Bab 17 Lagi Berpikir

Tap... Tap...

Suara langkah kaki yang berasal dari Gani pun terdengar oleh Aldiano.

Dengan cepat pandangan Aldiano langsung mengarah ke sumber suara tersebut.

Lalu Gani yang melihat Aldiano sedang melihat ke arahnya pun menjadi tak bisa menunggu lagi. Ia kemudian mengeluarkan suara nya saat menuju ke arah Aldiano.

"Tuan, boleh saya tau kenapa tuan memanggil saya?" Kata Gani pada Aldiano.

"Kira - kira kamu tau, saya panggil kamu ke sini itu karena apa?" Kata Aldiano bukannya menjawab ucapan Gani. Ia malah bertanya balik pada Gani.

"Gak tau tuan" kata Gani sambil menggelengkan kepalanya.

"Kalau gitu, sekarang kamu cari tau. Kenapa saya panggil kamu ke sini." Kata Aldiano membuat Gani menjadi bingung.

"Maksudnya tuan saya cari tau kaya gitu." Kata Gani bertanya pada Aldiano.

"Iya lah Gani memangnya apa lagi." Kata Aldiano yang mulai geram dengan jawaban Gani.

"Tapi tuan kalau saya cari tau sendiri. Itu artinya saya harus tanya lagi ke tuan. Terus nanti kalau saya udah tanya ke tuan. Tuan mau jawab gak ucapan saya." Kata Gani membalas ucapan Aldiano dengan terbelit - belit yang ujung - ujung nya ucapan ia tersebut membuat Aldiano menjadi pusing.

"Kamu tanya ke saya atau mau buat saya pusing. Panjang banget ucapannya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.

"Maaf tuan saya gak bermaksud buat tuan menjadi pusing. Sekali lagi saya minta maaf." Kata Gani meminta maaf dengan tulus pada Aldiano.

"Hem... ya udah sekarang kamu duduk." Kata Aldiano membalas ucapan Gani dan meminta Gani untuk duduk.

Gani yang di minta Aldiano untuk duduk bukannya langsung duduk ia malah bertanya lagi pada Aldiano.

"Duduk tuan, maksudnya tuan saya yang duduk nya." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.

"Bukan, bukan kamu tapi orang lain. Ya iya lah kamu, masa iya istri kamu." Kata Aldiano menjawab asal ucapan Gani.

"Ya ampun tuan, tuan ko bilang istri. Saya kan belum nikah." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.

"Masa sih, perasaan udah deh." Kata Aldiano yang tak percaya dengan jawaban Gani.

"Belum tuan, saya belum nikah." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.

"Saya kira udah nikah. Ya udah duduk." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.

"Belum tuan pacar aja belum punya maksud saya deket sama cewe aja gak pernah apalagi kalau nikah. Tuan nih suka bikin kaget deh." Kata Gani yang malah menjelaskan ucapannya pada Aldiano.

"Perasaan saya barusan suruh kamu duduk kan. Bukan suruh kamu buat jelasin seperti barusan." Kata Aldiano yang aneh mendengar ucapan Gani.

"Maaf tuan, barusan saya pengen tuan tau. Kalau saya belum nikah. Maaf ya tuan." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.

"Hem... ya udah duduk." Kata Aldiano membalas ucapan Gani dan meminta Gani lagi untuk duduk.

"Baik tuan" kata Gani membalas ucapan Aldiano dan tanpa menunggu lama lagi Gani mulai duduk di kursi yang ada di hadapan Aldiano yang terdapat jarak antara ia dan Aldiano dengan sebuah meja kerja Aldiano.

Setelah melihat Gani sudah duduk di hadapannya. Aldiano kemudian mengeluarkan suara nya lagi.

"Gani coba sekarang kamu liat rencana yang saya buat ini. Menurut kamu cara yang mana yang lebih cocok." Kata Aldiano yang langsung berbicara pada intinya.

