"Rin, loe kenapa? loe ngobrol sama siapa?." Tanya Mika yang baru saja datang menghampiri Sherin
Sherin menoleh ke arah mika,kemudian dia berdiri dan kembali mencari seseorang yang di tabrak nya tadi.
"Rin. " Panggil mika lagi.
Sherin merasa aneh ,dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengannya.
"Ayo cepat kita pergi dari sini. " Ucap Sherin kemudian dengan buru buru mengambil belanjaan dan membayarnya dengan cepat lalu keluar Alfa dengan buru buru tanpa menoleh ke belakang.
Brugh.
Loe aneh deh Rin. " Ujar mika saat ini mereka telah melanjutkan perjalanan mereka.
"Aneh kenapa Mik?. " Tanya Daffa sambil menoleh ke belakang.
"Ia aneh,tadi pas kita belanja tiba tiba si Sherin jalan dan jatuh tanpa ada yang dorong atau pun tabrak." Jelas Mika yang memang melihat Sherin jalan tiba tiba jatuh .
"Benar begitu Rin?." Tanya Daffa.
Sherin hanya diam ,dia semakin yakin ada sesuatu yang terjadi padanya dan juga penglihatan nya,dia saat ini sedang fokus pada apa yang terjadi belakangan ini dengannya.
"Lebih parahnya lagi ,dia bicara sendiri ,aneh kan." Jelas Mika lagi.
"Rin, loe kok diam aja. " Tegur Geger.
"Eh sorry, gue cuma mikir aja sama apa yang terjadi sama gue belakangan ini." Ungkap Sherin
"Maksud loe?" Tanya Geger.
"Ia,semenjak gue mimpi waktu itu dan kita ke rumah gue di puncak ,gue merasa ada seseorang yang selalu mengikuti gue dan juga gue bisa melihat hal hal yang tidak bisa di lihat oleh orang." Jelas Sherin pada teman temannya.
"Apa? maksud loe,loe bisa melihat hantu." Ucap Mika sambil meniru gaya hantu dengan ke dua tangannya di kepalanya.
Sherin hanya mengangguk.
"Loe jangan bercanda Rin,loe cuma mau nakutin kita kan?." Ucap mika tak ingin semua itu benar.
"Low serius?." Tanya Geger sambil menatap wajah Sherin dari kaca spion di tengah mereka.
" Sumpah, gue gak bercanda,awalnya emang gue pikir itu semua hanya halusinasi gue atau bayangan sesaat gue saat gue rindu sama nyokap gue,tapi ternyata gue salah ,apa yang gue lihat itu benar benar makhluk halus." Jelasnya lagi.
"Jadi loe bisa liat hantu?." Tanya Mika memastikan
Sherin mengangguk namun dia tak ingin menceritakan tentang apa yang dia lihat di rumah nya di puncak,karena dia yak ingin liburan bersama teman temannya jadi terganggu akibat itu semua , untuk itu dia memilih untuk menutup rapat apa yang dia lihat di sana,terlebih dia juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan dia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan di rumah itu ,untuk itu Sherin sengaja datang untuk mencari tahu dan harus menyelesaikan semuanya.
"Loe kok seram banget sih Rin." Ucap Mika.
"Bagus dong,dengan begitu berburu kita jadi lebih seru." Sahut Geger yang memang suka dengan gak hal mistis sepeti itu.
"Gak ya,gue gak mau,gue gak mau ikut lagi." Kesal Mika tak ingin ikut berburu lagi,dia sangat tidak suka dan tidak ingin melihat hantu lagi.
"Cemen banget sih loe mik,gue aja berani." Ucap Daffa
"Alaaah loe mah bicara doang." Kesal Mika.
"Sudah sudah kalian ini selalu saja berdebat." Kesal Geger yang tak suka melihat mereka berdebat.
"Awas jatuh cinta nanti." Bisik Sherin menggoda.
"ilIiiih mana mau gue cwek macem dia." Sekak Daffa
"Gue juga gak mau kali cwok pecicilan kaya dia ,amiit amiiittt ." Jawab mika sambil memukul pelan keningnya saat mengatakan amit amit.
Tak terasa mereka kini telah sampai di rumah Sherin ,berbeda dengan kedatangan pertama mereka,kali ini Usman menyambut mereka dan sudah membersihkan halaman rumah itu salai benar benar bersih
"Waaah paman Usman cepat juga ya kerja nya,smua sudah beres bahkan sangat rapi." Puji Geger saat telah sampai dan menyapa Usman.
"Hahaha,saya di bantu sama Ridho dan juga beberapa warga di sini." Jelasnya lagi sedikit santai tidak seperti pertama kali bertemu mereka.
