Entah dorongan dari mana Reno mendatangi seorang Wanita tua di sebuah rumah di tengah hutan,bersama dengan Jamal yang tadi membawanya ke rumah mbah Sarminah.
"Maaf saya tidak bisa membawa anda ke dalam ,itu rumahnya saya permisi. " ujar Jamal langsung pergi meninggalkan Reno sendiri yang kini tengah berdiri di depan rumah yang terbuat dari bambu yang masih sangat sederhana.
Reno memantapkan hati dan memasuki rumah itu ,ia mengetuk pintu dengan pelan kemudian datang seseorang membuka pintu.
"Permisi,apa ini rumah Mbah sarminah.?." Tanya Reno.
Lelaki itu mengangguk,dan mempersilakan Reno masuk menemui mbak sarminah.
"Silahkan masuk,Mbah di dalam. " Terangnya ,kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Permisi mbah ." Sapq Reno
"masuklah! " Sahut Mbah sarminah tanpa memperlihatkan wajahnya ,wajahnya di tutupi tirai yang mengelilinginya,Tak ada yang bisa melihat wajah itu kecuali orang orang tertentu.
Reno dengan perasaan tidak karuan pun duduk sambil menatap sekitar yang di penuhi oleh tulang belulang entah itu milik manusia atau apa Reno tak tahu.
"Saya tahu,kedatangan kamu ke sini ingin memiliki keturunan bukan?." Tebak mbak sarminah tanpa basa basi.
Reno sontak mengangguk dengan pelan,dan mulai menceritakan kisahnya ,Mbah sarminah pun mulai menjelaskan jika masuk ke dalam dunia gelap bukan hanya dengan mudah memiliki keturunan,namun dia juga bisa menjadi kaya raya.
"Tapi ada syaratnya." Ujar mbak sarminah.
"Apa mbah?." Tanya Reno
"jika kamu sanggup maka kamu akan tau sendiri nanti syarat apa itu ." Jelas mbah Sarminah.
"Apapun itu pasti saya sanggup mbah,asal istri saya bisa hamil dan melahirkan anak keturunan saya. " Jelasnya merasa lega dan ada harapan untuk memiliki keturunan.
Sarminah tersenyum dengan pelan kemudian meminta foto Sherly, kemudian dia mulai menjalankan ritual nya dan hampir satu jam mereka di sana sampai akhirnya mbak Sarminah menyuruh Reno untuk pulang dan memeluk istri ya lalu meminta maaf dan menceritakan semuanya.
"Silahkan kamu boleh pulang! " ujar mbak sarminah .
Dengan perasaan lega dan senang dia berpamitan dan langsung pergi.
"Terimakasih Mbah " ujar Reno.
Di jalan Reno sangatlah tidak percaya bahwa dirinya telah melakukan sesuatu di luar akal sehat nya.
Namun balik lagi ke pada keinginan mereka yang ingin mempunyai keturunan,rasa tidak enak itu di buang begitu saja.
"Kqmu bisa Reno,palingan dia hanya meminta uang banyak ataj gak anak kucingnya buat penyelamat. " Ucap Reno mulai memantapkan hati dengan mengikuti apa yang diinginkan Mbah sarminah.
"Apa? kamu yakin?. " Tanya Sherly dengan tidak begitu yakin ,namun ia tetap mengiyakan keinginan suaminya untuk mendapatkan momongan..
Selang beberapa Minggu tiba tiba Sherly muntah muntah dan positif tengah hamil.
Reno sangat bersyukur begitu juga dengan Sherly mereka amatlah senang karena penantian selama ini membuahkan hasil .
"Terimakasih sayang." Ucap Reno memeluk Sherly.
Waktu begitu cepat berlalu ,kini kandungan Sherli sudah hamil 8 bulan kandungan ,mereka sangatlah bahagia,namun sesuatu besar telah terjadi pada mereka.
"Apa apaan ini?. " Reno begitu marah dengan smua karyawan nya,akibat perusahaan nya yang sudah di ujung tanduk kehancuran.
"Aaaarkrrkhh, , lsialan ,brengsek " Geramnya
Semua proyek nya gagal dan membuat perusahaan nya rugi bahkan hampir bangkrut.
