Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Erik dan Antony membaca hasil pencarian orang-orang dari data yang di-input oleh Vesper melalui tubuh Gina. Data-data dari layar besar itu juga bisa dipilah menjadi beberapa bagian. Vesper mengelompokkan dari temuan satelit kepada Erik dan Antony untuk dipelajari.
"Lihat pemetaan dunia yang baru. Ini ... cukup mengejutkan, kawan-kawan. Negara-negara yang dulu berada di sepanjang wilayah ini hilang. Negara-negara tersebut lenyap dan kini menjadi laut," ucap Vesper yang membuat mata Erik dan Antony membulat penuh.
"Apa yang terjadi dengan masa lalu?" tanya Boleslav berkerut kening.
"Di sini dijelaskan terjadi perang besar. Hanya saja jika kita mempelajari sejarah dunia bisa menghabiskan waktu, sedangkan kita tak seluang itu," jawab Vesper saat muncul menu informasi pada samping layar tersebut.
"Kita tunda dulu saja. Fokus dengan tugas saat ini," jawab Antony dan Vesper mengangguk setuju.
"Apakah ... kita berada di sini? Mega-US?" tanya Erik seraya menunjuk tulisan warna putih yang terang.
"Ya. Benua Amerika terbagi dua. Kini, Amerika ada dua, Utara dan Selatan. Utara disebut New-US dan selatan Mega-US," jawab Vesper menjelaskan dari catatan satelit.
"Lalu ... di mana negara-negara lainnya?" tanya Antony bingung.
"Di sini tercatat jika negara-negara yang kita kenal dulu telah dihapuskan. Beberapa masih ada, tetapi berubah nama. Pemerintahan baru menyebut negara-negara tersebut adalah Distrik. Mega-US dan New-US adalah negara di zaman ini. Lalu di benua Asia ada negara bernama Great Ruler. Selanjutnya ada—"
"Vesper, bahaya! Polisi datang kemari! Cepat pergi!" pekik Joel yang tiba-tiba muncul dari balik dinding.
Vesper yang paham dengan keadaan darurat itu bergegas pergi. Roh Gina menunjukkan sebuah jalan lain agar raganya tak tertangkap polisi. Para roh mengikuti Gina yang menuntun mereka melewati sebuah lorong bercahaya lampu biru terang menyilaukan. Vesper terlihat tegang karena ia satu-satunya manusia dalam kelompok meski berupa mayat hidup.
Hingga langkah Vesper akhirnya terhenti saat berada di ujung lorong di mana pintu besi tersebut hanya bisa dibuka dengan barcode. Vesper yang mulai paham cara kerja penggunaan tanda bergaris layaknya tato di tubuh itu dengan sigap memindai tengkuknya.
"Terima kasih atas kinerjamu hari ini di Old Village, Georgina Rovales. Sampai bertemu esok hari," ucap sistem ketika membukakan pintu untuknya.
Roh Gina yang sudah pergi lebih dulu dengan menembus dinding, menunggu Vesper di sebuah landasan seperti helipad. Atap ruangan tersebut masih tertutup saat Vesper mendongak ke atas. Terdapat benda dengan baling-baling di atas landasan yang dikelilingi lampu di sekitar sebagai penerang. Gina menunjuk kendaraan terbang seperti yang pernah Axton amati waktu itu. Axton yang ikut menyusul segera memberitahu Vesper cara kerjanya.
"Lalu tekan ini," ucap Axton seraya menunjuk sebuah tombol.
PIP!
"Wow!" kejut Vesper karena benda itu dengan cepat bekerja saat ia menekan tombol 'power'.
Vesper melihat Gina yang berdiri di depan helikopter memberikan bahasa isyarat. Mantan ratu mafia tersebut segera memasukkan data mengenai tujuan selanjutnya.
"Rute telah dipilih. Sistem pengoperasian auto-pilot dijalankan. Dibutuhkan waktu tiga jam tiga puluh lima detik sampai ke perbatasan menuju Distrik Lumia. Hitung mundur waktu keberangkatan mulai 3 ... 2 ... 1. Heli-Go dijalankan," ucap sistem.
Senyum Vesper terkembang saat helikopter yang ditumpanginya mulai bergerak. Vesper mendongak dari kaca bagian atas saat atap ruangan terbuka dan terlihat bulan bercahaya terang. Helikopter berukuran kecil yang hanya muat satu orang tersebut terbang menuju ke langit. Vesper kagum ketika sabuk pengaman otomatis terpasang saat sistem menjelaskan rute keberangkatan. Vesper menikmati pemandangan malam di mana ia akhirnya bisa melihat dunia baru dari atas helikopter generasi baru.
"Bagaimana? Apakah nyaman?" tanya Erik penasaran yang melayang dengan sebagian tubuh di dalam helikopter dan sisanya berada di luar.