"Waaah kompak juga ya warga sini kalau masalah begini." Ucap Daffa sambil berjalan dengan pelan sambil melihat lihat pohon pohon yang ada di sana.
Mata Daffa tertuju pada sebuah pohon bonsai yang ada di ujung taman sana,dia mendekat dan hendak menyentuhnya
"Jangan sentuh dia!." Teriak Usman.
Degh !
Daffa yang hendak menyentuh bonsai itu seketika menghentikan tangannya.
Mereka semua menoleh ,ini kali pertama mereka melihat Usman semarah itu pada seseorang.
"Ada apa paman?." Tanya Sherin mendekat .
"UPS, , sorry." Ucap Daffa kemudian menjauh dari pohon itu.
Usman terlihat salah tingkah ,dia secara spontan membentak Daffa ,dan itu yang kini membuat mereka menjadi penasaran.
"Mohon maaf nona,maafkan saya,saya tidak bermaksud,saya hanya,, " Usman meminta maaf dan menghentikan ucapannya saat tatapannya tertuju pada liontin yang terpasang di leher Sherin.
"Kenapa paman?." Tanya Sherin kembali.
Usman kembali tersadar setelah beberapa saat tersenyum kecil melihat liontin itu.
"Eeh tidak, saya hanya tidak mau pohon ini rusak,ini adalah pohon kesayangan dari wanita yang sangat saya cintai." Jelasnya sambil membelai pohon bonsai itu seakan membelai wajah seseorang.
Daffa dan yang lainnya mengangguk paham namun tidak dengan Sherin,dia begitu memiliki perasaan yang berbeda dari tatapan dan juga tingkah laku Usman yang sedikit aneh menurutnya.
"Saya minta maaf paman." Ujar Daffa sambil membungkuk.
"Tidak apa apa,mari masuk saya sudah siapkan makanan untuk kalian semua." Ujar nya
***
Tak lama mereka pun makan dengan sangat lahap,mereka begitu menikmati makanan yang di suguhkan oleh Usman.
"Waaah makan nya enak sekali." Puji Mika dan yang lainnya.
Makanan itu memang sengaja di sediakan oleh Usman untuk menyambut mereka.
"Ini paman yang masak.?" Tanya Sherin
"Ia,ini semua paman yang masak." Jawabnya.
"Ridho ,ayo sini makan bareng." Ajak Sherin saat melihat Ridho yang baru datang dengan membawa buah buahan di keranjang yang di tenteng nya.
Ridho hanya tersenyum dan menunduk tak ingin berlama lama melihat Sherin.
"Ridho sudah makan ,jadi kalian saja." Ujar Usman.
"Ooh begitu." Balas Sherin melanjutkan makannya.
"Oh ya paman ,rumah ini paman yang urus semuanya dari dulu?." Tanya Geger ,dia begitu senang melihat kegigihan Usman merawat rumah yang bukan miliknya dengan sangat baik.
"Ia,almarhum orang tua nak Sherin sangat baik dan berjasa di keluarga saya ,jadi hanya dengan cara ini saya dan keluarga membalas budi." Jelasnya kemudian pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun bersama Ridho.
"Kok kita di tinggal ,aneh." Gerutu Mika sambil mengunyah makanannya.
" Sudah biarin aja ,mending makan lagi, enak banget makannya." Sahut daffa.
Tqk berselang lama mereka merasa mengantuk dan langsung masuk ke kamar masing untuk beristirahat.
****
Keesokan paginya, Sherin bangun dengan kepala yang sangat pusing.
"Pusing banget sih." Gumam nya dalam hati ,dia meraih ponsel nya dah melihat jam.
"Astaga sudah jam 8." Ujarnya kemudian dia membangunkan Mika .
Setelah itu dia pun keluar dan membangunkan Daffa juga Geger yang masih tertidur di kamar yang bersebelahan dengan kamar mereka.
"Astaga, kalian juga belum bangun?." Kaget Sherin saat melihat Daffa dan juga Geger masih terlelap di atas ranjang .
"Daf,Ger,bangun." Sherin membangunkan mereka setelah selesai mandi dan juga mengganti baju.
Tak lamaDaffa dan Geger bangun ,namun setelah itu suara teriakan Mika membuat mereka bertiga terkejut.
"Aaaarrkk ! " Teriaknya.
"Astaga." Kaget Sherin
"Ayo cepat." Ucap Geger dan mereka langsung berlari ke sumber suara.
Hoeek
Hoeek
"Mika loe kenapa?." Tanya Sherin yang melihat Mika muntah muntah di wastafel tengah.
