Bab 3

ckiiiitttttt...

Geger segera menginjak rem dengan mendadak membuat mereka sedikit berguncang.

Sherin tanpa pikir panjang langsung turun dan berlari kedepan ,menatap ke samping maupun ke bawah .

ketiga temannya pun sangat kebingungan melihat tingkah Sherin.

Geger dan yang lainpun lngsung keluar menemui Sherin.

"Rin loe liat apa?." Tanya geger sambil mendekat .

Daffa dan juga Mika ikut melihat situasi di dekat mobil dan tidak ada tanda tanda apapun.

"kalian gak liat apa ada kucing hitam yang kita tabrak tadi." Ujar Sherin dengan wajah cemas ,dia khawatir kucing itu akan mati.

"Tapi Rin,gak ada apa apa di sini,dan gue juga gak liat apapun di jalan tadi." Jawab geger di angguki Daffa dan juga mika.

"iya gue juga gak liat apapun."Sahut mika.

"loe kurang enak badan mungkin Rin,mending Ayo kita masuk biar cepat balik ,udah mau malem ini." Ajak Daffa

"iya bener ,mending sekarang kita masuk dan cepat pulang sebelum terlalu sore." Sambung Geger.

Sherin pun mengangguk ,dan mereka pun masuk ke dalam mobil ,namun saat hendak masuk Sherin melihat kucing hitam itu berjalan ke belakang,Sherin hanya memandang dan mengikuti kemana jalannya kucing itu .

" Kucing itu. " Gumam Sherin.

"Ayo Rin,cepat." Tegur Mika ,Sherin mau tau mau harus naik dan menutup pintu mobil lalu Geger menyalakan mobilnya dan langsung melaju.

Pandangan Sherin terus kebelakang melihat kucing itu melompat ke seorang anak kecil yang berpakaian serba putih ,lalu menggendong kucing itu dan mengelusnya.

pandangan anak kecil itu menatap Sherin lalu tersenyum manis,Sherin pun kebingungan mengapa anak kecil itu tersenyum padanya.

"Sssh,sudahlah gak usah di pikirkan." gumam Sherin kemudian kembali menatap ke depan dan bercengkrama dengan teman temannya lagi.

****

Di kampus

Mereka kini tengah berada di sebuah ruangan yang meraka gunakan untuk berkumpul membahas tentang sesuatu yang akan mereka kerjakan.

Mika dan Sherin pun datang dengan membawa makanan dan juga minuman buat mereka.

"oh ya Ger,target kali ini kita Kemana?." tanya Sherin.

"Hmm,gue masih memikirkan nya, dan coba loe lihat ini." Ujar Geger memberikan sebuah foto pada Sherin.

"Apa sih." Sahut Daffa yang penasaran begitu juga dengan Mika.

"Kalian ingat pas kita ke kolam yang katanya angker itu?" Tanya Geger.

"Iya ,itu 3 bulan yang lalu kan? terus kenapa dengan foto nya?."Tanya Mika merasa tidak ada yang aneh.

"Gue baru ngeh di sini. "Jelas Geger sambil menunjuk ke arah foto itu .

Di dalam foto terlihat sebuah kolam renang yang sangat kotor bahkan airnya sudah berlumpur, sampah di mana mana,namun di sudut kolam jika di perhatikan ada sebuah penampakan yang menyerupai anak kecil yang sedang berdiri dengan tatapan kosong,jika tidak di perhatikan gambar itu tidak akan jelas dan malah tidak terlihat sama skali karena tumpukan sampah di mana mana.

"Iya loe benar Ger." Kaget Mika ,dia yang paling penakut kini tambah takut untuk ikut untuk berburu hantu.

"Cemen loe Mik,gitu aja takut, selama kita tidak menggangu mereka kenapa juga mesti takut,bener gak guys?" Ujar geger sangat percaya diri.

"Tapi selama kita pergi dan mengamati tempat tempat horor ,baru kali ini loh kita menemukan hal hal seperti ini,bahkan ini perjalanan terakhir kita setelah kita memutuskan untuk berhenti bukan?, " sambung Daffa.

"Apa ini sebuah petunjuk buat kita agar tetap membantu orang orang?" Tanya geger lagi.

"Haaaah,jadi kalian mau berburu lagi? " tanya Mika.

Geger dan Daffa mengangguk.

