Bab 13

"MATI KAUUUUUUU , , ,AAAAAARRRKKK ." Teriak Reno .

"AAAAAARRRKKK." Sherly pun ikut berteriak melihat kejadian di depan matanya itu .

Namun apa yang di lihat Sherly berbanding terbalik dengan apa yang terjadi ,naas bukannya Reno yang berhasil menancapkan pisau ke tubuh Usman ,namun usmanlah yang berhasil menusuk Reno sampai tembus ke punggungnya dengan menggunakan tombak kecil yang sejak tadi ada di dekatnya namun tak di sadari oleh Reno .

"Argh., ukhuk ... ukhuk." Reno terbatuk dan darah segar mengucur deras dari mulutnya.

Melihat itu membuat Sherly semakin histeris

"Tidaaaaaaakk, , mas renooooo ...." Teriaknya .

Di saat yang tepat Airin datang dan juga Ridho datang dengan wajah kaget.

"Om,tante,mmmppphh " teriak Airin namun Ridho menutup bibirnya dengan cepat.

Mereka semua menoleh terutama Usman ,dengan cepat dia kembali menancap tombak itu ke dada Reno kemudian berlari dan menangkap Airin.

"Pak jangan pak ." Pinta ridho merasa Airin adalah temannya dan bapaknya tidak boleh menyakitinya.

"Om jangan, tolong ." Teriak Airin meronta.

"Lepaskan dia ,jangan sakiti dia." Teriak Sherly sambil melayangkan sebuah pisau yang di ambilnya dari Reno pada Usman.

"Hahaha, kamu pikir kamu siapa hah,,jangan coba coba mengancam ,jika tidak kamu juga akan mati di tanganku " Terang Usman.

"Apa yang sebenarnya kalian inginkan hah !." Tanya Sherly

"Sudah jelas bukan ,kami menginginkan dia dan ini adalah bayaran yang setimpal atas apa yang telah ratu kami kasi ke kalian. " Jelas usman membuat Sherly muak dan berusaha mencari celah agar Airin terbebas dari cengkraman nya .

"Pak jangan pak, , dia teman ku." Pinta Ridho lagi ,namun tak di hiraukan oleh Usman.

"Diam kamu Ridho atau bapak akan bunuh kamu !." Ancam Usman pada anaknya .

Kesempatan itu di gunakan sherly untuk melawan Usman.

"Huuaaa ,b." Geram Sherly mendekati namun sayang ia tak berhasil melukai Usman karena tangannya di tahan oleh Usman.

"Lepasin paman jelek , aargghh. " Teriak Airin sambil menggigit Usman dan berhasil kabur,namun belum sempat keluar dari ruangan itu ,tiba tiba sebuah pisau mendarat di punggung Airin.

Jleb

"Aark, , ,tannn-teeee , , " ringis Airin pelan sambil

menghentikan langkah kakinya yang berlari.

Sherly mendengar itu langsung menoleh .

"Airin, , , " Terriak Sherly

"Airin " Teriak Ridho melihat kekejaman bapaknya sampat tega menyakiti anak kecil ,dia tak lagi bisa bicara.

"Kamu pikir kamu bisa lari dari kami?" Ucap Usman sambil menarik tangan Airin dan membawanya ke sebuah tempat .

"Lepaskan dia " Teriak Sherly.

"Dan kamu, " tunjuk Usman sambil membaca mantera.

"Jangan pernah coba coba kabur dari sini,kalau tidak kamu akan tau akibatnya. " Geram nya.

Sherly tiba tiba terdiam dan menoleh dengan tatapan kosong ke arah Usman dan juga Airin .

"Bawa mereka " ucap Usman pada Ridho.

"Maafkan aku" Gumam ridho dalam hati merasa sangat bersalahpada Airin.

Usman dan Ridho membawa Airin dan Sherly ke sebuah ruangan yang berada di ujung jalan ruang tengah rumah itu .

Mendengar keributan membuat Sherin yang ada di luar sana berlari menghampiri mereka ,namun sayang Sherin terlambat bahwa Reno papanya telah meninggal dan ibu juga Airin,dia tidak tahu berada di mana.

Tangis Sherin pecah saat melihat begitu banyak noda darah yang ada di lantai itu membuat Sherin tersedu dan menangis bahkan ingin pergi dari tempat itu,namun sayang dia tidak tahu apa yang sebenernya terjadi dan tak tahu harus kemana ,untuk itu dia ikut sengaja Minah dan percaya pada minah.