Mika tanpa bicara dia menunjuk sebuah ruangan yang terlihat kecil yang berada di pojokan.
"Ada apa?." Tanya Sherin
"Serem banget di sana." Ucap mika.
Mereka bertiga saling tatap ,geger mengangguk dan mereka berjalan dengan pelan ke ruangan itu ,tak lupa Daffa selalu siap dengan camera di tangannya,ia ingin merekam semua kejadian yang aneh untuk mereka jadikan dokumentasi perjalanan horor mereka.
"Di sini?." Tanya Geger saat telah sampai di ujung lorong rumah itu ,saat ini mereka tengah berada di sebuah pintu ruangan yang sedikit lusuh seolah tak pernah di sentuh ,bahkan debu juga jaring laba laba sangat banyak di sana.
"Iya di sana." Ucap Mika.
Geger pun berniat untuk membuka pintu itu ,namun saat tangannya hendak memegang gagang pintu ,usah tiba tiba menghentikan mereka.
"Mau apa kalian di sana." Ucap nya membuat mereka terkejut lalu menoleh.
"Aaark!." Teriak Mika lagi saat melihat Usman dengan wajah seramnya dan tangannya membawa parang yang sangat tajam .
Bukan cuma Mika ,namun yang lainpun sangat ketakutan melihat itu.
Sherin dengan sedikit keberanian membuka suara .
"Ma-af paman,kami tidak bermaksud apapun,kamu hanya ingin melihat sesuatu di dalam yang membuat Mika histeris." Jelas Sherin dengan pelan.
"Di sana tidak ada apa apa ,dan kalikan jangan sekali kali membuka tempat itu,sejak dulu tempat itu tidak pernah di buka Sama sekali ,dan itu pesan almarhum kedua orang tua mu ,jadi jangan sekali kali kalian langgar aturan itu ,meskipun kamu masih sah menjadi pemilik rumah ini. " Jelas Usman dengan tegas membuat sherin terkejut dengan pernyataan itu .
"Tapi paman ,tadi saya , , , "ucapan mika langsung di sekak oleh Usman,dia tak ingin seorang pun menyentuh tempat itu.
"Apapun yang terjadi kalian tidak boleh masuk ke tempat itu. " Jelasnya kemudian pergi begitu saja.
"Huuuh, gila gue hampir jantungan." Ucap mika begitu lega saat Usman telah pergi.
"Ayo pergi dari sini. " Ajak Sherin .
***
"Loe yakin loe melihat nya tadi?." Tanya Geger memastikan apa yang di katakan oleh Mika.
"Sumpah,gue gak boong Ger,gue lihat dengan mata kepala gue sendiri. " Jelas nya lagi sangat yakin.
"Tapi kan paman Usman bilang kalau ruangan itu tidak pernah di buka sama skali sejak lama,dari mana loe bisa masuk dan melihat bangkai kucing dengan darah segar di sana." Tanya Daffa lagi.
"Gue jadi semakin yakin ,ada sesuatu di rumah ini." Tebak Sherin dengan pelan.
"Lo yakin Rin?." Tanya Geger.
"Sangat yakin ,karena dari awal juga gue udah merasa ada yang tidak beres di sini." Jelasnya lagi.
"Sudah lah mungkin itu cuma halusinasi loe aja,mending kita keluar ayok jalan jalan." Ajak Daffa.
Mereka pun tak mau ambil pusing dan memutuskan untuk berjalan jalan ,tak lupa dia mengajak Ridho sebagai penunjuk jalan mereka di perkampungan.
Di tengah kampung mereka sangat di segani orang orang kampung ,juga orang orang di kampung sangat ramah pada mereka .
"Seru juga di sini ya." Ucap mika antusias saat kepala desa membawa mereka ke balai desa dan memperkenalkan mereka satu persatu kepada warga di sana.
"Terimakasih semuanya,kami sangat senang kehadiran kami sangat di terima dengan baik di sini,dan saya mewakili teman teman untuk berterimakasih pada kalian. " Ucap Geger merasa senang berada di sana.
"Sama sama nak, mari kita lanjutkan perjalanan untuk berkeliling desa." Ucap pak kepala desa sebut saja pak Yanto.
"Baik pak Yanto, terimakasih." Ucap geger lagi.
Tak lupa Daffa merekam semua kejadian yang mereka lalui hari ini,namun saat hendak kembali dan ingin mengecek hasil fotonya ,tiba tiba dia terkejut dengan apa yang di lihatnya.
"Apa ini?." Tanya Daffa.
****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Chercher
ceritanya bagus. kenapa sepi ya?
2024-09-25
0