"No!. Gue gak mau, kemarin kemarin cukup ya buat gue jantungan,ketemu kuntilanak rambut pendek,pocong kecebur got,bahkan tuyul lupa pake Pampers." Celetuk Mika tidak menerima usulan.

"Loe kurang jelas Mik,ada juga tuh hantu jadi jadian yang sengaja jadi hantu demi nafsu." Sambung Sherin mengingat betul perjalanan mereka selama berburu hantu.

"Dan juga gue gak mau ya liat loe ngompol di celana lagi pas ketemu suster ngesot si lorong rumah sakit kosong. " ucap Mika lagi sambil mengarah ke Daffa.

"Hahahaha." Tawa Sherin dan juga Geger

"Aah elu mah ,itu jangan di ungkit ungkit." Sahut Daffa merasa itu sebuah aib.

"Siapa suruh loe setuju." Mika kembali mencela ucapan Daffa.

"Sudah sudah,masalah itu kita pikirkan nanti saja,dan yang mau gue bahas di sini sebenernya adalah rencana liburan kita ke rumah Sherin ,jadi kita ke sana?." Tanya Geger membahas kembali rencana liburan mereka yang akan berlangsung seminggu kedepan.

"Gue sih tergantung Sherin aja,loe gimana Rin?." Tanya Mika yang masih terlihat tidak nyaman membahas itu .

Namun siapa sangka Sherin malah setuju dan mengangguk untuk liburan ke sana.

"Lo yakin?." Tanya Mika lagi,ia ingin memastikan bahwa Sherin benar benar ingin kesana tanpa terpaksa.

"Loe gak usah khawatir Mik,gue yakin seyakin yakinnya dan gue juga gak mau kali gini terus selamanya,gue mau belajar buat menerima kenyataan dan harus fokus pada hidup gue kedepannya." Jelas Sherin meyakinkan teman temanya bahwa dia ingin mengubur dalam dalam masa lalunya dan membuka lembaran baru buat hidup barunya.

Ia akan memulai semua itu dengan mengikhlaskan semua yang telah terjadi ,dan berusaha melupakan kejadian itu dengan tinggal beberapa hari di sana untuk menghilangkan trauma nya.

"Baiklah kalau begitu kita mulai rencana kita." Jelas Geger yang mulai membuka suara untuk membahas persiapan mereka selama liburan.

****

Hari liburan pun telah tiba.

Kini mereka tengah siap siap untuk berangkat,Sherin berdiri di depan cermin memantapkan hati untuk memulai semuanya mulai hari ini,di genggamnya erat sebuah liontin yang di dalamnya terdapat foto orang tuanya.

"Ma,Pa, doakan Sherin ya." Ucap Sherin dalam hati.

Tiinnn...tiiiinnnn

"Rin,,ayo cepat." teriak Geger dari luar menunggu Sherin keluar dari rumahnya.

"Ia ,ya , sebentar." Teriak Sherin, dia dengan cepat menutup Liontin itu dan langsung memakainya kemudian mengambil tas nya dan langsung keluar.

"Gimana? semuanya sudah siap?." Tanya Geger.

"Siaaaap." Jawab mereka serempak.

"Baiklah kalau begitu,let's goooo. " Ucap Geger langsung menyalakan mobil dan mengemudi.

Di perjalanan mereka sangat antusias dan juga senang bahkan musik mereka nyalakan seolah olah mereka sedang berada di sebuah diskotik.

"Eeh kalian ada yang mau beli sesuatu gak di Alfa?. " Tanya Geger.

"Belikan cemilan gih sana." Ucap Daffa menyuruh Mika dan juga Sherin

"Baiklah,ayo Rin." Ajak Mika.

Geger pun menepikan mobilnya ,Sherin dan juga Mika segera turun dan berjalan menuju Alfa untuk berbelanja.

"Kita mau beli apa?." Tanya Mika

"Beli cemilan dulu aja ayok." Ajak Sherin.

Mika dan Sherin memilih makanan ringan dan masukannya ke dalam keranjang belanjaan.

Namun saat hendak ingin berjalan lagi Sherin yang memegang keranjang belanjaan tak sengaja menabrak seseorang sampai keranjang nya jatuh ke lantai.

"Astaga maaf maaf,saya minta maa. " Ucapan Sherin terhenti saat menoleh ke atas tidak menemukan siapapun di sana.

"Rin, loe kenapa? loe ngobrol sama siapa?." Tanya Mika yang baru saja datang menghampiri Sherin

........

Jangan lupa tinggalkan komentar ya...!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!