Gani yang baru saja duduk langsung menghela napas karena mendengar ucapan Aldiano.

"Huh... tuan kebiasaan banget sih. Baru juga duduk. Eh... udah di kasih liat rencana bahwa saya harus pilih lagi. Tuan... tuan... bisa gak sekali aja. Kalau saya baru duduk tuh di sediain apa kek, bukan langsung di kasih pertanyaan dan di suruh pilih kaya gini." Kata Gani berbicara di dalam benaknya.

"Ya ampun Gani kamu ko berkhayal berlebihan, masa iya harus di sajikan dulu makanan. Ckckck... Ckckck... Gani, Gani." Kata Gani lagi berbicara di dalam benak nya.

Di saat Gani sedang sibuk berbicara di dalam benaknya. Aldiano yang menunggu jawaban dari Gani menjadi bosan karena Gani tak kunjung menjawab ucapannya sama sekali.

"Gani kamu nih ya, kenapa ucapan saya malah kamu diemin, memangnya ucapan saya itu sulit apa? Kamu kan tinggal pilih aja. Apa sulitnya sih." Kata Aldiano pada Gani karena Gani yang tak kunjung menjawab ucapannya.

"Bukan sulit lagi tuan, udah is the best deh pokok nya tingkat kesulitannya. Tuan nih bisa nya bilang gitu aja. Tapi gak tau di sini saya lagi mempertimbangkan jawaban yang tepat agar tuan gak marah atau emosi saat saya udah pilih jawabannya. Jadi tuan sabar dulu. Saya lagi berpikir dan mempertimbangkan." Kata Gani yang malah berbicara panjang lebar pada dirinya sendiri.

Membuat Aldiano yang melihat Gani masih diam dan tak berniat menjawab ucapannya. Kini mulai bersiap untuk memukul meja dengan salah satu tangannya yang bermaksud agar Gani langsung menjawab ucapannya.

Namun, saat tangan Aldiano hampir menyentuh meja. Tiba - tiba ia mendengar suara Gani.

"Tuan" kata Gani hanya memanggil Aldiano.

Tangan yang sudah bersiap memukul meja kini sudah ia hindarkan dari meja yang hampir di pukul nya.

Lalu ia pun mulai berucap "Apa?" Kata Aldiano dengan menekankan ucapannya.

"Saya mau bilang maaf tuan karena sudah buat tuan nunggu ucapan saya." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.

"Hem... ya udah sekarang jawab ucapan saya." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.

"Baik tuan, sebelumnya boleh saya minta waktu buat memahami maksud dari beberapa rencana tuan ini. Selain..." Kata Gani yang baru akan melanjutkan lagi ucapannya tetapi harus di potong oleh Aldiano.

"Tiga menit dari sekarang. Setelah itu kamu harus jawab." Kata Aldiano yang memotong ucapan Gani.

"Tuan... apa boleh minta kelebihan waktu nya lagi." Kata Gani yang memberanikan diri meminta waktu tambahan pada Aldiano.

"Saya kan udah bilang tiga itu artinya ya tiga. Kamu tau kan." Kata Aldiano yang tak ingin di bantah lagi ucapannya dan yang ia mau Gani langsung setuju sama ucapannya.

"Iya tuan saya tau. Kalau begitu saya liat dan pahami dulu tuan rencana tuan ini." Kata Gani membalas ucapan Aldiano.

Aldiano pun tak langsung menjawab ucapan Gani. Tetapi ia malah membuat Gani menunggu sekitar satu menit. Baru lah Aldiano menjawab ucapan nya.

Silahkan, tapi inget gak boleh lebih dari tiga menit kalau kurang itu lebih baik. Biar saya gak terlalu lama menunggu jawaban kamu." Kata Aldiano membalas ucapan Gani.

Gani yang mendengar ucapan Aldiano langsung menjawab ucapan Aldiano.

"Baik tuan" kata Gani menjawab ucapan Aldiano dengan dua kata.

