Bab 9

Ridho hanya terdiam dan menunduk. Kemudian dari kantung celananya yang kebesaran, dia mengambil sesuatu untuk diberikan pada Sherin. Dia lalu berbisik pada Sherin, "Buah?"

Sherin membalas dengan ucapan pelan, "Dari mana kamu dapat buah ini?" Namun, Ridho hanya menunjuk lalu pergi begitu saja. Sherin pun melepaskan Ridho karena dia sudah mendapatkan apa yang dia cari.

"Mungkin mereka sudah menyelesaikan semuanya," gumam Sherin. Usman kemudian muncul membawa parangnya dan bertanya apakah mereka sudah sarapan. Sherin sedikit terkejut dan menjawab sebisanya.

Setelah itu, Usman membersihkan bekas makanan mereka dan Sherin berusaha menghalangi Usman dari masuk ke rumah karena takut teman-temannya masih berada di sana. Sherin mencoba menggunakan ponselnya, namun tidak ada sinyal di tempat tersebut.

"Sialan," gumam Sherin. Dia lalu menghentikan Usman dan memintanya untuk mengantarnya ke makam Bik Minah karena dia sudah menginap di sana selama beberapa hari dan belum mengetahui dimana makam tersebut berada.

Usman menyetujui dan langsung membawa piring dan gelas bekas sarapan mereka. Meskipun terlihat mereka semua saling menyalahkan, Sherin meyakinkan mereka dengan anggukan pelan sehingga akhirnya mereka menurutinya.

***

Hari begitu cepat berganti menjadi sore hari, di perjalanan mereka melalui jalan yang begitu panjang. Sore hari mendekati malam ketika mereka sudah berjalan kaki hampir sejauh dua kilometer, namun tempat tujuan mereka masih belum terlihat. "Paman, apa masih jauh?" tanya Geger dengan berani.

Usman hanya menoleh ke belakang dan menjawab singkat, "Sebentar lagi." Lalu, mereka berhenti di dekat pohon tua yang besar dan berakar.

Sherin terkejut melihat pohon itu karena merasakan bahwa dia pernah melihatnya sebelumnya, namun tidak tahu di mana. "Kayaknya pernah lihat," gumam Sherin, yang didengar oleh Geger.

"Maksud lo?" tanya Geger.

Sherin memberi kode agar dia diam dan memperhatikan Usman, yang akan membaca mantera untuk memanggil sesuatu. Sherin tiba-tiba melihat gambaran dalam pikirannya tentang apa yang akan terjadi pada mereka.

"Apa ini?" gumam Sherin dan melihat Usman sudah siap membaca mantera. Dia menyadari bahwa mereka berada di tempat di mana ratu kegelapan mereka bersemayam dan membawa tumbal untuknya. Sherin sadar bahwa mereka sedang dalam bahaya.

"Tidak, tidak... ini tidak benar," ucap Sherin sambil merasa panik dan menarik semua temannya untuk mundur.

Tiba-tiba, angin kencang datang dari arah yang tidak diketahui. "Ini apa?" ucap Mika ketakutan dan menarik tangan Daffa untuk berpegangan.

"HENTIKAN!" Teriak Sherin. "Kita harus segera pergi dari tempat ini, CEPAT!" Teriak Sherin sambil menarik teman-temannya. Mereka berbalik dan berlari, tetapi Mika seolah-olah ditarik oleh sesuatu sehingga dia melayang. Beruntung tangan mereka saling berpegangan.

"Buaahahahahahaha, inilah persembahan terbesarku, wahai ratuku," ucap Usman dengan lantang sambil merentangkan tangannya dan menoleh ke atas.

"AAAAARRRRK, tolong..." teriak Mika.

"MIKA..." teriak Sherin.

"Mika..." teriak Daffa dan Geger.

"Pegang erat tanganku," teriak Daffa. Daffa mengeratkan pegangannya pada Geger dan dia berpegangan pada Sherin.

"Arrkkk, tahan, " teriak Sherin dengan kuat. Entah darimana kekuatan Sherin datang sehingga dia bisa menahan kekuatan itu dan saling menarik.

"Riin, tolong aku, Daffa tolong, Geger tolong aku..." teriak Mika dengan menangis ketakutan.

"Huahaha, inilah yang sudah kucari selama puluhan tahun. Tak kukira kalian datang membawa teman-temanmu. Bagus, aku bisa sekalian mengambil jiwa teman-temanmu," ucap ratu kegelapan yang sudah lama menginginkan Sherin.

"Apa?!" terkejut Sherin.

"Kurung mereka!" perintah ratu kegelapan dan tiba-tiba angin pun berhenti, membuat Mika terjatuh ke tanah.

"Arrkkk!" teriak Mika.

