Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Saat para roh itu dibuat berpikir keras karena bisa menikmati waktu jeda untuk menunaikan tugas dari sang Kematian, tiba-tiba ....
"Aaaaa!" teriak kelima roh itu saat tiba-tiba saja tubuh mereka seperti tersedot ke bawah sehingga terjun dengan cepat.
Mereka seolah-olah masih memiliki jantung layaknya manusia hidup. Mata kelima mantan mafia itu terbelalak ketika berada di sebuah tempat yang terasa suram karena hanya kegelapan yang terlihat di sekitar.
"Oh, ini ...."
"Kenapa kita berada di kuburan? Di mana ini? Kenapa seperti tak terurus dan ... oh, shitt! Aku menginjak kuburan seseorang!" pekik Axton kesal dan langsung menyingkir meski bekas pijakan kakinya tak tertinggal di sana.
"Axton, lihat!" tunjuk Vesper seperti jalan melayang di atas permukaan tanah.
Para roh mengikuti pergerakan Vesper saat mendekati sebuah makam dengan nisan di sana.
"Ini ...," ucap Boleslav menggantung mengenali kuburan itu.
"Apa yang sebenarnya sang Kematian ingin tunjukkan? Berhenti membuat kejutan!" teriak Joel kesal.
"Joel, hentikan! Bersikap sopan! Kau ingin kembali ke neraka dengan ucapan bar-barmu itu?" pekik Vesper sampai melotot mengingatkan mantan suaminya.
Mata para roh menatap Joel tajam. Pria itu memalingkan wajah enggan berselisih kali ini.
"Akk! Akk! Akk!"
"Shiit!" pekik Joel kesal karena sang Kematian kembali datang dalam wujud gagak yang mengejutkan mereka.
"Aku tahu yang kalian pikirkan. Tugas dimulai esok saat matahari terbit dan selesai ketika matahari tenggelam. Jika satu hari saja kalian gagal menangkap roh jahat, salah satu dari kalian akan digantikan oleh roh lain."
Praktis, ucapan sang Kematian mengejutkan para roh itu.
"Siapa yang akan menggantikan salah satu dari kami?" tanya Erik cepat.
"Hashirama."
Mata Vesper terbelalak lebar. Ia melangkah mendekati gagak hitam yang bertengger di atas salah satu nisan dengan nama yang telah memudar. Wajahnya berkerut dan seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi terasa sulit.
"Apakah ... apakah yang kau maksud ... ayahku?"
"Hem. Kejahatannya melebihi kau, Vesper. Dia masih disiksa di neraka. Dengan senang hati aku akan menggantikan posisimu dengannya jika kau bersedia saat ini juga."
"Tidak, jangan, Vesper!" teriak Joel langsung mendatangi mantan istrinya.
Vesper terlihat bingung. Ia yang selama ini tak mengenal ayahnya, sangat ingin bertemu dengannya. Namun, jika ia memilih digantikan, sama saja tak bertemu dengan orang yang sangat dirindukannya.
"Jangan pernah berpikir aku akan memberikan tempatku untuk ayahmu," tegas Joel menunjuk.
Vesper memalingkan wajah. Tiba-tiba saja, Erik mendatangi Vesper dan menatapnya dengan senyuman.
"Tidak, tidak. Jangan relakan dirimu. Aku ... lebih baik ayahku tetap berada di sana sampai memang waktunya salah satu dari kita digantikan," jawab Vesper terdengar egois.
Axton dan lainnya tak berkomentar. Mereka juga bingung menyikapi hal ini. Siksaan di neraka membuat mereka seperti mengalami trauma dahsyat dan sulit untuk dilupakan. Saat semua orang terdiam, lagi-lagi mereka berada di tempat lain. Terjadi begitu saja seperti hal tersebut mudah dilakukan. Kini, kening orang-orang itu berkerut.
"Kenapa harus kamar mayat?" tanya Axton memasang wajah masam.
"Akan kutunjukkan cara sebelum kalian kutugaskan. Ingat kata-kataku sebelumnya tentang menangkap roh jahat?"
"Ah, merasuki," sahut Boleslav dan diangguki sang Kematian.
"Kalian hanya bisa merasuki raga tanpa roh. Manusia hidup, tak bisa kalian gunakan untuk menyelesaikan tugas. Ingat, gairah, hasrat dan kenikmatan dunia telah dihapuskan. Kalian hanya kubekali dengan kemampuan dan emosi untuk melaksanakan tugas dariku," ucap sang Kematian yang tiba-tiba menghilang begitu saja.
Mata Vesper dan lainnya memindai sekitar. Tempat penyimpanan mayat itu membuat mereka ngeri padahal sudah mati. Axton melirik ke salah satu jasad yang tampak pucat dan langsung menekuk wajah.
"Kenapa harus orang mati?" keluhnya.
"Oh, aku tahu. Bagaimana jika orang yang sedang koma? Sekarat? Pasti bisa bukan?" sahut Erik mengusulkan.
"Kita coba nanti. Sekarang, kita sudah berada di lokasi yang tepat untuk mencoba hal baru," ucap Boleslav seraya mendatangi salah satu mayat seorang lelaki yang tampak gagah meski bagian leher sampai kaki tertutupi selimut. Tangannya juga tak bisa menyingkirkan penutup itu karena menembus kain.
"Hem, pilihan bagus," ucap Erik dengan anggukan kepala.
Antony terlihat ragu saat akan mencoba karena ia tak tahu caranya merasuki tubuh manusia. Semua orang mengamatinya dan keturunan Boleslav tersebut malah gugup.
"Kenapa melihatku? Lakukan sendiri!" pekiknya gusar.
"Kau mencontohkan. Berhasil, akan kami tiru. Gagal, kami akan tetap menonton," jawab Axton santai.
Antony terlihat tegang. Pria Rusia itu menarik napas dalam lalu memejamkan mata sejenak. Ia terlihat ragu saat akan menyentuh raga itu, hingga tiba-tiba ....
"Tony, aku berhasil!"
"Vesper?" tanya Axton yang langsung menoleh ketika Vesper merasuki seorang mayat perempuan.
Mata para lelaki itu berkedip karena wanita yang dirasukinya tak berpakaian. Hanya saja, memang ada yang aneh. Axton berjalan mendekat dengan wajah serius. Ia mengulurkan tangan ke arah dada mayat perempuan itu lalu menyentuh benjolannya.
"Pup!"
"Hei!" teriak Vesper, Erik dan Joel bersamaan.
"Arghh!" raung Axton karena rambutnya dijambak oleh Joel dan Erik.
Vesper langsung menutupi dadanya yang polos tanpa kain dengan dua tangan. Boleslav mengembuskan napas pelan seraya menggaruk dahinya dengan telunjuk yang mendadak terasa berat.
"Keparatt! Berani-beraninya kau menyentuh Vesper!" teriak Joel murka dan langsung menghajar wajah sang Casanova.
"Jangan wajahku, Brengsekk!" balasnya berteriak dan memukul wajah Joel.
Vesper yang kesal, memilih untuk segera menyelimuti tubuhnya dengan kain penutup mayat. Namun, ia melihat jika tubuh itu seperti mengalami luka karena ada bekas jahitan pada perut.
"Ada apa?" tanya Boleslav seraya mendekat.
"Sepertinya ... ini bekas luka caesar. Mungkinkah, wanita ini meninggal karena melahirkan? Malang sekali," ucap Vesper iba saat melihat banyak bekas luka tusukan seperti jarum di tangannya.
"Bisa jadi. Jangan pikirkan, dia sudah mati. Kurasa, tubuh ini cocok untukmu. Mengingatkanku akan wajah Eropa-mu," jawab Boleslav dengan wajah datar.
"Tunggu! Apa katamu barusan? Wajah Eropa?" tanya Erik langsung beranjak dari tempat perkelahian dan mendekat.
"Ah, ya. Aku baru ingat. Kau dan Joel tak tahu hal itu. Hidup istrimu, sangat menyedihkan," ucap Boleslav yang membuat Vesper langsung memasang wajah masam.
"Apa yang terjadi padamu, Lily?" tanya Erik teringat saat ia memanggil wanita yang dicintainya dulu ketika berwajah Asia.
"Ah, panjang dan membosankan jika kuceritakan," jawab Vesper malas yang kini duduk dengan kaki tergantung di tepi ranjang dorong sembari memegangi kain di dadanya agar tak melorot.
"Aku lebih senang mendengar kisahmu dari pada kisahnya," ujar Joel seraya menunjuk Axton.
"Singkirkan tangan hinamu, Ramos!" pekik Axton kesal seraya menampik tangan pria Filipina itu.
Vesper mengembuskan napas panjang. Terlihat, empat roh di depannya seperti menunggu cerita darinya.
"Aku ... entahlah. Kalian bertanya saja, akan kujawab," jawab Vesper malas.
"Tunggu. Di antara kita berlima, siapa yang mati terakhir?" tanya Erik penasaran.
"Aku," jawab Vesper cepat.
"Oh, ya. Kau, kenapa kau mati? Siapa yang membunuhmu?" tanya Axton menatap Antony heran.
"Aku menggunakan William untuk membunuhku. Hem, bunuh diri."
"Ha!" pekik Joel, Erik dan Axton sampai berteriak bersama.
"Kau, sungguh, memalukan. Merusak citra mafia!" teriak Axton kesal seraya menunjuk.
"Diam! Kau tak tahu kerumitan yang terjadi saat itu. Bunuh diri adalah cara terbaik untuk menyelesaikan konflik!" tegas Boleslav mulai menunjukkan taringnya.
"Apakah berhasil?" tanya Erik penasaran.
Seketika, wajah garang itu berubah datar. Boleslav melirik Vesper dan wanita tersebut tersenyum pelan.
"Berhasil, Tony. Walaupun meninggalkan duka mendalam bagi semua orang. Namun, aku bisa memahami pilihan konyolmu," jawab Vesper yang membuat Boleslav tersenyum karena usahanya tak sia-sia.
"Kalau kau, apa yang terjadi? Apakah ... perjanjianmu dengan Dewa Kematian gagal?" tanya Erik berkesan menyindir.
Axton berdecak kesal. Hingga tiba-tiba, mata lelaki tersebut melebar dan bergegas mendatangi Vesper seraya mengarahkan telunjuknya.
"Hei!" teriak Axton karena tubuhnya ditarik oleh Erik dan Joel.
"Kau ingin menyentuh istriku lagi? Kau ingin merasakan kematian yang sesungguhnya, ha?" pekik Joel geram dan tak sungkan mencekik keturunan Giamoco tersebut.
"Singkirkan tanganmu, Brengsekk! Aku ingin tanya tentang anakku!" jawabnya yang membuat Joel terkejut termasuk lainnya.
"Ahh ... Ryan? Hem, aku ingat saat hari-hari terakhir sebelum mati. Aku ... dikelilingi oleh cucu-cucuku. Mereka benar-benar mengisi hari tuaku. Meskipun kondisiku sangat lemah, tetapi mendengar suara mereka, cara anak-anak memperlakukanku dengan penuh kasih, membuatku ... bahagia," ucap Vesper dengan senyuman.
"Kematianmu pasti sangat indah, Sayang," ujar Erik ikut tersenyum.
Joel yang lelah karena harus menjaga Vesper dari tangan Erik dan Axton akhirnya pasrah selama mereka tak menyentuhnya.
"Tobias!" seru Vesper tiba-tiba yang mengejutkan semua orang hingga ia melotot.
"Oh, kau benar! Keparatt tengik itu! Dia pernah menyiksa kita, Vesper!" seru Axton geram.
"Bukan itu. Tobias, Joel. Tobias! Dia anakmu!" seru Vesper yang membuat mata Joel membulat penuh dan berjalan mendekat seperti orang bingung.
"Aku ... memiliki anak? Lelaki?" tanyanya menatap Vesper lekat.
"Yes, yes! Aku tak begitu yakin dengan nama ibu dari Tobias, tetapi ia keturunan Flame. Imelda Flame," ucap Vesper yang membuat kening Joel berkerut.
"Flame? Kau bilang Imelda Flame?" ulang pria berwajah dingin itu.
"Ceritakan tentang dia, Joel. Anakmu, Tobias, dan wanita keturunan Flame-mu itu, membuat kami semua menderita, termasuk istrimu," pinta Boleslav tegas menatap Joel tajam.
Kini mata semua orang tertuju pada lelaki yang tampak gugup seperti teringat sesuatu.
"Dia ... dia ...."
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
waaa dpt tips koin😍 makasih ya jeng Manda. lele padamu 💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
nahhh di intrograsi kan si joel rames🙄
2024-07-03
0
Warsih Tem
AQ baru tau ada cerita vesver LG,cihuy
2023-07-27
0
liani
rahasia bang Tobi🤭
2023-07-10
0