Setelah itu, Gani mulai menyibukkan dirinya untuk memahami rencana yang Aldiano buat. Walau sebenar nya dengan waktu yang sesingkat itu. Ia masih belum yakin bisa menjawab ucapan Aldiano dengan baik. Tetapi apa boleh buat ia tak punya pilihan lagi selain menyetujui keinginan Aldiano.

Sekitar tiga menit, baru lah Gani mulai lagi mengeluarkan suara nya pada Aldiano.

Bersambung...

Episodes
1 Bab 1 Pertemuan Tak Sengaja
2 Bab 2 Sempat Terbuai
3 Bab 3 Baru Keliatan
4 Bab 4 Bisa Curiga
5 Bab 5 Jangan Banyak Mau
6 Bab 6 Malah Ngelantur
7 Bab 7 Refleks Dan Spontan
8 Bab 8 Terlambat Datang
9 Bab 9 Malah Berkebalikan
10 Bab 10 Tega Banget
11 Bab 11 Tak Bisa Berpikir
12 Bab 12 Tak Mau Terbelit - belit
13 Bab 13 Semakin Geram
14 Bab 14 Asal Tebak Aja
15 Bab 15 Tiga Porsi
16 Bab 16 Wanita Aneh
17 Bab 17 Lagi Berpikir
18 Bab 18 Sesuka Hatinya
19 Bab 19 Malah Kebingungan
20 Bab 20 Sangat Terkejut
21 Bab 21 Santai Aja
22 Bab 22 Bikin Was - Was
23 Bab 23 Mulai Panik
24 Bab 24 Benar - Benar Tega
25 Bab 25 Jangan Manja
26 Bab 26 Gak Logis
27 Bab 27 Tolak Permintaan
28 Bab 28 Rasa Cemas
29 Bab 29 Melekat Di Pikiran
30 Bab 30 Bawel Banget
31 Bab 31 Menolak Permintaan
32 Bab 32 Tak Mau Ngalah
33 Bab 33 Tak Jadi
34 Bab 34 Cuman Alasan
35 Bab 35 Kata - Kata Manis
36 Bab 36 Baru Sadar
37 Bab 37 Hukuman Dari Ayah
38 Bab 38 Meneteskan Air Mata
39 Bab 39 Ibu Marah
40 Bab 40 Terlanjur Kesal
41 Bab 41 Berani Bertaruh
42 Bab 42 Ada Suatu Ancaman
43 Bab 43 Bahas Hal Lain
44 Bab 44 Jangan Di Rahasiakan
45 Bab 45 Jadi Pelupa
46 Bab 46 Merasa Capek
47 Bab 47 Lagi Error
48 Bab 48 Menduga - duga
49 Bab 49 Tersentak Kaget
50 Bab 50 Sedikit Bimbang
51 Bab 51 Lupakan Sejenak
52 Bab 52 Butuh Ketenangan
53 Bab 53 Tak Percaya
54 Bab 54 Persiapkan Dirimu
55 Bab 55 Begitu Terkejut
56 Bab 56 Terdengar Suara
57 Bab 57 Terbelit - belit
58 Bab 58 Gak Tahan
59 Bab 59 Jadi Bingung
60 Bab 60 Seketika Menjadi Bahagia
61 Bab 61 Akan Penasaran
62 Bab 62 Rasa Penasaran
63 Bab 63 Kena Batunya
64 Bab 64 Jangan - Jangan
65 Bab 65 Makin Panas
66 Bab 66 Jangan Keseringan Cubit
67 Bab 67 Mendapat Kritikan
68 Bab 68 Membongkar Kebohongannya
69 Bab 69 Mulai Berlari
70 Bab 70 Gemetar Ketakutan
71 Bab 71 Gak Tahan
72 Bab 72 Masih Punya Waktu
73 Bab 73 Bisa Menghindari
74 Bab 74 Kurang Konsentrasi
75 Bab 75 Percaya - Percaya Aja
76 Bab 76 Jangan Nangis Lagi
77 Bab 77 Tak Berani