"Mika...!" teriak mereka lalu berkumpul dan saling berpelukan dan saling menguatkan.

"Kalian baik-baik saja sekarang? Tidak apa-apa kan, Mika?" tanya Sherin.

"Iya, gak apa-apa. Gue takut, Rin," tangis Mika.

"Sudah, sudah. Kita akan selalu berada satu sama lain.

Apapun yang terjadi kita tidak boleh berpisah, kalian dengar?" ungkap Sherin menatap mereka satu per satu.

"Loe benar, Rin. Kita harus tetap bersama apapun yang terjadi dan tidak boleh berpisah," ucap Geger.

Tak lama kemudian, sekumpulan orang berkumpul dan mengepung mereka. Wajah mereka menyeramkan dan menakutkan, bahkan suara mereka seolah-olah ingin memakan mangsa. "Arrkk, siapa mereka... gue takut," tangis Mika.

"Alamaaakkk," kaget Daffa.

****

Flashback on

35 tahun lalu Kehidupan seorang laki laki mapan yang bernama RENO ABRAHAM yang saat itu menjadi CEO di sebuah perusahaan swasta sangatlah sempurna,di usianya yang masih di bilang muda dia berhasil menikahi seorang wanita cantik dari kalangan model yang bernama Sherly Laura.

Kehidupan mereka sangat bahagia ,bahkan apapun keinginan Sherly sangatlah mudah bagi Reno untuk di dapatkan,namun satu hal yang membuat Reno merasa kurang yaitu Sherly tak kunjung hamil.

Segala cara telah mereka lakukan untuk mendapat momongan, konsultasi ke dokter kandungan ,bahkan ke berbagai macam orang pintar atau Dukun telah ia datangi,namun hasilnya tetap sama , Sherly tak kunjung hamil.

"Apa salah ku tuhan!." Teriak Reno yang kini sedang berada di pinggir jalan,dia merasa frustasi dan hampir putus asa,dia sangat mencintai Sherly dan tidak ada niatan untuk menduakan Sherly meski Sherly mengajukan diri untuk di poligami.

"Mas,aku ikhlas jika kamu mau poligami,asal kamu bisa punya anak mas. " Entah dari mana ide gila Sherly itu datang,sampai dia datang ke pada suaminya dengan membawa seorang wanita yang bernama Mia.

Bagai bom yang hampir meledak, Reno sangatlah kaget mendengar penuturan itu ,ia tak habis pikir sama jalan pikiran Sherly yang menyuruhnya untuk berpoligami .

"Apa ? apa maksud kamu sayang,jangan ngelantur kamu. " Jawab Reno sambil memegang kedua bahu Sherly yang kini menatapnya dengan penuh kesedihan.

Sherly "Hiks, aku serius mas, ,aku sengaja membawa Mia pada mu agar kamu mau menikahi Mia dan Mia bisa melahirkan anak buat kamu. " Terang Sherly dengan air matanya.

Plak !.

Sebuah tamparan mendarat tanpa sengaja di pipi Sherly,namun Reno langsung tersadar dengan perlakuan nya itu telah menyakiti istrinya .

"Sayang,maaf aku tidak bermaksud menamparmu,aku tidak bermaksud sayang." Ujar Reno sambil mengelus pelan wajah istrinya yang tadi sempat di tamparnya .

Sherly hanya diam ,dia tak marah ataupun kecewa ,malah dia bersyukur jika Reno tidak setuju dengan idenya yang mengizinkan suaminya untuk poligami karena dia sendiri pun belum siap,namun jika hanya dengan sebuah keturunan menjadi syarat untuk Reno bahagia dan juga menjadi ahli warisnya maka Sherly rela memasukkan sahabatnya ke dalam kehidupan mereka.

"Sayang,aku tidak marah dan sikapmu wajar seperti itu ,maafkan aku sayang maaf " ucap Sherly kemudian memeluk suaminya meminta maaf atas kelancarannya.

Melihat itu wanita bernama Mia menjadi kesal dan merasa di permainan kan.

"Apa apaan ini sher, ,kamu menyuruhku datang ke sini hanya untuk melihat kalian bermesraan saja hah?." kesal Mia yang hanya menjadi penonton sadari tadi.

Mereka melepaskan pelukannya lalu Sherly mendekati Mia dan meminta maaf atas ide gila nya.

"Mia,maafin aku ya,aku tidak bermaksud untuk mempermainkan kamu, hanya saja aku sadar aku tidak sanggup dan mas Reno pun tidak mau." terang Sherly sambil memegang kedua tangan sahabatnya itu sambil mengucap kaya maaf.

Merasa di permainankan Mia geram dan mendorong Sherly lalu mengancamnya.

"awas kamu ya! aku akan balas dendam!." Ancamnya lalu pergi begitu saja.

