Bab 18

Tak lama mereka lun telah sampai dah Ridho juga Daffa memilih untuk bermalam di rumah Geger karena ada yang harus mereke kerjakan .

"Apa loe bilang?" kaget Geger saat Ridho mengatakan sesuatu setelah mereka lama beristirahat di rumah geger.

Ternyata bukannya langsung istirahat,Ridho malah memperhatikan beberapa foto di meja geger yang berhasil di cetaknya dan di simpannya di sana.

"Iya,ini anak yang tadi di lihat Sherin di gedung,kenapa ada di sini ya ?." mendengar itu Geger bangkit dan mendekat ikut melihat Poto yang maksud oleh Ridho,tak lama Daffa datang membawa makanan ringan buat mereka bertiga.

"Lagi pada liatin apa sih?." Tanya Daffa sambil menaruh makanan juga minuman itu ke meja.

"ini Daf,kata Ridho anak kecil yang di lihat Sherin tadi,sama dengan anak kecil yang ada di kolam ini." Terang Geger sambil memberikan poto itu pada Daffa.

Daffa tampak berpikir sembari melihat lihat hasil foto yang lain. " Apa mungkin anak kecil ini ada hubungannya dengan rumah atau kolam renang ini?." Pikir Daffa ,dia merasa anak kecil itu seolah olah meminta bantuan mereka agar bisa pergi dengan tenang.

"Hmm,aku rasa juga begitu,dia sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu pada Sherin tapi kondisinya tidak memungkinkan untuk berinteraksi,karena bisa bisa dia pingsan jika masih lemah seperti tadi." Jelas Ridho.

"Loe tahu banyak ternyata tentang hantu Dho?." Tanya Geger.

"Selama aku hidup ,aku selalu di latih oleh ayah mengenai hantu ,dan aku juga tahu hantu yang berniat jahat atau tidak ,jadi untuk mengenali itu sangat mudah bagiku." Terangnya lagi menerawang ke masa lalunya saat dia di didik dengan keras agar terbiasa dengan hantu juga terbiasa di lingkungan dunia lain,bahkan Ridho sempat hampir meninggal karena di ganggu oleh hantu hantu nakal yang memang sengaja di suruh untuk melatih mental Ridho dan melatih kekuatannya.

"Terus apa yang harus kita lakukan dengan foto ini?." Tanya Geger.

"Aku rasa kita harus cari tahu siapa pemilik rumah ini dan di mana dia tinggal !" Ridho memberi ide aget mereka mencari tahu siapa pemilik rumah itu.

"Kita mana tahu ,orang pas kita kesana tidak ada yang berjaga dan tidak tahu siapa pemilik sebelumnya,karena satpam yang berjaga di kompleks sana cuma mengatakan jika pemilik nya keturunan indo-belanda." Terang Geger lagi pada Ridho.

Ridho berpikir sejenak lalu memutuskan untuk pergi ke tempat itu dan mulai menyelidiki nya.

***

Keesokan harinya mereka bertiga datang ke tempat di mana kolam renang itu berada,mereka membawa peralatan seperti camera dan juga senter.

Setibanya di rumah itu Ridho merasa melihat bayangan anak kecil yang bermain di rumah itu bersama seorang suster.

"Yah benar,ini rumahnya." Ucap Ridho sambil berjalan menuju belakang rumah yang terdapat kolam renang itu.

Suasana menjadi menegangkan setelah Ridho ikut,dia merasa kekuatan jahat sangat kuat di sana bahkan seolah-olah menarik untuk berjalan lebih dalam lagi.

"Stop ! " ucap Ridho menghentikan mereka yang terus berjalan hampir di depan kolam renang.

Kolam renang di depan mereka sangatlah kotor,sampah di mana mana daj airnya juga setengah dari kolam itu bahkan aromanya sangat busuk seperti air got.

Daffa terlihat kedinginan,begitu juga dengan Geger ," apa loe gak kedinginan Ger?." Tanya Daffa sambil mengusap usap lengannya.

"Brrr , , dingin cuy,kok bisa ya padahal cuaca sekarang sangat cerah" ujar Geger sambil menatap ke langit karena di luar masih pagi dan sangat cerah.

Mereka terus berjalan sambil mengikuti Ridho yang masih mengamati sekitarnya, Geger dan Daffa terus berjalan tanpa melihat jika Ridho berhenti di depan mereka dan,

Brug..!

"Alamak, , apa tuh ." kaget Daffa langsung melebarkan matanya menatap ke depan.