78 Bab 78 Gak Boleh Lemah
79 Bab 79 Bukan Model
80 Bab 80 Jika Ada Kesempatan
81 Bab 81 Sangat Setuju
82 Bab 82 Tertawa Terbahak - Bahak
83 Bab 83 Semakin Kesal
84 Bab 84 Penuh Emosi
85 Bab 85 Niat Jahil
86 Bab 86 Semakin Lelah
87 Bab 87 Rasa Bersalah
88 Bab 88 Coba Aja
89 Bab 89 Bener - Bener Tega
90 Bab 90 Senyum Manis
91 Bab 91 Salah Duga
92 Bab 92 Pengagum Rahasia
93 Bab 93 Mulai Tertarik
94 Bab 94 Lagi Berusaha
95 Bab 95 Kasian Banget
96 Bab 96 Bicara Sembarangan
97 Bab 97 Sama - Sama Baper
98 Bab 98 Tak Mau Kalah
99 Bab 99 Semakin Gugup
100 Bab 100 Tak Sebodoh Itu
101 Bab 101 Bagus Dan Merona
102 Bab 102 Pasti Ada Maunya
103 Bab 103 Pilih Kasih
104 Bab 104 Gak Akan Bisa
105 Bab 105 Merasakan Kepanikan
106 Bab 106 Jangan Tanggung
107 Bab 107 Baru Tersadar
108 Bab 108 Semakin Tidak Nyaman
109 Bab 109 Terserah Kamu
110 Bab 110 Situasi Menegangkan
111 Bab 111 Menolak Permintaan
112 Bab 112 Jangan Manja
113 Bab 113 Lebih Dari Itu
114 Bab 114 Serba Salah
115 Bab 115 Tak Percaya
116 Bab 116 Tukang Bohong
117 Bab 117 Gak Mungkin
118 Bab 118 Belum Sadar
119 Bab 119 Harus Terima
120 Bab 120 Di Buat Ribet
121 Bab 121 Suka Tidur
122 Bab 122 Cukup Keras
123 Bab 123 Merasa Bosan
124 Bab 124 Di Ancam
125 Bab 125 Samar - Samar
126 Bab 126 Di Buat Penasaran
127 Bab 127 Di Anggap Aneh
128 Bab 128 Pura - Pura
129 Bab 129 Hampir Terjatuh
130 Bab 130 Gak Bisa Menghindar
131 Bab 131 Dengan Terpaksa
132 Bab 132 Pilihan Yang Sulit
133 Bab 133 Sedang Sibuk
134 Bab 134 Bicara Aneh
135 Bab 135 Mulai Curiga
136 Bab 136 Malah Ribet
137 Bab 137 Belum Tuntas
138 Bab 138 Nggak Lucu
139 Bab 139 Mulai Mempengaruhi
140 Bab 140 Jangan Paksa
141 Bab 141 Gak Maksa
142 Bab 142 Gak Mau Terima
143 Bab 143 Malah Kebablasan
144 Bab 144 Memang Sengaja
145 Bab 145 Tanpa Merasa Bersalah
146 Bab 146 Penuh Semangat
147 Bab 147 Terlalu Sering
148 Bab 148 Berpikir Keras
149 Bab 149 Jaga - Jaga
150 Bab 150 Perasaan Bersalah
151 Bab 151 Tanpa Permisi
152 Bab 152 Nomor Tak Di Kenal
153 Bab 153 Keliatan Takut
154 Bab 154 Telah Terputus
155 Bab 155 Sejak Kapan
156 Bab 156 Mulai Panik
157 Bab 157 Jangan Merasa Kecewa
158 Bab 158 Kayanya Bisa
159 Bab 159 Mencairkan Suasana
160 Bab 160 Susah Yakin
161 Bab 161 Terlanjur Gak Mood
162 Bab 162 Gak Yakin
163 Bab 163 Gak Keliatan
164 Bab 164 Hanya Bercanda
165 Bab 165 Jadi Kejauhan
166 Bab 166 Baru Menyadari
167 Bab 167 Mulai Kebingungan
168 Bab 168 Meremehkan Gigitan
169 Bab 169 Terlonjak Kaget
170 Bab 170 Membalikan Keadaan
171 Bab 171 Lebih Nyaman
172 Bab 172 Suara Yang Kecil
173 Bab 173 Tak Membawa Uang
174 Bab 174 Memastikan Kembali
175 Bab 175 Biar Gak Meleleh
176 Bab 176 Pengen Borong
177 Bab 177 Mulai Menyadari
178 Bab 178 Mau Kemana
179 Bab 179 Gak Takut
180 Bab 180 Di Buat Kaget
181 Bab 181 Senjata Makan Tuan
182 Bab 182 Kapan - Kapan
183 Bab 183 Lumayan Capek
184 Bab 184 Jangan Mimpi
185 Bab 185 Sedikit Kesulitan
186 Bab 186 Giliran Kamu
187 Bab 187 Tak Bisa Menahan Lagi
188 Bab 188 Berdebat Lagi
189 Bab 189 Mengambil Alih
190 Bab 190 Ingin Menghibur
191 Bab 191 Nggak Tahan
192 Bab 192 Semakin Sengit
193 Bab 193 Membuatnya Kebingungan
194 Bab 194 Baru Sadar
195 Bab 195 Karena Rasa Penasaran
196 Bab 196 Benar - Benar Miris
197 Bab 197 Gagal Sebelum Di Mulai
198 Bab 198 Khawatir Dan Panik
199 Bab 199 Ribut Dan Ribet
200 Bab 200 Geram Dan Emosi
201 Bab 201 Memantau Situasi
202 Bab 202 Tanpa Sedikit Pun Curiga
203 Bab 203 Menahan Sakit Dan Pedih
204 Bab 204 Mengerem Secara Tiba - Tiba
205 Bab 205 Sekali Pukul Langsung Tumbang
206 Bab 206 Tak Ingin Di Rendahkan
207 Bab 207 Menerima Nasib
208 Bab 208 Sedikit Terangkat
209 Bab 209 Menang Banyak
210 Bab 210 Sedikit Memerah
211 Bab 211 Hasil Tetap Sama
212 Bab 212 Tidak Di Perbolehkan
213 Bab 213 Mendadak Lupa
214 Bab 214 Semakin Aneh
215 Bab 215 Menjadi Suami Istri
216 Bab 216 Momen Langka
217 Bab 217 Merasa Iri
218 Bab 218 Tak Terganggu
219 Bab 219 Menahan Kekesalan
220 Bab 220 Kesempatan Emas
221 Bab 221 Menyebalkan Sekali
222 Bab 222 Hampir Putus Asa
223 Bab 223 Cowok Licik
224 Bab 224 Menantang Ucapan
225 Bab 225 Tertidur Lelap
226 Bab 226 Berani Mengancam
227 Bab 227 Ternyata Serem Juga
228 Bab 228 Ngatur Banget
229 Bab 229 Tak Ingin Mengulangi
230 Bab 230 Aksi Jahilnya Berhasil
231 Bab 231 Tak Terlalu Mempedulikannya
232 Bab 232 Tak Mengingat
233 Bab 233 Jadi Ngawur
234 Bab 234 Jangan Sampai Terbuai
235 Bab 235 Terus Memaksa
236 Bab 236 Sudah Pingsan
237 Bab 337 Menuju Sumber Suara
238 Bab 338 Pucat Pasi
239 Bab 339 Terkejut Bukan Main
240 Bab 240 Percaya Diri
241 Shock Berat
242 Bab 242 Ikut Tertarik
243 Bab 243 Tak Pernah Peduli
244 Bab 244 Masa Bodo
245 Bab 245 Ingin Tahu
246 Bab 246 Cukup Tak Baik
247 Bab 247 Perubahan Ekspresi
248 Bab 148 Bukan Urusan Mu
249 Bab 149 Saling Menerima
Episodes