Dengan tanpa berpikir Reno datang kembali ke rumah Mbah sarminah meminta bantuan agar semua harta yang dia miliki kembali padanya ,mbah Sarminah pun mengangguk dan mengatakan dalam waktu dekat dia akan meminta apa yang seharusnya dia dapatkan,tanpa ragu Reno mengiyakannya,karena di pikirnnya berapapun yang Mbah sarminah minta dia akan mampu jika perusahaan nya kembali berjaya.
Seminggu berlalu ,kehidupan Reno semakin membaik dan perusahaan nya juga Stabil,namun kini saat ini saat dia hendak ingin masuk ke rumahnya tiba tiba seseorang mengetuk pintu rumah itu.
Tok
Tok
Tok
Reno yang tadinya hendak melangkahkan kakinya kini menghentikannya dan berbalik arah membuka pintu.
"Siaaaa , , , mbaaah !." Kaget Reno menyebut Mbah dengan pelan.
Reno menarik tangan Mbah sarminah dan membawanya duduk lalu bertanya apa yang di inginkannya .
"Mbah apa gerangan yang membuat Mbah datang ke rumah saya ,kenapa tidak menunggu saya?." Tanya Reno.
Tak lama Sherly pun datang dan terlihat kebingungan dengan Mbah sarminah,Mbah sarminah pun dengan sangat senang dia memperhatikan perut buncit Sherly yang sudah membesar.
"Siapa dia mas?." Tanya Sherly.
"Sayang duduk dulu, kamu kenalin, dia Mbah sarminah." Terang Reno mengenalkan Mbah sarminah pada Sherly.
Sherly terkejut dan kemudian tersenyum,baru sekarang dia bisa bertemu dengan Mbah sarminah setelah sekian lama Sherly hanya mendapatkan cerita dari suaminya itu.
"Saya datang ke sini untuk menagih dan mengambil apa yang sudah seharusnya menjadi milik saya. " Terang mbah Sarminah.
Perasaan Sherly dan Reno mulai tak enak ,meraka Saling menatap dan Reno menggeleng pertanda dia tak tahu.
"Aku ingin anak yang ada di perut kalian itu ,sebagai imbalan terhadap apa yang telah aku lakukan pada kalian hahahaha." Tawa Mbah sarminah begitu menakutkan bahkan memenuhi ruangan besar itu.
Degh
"Apa?." Kaget keduanya.
"Tidak, , ,tidak boleh,apa maksud Mbah meminta anak kami?." Tanya Reno begitu terkejut dengan permintaan Mbah sarminah.
"Apa kalian fikir semuanya gratis? hah? kamu salah Reno, aku sudah pernah bilang bilang jika aku pasti akan meminta sesuatu dari kalian. " Terangnya begitu santai dan lantang mengingatkan reno jika ia suatu saat akan meminta sesuatu.
"Tdak, , ,tidak, , ,aku tidak mau memberikan anak ini,anak ini anak yang sangat kaku harapkan Mbah!." tolak Sherly dengan lantang.
Mbah sarminah menoleh Sherly dan menatapnya tajam,dia berdiri lalu mendekat,Sherly hanya bisa terdiam dan meneteskan air matanya.
Melihat tatapan mematikan dari Mbah sarminah membuat Reno ketakutan,dia menggunakan tubuhnya untuk menghalangi Mbah sarminah untuk menyentuh istrinya .
"Mbah , , apapun yang Mbah minta asal jangan anak kamu saya akan berikan ." Terang Reno bernegosiasi.
Mbah sarminah berhenti dan menatap Reno kemudian dia mendorong tubuh Reno hingga tersungkur ke lantai.
BRUGH
"Maas." Teriak Sherly.
Begitu cepat tangan Mbah sarminah memegang leher Sherly.
"Mbah, le-pas ." Pinta Sherly sambil memegang tangan Mbah sarminah yang sedang mencekik lehernya.
"Mbah jangan sakiti istri saya." Pinta Reno bangun dan bersujud di kaki Mbah sarminah.
"Apa kalian ingin kehilangan segalanya?" Tanya Mbah sarminah lagi,marahnya begitu menakutkan ,bahkan terlihat jika kekuatan yang di miliki Mbah sarminah
begitu kuat dan tak terkalahkan.
"Mbah saya mohon jangan sakiti kami mbah." pinta Reno memohon.
Mbah sarminah melepas mereka dan membuat perjanjian dengan Reno dan juga Sherly.
Entah apa yang mereka bicarakan,Hanya mereka yang tahu .
**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments