Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Vesper dan roh lainnya tegang saat melihat arwah dari wanita yang dibunuh oleh pria tak dikenal menatap mereka dengan wajah sayu. Joel yang menggunakan raga wanita tersebut ikut gugup karena khawatir jika akan menimbulkan masalah. Joel menepuk pundak Axton dan meminta untuk menarik rohnya. Axton dengan sigap melakukan hal tersebut dan membiarkan raga wanita berambut panjang itu tergeletak di lantai.
Saat para roh itu menatap sosok wanita bergaun putih layaknya seorang putri, tiba-tiba saja ia menggerakkan tangan seperti melakukan sesuatu.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Erik bingung.
"Oh, aku tahu!" pekik Vesper yang membuat para roh pria di sekitar menatapnya lekat.
"Bahasa isyarat. Hem, Sandara pernah melakukannya," tebak Boleslav yang diangguki oleh Axton karena ia juga baru menyadari hal itu.
"Sandara? Siapa dia?" tanya Joel dengan kening berkerut.
"Putri Vesper dan Kai. Lalu ada Arjuna. Dia putra Vesper dan Han. Lalu ... oh, iya, aku lupa. Kau tak memiliki anak dari Vesper, Ramos," sindir Axton dengan wajah lugunya.
"Keparatt kau!"
"Hahahaha!" tawa Axton gembira karena ia tahu jika Joel akan tersulut emosi.
Axton terbang meninggalkan kumpulan menghindari pukulan Joel. Entah kenapa, membuat Joel mengamuk membuat hatinya gembira. Namun, hal itu menjadikan Vesper, Erik dan Antony fokus dengan roh di depannya.
"Apa yang dia katakan, Sayang?" tanya Erik penasaran.
"Dia bilang. Aku akan membantu kalian sampai matahari terbit atas permintaan sang Kematian sebagai hadiah. Setelahnya, aku akan pergi ke alam kematian," jawab Vesper yang membuat Erik dan Antony tertegun.
"Oh! Mungkin maksud dari sang Kematian dengan memberikan hadiah adalah melalui dia. Namun, apa yang bisa dilakukan wanita itu?" tanya Erik bingung.
Tampaknya, roh wanita bergaun putih itu memahami ucapan tiga roh di depannya. Meski wajahnya datar tak berekspresi dan tak bisa bicara, tetapi Vesper bisa memahami melalui bahasa isyarat. Vesper mengangguk pelan saat roh itu menggerakkan tangannya lagi.
"Dia tahu kesulitan kita. Dia akan membimbing untuk mencari tempat di mana bisa menemukan jasad. Lalu katanya, ada suatu tempat di mana banyak sekali arwah gentayangan dan roh jahat dari sisa peperangan zaman dulu. Tempat itu berada di beberapa benua," sambung Vesper yang membuat Antony dan Erik mengangguk pelan.
Tiba-tiba, roh wanita itu melayang mendekati Vesper. Ia menunjuk jasadnya yang tergeletak lalu melirik mantan ratu mafia tersebut. Vesper menunjuk dirinya seperti memahami maksud dari roh yang kira-kira berumur 30 tahunan tersebut.
"Apakah dia meminta agar kau merasuki jasadnya?" tanya Erik dan Vesper mengangguk.
"Cepat lakukan, Vesper. Aku khawatir jika pria tadi melaporkan perbuatannya dan mendatangkan polisi kemari," ucap Antony.
"Heh? Kau gila? Mana ada penjahat yang melaporkan perbuatan jahatnya. Kau sungguh naif, Tony," sindir Erik terkekeh, tetapi Antony diam saja tak berkomentar.
Vesper dengan sigap merasuki jasad tersebut. Tak lama, Vesper bangun dengan raga barunya. Sayangnya ada noda darah di pakaian putih itu. Vesper khawatir jika hal tersebut akan membuat kepanikan orang-orang yang melihat.
Lalu tiba-tiba, roh wanita yang belum diketahui namanya itu terbang melayang menembus dinding. Erik dan Antony bergegas mengejar. Vesper yang kembali menjadi mayat hidup, harus melakukan pekerjaan seperti saat menjadi manusia dulu. Vesper mulai menikmati kehidupan barunya sebagai roh yang bisa menembus dinding, tak perlu makan dan melakukan hal-hal merepotkan lainnya.
"Vesper, kemari!" panggil Antony yang menunggunya di depan sebuah rumah bergaya Brazil.