Updated 249 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan Tak Sengaja
2
Bab 2 Sempat Terbuai
3
Bab 3 Baru Keliatan
4
Bab 4 Bisa Curiga
5
Bab 5 Jangan Banyak Mau
6
Bab 6 Malah Ngelantur
7
Bab 7 Refleks Dan Spontan
8
Bab 8 Terlambat Datang
9
Bab 9 Malah Berkebalikan
10
Bab 10 Tega Banget
11
Bab 11 Tak Bisa Berpikir
12
Bab 12 Tak Mau Terbelit - belit
13
Bab 13 Semakin Geram
14
Bab 14 Asal Tebak Aja
15
Bab 15 Tiga Porsi
16
Bab 16 Wanita Aneh
17
Bab 17 Lagi Berpikir
18
Bab 18 Sesuka Hatinya
19
Bab 19 Malah Kebingungan
20
Bab 20 Sangat Terkejut
21
Bab 21 Santai Aja
22
Bab 22 Bikin Was - Was
23
Bab 23 Mulai Panik
24
Bab 24 Benar - Benar Tega
25
Bab 25 Jangan Manja
26
Bab 26 Gak Logis
27
Bab 27 Tolak Permintaan
28
Bab 28 Rasa Cemas
29
Bab 29 Melekat Di Pikiran
30
Bab 30 Bawel Banget
31
Bab 31 Menolak Permintaan
32
Bab 32 Tak Mau Ngalah
33
Bab 33 Tak Jadi
34
Bab 34 Cuman Alasan
35
Bab 35 Kata - Kata Manis
36
Bab 36 Baru Sadar
37
Bab 37 Hukuman Dari Ayah
38
Bab 38 Meneteskan Air Mata
39
Bab 39 Ibu Marah
40
Bab 40 Terlanjur Kesal
41
Bab 41 Berani Bertaruh
42
Bab 42 Ada Suatu Ancaman
43
Bab 43 Bahas Hal Lain
44
Bab 44 Jangan Di Rahasiakan
45
Bab 45 Jadi Pelupa
46
Bab 46 Merasa Capek
47
Bab 47 Lagi Error
48
Bab 48 Menduga - duga
49
Bab 49 Tersentak Kaget
50
Bab 50 Sedikit Bimbang
51
Bab 51 Lupakan Sejenak
52
Bab 52 Butuh Ketenangan
53
Bab 53 Tak Percaya
54
Bab 54 Persiapkan Dirimu
55
Bab 55 Begitu Terkejut
56
Bab 56 Terdengar Suara
57
Bab 57 Terbelit - belit
58
Bab 58 Gak Tahan
59
Bab 59 Jadi Bingung
60
Bab 60 Seketika Menjadi Bahagia
61
Bab 61 Akan Penasaran
62
Bab 62 Rasa Penasaran
63
Bab 63 Kena Batunya
64
Bab 64 Jangan - Jangan
65
Bab 65 Makin Panas
66
Bab 66 Jangan Keseringan Cubit
67
Bab 67 Mendapat Kritikan
68
Bab 68 Membongkar Kebohongannya
69
Bab 69 Mulai Berlari
70
Bab 70 Gemetar Ketakutan
71
Bab 71 Gak Tahan
72
Bab 72 Masih Punya Waktu
73
Bab 73 Bisa Menghindari
74
Bab 74 Kurang Konsentrasi
75
Bab 75 Percaya - Percaya Aja
76
Bab 76 Jangan Nangis Lagi
77
Bab 77 Tak Berani
78
Bab 78 Gak Boleh Lemah
79
Bab 79 Bukan Model
80
Bab 80 Jika Ada Kesempatan
81
Bab 81 Sangat Setuju
82
Bab 82 Tertawa Terbahak - Bahak
83
Bab 83 Semakin Kesal
84
Bab 84 Penuh Emosi
85
Bab 85 Niat Jahil
86
Bab 86 Semakin Lelah
87
Bab 87 Rasa Bersalah
