Pertolongan Diluar Rencana

Ternyata, nulis novel ini kl diterbitkan malam seyem uyy. Lele horor sendiri. Jadi dibalik aja ya. TDR up matahari, Kiarra up bulan😆.

--- back to Story :

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.

Usaha Vesper dan lainnya berhasil untuk keluar dari rumah sakit. Erik yang masih dalam bentuk roh, menunjuk sebuah kendaraan yang terlihat menyerupai mobil. Antony dan lainnya bergegas menghampiri benda itu. Siapa sangka, jika kendaraan tersebut tak memiliki kunci. Atap mobil terbuka, entah ke mana pemiliknya. Mereka juga bingung karena bentuk dari mobil itu cukup unik sebab tak memiliki roda.

"Wah, aku seperti kampungan," ujar Axton mengamati mobil tersebut dengan saksama.

Saat tiga mayat hidup itu dibuat bingung karena tak tahu cara menghidupkan mesin mobil, tiba-tiba ....

"Kalian siapa?"

Erik dan Joel terkejut ketika seorang pria mendatangi tiga anggota dari timnya yang membelakangi orang tersebut. Vesper, Axton dan Antony saling melirik dalam diam. Vesper membalik tubuhnya dan menatap pria itu lekat.

"Jenny? Ka-ka-ka ...."

Vesper bingung. Pria itu seperti mengenalinya. Wanita tersebut langsung mendatangi pria yang seperti terkejut akan sosoknya.

"Ya, aku Jenny. Aku telah mati, tetapi hidup kembali. Tolong aku," ucap Vesper seraya memegang tangan lelaki itu.

Pria tersebut shock dan seperti sesak napas. Vesper dengan segera menarik tangan orang itu dan membuatnya menyender pada badan mobil. Tiba-tiba ....

"Siap berkendara, Tuan Hose?"

Vesper melirik kawan-kawannya dan mereka mengangguk pelan dengan senyuman seperti satu pemikiran.

"Hose. Tolong. Aku akan jelaskan semua, tapi bawa aku dan dua temanku pergi dari sini. Waktuku tak banyak," pinta Vesper memelas.

Pria itu menatap wanita di sampingnya lekat dengan wajah pucat. Ia menutup mulutnya rapat dengan salah satu tangan, bingung dengan apa yang harus diperbuat.

"Lambat!" pekik Axton gusar dan mendorong dada pria itu hingga ia jatuh terjungkal ke belakang.

"Axton!" pekik Vesper melotot.

"Lihat!" sahut Antony menunjuk ke arah lain di mana para petugas dan pihak keamanan mulai mendatangi mereka dengan langkah cepat.

"Sial!" gerutu Joel yang membuat semua orang ikut panik.

"Silakan sebutkan tujuan Anda, Tuan Hose," ucap sistem dalam mobil.

Vesper dengan sigap memegang lengan pria bernama Hose dan menatapnya lekat. "Apa kau mencintaiku?" Pria tersebut tampak gugup, tetapi mengangguk. "Lakukan yang kuminta."

Hose menatap wanita yang ia kenali lekat seperti ingin memastikan sesuatu.

"Kita akan tertangkap!" pekik Axton panik yang sudah duduk di bangku kemudi.

"Hose!" teriak Vesper lantang.

"Itu mereka, tangkap!" seru seorang petugas keamanan rumah sakit saat mendapati buronannya.

"Home!" jawab Hose seraya melihat wanita pucat di depannya saksama.

"Rute ditetapkan. 15 menit perjalanan sampai ke tujuan."

BREMM!!

"Wow!" pekik Axton terkejut saat deru mesin mobil yang ditumpanginya bergemuruh.

Mobil melaju secara otomatis tanpa pengemudi. Antony segera melompat dan duduk di samping Axton seraya menoleh ke belakang di mana Vesper dan Hose berada di bangku belakang. Saat mobil berhasil meninggalkan area rumah sakit, Vesper baru menyadari sesuatu.

"Joel! Erik!" panggilannya karena dua roh itu berlari sebab mereka tak bisa menumpang.

Kening Hose berkerut saat melihat sorot mata istrinya terarah ke bagian belakang mobil.

"Sial! Jangan sampai tertinggal, Joel!" seru Erik yang berlari sekuat tenaga dengan tubuh melayang.

"Tak usah menyuruhku!" jawab saingan terberatnya ikut berlari kencang.

Namun, tiba-tiba ....

"Agh! Oh, wow! Wow! Wow!"

"Ha?" kejut Joel saat melihat tubuh Erik yang tadinya hampir jatuh malah terbang ke atas meski tak beraturan. Joel sampai menghentikan laju lari dengan kepala mendongak melihat Erik terbang tinggi.

"Hahahaha! Aku terbang! Aku terbang!" teriaknya gembira dan hal tersebut membuat Joel ikut mencoba untuk melakukan hal seperti lawannya.

"Emph! Agh!" erangnya ketika Joel mencoba untuk melompat.

Siapa sangka, jika usahanya juga berhasil meski ia tidak terbang seperti Erik.

"Gerakkan tubuhmu seperti ini, Joel! Jangan paksakan! Ia seperti mengerti isi pikiranmu!" ucap Erik mengajarkan.

Joel kesal karena digurui, tetapi ia tak mau tertinggal. Joel memejamkan mata sejenak dan membayangkan dirinya terbang dengan menjatuhkan tubuhnya ke depan bersamaan dua tangan direntangkan.

WUSS!

"Kau berhasil! Mudah bukan?" seru Erik yang membuat Joel membuka mata seketika.

"Hahahaha! Wohooo!" seru pria asal Filipina itu senang.

Joel bergegas mengejar mobil yang ditumpangi Vesper dan lainnya. Erik yang tak mau tertinggal, segera mengikuti.

"Lihat! Mereka ... mereka terbang!" pekik Axton sampai matanya melotot lebar.

Senyum Vesper terkembang. Ia akhirnya tahu jika sosok roh memiliki kemampuan lain. Namun, ia juga sadar jika Hose memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.

"Nikmati saja perjalanannya. Akan kujelaskan nanti saat di rumah," ujar Vesper dan Hose hanya menelan ludah sebagai jawaban.

Setibanya di rumah Hose.

Para arwah dan mayat hidup itu memenuhi ruang tamu. Vesper duduk di sofa bersebelahan dengan Hose. Sedangkan Axton dan Antony duduk di sofa single menatap pria itu saksama.

"Kau ... bagaimana kau bisa hidup lagi? Dan ... siapa mereka?" tanya Hose masih menjaga jarak dengan tiga orang yang terlihat pucat itu.

"Kuserahkan padamu, Ves— eh, J. Je ... na na ni? Hehe," ucap Axton yang mendadak lupa dengan nama wanita tersebut.

Kening Hose berkerut karena wanita cantik di depannya bersuara berat seperti lelaki. Vesper terlihat tertekan. Hingga matanya tertuju pada Joel. Vesper teringat akan sesuatu.

"Hose. Ini mungkin terdengar konyol untukmu, tetapi ... aku bangkit dari kematian karena siksaan neraka," ucap Vesper memelas.

Joel tersenyum miring.

"Apa maksudmu, Sayang?" tanya Hose yang kini menatap wanita bernama Jenny saksama.

"Kau mencintaiku bukan?" tanya Vesper mengulang. Hose mengangguk, tetapi membuat wajah Joel dan Erik masam. "Doakan aku, Hose. Doakan untuk keselamatanku agar terhindar dari siksa neraka. Sungguh, tempat itu sangat mengerikan. Aku membutuhkanmu untuk selalu mendoakanku setiap waktu, setiap saat, setiap ada kesempatan. Semakin banyak doa yang kudapat, semakin dekat untukku ke surga."

"Ya, Tuhan. Kau sungguh tersiksa, Sayang?" tanya Hose tampak terkejut. Jenny memasang wajah sedih. "Aku pasti akan mendoakanmu. Aku akan meminta kepada orang-orang yang mengenalmu untuk mendoakanmu, Sayang," ucap pria itu seraya menggenggam tangan wanita yang dikasihinya erat.

"Hei!" teriak Joel marah, tetapi Erik dengan sigap menahannya.

"Itu bukan tubuh Vesper. Biarkan saja," ucap Erik. Joel melepaskan tangan rivalnya itu dari dada. Erik geleng-geleng kepala.

"Aku sangat mencintaimu. Aku benar-benar kehilanganmu, Sayang. Kau memilih agar bayi kita selamat dan merelakan nyawamu. Aku ... ya, Tuhan. Aku sangat merindukanmu, Jenny," ucap Hose memeluk tubuh istrinya erat.

Vesper tertegun, tetapi menyambut pelukan itu. Joel dan Erik langsung mendatangi Hose karena pria itu kini memegang wajah Vesper lalu mengecup bibirnya. Mata Vesper terbelalak lebar karena kaget dengan hal tersebut.