" Astaga Dho,kalau berhenti bilang bilang." keluh Geger sambil memperbaiki jalannya.

Ridho hanya diam tak menjawab ,pandangannya lurus ke depan seolah mengamati sesuatu.

"Stt, ,sst ,,!." Daffa mengikut lengan Geger agar mengamati Ridho yang hanya terdiam sejak tadi .

"Apa? ." Tanya Geger, Daffa menyahut sambil menunjuk dengan dagunya.

Mereka berdua sama sama menoleh dengan mengintip dari sisi kiri dan kanan Ridho yang masih setia dengan objeknya.

Pelan tapi pasti,mereka melihat seseorang yang tengah berdiri tepat di depan Ridho,dia menunduk menggunakan pakaian putih dan memegang sebuah boneka kecil yang masih basah, terlihat rambut dan pakaian juga boneka itu lepek sampai airnya membuat becek di lantai.

Glek..!

Daffa dan Geger menelan kasar ludahnya begitu terkejut dengan sosok yang di lihat dangan jelas,tubuh Daffa bergetar hebat,melihat itu Geger panik.

" Daff ,jangan ngompol lagi Daff." Ucap Geger sambil memegang tangan Daffa yang masih gemetar.

Ridho maju satu langkah ,namun tiba tiba sosok itu mendongak dan bersorak sekencang kencangnya,bahkan wajahnya di penuhi dendam ingin menerkam siapapun yang ada di sana.

Aaaaaarrgggg....!

Seketika Daffa, Geger dan juga Ridho menutup telinga sambil berjongkok,angin kencang dan juga suara bising membuat mereka harus menunduk dan menutup Telinga mereka untuk menghindari kencangnya angin yang menyerbu tubuh mereka bertiga.

Sosok itu terus saja berteriak sampai akhirnya suara seseorang mampu membuatnya berhenti berulah.

"STOP!" Teriak nya.

Angin yang tadinya sangat kencang langsung hilang dan juga wajah sosok itu kembali berubah menjadi seperti manusia biasa.

Mereka bertiga menoleh,dan melihat Sherin juga Mila datang tepat waktu menyelamatkan mereka.

"Cepat pergi dari sini,dia bukan lawan kita ,dia sangat kuat dan bisa membunuh kalian. " Teriak Sherin langsung menarik tangan Mika untuk berlari.

Ridho dan yang lainnya langsung bangkit dan berlari, " aaaaarrrkk, mati kaliann." Teriaknya lagi langsung menyerang mereka semua.

"Aark, , ," teriak Daffa saat tubuhnya terpental.

Brug!

"Daffa!." Panggil Geger.

Sherin Dan Ridho juga Mika menoleh,dia langsung menyuruh teman temanya untuk keluar terlebih dahulu ," Mika ,Ger, kalian mending cepat keluar dari sini, biar dia,gue sama Ridho yang tangani."

"Ayok Ger cepat." Teriak Mika menarik angan Geger yang tak mau pergi dari sana.

"Cepat Ger,sebelum kalian celaka,kita tidak punya waktu lagi " Sherin sedikit mendorong tubuh Geger untuk pergi meninggalkan tempat itu sebelum dia kembali berbalik dan menyelamatkan Daffa.

"Daffa, loe gak apa apa kan?." Tanya Sherin membantu Daffa untuk bangkit.

"Ukhuk, , ukhuk , ,gue gak apa apa Rin." Jawab Daffa sedikit susah bicara karena punggungnya sakit sampai menembus ke dada,kepala Daffa juga berdarah akibat terbentur batu kecil di sana.

"Dho, kamu bantu Daffa keluar dari sini, biar dia aku yang urus." Ucap Sherin.

"Apa kamu yakin?." Tanya Ridho.

"Aku yakin ". jawab Sherin.

Ridho mengambil alih tubuh Daffa dan membantunya keluar dari rumah itu,kini tinggal shein dan juga sosok itu di sana.

"Eeeerrggg, , " Erangnya marah melihat orang masuk ke dalam rumahnya,wajahnya yang menyeramkan begitu menakutkan namun Sherin berhasil membuatnya tidak marah lagi dengan memperlihatkan sesuatu yang di ambil dari balik celananya ,benda itu berhasil membuat sosok itu perlahan merubah wajahnya kembali seperti sebelum meninggal dunia.

"Lihat ini .." Pinta Sherin.

*****

Terpopuler

Comments

Chercher

Chercher

aah shiren 🤗

2024-09-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!