88
Bab 88 Coba Aja
89
Bab 89 Bener - Bener Tega
90
Bab 90 Senyum Manis
91
Bab 91 Salah Duga
92
Bab 92 Pengagum Rahasia
93
Bab 93 Mulai Tertarik
94
Bab 94 Lagi Berusaha
95
Bab 95 Kasian Banget
96
Bab 96 Bicara Sembarangan
97
Bab 97 Sama - Sama Baper
98
Bab 98 Tak Mau Kalah
99
Bab 99 Semakin Gugup
100
Bab 100 Tak Sebodoh Itu
101
Bab 101 Bagus Dan Merona
102
Bab 102 Pasti Ada Maunya
103
Bab 103 Pilih Kasih
104
Bab 104 Gak Akan Bisa
105
Bab 105 Merasakan Kepanikan
106
Bab 106 Jangan Tanggung
107
Bab 107 Baru Tersadar
108
Bab 108 Semakin Tidak Nyaman
109
Bab 109 Terserah Kamu
110
Bab 110 Situasi Menegangkan
111
Bab 111 Menolak Permintaan
112
Bab 112 Jangan Manja
113
Bab 113 Lebih Dari Itu
114
Bab 114 Serba Salah
115
Bab 115 Tak Percaya
116
Bab 116 Tukang Bohong
117
Bab 117 Gak Mungkin
118
Bab 118 Belum Sadar
119
Bab 119 Harus Terima
120
Bab 120 Di Buat Ribet
121
Bab 121 Suka Tidur
122
Bab 122 Cukup Keras
123
Bab 123 Merasa Bosan
124
Bab 124 Di Ancam
125
Bab 125 Samar - Samar
126
Bab 126 Di Buat Penasaran
127
Bab 127 Di Anggap Aneh
128
Bab 128 Pura - Pura
129
Bab 129 Hampir Terjatuh
130
Bab 130 Gak Bisa Menghindar
131
Bab 131 Dengan Terpaksa
132
Bab 132 Pilihan Yang Sulit
133
Bab 133 Sedang Sibuk
134
Bab 134 Bicara Aneh
135
Bab 135 Mulai Curiga
136
Bab 136 Malah Ribet
137
Bab 137 Belum Tuntas
138
Bab 138 Nggak Lucu
139
Bab 139 Mulai Mempengaruhi
140
Bab 140 Jangan Paksa
141
Bab 141 Gak Maksa
142
Bab 142 Gak Mau Terima
143
Bab 143 Malah Kebablasan
144
Bab 144 Memang Sengaja
145
Bab 145 Tanpa Merasa Bersalah
146
Bab 146 Penuh Semangat
147
Bab 147 Terlalu Sering
148
Bab 148 Berpikir Keras
149
Bab 149 Jaga - Jaga
150
Bab 150 Perasaan Bersalah
151
Bab 151 Tanpa Permisi
152
Bab 152 Nomor Tak Di Kenal
153
Bab 153 Keliatan Takut
154
Bab 154 Telah Terputus
155
Bab 155 Sejak Kapan
156
Bab 156 Mulai Panik
157
Bab 157 Jangan Merasa Kecewa
158
Bab 158 Kayanya Bisa
159
Bab 159 Mencairkan Suasana
160
Bab 160 Susah Yakin
161
Bab 161 Terlanjur Gak Mood
162
Bab 162 Gak Yakin
163
Bab 163 Gak Keliatan
164
Bab 164 Hanya Bercanda
165
Bab 165 Jadi Kejauhan
166
Bab 166 Baru Menyadari
167
Bab 167 Mulai Kebingungan
168
Bab 168 Meremehkan Gigitan
169
Bab 169 Terlonjak Kaget
170
Bab 170 Membalikan Keadaan
171
Bab 171 Lebih Nyaman
172
Bab 172 Suara Yang Kecil
