Setibanya di rumah baru mereka ,mereka di sambut oleh dua orang ,satu orang laki laki dan sat orang perempuan.
"Mari tuan saya antar ." Ucap laki laki berusia sekitar 25 tahunan ,dia membantu Reno dan juga Sherly untuk membawa barang barang mereka ,tak lama setelah itu mereka kembali kedatangan seorang wanita yang terbilang masih muda ,sekitar 40 tahunan.
Wanita itu berambut hitam dan memakai baju putih .
"Permisi nyonya, di mana saya letakkan tas ini?." Tanya wanita muda itu sambil menenteng tas milik Sherly.
"Di sana Sa , , jaaa." Jawab sherly sambil menoleh menoleh dan sesaat dia merasa tidak asing dengan wanita itu,wanita itu tersenyum simpul padanya lalu menunjuk ke arah kamar mereka .
"Kaya gak asing." Gumam Sherly.
"Sudah nyonya,saya sudah taruh di dalam."Jelasnya lagi membuat sherly tersadar dan tersenyum padanya.
"Oh ya terimakasih bibik, siapa nama bibi?." Tanya Sherly.
"Nama bibi Mimin tapi biasa orang sini panggil Minah,jadi panggil Minah saja nyonya." Terangnya ,Sherly mengangguk pelan.
"Oh ya bik,tadi bibik liat anak saya kemana ya?." Tanya Sherly tak melihat Airin dan juga Sherin .
"Airin di sini Tante." Tibaa tiba teriak Airin berlarian kesana kemari bersama seorang anak kecil laki laki yang seumuran dengannya .
"Loh Airin sudah punya teman baru?." Tanya Sherly begitu senang melihat Airin cepat sekali akrab dengan anak kecil itu.
"Sayang sini." Panggil minah
Anak kecil itu mendekat dan memeluk Minah.
"Maaf nek kalau Ridho Nakal. " Ujarnya meminta maaf dengan sopan.
"Nama kamu Ridho ? nama yang bagus. " Terang Sherly.
"Ia tante aku ridho ." ucap ridho begitu manis sambil tersenyum.
"Oh ya Tante juga masih punya anak satu lagi ,tapi kayaknya dia di luar deh ,dia lebih suka suasana hijau hijau gitu." Jelas Sherly mengingat Sherin masih di luar.
"Oh ya,boleh Ridho main sama dia juga?. " Tanya Ridho sangat antusias.
"Boleh dong,nanti kalian menyusul ke luar ya,tante ambilkan mainan dulu. " Ujar Sherly kemudian dia mengambil box mainan yang biasa di pakai oleh Sherin untuk bermain.
"Mari bi ikut saya." Pinta Sherly mengajak Minah.
Saat di luar entah kenapa Minah menatap Sherin dia tersenyum kecil , ia memperhatikan Sherin dengan seksama.
Saat hendak memanggilnya Sherly melihat anaknya sepertinya ketakutan dan dia langsung mendekat dan bertanya .
"Kamu kenapa sayang?." Tanya Sherly sambil menaruh box mainan itu di tanah dan memegang kedua bahu Sherin sambil berjongkok.
Sherin perlahan membuka matanya dan menatap ke Arah wanita tua yang tadi sambil menunjuk ke arahnya yang masih berdiri di sana.
Pandangan mata Sherly pun mengikuti kemana arah telunjuk Sherin .
"Iiii-tuu , , sii-siapa maa?." Tanya Sherin tercekat.
"Ooh itu, , ,dia bibik minah sayang,dia yang akan menjaga dan juga menemani kamu di sini nanti selama papa sama mama berangkat kerja ,ayo sini kenalan. " Ajak Sherly sambil berdiri dan mengajak Sherin berkenalan dengan bik Minah.
"Bibik? bukannya harusnya nenek?." Celetuk Sherin membuat Sherly mengerutkan keningnya merasa Sherin salah mengenal orang.
Sherly tersenyum kecil sambil duduk. " Sayang,panggil bibik ya,bik Minah belum tua kok,lihat bik Minah masih cantik juga rambutnya belum putih." Terang Sherly.
Meski kebingungan dengan apa yang di ucapkan mamanya,Sherin pun mengangguk pelan dan ia pun perlahan sudah tidak takut lagi dan kini malah asik bermain di halaman dengan mainan mainan yang tadi di bawakan oleh Sherly.
Setelah mereka akrab Sherly berpamitan untuk masuk ke dalam meninggalkan Sherin dan juga Minah.
Saat di dalam dia tidak menemukan siapapun ,rumah begitu sepi bahkan suara teriakan atau hentakan kaki kedua bocah itu pun tidak ada.
"Loh kemana mereka?." Gumam Sherly.
Dia perlahan berjalan sambil mencari Ridho dan Airin,namun samar samar terdengar suara percakapan orang yang sangat di kenal oleh Sherly,pelan tapi pasti dia begitu penasaran dengan percakapan mereka yang terdengar sangat serius.
"Mas Reno sedang bicara sama siapa ya?." Gumam Sherly.
Aaat di depan kamar ,dia sedikit mengintip dan mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Anda tidak punya pilihan lain tuan,dan hari ini adalah tepat hari perjanjian dengan ratu kegelapan untuk membawa apa yang dia inginkan " Terang laki laki itu yang kini sedang bersama dengan Reno .
Degh.
Sherly begitu terkejut mendengar semua itu ,namun ia harus tahan karena dia ingin tahu apa yang sebenernya terjadi .