"Hahahaha! Hahahaha!" tawa Axton karena Erik dan Joel berusaha menghajar Hose, tetapi tidak bisa. Mereka tak bisa menyentuh pria itu, apalagi menarik jiwanya.

"Lihat, dia menikmatinya. Aku tak terkejut," ucap Antony yang membuat Hose berkerut kening saat melepaskan ciuman.

Vesper melirik Erik dan Joel yang melotot tajam padanya seperti ingin mencekik. Vesper tersenyum mengejek.

"Kau tenang saja, Sayang. Aku pasti akan selalu mendoakanmu. Aku terlalu mencintaimu," ucap Hose yang membuat Vesper mengangguk dengan senyuman.

"Masalah kita di sini sudah selesai. Kita harus bersiap untuk berburu, Ves— em ... maksudku ... Jenny," ucap Antony hampir keceplosan karena memanggil Vesper.

"Ya, kau benar," jawab Vesper dengan anggukan lalu berdiri.

"Kau mau ke mana?" tanya Hose langsung menggenggam tangan istrinya erat.

"Aku ... hempf. Aku dibiarkan hidup sampai matahari terbenam oleh sang Kematian, tetapi dengan satu syarat," ucap Vesper menatap Hose lekat.

"Sang Kematian?" tanya Hose bingung. Vesper mengangguk membenarkan.

"Aku dan dua kawanku diminta menangkap roh jahat yang merasuki tubuh manusia hidup. Oleh karena itu, kami harus segera pergi. Aku minta maaf, Hose. Lalu ... jagalah anak kita. Ceritakan hal baik tentangku dan katakan bahwa aku sangat menyayanginya. Kemudian ... carilah penggantiku. Anak kita butuh sosok seorang ibu," ucap Vesper yang membuat semua pria terdiam mendengarnya.

"Jenny ...," panggil Hose dengan mata berlinang.

"Selamat tinggal. Aku mencintaimu," ujar Vesper yang tiba-tiba mencium pria itu.

"Hei!" teriak Joel dan Erik marah besar.

Mereka berdua langsung mendatangi Vesper dan menarik tubuhnya. Axton tertawa terbahak karena dua lelaki itu kompak untuk memberikan pelajaran pada mantan istri mereka. Namun, tiba-tiba ....

"Oh!" kejut Antony dan Axton saat melihat suatu hal yang tak mereka sangka.

***

ada tips lagi 🥺 lele terharu. makasih ya jeng Manda ❤️

Terpopuler

Comments

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

hehehe koyol si axton emng

2024-07-03

0

Mami Mara

Mami Mara

kebiasaan axton 😂 slalu lupa nama cwe

2024-01-08

0

𝐋α²¹ℓ◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩

𝐋α²¹ℓ◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩

emang mom vasper perayu ulung🤭

2023-06-10

0

lihat semua
Episodes
1 Sang Kematian
2 Karena Doa
3 Tugas yang Sulit
4 Tentang Masa Lalu*
5 Ide Joel
6 Pertolongan Diluar Rencana
7 5 Detik
8 Rosemary*
9 Selamat Tinggal, Rosemary-Hose
10 Dunia Masa Depan*
11 Asal Mula Roh Jahat
12 Adaptasi*
13 Risiko
14 Roh Jahat Misterius*
15 Salah Bicara?*
16 Hadiah Sang Kematian
17 Hal Unik Lainnya*
18 Mencari Sisa Masa Lalu*
19 Terpisah
20 Menunggu*
21 Mengantarkan Pulang*
22 Sentra Hijau-Lumia*
23 Ucapan yang Dikabulkan*
24 Sosok Pengganti
25 Menegangkan
26 Doa Hashirama*
27 Misi Menyebalkan Hashirama*
28 Mafia-mafia Bodoh*
29 Siksaan yang Pedih*
30 Momen Terakhir
31 Ilmu yang Diturunkan
32 Sebuah Perubahan*
33 Hukuman Baru
34 Sang Pemimpin
35 Adaptasi dengan Masa Depan*
36 Indra Keenam
37 Keturunan Terakhir*
38 Embun*
39 Bumi Kacau*
40 Dia!
41 Gatot Sukoco?
42 Roh-roh Iblis*
43 Tak Bisa Diselamatkan*
44 Mayat Asep*
45 Malaikat?*
46 Kok Bisa?
47 Mencari King D
48 Kekuatan Eko
49 Musuh Bebuyutan
50 Beralih Pihak
51 Bergabungnya Tobias*
52 Pulau Terapung*
53 Panjang Umur*
54 Manusia Setengah Dewa*
55 Kisah King D*
56 Dipermainkan*
57 Salah Jalan
58 Misi Mencari Doa*
59 Keturunan Giamoco*
60 Semakin Banyak
61 Diperkenalkan*
62 Pertemuan dan Selamat Tinggal
63 Seragam Hitam*
64 Bisikan Setan
65 Kehilangan dan Kedatangan
66 Si Pucat*
67 Kisah Jonathan*
68 Berkumpulnya Para Keturunan*
69 Terbongkar*
70 Membayar Hukuman
71 Mengejar Waktu*
72 Inisiatif Junior
73 Suara Junior*
74 Mengagumkan
75 Tentang Kematian
76 Mereka Berkumpul
77 Panik!
78 Permintaan Mereka
79 Bergabungnya Lucifer Flame
80 Menyelesaikan Hukuman
81 Mengejar Kekurangan
82 Dia Lupa
83 Abu-abu
84 Hampa
85 Pamit
86 Tersulut Amarah
87 Kegelapan Datang
88 Bagaimana Menyelamatkannya?
89 Dentang Jam
90 59 Menit
91 Maaf, Toby
92 Habis Masa Tugas
93 Kebahagiaan Sempurna
94 Sampai Jumpa
95 Thank You LAP
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Sang Kematian
2
Karena Doa
3
Tugas yang Sulit
4
Tentang Masa Lalu*
5
Ide Joel
6
Pertolongan Diluar Rencana
7
5 Detik
8
Rosemary*
9
Selamat Tinggal, Rosemary-Hose
10
Dunia Masa Depan*
11
Asal Mula Roh Jahat
12
Adaptasi*
13
Risiko
14
Roh Jahat Misterius*
15
Salah Bicara?*
16
Hadiah Sang Kematian
17
Hal Unik Lainnya*
18
Mencari Sisa Masa Lalu*
19
Terpisah
20
Menunggu*
21
Mengantarkan Pulang*
22
Sentra Hijau-Lumia*
23
Ucapan yang Dikabulkan*
24
Sosok Pengganti
25
Menegangkan
26
Doa Hashirama*
27
Misi Menyebalkan Hashirama*
28
Mafia-mafia Bodoh*
29
Siksaan yang Pedih*
30
Momen Terakhir
31
Ilmu yang Diturunkan
32
Sebuah Perubahan*
33
Hukuman Baru
34
Sang Pemimpin
35
Adaptasi dengan Masa Depan*
36
Indra Keenam
37
Keturunan Terakhir*
38
Embun*
39
Bumi Kacau*
40
Dia!
41
Gatot Sukoco?
42
Roh-roh Iblis*
43
Tak Bisa Diselamatkan*
44
Mayat Asep*
45
Malaikat?*
46
Kok Bisa?
47
Mencari King D
48
Kekuatan Eko
49
Musuh Bebuyutan
50
Beralih Pihak
51
Bergabungnya Tobias*
52
Pulau Terapung*
53
Panjang Umur*
54
Manusia Setengah Dewa*
55
Kisah King D*
56
Dipermainkan*
57
Salah Jalan
58
Misi Mencari Doa*
59
Keturunan Giamoco*
60
Semakin Banyak
61
Diperkenalkan*
62
Pertemuan dan Selamat Tinggal
63
Seragam Hitam*
64
Bisikan Setan
65
Kehilangan dan Kedatangan
66
Si Pucat*
67
Kisah Jonathan*
68
Berkumpulnya Para Keturunan*
69
Terbongkar*
70
Membayar Hukuman
71
Mengejar Waktu*
72
Inisiatif Junior
73
Suara Junior*
74
Mengagumkan
75
Tentang Kematian
76
Mereka Berkumpul
77
Panik!
78
Permintaan Mereka
79
Bergabungnya Lucifer Flame
80
Menyelesaikan Hukuman
81
Mengejar Kekurangan
82
Dia Lupa
83
Abu-abu
84
Hampa
85
Pamit
86
Tersulut Amarah
87
Kegelapan Datang
88
Bagaimana Menyelamatkannya?
89
Dentang Jam
90
59 Menit
91
Maaf, Toby
92
Habis Masa Tugas
93
Kebahagiaan Sempurna
94
Sampai Jumpa
95
Thank You LAP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!