***
Pagi menjelang bersama dengan abu ratu kegelapan juga tempat persemayaman nya.
Mereka semua menatap matahari dengan perasaan lega,terlebih Geger,Daffa dan juga Mika yang merasa beberapa hari setelah memasuki rumah milik Sherin mereka merasa matahari begitu beda dari biasanya,kali ini sinar matahari seakan menyambut mereka berempat.
Seiring matahari terbit Sherin menatap kebelakang di mana ada Ridho yang masih setia menunggu jasad Usman ,juga Airin yang sedang di gandeng oleh Reno juga Sherly .
Sherin menoleh begitu juga dengan yang lain ,mereka semua tersenyum begitu juga dengan Ridho yang ikut menatap Reno,Sherly dan juga Airin.
"Terimakasih ma , , pa , , dek " Ucap Sherin sambil tersenyum bahkan dalam senyuman itu ada air mata kebahagiaan yang menyertai nya.
Mereka bertiga membalas senyuman itu dengan tersenyum kembali,kemudian perlahan menghilang seiring matahari menampakan cahayanya menembus tubuh mereka.
Mereka bertiga memeluk Sherin dan memberinya semangat,setelah semuanya selesai barulah mereka menguburkan jasad Usman di tempat pemakan desa itu .
Dan saat mereka hendak pulang ,sherin menatap rumah yang dulunya di pandang indah kini menjadi sangat gelap dan terbengkalai.
"Ini Gila sih, aku gak tau kalau kita tinggal di sini." Ujar Daffa secara terang terangan mengatakan itu di dekat Ridho .
"Maafkan aku " ucap Ridho tanpa ragu.
"Buset, , lo bisa bicara ternyata?." Kaget Geger.
"Hush, , kalian ini. " Kesal Sherin mengayunkan tangannya mengarah ke Geger
"Kamu tidak salah Ridho,kamu Melakukan itu juga bukan karena keinginan mu kan ? jadi kamu tidak usah merasa bersalah." Jelas Sherin.
"Sherin benar , kamu sekarang bisa hidup tenang tanpa gangguan apapun." Sambung Geger.
"Ayolah kita pulang, aku makin takut di sini. " Rengek Mika.
"Hahaha , , ,ayoo ." ajak Sherin dan yang lainnya pamit pada Ridho.
Namun sebelum pergi, Sherin mengajak Ridho kembali memikirkan apa yang tadi di katakannya saat di pemakaman.
"Aku harap kamu memikirkan apa yang aku katakan tadi ,dan aku akan menunggumu." Ucap sherin sebelum benar banar masuk mobil.
"Baiklah ,aku akan menghubungimu nanti ." Jawab Ridho tersenyum.
Dan kini Sherin juga yang lainnya benar banar meninggal rumah itu dengan perasaan lega dan penuh syukur bisa keluar dari maut dengan selamat.
"Terimakasih." Ucap sherin dalam hati sambil menatap Ridho juga rumah lamanya yang sudah menampakkan keasliannya yang begitu kotor dan terbengkalai.
Sherin tersenyum sebelum menoleh kedepan karena dia melihat orang tuanya juga Airin melambaikan tangannya sambil tersenyum.
"Selamat jalan she. " Gumam Ridho dalam hati sambil menatap mobil yang Sherin tumpangi semakin jauh dan hilang dari pandangan nya.
*****
Merasa lega,yah itulah yang di rasakan ke empat sahabat itu ,kini ia bisa menjalani kehidupan nya seperti biasa,bercanda dengan para teman-teman seperjuangan nya,bahkan kini mereka hanya bisa duduk manis di bangku nya sambil memangku dagu melihat teman temannya bermain saling lempar layaknya anak SMP.
"Hhh, , ,gue gak nyangka kita masih bisa berkumpul di sini " Ujar Geger tanpa menoleh.
Mendengar itu ,Daffa hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus pada objeknya " Loe benar ger,gue merasa apa yang kita alami kemarin hanyalah sebuah mimpi belaka ".
"Hmm, , ,gue kemarin benar benar merasa hidup gue telah berakhir ,namun kini gue rasa jodoh gue telah datang " Ucap Mika tiba tiba sumringah melihat seseorang masuk ke dalam kelas mereka.