173
Bab 173 Tak Membawa Uang
174
Bab 174 Memastikan Kembali
175
Bab 175 Biar Gak Meleleh
176
Bab 176 Pengen Borong
177
Bab 177 Mulai Menyadari
178
Bab 178 Mau Kemana
179
Bab 179 Gak Takut
180
Bab 180 Di Buat Kaget
181
Bab 181 Senjata Makan Tuan
182
Bab 182 Kapan - Kapan
183
Bab 183 Lumayan Capek
184
Bab 184 Jangan Mimpi
185
Bab 185 Sedikit Kesulitan
186
Bab 186 Giliran Kamu
187
Bab 187 Tak Bisa Menahan Lagi
188
Bab 188 Berdebat Lagi
189
Bab 189 Mengambil Alih
190
Bab 190 Ingin Menghibur
191
Bab 191 Nggak Tahan
192
Bab 192 Semakin Sengit
193
Bab 193 Membuatnya Kebingungan
194
Bab 194 Baru Sadar
195
Bab 195 Karena Rasa Penasaran
196
Bab 196 Benar - Benar Miris
197
Bab 197 Gagal Sebelum Di Mulai
198
Bab 198 Khawatir Dan Panik
199
Bab 199 Ribut Dan Ribet
200
Bab 200 Geram Dan Emosi
201
Bab 201 Memantau Situasi
202
Bab 202 Tanpa Sedikit Pun Curiga
203
Bab 203 Menahan Sakit Dan Pedih
204
Bab 204 Mengerem Secara Tiba - Tiba
205
Bab 205 Sekali Pukul Langsung Tumbang
206
Bab 206 Tak Ingin Di Rendahkan
207
Bab 207 Menerima Nasib
208
Bab 208 Sedikit Terangkat
209
Bab 209 Menang Banyak
210
Bab 210 Sedikit Memerah
211
Bab 211 Hasil Tetap Sama
212
Bab 212 Tidak Di Perbolehkan
213
Bab 213 Mendadak Lupa
214
Bab 214 Semakin Aneh
215
Bab 215 Menjadi Suami Istri
216
Bab 216 Momen Langka
217
Bab 217 Merasa Iri
218
Bab 218 Tak Terganggu
219
Bab 219 Menahan Kekesalan
220
Bab 220 Kesempatan Emas
221
Bab 221 Menyebalkan Sekali
222
Bab 222 Hampir Putus Asa
223
Bab 223 Cowok Licik
224
Bab 224 Menantang Ucapan
225
Bab 225 Tertidur Lelap
226
Bab 226 Berani Mengancam
227
Bab 227 Ternyata Serem Juga
228
Bab 228 Ngatur Banget
229
Bab 229 Tak Ingin Mengulangi
230
Bab 230 Aksi Jahilnya Berhasil
231
Bab 231 Tak Terlalu Mempedulikannya
232
Bab 232 Tak Mengingat
233
Bab 233 Jadi Ngawur
234
Bab 234 Jangan Sampai Terbuai
235
Bab 235 Terus Memaksa
236
Bab 236 Sudah Pingsan
237
Bab 337 Menuju Sumber Suara
238
Bab 338 Pucat Pasi
239
Bab 339 Terkejut Bukan Main
240
Bab 240 Percaya Diri
241
Shock Berat
242
Bab 242 Ikut Tertarik
243
Bab 243 Tak Pernah Peduli
244
Bab 244 Masa Bodo
245
Bab 245 Ingin Tahu
246
Bab 246 Cukup Tak Baik
247
Bab 247 Perubahan Ekspresi
248
Bab 148 Bukan Urusan Mu
249
Bab 149 Saling Menerima

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!