Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Vesper dan lainnya kebingungan karena tak bisa merasuki raga lelaki yang sedang dirundung kesedihan entah apa yang terjadi.
"Kita harus bagaimana? Dia akan bunuh diri!" pekik Erik panik saat melihat lelaki itu mulai berdiri dengan tubuh gemetaran di tepi pijakan atap bangunan berlantai 50.
"Apa urusannya dengan kita? Tugas kita adalah menangkap roh jahat. Kita tak usah mencampuri garis takdirnya. Mungkin memang jalan hidupnya akan berakhir dengan bunuh diri," sahut Joel santai yang berdiri melayang di depan manusia itu seraya menyilangkan kedua tangan depan perut.
Semua roh terdiam. Ucapan Joel dirasa ada benarnya. Namun, Vesper merasa jika hal ini seharusnya bisa dicegah. Pasti ada alasan tertentu hingga lelaki itu nekat ingin mengakhiri hidupnya.
Benar saja, pria itu merogoh saku celana lalu memasang alat seperti sebuah earphone di salah satu telinganya. Kening para roh berkerut ketika lelaki berjas itu menekan tombol hitam yang terpasang di lubang telinganya lalu melepaskan kacamata perlahan. Air mata lelaki itu sudah membanjiri wajah. Ia mengusap wajahnya dengan salah satu tangan lalu menarik napas dalam kemudian diembuskan panjang.
"Halo?"
"Sam," jawab pria itu yang membuat Vesper mendekat ke arah telinga lelaki tersebut.
"Josh?"
"Hem."
"Sudahlah, Josh. Tak ada gunanya kau menghubungiku lagi. Aku, sudah memutuskan. Kita berpisah. Keputusanku sudah bulat. Aku—"
PIP!
Lelaki bernama Josh menekan tombol di lubang telinganya dan membuat panggilan itu terputus. Entah kenapa, melihat pria itu bersedih membuat para roh yang mengelilinginya ikut merasakan duka. Josh melipat kacamata yang sedari tadi masih ia genggam. Wajahnya sendu saat ia menjatuhkan benda itu dari ketinggian meski tatapannya ke arah langit. Jantung Vesper berdetak semakin cepat seolah organ itu masih berfungsi dengan baik seperti ketika menjadi manusia.
"Baiklah. Itu keputusanmu dan ini ... keputusanku. Selamat tinggal," ucap Josh seraya memejamkan mata.
"Josh!" teriak Vesper dengan tangan terulur untuk menggapai raga lelaki yang menjatuhkan dirinya dari ketinggian.
Sontak, para roh panik. Joel yang awalnya tak peduli ikut dibuat terjun dari atas dan berusaha untuk menggapai raga Josh.
"Josh!" teriak Erik ikut berusaha untuk menangkap tubuh lelaki itu, tetapi tetap tak bisa.
Tangan kelima mantan mafia menembus raga Josh yang nekat bunuh diri. Vesper seperti ingin menangis karena usahanya tak berhasil. Josh memejamkan matanya rapat, dan membiarkan tubuhnya yang telah lelah berikut pikirannya pasrah dengan akhir hidupnya. Benar saja ....
BRUGG!! KRAKKK!!
"Arghhh! Harghhh!" teriak Vesper histeris saat melihat tubuh Josh menghantam permukaan aspal dengan keras dan langsung menewaskannya.
Sontak, kejadian itu membuat sekitar wilayah perkantoran ramai. Orang-orang terkejut dan panik. Tubuh Vesper gemetaran yang berdiri di samping raga Josh. Pria itu tewas dengan darah mengalir deras dari retakan karena tengkoraknya pecah. Matanya terbuka, terlihat seperti terkejut akan kematiannya. Saat Vesper membalik tubuhnya dengan napas tersengal, tiba-tiba ....
"Vesper! Lihat!" teriak Axton dengan tangan gemetaran menunjuk sesuatu.
Sontak, Vesper berbalik. Matanya membulat ketika melihat roh Josh keluar dari raganya terlihat suram. Ia terbang melayang begitu saja seolah tak melihat keberadaan roh lain di sekitarnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Vesper bingung.
"Kita ikuti dia. Kurasa, ada yang tak beres dengan Josh," ajak Antony dan semua roh mengangguk.
Kelima roh itu menatap roh Josh lekat yang terlihat seperti bingung. Wajahnya murung dan auranya terasa begitu menyedihkan. Vesper memberanikan diri menyentuh pundak lelaki itu. Seketika, Josh menghentikan langkahnya. Vesper dan lainnya dibuat tertegun. Para mantan mafia itu tampak gugup saat Josh berbalik, tetapi matanya menatap jalanan dalam diam.
"Josh? Kau tak apa? Kenapa ... kenapa kau nekat bunuh diri?" tanya Vesper pelan.
Namun, Josh tak menjawab. Ia lalu kembali melayang ke arah lain seperti tak memiliki tujuan. Vesper dan lainnya saling berpandangan, bingung dengan kondisi ini.
"Akk! Akk! Akk!"
"Shitt! Dia mengagetkanku untuk kesekian kali!" pekik Joel kesal karena sang Kematian datang tiba-tiba.
"Beritahu kami," pinta Vesper menatap burung gagak yang bertengger pada sebuah dahan pohon di trotoar jalan.