Vesper segera berlari dan memasuki sebuah pintu yang terbuka. Ternyata, rumah-rumah di pemukiman tersebut memang kosong tak dihuni. Lebih mirip seperti bangunan bersejarah, tetapi tetap terjaga keasliannya. Vesper yang merasa kembali di masa ia hidup dulu mengembangkan senyuman. Ia mengamati dekorasi-dekorasi dalam rumah yang ditata dengan indah dan terlihat bersih.
"Sayang, kemarilah," panggil Erik yang kini berdiri di sebuah pintu.
Vesper kembali melangkah dan mendapati sebuah ruangan. Ia merasa jika itu sebuah kamar karena banyak pakaian dalam lemari kayu, sebuah kasur dan juga perlengkapan lainnya. Vesper dengan sigap melepaskan gaun bernoda darah itu dan membiarkan tubuhnya terlihat. Erik dan Antony diam saja. Hasrat lelaki mereka tak bangkit meskipun ada wanita telanjang di hadapan.
"Vesper. Bagaimana jika kau ambil beberapa pakaian untuk berjaga-jaga? Siapa tahu kita membutuhkannya ketika mendapatkan raga dari seorang mayat," saran Antony.
"Pemikiran bagus!" jawab Vesper dengan senyum terkembang.
Ia melihat sekitar dan mendapati sebuah tas ransel kain. Vesper memasukkan beberapa pakaian yang sekiranya bisa digunakan untuk pria ataupun wanita termasuk beberapa benda lainnya.
"Oh, kalian di sini rupanya," ucap Axton saat ia datang bersama Joel.
"Dia membuatku mengejarnya!" pekik Joel kesal.
"Baguslah jika kau sadar. Axton sengaja mempermainkanmu, Ramos," tegas Antony yang membuat Joel melirik sang Casanova sadis, tetapi Axton terkekeh.
"Lihat yang kami lakukan saat kalian bersenang-senang!" gerutu Vesper dengan penampilan barunya seperti seorang petualang karena memakai topi koboi, sepatu boots kulit, kemeja lengan panjang, syal di leher, rompi dan celana panjang jeans.
"Wow, kau cantik!" puji Axton dengan wajah berbinar.
"Ya, aku suka mata biru dan rambut pirang bergelombangnya. Namun, tunggu dulu ... hei," panggil Vesper kemudian usai melihat dirinya di sebuah cermin tergantung di dinding. Roh wanita itu menatap Vesper dengan sayu. "Siapa namamu?" Wanita itu menggerakkan tangannya dan membuat semua roh di sana terdiam. "Georgina Rovales?"
Roh itu mengangguk pelan.
"Lalu ... panggilanmu Gina?" tanya Axton seraya menunjuk. Roh itu kembali mengangguk.
"Heh, tebakan hebat, Giamoco," sindir Joel, tetapi Axton bangga dengan hal itu.
"Di mana letak barcode di tubuhmu?" tanya Antony karena ia tak melihat tato bergaris di tubuh yang digunakan Vesper.
Roh itu memegang tengkuknya. Vesper melepaskan topi lalu menggigitnya. Ia menaikkan rambut belakang agar teman-teman rohnya bisa melihat barcode tersebut.
"Ah, dia benar. Kita aman sekarang. Kau pintar, Tony," puji Erik, tetapi Antony diam saja.
"Boleh kutahu, kau siapa? Lalu ... kenapa kau dibunuh?" tanya Vesper yang membuat roh di sekitarnya menatap roh bernama Gina itu lekat.
"Aku dan suamiku yang bernama Brego Mozage penjaga Old Village. Aku bisu. Pria yang membunuhku tadi adalah Brego. Aku tak tahu apa yang membuatnya membunuhku karena dia sangat mencintaiku. Namun, setelah aku melihatnya usai rohku keluar dari raga, kini aku mengerti. Sebagai ucapan terima kasih karena kalian telah mengurung roh jahat, aku menerima permintaan dari sang Kematian untuk menolong kalian."
Vesper yang menerjemahkan bahasa isyarat itu membuat roh lainnya mengangguk paham.
"Kami juga berterima kasih. Jadi, selanjutnya apa?" tanya Vesper penasaran.
Roh tersebut mengayunkan tangan seperti mengajak mereka untuk mengikutinya.
***
wah makasih tips koinnya jadi booster nih 😍 kira2 bisa up berapa eps ya hari ini. semoga gak rempong jadi bisa crazy up. amin❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
lgian si joel rames ini oon ap bloon mau aj dikerjain ama si axton🤣🤣
2024-07-03
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
hadiahnya penunjuk jalan ya Ju
semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku 😝 jangan bosan dengan komen gilaku ju
2023-07-22
0
𝐋α²¹ℓ◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩
klo msh ada hasrattt lbh repot...yg ada gk tobat2 berburu roh jht lgiii
2023-06-12
0