"Ya. Ini sangat seru, Erik," jawab Vesper ketika helikopter bergerak dengan sendirinya memasuki rute layaknya jalan tol di udara.
Vesper duduk dengan manis mengamati kendaraan terbang sejenis yang berlalu-lalang di sekitarnya. Hebatnya, kendaraan-kendaraan itu berbaris dengan rapi tak ada yang menyalip kecuali menggunakan sistem kemudi manual. Vesper pernah melihat seseorang menjalankan Heli-Go dengan mengoperasikannya sendiri. Helikopter tersebut mendapatkan jalur khusus dengan lampu berwarna merah menyala sebagai tanda jika tidak dijalankan secara auto-pilot. Saat para roh juga ikut menikmati perjalanan dengan terbang, tiba-tiba saja, muncul layar hologram di jendela kaca helikopter bagian depan. Vesper tertegun dan diam menonton.
"Breaking news. Laporan terhangat di Mega-US yang baru saja diliput oleh Media-Bot. Robot patroli di Old Village menemukan noda darah pada pakaian dengan robekan bagian perut seperti luka tusukan yang diidentifikasi milik Georgina Rovales. Diselidiki jika wanita penjaga Old Village tersebut sempat mengakses beberapa data di Kantor Pusat dan bertemu dengan penjaga lainnya sebelum kasus ini dilaporkan. Brego, selaku suami dari wanita yang dikenal bernama Gina belum ditemukan. Robot polisi masih melakukan penyusuran di sekitar untuk mencari keberadaan Gina dan Brego. Robot patroli Old Village juga menemukan pisau berikut noda darah di sebuah rumah bersejarah dan sedang diidentifikasi kepemilikannya. Demikian laporan ini kami sampaikan agar menjadi perhatian khusus semua warga termasuk Mega-US dan semua distrik terdekat. Selamat malam dan salam perdamaian," ucap seorang wanita layaknya pembawa berita.
"Oh, shitt!" pekik Vesper dengan wajah tegang. Saat Vesper dilanda kepanikan, ia baru sadar jika roh Gina tak ada bersamanya. "Tunggu. Mana Gina? Apakah dia ikut bersama kalian?" tanya Vesper seraya melihat ke arah Erik dan Joel yang setengah tubuhnya ada di dalam helikopter.
Joel dan Erik yang ikut menyadari tak adanya Gina dalam kelompok mereka, bergegas terbang keluar dari helikopter untuk melihat sekitar.
"Sepertinya, Gina tak ikut kita sejak lepas landas. Sial, aku juga tak sadar akan hal itu karena penasaran dengan sistem transportasi di zaman ini. Bodoh," umpat Boleslav pada dirinya sendiri.
"Kalau begitu, aku akan kembali!" seru Axton yang tiba-tiba saja terbang turun.
"Axton, stop! Kau akan terpisah dari kami!" teriak Erik panik.
"Jangan khawatir! Amerika terpatri di otakku!" jawabnya berteriak sembari terbang turun.
"Agh, sial! Kenapa jadi rumit seperti ini!" gerutu Erik yang akhirnya mengikuti helikopter Vesper.
Vesper yang diberitahu oleh Erik tentang rencana Axton, langsung melebarkan mata.
"Bagaimana bisa kalian membiarkan dia pergi! Axton yang membawa rantainya!" teriak Vesper yang membuat mata Joel dan Erik melotot.
"Kalian pergilah. Aku sudah melihat rute pemberhentian helikopter ini. Pastikan saat mendarat nanti, kalian tak pergi jauh dari landasan. Aku akan segera menjemput Axton dan menyusul kalian," ucap Boleslav yang membuat Joel dan Erik ikut cemas karena mereka terpisah.
"Ya, sudah. Hati-hati," jawab Erik pada akhirnya.
Boleslav terbang turun untuk menjemput Axton. Vesper yang frustasi hanya bisa menggerutu di dalam helikopter. Ia tak berniat kembali ke Old Village karena akan membuat kehebohan. Mengingat untuk mencari sebuah raga sangatlah sulit, ia memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan.
"Jangan khawatir. Aku akan mengawasi sekitar. Akan kuberitahu jika melihat kedatangan dua orang bodoh itu," ucap Joel dengan wajah datar. Vesper hanya bisa mengangguk pasrah karena tak ada hal lain untuk dilakukan.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE (DeviantArt)
Okey kita mulai up TDN secara teratur ya. Semoga bisa up daily. Semangat!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑Ulhak 💣
ketegangan kembali q rasakan...
2024-07-26
0
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
fokus baca lgi gk bsa komen akoh
2024-07-03
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
seru seru seru
semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku 😝 jangan bosan dengan komen gilaku ju
2023-07-22
0