"Josh, merusak garis takdir yang ditentukan oleh Tuhan. Dia memutuskan kematiannya sendiri dan hal itu tak bisa dimaafkan. Roh Josh menjadi arwah gentayangan. Sebenarnya, jika Josh bisa berpikir dengan bijak, ia masih bisa melanjutkan hidup. Namun, itulah manusia dengan beragam pola pemikiran."
"Jadi ... Josh mati, tetapi ... dia tak bisa masuk ke neraka atau surga, begitu?" tanya Erik menebak.
"Begitulah. Ia akan terperangkap dalam dunia manusia sampai kiamat datang. Arwah-arwah gentayangan inilah penyebab roh jahat muncul dan merasuki jiwa yang rapuh. Josh, tak siap mati. Namun, ia juga tak siap menjalani kehidupan yang baginya penuh penderitaan. Oleh karenanya, saat rohnya nanti merasakan kedengkian karena melihat orang lain bahagia, ia tak terima. Ia akan mencari raga rapuh untuk dirasuki. Ibarat, ia mencari teman agar bisa bersamanya saat hari penghakiman di akhirat nanti," ucap sang Kematian yang membuat para roh itu pucat.
"Jadi ... roh-roh seperti Josh-lah awal mula roh jahat bermunculan? Kukira itu iblis," sahut Axton tercengang.
"Tentu saja iblis terlibat saat Josh memutuskan untuk mengakhiri hidupnya atau tidak. Hanya saja, kalian tak bisa melihatnya. Kalian dulunya manusia lalu mati dan menjadi roh. Sedang iblis, sejak awal diciptakan bukanlah manusia, tetapi dari api dan memiliki nafsu seperti manusia," ucap sang Kematian yang membuat Axton merinding seketika karena disamakan dengan iblis.
"Oke," jawab Antony ikut gugup karena baru mengetahui hal tersebut.
"Lalu ... saat Josh memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, tak bisakah kami terlibat untuk menghentikan aksi gilanya itu?" tanya Vesper masih merasa Josh bisa diselamatkan jika lelaki itu mendengarnya.
"Tidak bisa. Hanya manusia-manusia yang beriman, yang bisa menghalau segala tipu daya dan kelicikan iblis. Kalian, tak diberikan kemampuan untuk bicara dengan manusia yang memiliki jiwa selain menggunakan jasad," jawab sang Kematian yang membuat Vesper tertunduk lesu.
Para roh itu terdiam. Mereka kembali menyadari perbuatan di masa lalu di mana orang-orang itu yakin jika bisikan iblis sangat kuat. Para mantan mafia itu berpikir, jika iblis-iblis itu mereka persilakan untuk singgah serta ikut campur dalam kehidupan. Vesper memejamkan matanya rapat. Ia merasa seperti memelihara banyak setan di hatinya selama hidup. Vesper menangis meski air mata yang menetes tiba-tiba lenyap begitu saja dan seterusnya.
"Kau menyesal, Sayang?" tanya Erik menatap Vesper iba.
"Ya, tentu saja. Mungkin karena itu aku disiksa di neraka, Erik. Dosaku terlalu banyak bahkan melebihi umurku," jawab Vesper dengan napas tersengal seolah oksigen di tenggorokannya tercekat.
Sang Kematian memang sengaja membuat para roh itu seperti merasakan ketika menjadi manusia, tetapi dengan batasan. Mereka tak sadar jika sang Kematian telah pergi karena mantan-mantan mafia itu dirundung penyesalan. Tiba-tiba ....
"Aaa, aaa, uh, uh!" seru seorang anak kecil yang membuat kepala para roh itu menoleh seketika.
Mereka tertegun karena muncul bayi gendut menggemaskan entah sejak kapan di sana. Bayi lelaki bermata biru itu menatap kelima roh bergantian seperti bisa melihat mereka. Axton yang penasaran, mencoba terbang ke kanan dan ke kiri. Ajaib, kepala bayi itu mengikuti pergerakannya yang duduk pada sebuah bola cekung melayang di atas permukaan trotoar.
"Wow! Dia bisa melihatku!" pekiknya gembira.
"Ya, aku rasa demikian. Hai ...," sapa Vesper seraya melambaikan tangan.
"Mam mam mam," ucap bayi itu yang membuat para roh tersenyum, kecuali Joel.
"Hei, gendut. Sebaiknya kau bicara dengan jelas agar bisa menjadi media penghubung komunikasi antara roh dan manusia," ucap Joel yang membuat para roh berkerut kening. Namun, bayi itu diam saja dan malah asyik memakan tangannya.
"Hahaha, sia-sia apa yang kau katakan, Joel! Dia tak mengerti," ledek Axton, tetapi Joel menjawabnya dengan berdecak.
"Sudah. Kita pergi saja. Kita fokus pada tujuan hari ini. Lupakan Josh, setidaknya kita tahu asal mula roh jahat," ujar Vesper yang mulai bisa mengendalikan emosinya.
"Oke!" jawab Axton kembali semangat dan terbang melayang diikuti roh lainnya.
***
tengkiyuw tipsnya😍 lele padamu💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
ohhh brti klo orng budir arwah gk ditrma kelak disurga maupun neraka ta
2024-07-03
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
wow terngecang aku ehhh tercengang aku jadi selama ini para roh gentayangan itu antonimnya roh baik ya Ju
semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku 😝 jangan bosen melihat komen gilaku 😝🤣🤣🤣
2023-07-22
1
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
joel2 🤣🤣🤣
2023-07-22
1