Bab 2

Hening ....

hanya suara burung berkicau serta angin yang sedikit kencang juga suasana yang mencekam membuat bulu kuduk mereka merinding,terlebih kini mereka berada di dalam rumah keluarga Sherin , mereka duduk di ruang tamu rumah itu sambil menunggu orang yang telah membawanya ke dalam rumah itu .

"Rin,Kok rumah loe seram amat sih " ujar mika sambil mengusap kedua lengannya seraya pandangan mengedar kesana kemari.

Sherin yang mendengar itu pun menoleh.

"Aneh apanya,biasa aja.malah smuanya masih terlihat sama seperti puluhan tahun lalu saat gue masih kecil ."Jawab sherin sambil kembali berjalan pelan melihat hiasan demi hiasan yang ada di rumah itu.

Geger dan Daffa yang mendengar itu pun sontak saling tatap merasa ada yang tidak beres dengan Sherin.

"Rin, loe gak apa apa kan ?m " Tannya Daffa mendekat dan memegang pundak Sherin.

Degh!

"Ini minumannya." Ucap seseorang yang tadi membawanya ke rumah itu dengan suara serak dan pelan.

Sherin yang mendapat sentuhan itu seketika terkejut bersaman dengan datangnya pak Usman anak dari almarhumah Minah.

Mereka semua menerima minuman yang di suguhkan oleh Usman dan meminumnya.

"Terimakasih paman. " Ujar Sherin sambil menyeruput minuman nya.

Usman hanya mengangguk kecil ,wajah nya yang sedikit rusak akibat luka sayatan membuatnya sedikit menyeramkan,hal itu membuat mika sedikit tidak nyaman berada di sana,terlebih ada seorang anak muda seumuran mereka yang terlihat tidak begitu normal membuat mika semakin ketakutan.

"Jadi kamu anak nya pak Reno?. "Tanya Usman sambil mengamati mereka semua.

"Iya paman,saya anaknya pak Reno dan buk Sherly." Jawab Sherin sambil menatap anak laki laki yang sejak tadi membuat mereka berempat penasaran.

"Dia ridho,anak saya, jika dia normal dia akan seumuran sama kalian tapi dia sedikit berbeda,tidak bisa bicara" jelas Usman yang begitu mengerti arah tatapan sherin dan teman temannya.

"Ooh begitu,pantas saja "

Greek

Greek

Belum selesai Sherin berbicara mereka di kejutkan oleh suara kayu bergoyang.

"apa Itu?" Tanya Daffa sambil menoleh ke atas.

Daffa merasa seperti berada di sebuah rumah pohon yang pohonnya bergoyang akibat angin kencang.

Tiupan angin kembali menyapu tubuh mereka,

"Itu hanya suara pohon bergerak tertiup angin saja" ujarnya lagi kembali menenangkan mereka.

"Oh ya ,tujuan kalian ke sini mau apa? apa nak Sherin mau menginap?." Tanya Usman.

"Oh tidak paman, kami ke sini hanya ingin mampir,sudah lama sekali saya tidak ke sini,dan kebetulan saya juga mau mengunjungi makam orang tua saya." Jelas Sherin.

"Ooh saya kira nak Sherin mau liburan di sini bersama teman temannya." Jelasnya lagi.

"Wih ide bagus itu ,kita liburan di sini saja nanti, bagaimana?." Usul Geger yang begitu antusias jika tentang traveling.

"Hush,jangan gak gak deh,loe kan tahu si Sherin sangat terpukul jika mengingat rumah dan kejadian itu ,malah ngusulin buat liburan di sini lagi." Kesal Daffa mengingat kisah kelam kehidupan Sherin dari cerita Sherin

"tlatau nih ,loe kaya kenal sama kita kemarin aja ,lupa apa gimana sih loe ? " Sambung Mika dengan sedikit berbisik takut Sherin mendengar.

"Gak apa apa guys,gue juga kepikiran begitu sih

" Jawab Sherin.

Mendengar jawaban itu Geger semakin antusias " Nah kan apa yang gue bilang,kita liburan di sini aja nanti,kalian setuju kan?." Usulnya lagi.