"Jika aku tidak menyerahkan salah satu anak ku apa yang akan Mbah lakukan?." Tanya Reno
"Semua yang anda miliki akan lenyap tanpa sisa ,perjuangan anda ,usaha anda bahkan semua yang anda miliki akan menghilang dengan sekejap." Terangnya lagi membuat Reno terlihat stres meski kini tubuhnya sedang membelakangi Sherly yang kini berdiri di depan pintu kamar Itu .
"Jujur aku tidak sanggup jika harus kembali menjadi gembel ,aku tidak sanggup melihat istri dan anakku kelaparan karena kesalahan ku ,jadi aku memutuskan untuk memberikan Airin pada ratu kegelapan." Terang Reno dengan sangat ringan mengatakan tidak akan menumbalkan Airin pada ratu kegelapan.
"Tapi tuan ,anak yang ratu kegelapan inginkan hanyalah anak kandung dari kalian. " Terangnya lagi.
"Usman, Airin dan Sherin adalah anak kembar ,aku sengaja memisahkan mereka agar aku tidak terlalu menyayangi airin yang sudah ku buang dengan halus sejak awal,meski aku harus berbohong pada istriku tentang alasan ku memisahkan Airin dengan Sherin." Terang Reno menjelaskan pada Usman dengan nada semakin pelan.
JDEEERRRR
Bagai di sambar petir ,hati Sherly begitu sakit bahkan lebih sakit jika harus di selingkuhi,laki laki yang begitu dia cintai tega menumbalkan anak mereka demi harta dan juga tahta dan berbohong tentang alasannya memisahkan Airin dan Sherly ,dia mengatakan pada Sherly agar Airin aman dan tidak di ganggu oleh siapapun.
Kali ini Sherly Tak tinggal diam, dia mendobrak pintu sehingga membuat Reno dan juga Usman terkejut.
BRAAKK
Reno dan Usman terkejut melihat Sherly datang dengan wajah yang murka,
"Apa apaan kamu mas? jadi ini alasan kamu memisahkan Sherin dan juga Airin ? agar kamu Mudah melepaskan Airin demi harta ? kejam kamu ,kamu bukan manusia kamu iblis." Teriak Sherly sambil menunjuk Reno dengan tubuh yang sudah bergetar hebat akibat kenyataan yang ia tak tahu selama ini .
"Sayang dengar dulu sayang ,apa yang kamu dengar tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi." Terang Reno mulai mencoba menjelaskan pada Sherly ,namun kali ini Sherly sudah tidak sanggup lagi dengan semua ini,kali ini dia akan melawan smuanya sampai titik darah penghabisan.
"Iblis kamu mas ,, kamu bukan manusia kamu tak lebih dari seorang iblis ,binatang kamu ! " teriak Sherly tak terima.
PLAAK
sebuah tamparan keras mendarat di wajah Sherly. Reno tak terima perkataan kasar dari mulut Sherly.
"Ini semua aku lakukan demi kamu dan anak kita ,juga masa depannya." Teriak Reno menjelaskan lagi.
"Masa depan apa yang kamu inginkan hah,aku lebih baik mati dari pada menyerahkan anakku kepada iblis sialan itu " Teriak Sherly lagi.
Pertengkaran hebat terjadi di antara mereka hingga Reno begitu pusing ,bayangan kekayaan,kemarahan juga imbalan yang akan di dapatkan ,dan tentunya suara suara bisikan iblis mulai terngiang di telinganya ,sehingga dia lupa diri dan tanpa sadar dia memukul sherly dengan keras .
"Kurang ajar , diam kamu wanita sialan !." Geram nya langsung memukul Sherly.
BRUGH
BRAAAK.
"Aarkk ." Teriak Sherly terpental ke lantai.
Melihat itu entah kenapa Usman menjadi geram dan juga mukul Reno .
"Brengsek kamu Reno , jangan pernah kamu sakiti dia " Teriak usman tiba tiba membuat mereka terkejut bukan main.
"Aaaark , ,kamu juga ..kamu harus mati di tangan ku. " Geram Reno mengambil sebuah pisau dari sakunya dan melayangkan nya pada Usman.
Usman tiba tiba mengambil sebuah tali dari pinggangnya dan langsung mengarahkan itu pada Reno.
Jleb
Jleeb.
"Aaarrk ." Teriak Sherly ketakutan melihat kebringasan Usman .
Tak ingin kalah dengan Usman ,Reno pun berdiri dan langsung menyerang Usman habis habisan dengan pisua yang si pegang nya.
Sreeek
Sreeek
Jlebb
Jlebb
Brugh.
Pertengkaran terjadi antara mereka berdua ,sampai teriakan Sherly terdengar lagi saat Reno berhasil membuat usman tak berdaya dan kini Reno hendak menancapkan pisau itu ke dada Usman seraya berkata.
"Hahaha, tamat riwayatmu Usman,setelah membunuh mu aku akan membunuh Sarminah atau bik Minah itu." Ucap Reno
Degh
Lagi dan lagi Sherly terkejut dan kini ia sadar kenapa wajah Minah begitu tak asing di matanya karena Minah adalah Mbah sarminah.
"Apa? apa apaan ini? permainan apa ini?." Geram Sherly tak habis pikir merasa hidupnya di permainkan oleh orang orang di sekitarnya.
"MATI KAUUUUUUU , , ,AAAAAARRRKKK. " Teriak Reno.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments