Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Joel dan Axton yang kembali bersiteru, membuat Vesper, Erik serta Antony pusing. Mereka memilih untuk mencari cara agar bisa mendapatkan raga karena tugas dari sang Kematian yang mengharuskan menangkap satu roh jahat. Ketika mereka siap untuk keluar dari kamar mayat, tiba-tiba ....
PIP!
"Oh!" kejut Vesper saat pintu penyimpanan jenazah itu terbuka dan muncul petugas seraya membawa seorang mayat yang tak lain adalah Josh.
"Ini kesempatan kita Vesper!" seru Antony menatap dua kawannya tajam.
"Bagaimana jika menimbulkan kepanikan?" sahut Erik.
"Risiko. Ayo!" ajak Vesper dan diangguki dua temannya.
Vesper, Erik dan Antony segera merasuki jasad pilihan mereka dengan cepat. Saat petugas berpakaian putih tertutup itu fokus memberikan keterangan mengenai mayat Josh pada papan layar sentuh seperti tablet yang terpasang pada tempat tidur mayat, tiba-tiba ....
"Eh?" kejut wanita itu saat merasakan sebuah tangan menyentuh pundaknya.
Wajah wanita itu tegang, terlihat dari balik kaca penutup helm agar tak terkontaminasi dengan lingkungan. Saat ia berbalik ....
"Hai."
"AAAAAA!"
"Thank you," ucap Vesper dalam raga seorang pria bertubuh tegap dan berotot layaknya binaragawan.
Petugas itu menjerit histeris saat Vesper mengambil jam tangan yang digunakan wanita tersebut lalu dilemparkan kepada Erik untuk digunakan. Vesper melambaikan tangan ketika pintu layaknya lift berhasil dibuka menggunakan jam tangan tersebut lalu tertutup kembali. Petugas yang shock, duduk dengan lesu di lantai dengan napas tersengal.
"Bagus!" ucap Antony karena kehebohan berhasil diredam.
Namun, saat mereka berlari menuju pintu keluar, tiba-tiba, muncul segerombolan orang membawa beberapa benda seperti untuk mendandani salah satu mayat di ruangan. Vesper dan lainnya saling melirik. Mereka yang hanya mengenakan kain putih seperti pakaian operasi pasien dengan bagian belakang terbuka saling menatap.
"Risiko?" tanya Vesper.
Antony dan Erik mengangguk. Mereka berjalan dengan gagah mendatangi kumpulan manusia yang tampak berduka itu. Hingga lagi-lagi ....
"Pe-pe-pe ... Petra?" tunjuk seorang wanita tergagap menatap Erik.
Vesper melirik mantan suaminya dan Erik berjalan mantap mendatangi orang yang menunjuknya.
"Jangan kejar aku. Ada urusan di dunia yang harus kutuntaskan sebelum bertemu Tuhan. Itu untukku?" tanya Erik seraya menunjuk orang-orang yang gemetaran dengan tubuh mematung menatapnya.
"Ye-yes ...," jawab seorang lelaki gugup.
"Terima kasih. Aku ambil dan relakan kepergianku. Aku baik-baik saja. Sampai jumpa," ucap Erik seraya membawa setelan jas ekslusif termasuk sepatu yang ditentengnya.
Orang-orang itu melongo, tetapi terlihat jelas ketakutan di wajah mereka. Namun, teriakan mereka tercekat saat melihat jasad pria bernama Petra pergi bersama dua orang tak dikenal keluar dari ruangan.
"Arghhh! Di-dia hidup! Dia hidup!" teriak seorang wanita histeris setelah kepergian Petra.
Sontak, kehebohan langsung terjadi di tempat itu. Namun, Vesper, Antony dan Erik berhasil pergi meski hanya keturunan Benedict yang baru berpakaian layak. Namun, Erik tak hilang akal. Ia melihat sekitar rumah sakit bertujuan mencarikan pakaian untuk Vesper dan Antony.
"Bersembunyilah. Aku tak akan lama," pintanya saat meninggalkan Vesper dan Antony di balik rimbunan pepohonan seperti taman.
Saat Erik beranjak, tak lama Joel dan Axton kembali. Keduanya terlihat gugup seperti melihat sesuatu. Kening Vesper dan Antony berkerut.
"Kami melihat adanya roh jahat. Dia bisa menjadi target berikutnya. Hanya saja, orang ini sedikit lain. Roh jahat itu keluar masuk dari raganya, tak seperti yang terjadi pada Rosemary," ujar Axton dengan wajah tegang.
"Apa maksud kalian?" tanya Antony bingung.
"Entahlah. Kami juga bingung bagaimana menjelaskannya. Namun, aku dan si jelek ini sudah mengamati pria itu. Kami juga sudah tahu di mana rumahnya, tak jauh dari sini," sambung Joel yang membuat Vesper dan Antony saling melirik.
"Sepertinya target kita kali ini sedikit berbahaya. Kita harus hati-hati," tegas Vesper, dan tiga pria di depannya mengangguk.
Saat mereka bersiap untuk mendatangi calon buruan, terdengar keributan dari arah seberang. Sepertinya, jasad yang digunakan oleh Erik dikenali oleh beberapa orang karena mereka menjerit histeris dan berlari menyelamatkan diri.
"Sial! Lagi-lagi membuat keributan. Tidak berguna!" pekik Joel saat melihat jasad yang digunakan Erik disorot oleh banyak orang.
Erik berlari mendatangi tempat Vesper dan Boleslav bersembunyi. Sayangnya, kedatangan Erik ternyata menyebabkan para petugas medis ikut keluar dari rumah sakit dan mendatanginya.
"Sial, kita terkepung!" pekik Axton mengangkat kedua tangan, padahal ia berupa roh tak memiliki raga.
"Misi gagal! Tinggalkan!" teriak Erik seraya berlari kencang dan dikejar oleh beberapa orang yang memanggil nama si jasad.
"Hah, menyebalkan," gerutu Vesper yang mau tak mau menampakkan diri bersama Antony. Sontak, orang-orang tertegun terutama yang mengenali tiga sosok jasad itu.
"Rentangkan tangan dan lebarkan kaki! Menyerahlah!" seru seorang petugas polisi dengan beberapa robot melindunginya.
Vesper, Antony dan Erik saling berpandangan seperti memiliki satu pemikiran. Mereka melakukan yang diperintahkan oleh petugas itu. Namun, seketika ....
BRUKK!
"Oh! A-apa yang terjadi?" pekik salah seorang petugas keamanan ketika tiga jasad itu tiba-tiba ambruk dan tergeletak begitu saja di atas lantai.
Robot-robot keamanan segera mendekat untuk memeriksa kondisi tersangka.
"Lapor! Tiga manusia teridentifikasi bernama Diblo Korelaus, Petra Vandigam, dan Yego Heloya. Organ dalam dan alat vital sudah tak berfungsi. Sistem menyatakan tiga orang ini telah mati," ucap salah satu robot yang membuat petugas dan sipil di sekitar tertegun.
"Na-namun, mereka tadi hidup. Apa yang terjadi?" tanya seorang sipil keheranan dengan wajah tegang karena berada di lokasi kejadian.
Sontak. Wilayah yang tadinya ramai seperti biasa menjadi padat dengan banyak pemberitaan. Media segera menyerbu lokasi tersebut karena hampir tak pernah terjadi hal semacam ini di Mega-US. Vesper dan lainnya tampak kecewa karena usaha mereka gagal. Kali ini, misi mereka mengalami banyak kendala karena zaman yang telah berubah berikut sulitnya mendapatkan raga untuk dirasuki.
"Jadi ... sekarang bagaimana?" tanya Erik saat rohnya ditarik oleh Axton dan terpaksa meninggalkan jasad Petra.
"Mana kutahu. Aku hanya tukang rantai," jawab Axton santai seraya menunjukkan telapak tangannya.
Erik menoleh ke arah Vesper dan Antony saat raga mereka ditarik keluar oleh Joel secara bergantian.
"Begini saja. Kita datangi rumah yang kata kalian adalah target berikutnya. Masih ada waktu untuk mencari raga. Ada untungnya juga kita kehilangan kenikmatan dunia sehingga bisa fokus dengan tugas dari Kematian," ucap Vesper memotivasi.
"Terserah saja. Aku malas berpikir," ucap Joel dengan wajah berpaling.
"Ayo, ikut aku dan hati-hati. Tampaknya, roh jahat itu bisa merasakan kehadiran kita. Seperti yang kubilang, dia lain," ucap Axton dan diangguki kawan-kawan rohnya.
***
tengkiyuw tips koinnya. lele padamu Rana💋 ya ampun emak Lele rempong uyy sampai mau up aja susah mamat nyolong2 waktunya😩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
sing sabar ya mba vesper
2024-07-03
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
gagal dah mau lihat vesper jadi cowok macho🤣🤣🤣🤣
semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku 😝 jangan bosan-bosan sama komen gilaku 😝🤣🤣
2023-07-22
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
tadi axton kenapa skr vesper yang masuk ke tubuh cowok Ju😱
2023-07-22
0