"Rin,loe yakin? " Tanya Mika memastikan,dia tahu jika sahabatnya itu sangat tidak mau mengingat masa lalunya yang merenggut nyawa kedua orang tuanya itu.

Sherin terlihat berfikir sejenak kemudian mengangguk.

" Iya ,kalau kalian setuju,lagian itu kejadian sudah sangat lama dan juga gue gak mungkin kan selamanya akan terjebak dalam bayang bayang masa lalu gue,gue juga mau hidup tenang dan tetap fokus kedepan meraih cita cita gue." Jelas Sherinm

Dia sedikit mengerti dan paham akan hidupnya,dan kini dia ingin melawan rasa trauma itu agar dia bisa dengan tenang menjalani kehidupan nya untuk kedepannya.

"Jiika kalian ingin liburan dan menginap,silahkan.

kasi tahu paman biar paman bersihkan tempat ini." Jelas Usman.

"Iya paman,soalnya di luar juga udh kaya hutan ,rumput liar Dimana mana." Jelas geger.

"Hehe iya,saya minta maaf,karena saya jarang ke sini,sekali pun datang saya hanya membersihkan debu debu di dalam saja." Jelas Usman.

Sherin kembali menatap sekitar ,pandangan di matanya begitu berbanding terbalik dengan apa yang di katakan oleh geger dan juga yang lainnya.

"Ada apa dengan mataku?" Gumam Sherin.

Dalam penglihatan nya ,rumah yang sekarang meraka tempati sama persis seperti puluhan tahun yang lalu,begitu bersih dan juga indah sama seperti pertama kali dia datang ke rumah itu,terlebih di luar ,taman yang begitu indah dan hijau akan rumput rumput yang di jaga pertumbuhan nya juga bunga bunga yang begitu indah bermekaran di sana.

Sherin sejenak meninggalkan mereka yang masih berbincang dengan Usman,dia berjalan pelan ke halaman rumah yang begitu luas,di mana bayangan ia bermain terlihat jelas di matanya ,membuatnya kembali melihat sosok seorang ibu yang sudah melahirkan nya ke dunia menyambutnya dengan senyuman manis yang mengembang di bibirnya juga rentangan tangan yang siap mendekapnya.

Tak terasa senyuman dan air mata Sherin menetes begitu saja membasahi pipinya,bayangan itu terlalu indah sampai ia tak bisa membendung tangisnya mengingat senyuman indah sang mama.

"Maa" Panggil Sherin pelan.

Panggilan itu membuat bayangan Sherly di matanya terdiam dan menoleh,seketika mata Sherly yang menatap Sherin berubah menjadi hitam dan menyeramkan.

Degh!.

Sherin sangat terkejut dan hendak berteriak,namun mika datang dan menyapanya membuatnya bisa mengendalikan keterkejutan nya itu.

"Hei ,loe ngapain di sini, ayo balik udh mau sore,kita belum ke makam ke dua orang tua Lo kan?." Ujar Mika sambil menarik tangan Sherin.

Bayangan itu masih diam di tempat ,semakin jauh Sherin berjalan bayangan Sherly semakin menghilang.

**

Di perjalanan pulang ,Sherin hanya diam tak mengeluarkan sepatah katapun,geger melihat itu dari kaca spion tengah menyapa Sherin.

"Rin? apa ada yang tidak beres? biasanya loe gak kaya gini?."Tanya geger.

Daffa dan juga mika pun memikirkan hal yang sama ,mereka pun merasakan perbedaan terhadap sikap Sherin sejak pergi kerumah itu.

"aeeh gak kok,gue gak apa apa." Jawab Sherin tak ingin memberitahu mereka apa yang sebenarnya terjadi.

"Yakin gak ada apa apa? sebab loe itu beda banget sejak tadi pas kita ke sini,! apa loe melihat penampakan?." Tanya Daffa sedikit bercanda sambil memperagakan hantu dengan kedua tangannya.

"Iiiih loe ya jangan ngomong macam macam." Kesal mika.

" lya kan siapa tahu." Sambung Daffa.

"Daffaaaaa.." Kesal Mika.

"Awaaaaassss." Teriak Sherin..

ckiiiitttttt.........

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!