"Apa? jodoh ?" Ucap mereka bertiga sambil menoleh ke arah Mika yang pandangannya tertuju ke arah pintu keluar .
Sorang pria bertubuh atletis berjalan gagah menuju mereka berempat,dengan sikap dinginnya dia meminta pada mereka berempat untuk ikut ke ruangannya .
"Kalian berempat ikut saya keruangan saya ." Ucap nya dingin tanpa berkata lain ia langsung keluar .
"Waaah , ,dia minta gue ikut guys,apa dia jodoh gue ?" Tanya Mika masih tak sadar.
Sejak tadi hanya Sherin yang memandang langit mengingat Ridho yang belum juga menghubungi nya, namun ucapan Bone sang dosen menyadarkan lamunannya ."Astaga ..apa di kepala loe cuma ada cowok ganteng? hellow Mika,kita di suruh keruangan pak Bone sekarang ,ayo cepat sebelum dia murka ,loe tahu sendiri kan kalau dia Murka,bagaimana nasip kita." Jelasnya sambil memperbaiki duduknya dengan berdiri hendak pergi dengan menarik tangan Mika dan juga yang lainnya .
Tolok
Tak
Tok ..
Taak...
Ganya suara langkah kaki mereka yang terdengar di koridor kelas ,mereka berjalan tanpa suara dan berhenti tepat di depan pintu ruangan Bone sang dosen.
"Lo aja. " Ucap mika menoleh ke arah Daffa
"Loe aja." Balas Daffa menoleh ke arah Geger
"Rin,loe deh." Lanjut Geger melempar tatapan ke arah Sherin.
"Apalagi gue,mending loe aja Mika. " Sambung Sherin.
"Hmm gue takut, Rin.Pasti ada sesuatu sampai kita di panggil ke sini" ucap Mika
"Khem khem, , apa tidak ada yang mempunyai tangan untuk mengetuk pintu?." Ucap Bone menatap ke arah pintu keluar yang sudah terlihat jelas wajah mereka dari.
"Ckck,dia tau aja kita di luar ." Ucap Mika sambil mengeluh .
"Hhhh ya jelas lah ,orang ruangannya dinding kaca gini,ya sudah ayo masuk " Ucap Sherin sambil menggandeng tangan Mika.
"Permisi pak. " Ucap Geger mulai menampakan dirinya dari persembunyiannya mereka.
"Masuk ." Jawab Bone.
Mereka berempat mendekat dan Sherin juga Mika duduk di kursi berhadapan dengan Bone, sedangkan Geger dan Daffa memilih berdiri di samping Sherin dan juga Mika.
Tok..tok..tok..hening .! hanya ada suara ketukan bolpoin yang terdengar ,mereka menjadi tegang saat Bone memperhatikan mereka satu persatu tanpa suara .
"Apa sih mau ya dosen ini,untung ganteng kalau gak udah gue tinju dia." Gumam Mika merasa kesal.
Lima menit berlalu tanpa suara ,dan kini Geger sudah tak sabar lagi dengan maksud Bone memanggil mereka. Geger bergumam pelan membuat Bone menatap tajam ke arahnya.
"Pak , ," ucap Sherin hendak bertanya namun ucapannya langsung di potong oleh Bone.
"Dari mana saja kalian selama sebulan ini?." Tanya Bone
Degh
Mereka semua saling menatap dan terkejut "Apa?,sebulan?." ucap mereka serempak.
Bone mengangguk heran," ia sebulan, kalian tidak masuk tanpa kabar ,orang tua kalian pun tidak tahu di mana,apa kalian mau mempermainkan kami? apa kalian tidak tahu betapa ruginya kalian jika putus kuliah dari tempat ini hah?." Jelas Bone membuka suara,ia tak habis pikir dengan ke empat anak muridnya yang tak memberi kabar bahkan keluarga mereka pun tak tau mereka di mana .
"Gak mungkin kita selama itu gak masuk pak? kita kan baru 3 malam pergi ke sana ,iya kan guys." Terang Mika tak terima dengan hukuman yang akan di terima mereka.
"Aoa maksud kalian ?. " Tanya nya lagi.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Chercher
semangat ya Thor. cerita kamu bagus dan ga terduga. aku suka
2024-09-26
1