YY

YY

bagus ceritanya kenapa like dan komen nya kurang ya

2024-08-15

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!