"Mia,tunggu Mia." Teriak Sherly ingin kembali menjelaskan pada Mia namun Mia tak mau menoleh dan pergi begitu saja dengan rasa bencinya.

"Sayang cukup, , biarkan dia pergi." Ucap Reno menghentikan Sherly yang hendak mengejarnya dan kembali memeluknya.

"Maaf sayang. " Sherly kembali meminta maaf di balas anggukan Reno .

"Sudahlah lupakan saja dan jangan sekali kali kamu berpikir seperti itu lagi ,aku tidak suka sayang. " terang Reno.

"Iya sayang ,aku hanya takut saja jika kita tidak akan bisa mempunyai keturunan ,dan aku tahu kamu sangat ingin sekali mempunyai anak bukan. " Bukan hanya Reno tapi Sherly pun Sama dia juga mau mempunyai keturunan.

"Sherly sudahlah jangan di pikirkan ,aku akan mencari cara untuk mendapat jalan keluarnya tanpa harus menyakiti kamu dan aku." Terang Reno lagi.

"Tapi mas, , aku rasa Mia anak yang baik jika mama benar benar memberikan batas waktu buat kamu untuk aku melahirkan cucu untuknya sayang. " Sherly masih saja memikirkan ide gilanya padahal Reno sudah mengatakan tidak. Dan tak lama seseorang datang malam malam ke rumah mereka mengetuk pintu.

Sherly membuka pintu .

"Mana Reno?." Tiba tiba ibu mertua Sherly datang dan berbicara pada anaknya.

"Pokoknya mama gak mau tahu,batas Kamu hanya enam bulan ,jika sampai enam bulan kamu tidak hamil Sherly ,mama akan mencarikan calon istri buat reno,camkan itu ,dasar mandul. " Geram Lita mama Reno membuat Sherly hanya bisa menangis tersedu .

"Mama datang ke sini bukan untuk melihat kamu menangis Sherly ,tapi mama mau kamu segera hamil keturunan satu satunya keluarga ABRAHAM. " Terangnya lagi.

"Ma cukup ma,kita sedang berusaha,bukan cuma mama yang menginginkan cucu,bahkan kami pun sangat menginginkan anak ma,jadi aku minta jangan mama salahkan Sherly,Karena ini juga salah aku." Teriak Reno membela istrinya.

"Aaarh sudah lah ,mama capek melihat kalian berdua " marah Lita kemudian pergi begitu saja.

"Puas kamu mas hah ,puas kamu melihat aku di caci maki oleh mama di hina oleh mama,jika kamu mau menikah lagi maka kamu sudah pasti bisa punya anak. " teriak Sherly tersulut emosi karena setiap kali dia bertemu Lita ,Lita selalu mengatakan dirinya mandul,bahkan terang terangan dia mengatakan pada Sherly jika dia akan mencari calon menantu idamannya.

Panas yang di rasakan oleh Reno saat ini, dia pun tak dapat mengontrol emosinya sampai dia pun berteriak frustasi dan memilih pergi

"Aaaarrrkkk, diam kamu !" Bentaknya sambil mengusap kasar wajahnya lalu pergi begitu saja takut jika dia tetap di sana , Sherly akan menjadi korban amukannya.

Di jalan dia sangat frustasi,bahkan tak menghiraukan siapapun.

"Qpa salahku tuhan!." Teriak Reno sangat kencang.

Dia berjalan tak karuan dan saat melawati sebuah taman kecil ,dia duduk di sebuah bangku taman,samar namun jelas dia mendengar jika seseorang tengah membicarakan dukun sakti yang membuat Reno penasaran.

"Yang benar jamu mal?." Tanya seseorang yang ternyata taman sebangku nya.

"Sumpah Din , istriku sekarang hamil berkat dukun sakti itu ." terangnya dengan wajah senang.

"Waah sakti sekali kalau begitu. " Puji yang lain membuat Reno semakin penasaran.Dia berbalik arah dan mendekat ke arak orang orang itu,Reno memberanikan diri untuk bertanya dan mencari tahu tentang dukun itu.

"Permisi mas ,maaf tadi saya kalau tidak salah dengar kalian menyebut tentang dukun sakti? benar begitu?" tanya Reno memastikan .

Laki laki itu menatap Reno dari bawah sampai atas sebelum menjawab pertanyaan nya ." Apa kamu mempunyai masalah yang sama dengan ku?." Tanya Laki laki itu yang ternyata bernama Jamal.

Reno pun diam sejenak kemudian mengangguk dan menceritakan semuanya,setelah itu Jamal langsung menawarkan sesuatu yang menarik baginya.

"Sini aku kasi tahu." Bisiknya dan entah kenapa reno langsung mengangguk tanda setuju.

🖕🖕🖕🖕.

apakah itu?

kek bab selanjutnya...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!