*****

Setelah kejadian itu ,Sarminah berhasil membawa Sherin pulang dan dengan senyum kepalsuan nya ia membawa Sherin dan mengawasi nya sampai sekarang,bahkan apapun kegiatan Sherin selalu di pantaunya.

Sedangkan untuk Airin ,Airin meninggal di tangan Usman dengan tragis,bahkan bagaimana Usman memperlakukan Sherly dan juga Airin sangat kejam sampai Ridho trauma dan menjadi pendiam sejak saat itu.

flash back off.

****

"Hahaha, bertahun tahun telah ku tunggu hari ini,dan kini tiba saatnya ,raga suci yang selama ini ku jaga kini telah tumbuh dewasa,selamat datang di dunia kegelapan wahai calon ratu. " Ucap ratu kegelapan itu menyambut kedatangan Sherin.

" Mendengar itu mereka semua semakin ketakutan,mereka tidak tahu siapa mereka semua yang ada di depannya ini.

"Aark, , ,siapa kalian"

"Pergi sana."

"Jangan mendekat atau ku bunuh kalian semua "

Teriak mereka bertiga mulai ketakutan karena sekumpulan mahluk yang tiba tiba datang itu semakin mendekat dan mengulurkan tangannya siap menerkam mereka.

"Selamat datang calon ratu " Ucap semuanya tiba tiba menunduk.

"Tidak ,kau tidak boleh menjadi ratu mereka." Bisik seseorang di telinga Sherin membuat Sherin terkejut dan menoleh ke kanan dan ke kiri mencari tahu telinga sebelah mana yang telah berbisik padanya,namun di sela sela bisikan itu ratu kegelapan kembali mengatakan jika dialah yang pantas menjadi ratu dunia gelap mereka.

" Siapa itu?." Teriak Sherin begitu ketakutan.

Tiba tiba semua seolah menjadi lambat bergerak ,detik demi detik berlalu begitu lambat, begitu juga dengan ketiga temannya ,Geger,Daffa dan juga Mika tiba tiba seolah menjadi patung,hanya dirinya dan juga ratu kegelapan bergerak bebas tanpa hambatan.

sinden yang keluar dari mulut nya membuat Sherin seolah terhipnotis dan hampir lupa diri ,namun teriakan dan juga bayangan bahkan bisikan seseorang membuat dirinya sadar dan mulai menghindar.

"Apa apaan ini?." Gumam nya.

"Hahaha, semua yang ada harus kembali ke kodratnya masing masing dan kini kodrat kamu ada di sini Sherin " Ungkap ratu kegelapan mulai menjulurkan tangannya dan dari tangannya sebuah kekuatan supranatural berwarna merah dan mengarah ke tubuh sherin ,namun siapa sangka tubuh sherin tiba tiba mengeluarkan sebuah cahaya putih mengelilingi mereka semua,dan semakin kuat kekuatan ratu kegelapan untuk menembus nya semakin kuat juga pertahanan yang di miliki oleh Sherin dan juga teman temannya.

Sherin hanya terdiam sambil mengingat Kembali apa yang telah di ajarkan oleh Sherly dulu.

Tibba tiba dalam ingatan Sherin ,di sana keadilan dan juga kenyataan di perlihatkan jika mereka adalah saudara kembar dan juga memperlihatkan kejadian yang sebenernya sehingga mama dan juga papa mereka memisahkan mereka dan kenapa orang tuanya merahasiakan nya pada mereka.

Tak lama Sherin sadar dan tahu jika anak kecil yang sering di lihatnya itu adalah Airin dan boneka kecil yang selama ini menemaninya itu adalah jelmaan dari Airin yang tidak pernah meninggalkannya sejak kejadian itu,dan secara tidak di sadari tiba tiba boneka itu keluar dari persembunyiannya dan membantu Sherin dan temannya,

Semua temannya pingsan dan kini hanya ada Sherin dan juga Airin,Airin tiba tiba muncul dan mendongak lalu tersenyum dan Sherin agar tetap semangat dan seolah olah mengatakan ",ayo kita bisa..kita lawan dia dengan apa yang telah kita lakukan " ucap Ririn dalam hati.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!