Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Praktis, apa yang didapati oleh keturunan Boleslav itu membuat tubuhnya mematung seketika. Ia bisa merasakan hawa jahat dari sosok hitam yang berada di belakang pria berkostum mirip abad pertengahan. Roh itu seperti mencoba untuk merasuki dan membisikkan hal-hal buruk agar dilakukan oleh pria malang tersebut. Saat Antony serius menyaksikan, tiba-tiba ....
"Tony! Kenapa kau lama se ... oh, fvck!" pekik Axton sampai terperanjat saat melihat roh jahat yang ingin merasuki tubuh manusia rapuh itu.
Pekikan Axton membuat roh hitam seperti gumpalan asap itu langsung menoleh ke arahnya. Axton dan Antony terperanjat karena sosok tersebut berukuran dua kali dari mereka. Roh jahat tersebut menatap mereka tajam seperti siap untuk menyerang.
"Haaahhhh!"
"AAAAA!" teriak Axton histeris begitupula Antony yang langsung berpaling lalu terbang melayang dengan cepat menembus dinding.
Siapa sangka, jika roh jahat itu mengejar mereka berdua. Saat roh tersebut menembus dinding untuk menangkap dua roh yang memergoki dirinya, tiba-tiba ....
"Haarghhh!" raung Vesper yang muncul tepat di depan roh jahat itu ketika menampakkan dirinya.
Antony dan Axton terkejut karena Vesper seperti tak takut, bahkan langsung memegangi tangan roh jahat yang ingin mencabiknya.
"Jangan diam saja, bodoh! Gunakan rantaimu! Menangkap roh jahat sebelum ia memasuki raga lebih mudah!" teriak Joel yang dengan sigap membantu Vesper dengan memegangi kepala lawan.
Axton yang baru menyadari hal tersebut langsung mendekat disusul Antony. Roh jahat itu meraung mencoba memberontak melepaskan diri dari cengkeraman para mantan mafia yang memeganginya kuat.
"Haaahhh! Haahhhh!" teriak roh jahat yang tak bisa berkutik karena tak dibebaskan.
"Rasakan ini!" teriak Axton saat memegang tubuh roh jahat dengan dua tangannya.
Seketika, rantai emas yang diberikan oleh sang Kematian muncul dan melilit roh jahat itu dengan cepat bagaikan ular. Antony yang memegang tubuh bagian bawah roh tersebut langsung menghindar ketika rantai-rantai seperti bercabang dan melilit tubuh hingga ke leher. Vesper dan lainnya melepaskan cengkeraman. Mata mereka tertuju pada roh jahat yang meraung karena ditarik kembali ke neraka untuk dihukum.
"Oh, oh, neraka datang lagi! Menyingkir!" teriak Axton panik ketika melihat jalanan seperti gang di bawah mereka berubah menjadi seperti ladang lava panas dengan magma meletup-letup siap membakar.
"Haaahhh! Hahhhh!" raung roh jahat tersebut ketika tubuhnya ditarik dan ditenggelamkan dalam luapan cairan merah mendidih.
Axton dan lainnya kembali pucat karena membayangkan mereka yang menjalani siksaan itu. Perlahan, sosok roh jahat tersebut lenyap usai tertelan oleh lava panas. Rantai emas kembali kepada tuannya usai melakukan tugas. Axton heran karena rantai tersebut tetap dingin tak terasa panas padahal tubuh rohnya bisa merasakan kedahsyatan panas neraka. Tiba-tiba, kawasan layaknya tempat penyiksaan di neraka itu memudar dan lenyap. Vesper dan lainnya bisa bernapas lega karena pemandangan mengerikan di depan mata telah menghilang.
"Jadi ... kita melakukan dua kali penangkapan dalam satu hari? Benar begitu?" tanya Joel memastikan.
"Ya, setahuku demikian. Apakah ... kita menyalahi aturan atau semacamnya? Hanya saja, tadi memang sangat gawat! Roh jahat itu tak takut! Bahkan dia berani menyerang kita!" pekik Erik ikut panik.
Saat para roh itu dilanda kebingungan, tiba-tiba saja, gagak hitam terbang dan hinggap di pagar batu sebuah rumah. Roh-roh itu kali ini menyadari kedatangan sang Kematian dan tak terkejut dibuatnya.
"Pasti kau ingin memberikan penjelasan," tebak Vesper.
"Hem," jawab sang Kematian yang membuat mantan ratu mafia tersebut menatapnya lekat.
"Roh jahat itu menganggap kalian adalah target mudah yang bisa dimanfaatkan. Ada hal lain yang perlu diketahui saat roh jahat berkeliaran. Baik saat mereka belum merasuki raga manusia atau sedang keluar dari wadahnya," ucap sang Kematian yang membuat para roh berwajah serius seketika. "Roh-roh jahat yang berkelana terlalu lama di dunia dan belum merasakan neraka, membuat mereka bisa menulari roh-roh rapuh. Josh contohnya. Jika saja roh tersebut mendapati Josh lalu menginfeksinya, Josh bisa berubah menjadi roh jahat dengan cepat. Roh jahat seperti sebuah virus yang menular dan itu sangat berbahaya."
"Sial, itu akan sangat merepotkan!" gerutu Joel.
"Karena kalian hari ini berhasil menangkap dua, kuberikan sebuah hadiah sebagai permulaan," ucap sang Kematian yang mengejutkan para roh itu.
"Hadiah? Wow, kau sungguh baik!" pekik Vesper gembira.
"Kalau begitu tidak jadi," sahut sang Kematian yang membuat para roh melebarkan mata.
"Hei! Hei! Kau mau ke mana!" panggil Vesper panik karena sang Kematian terbang begitu saja lalu menghilang. "Sial. Apa aku salah bicara?"
"Lain kali jangan dipuji! Kita gagal mendapatkan hadiah!" pekik Joel kesal.
Vesper melotot karena disalahkan. Wanita itu terbang menjauh karena tak ingin bertikai dengan Joel yang sejak dulu memang dikenal tempramental dan egois. Erik yang melihat kesempatan, segera mendatangi mantan istrinya lalu memeluk dari belakang, walaupun hanya bertahan lima detik.
"Sudahlah, tak usah pedulikan perkataan si busuk itu. Dia tak bisa memahamimu, Sayang," ucap Erik yang kini melayang di depan Vesper.
"Aku kesal!" jawab Vesper terlihat jengkel. Erik tersenyum lalu mengecup bibir mantan istrinya cepat. Vesper tertegun dan diam saja diperlakukan demikian.
"Rasanya aneh. Di pikiranku ingin sekali menciummu. Saat sudah kulakukan, kenapa rasanya biasa saja, ya? Aneh," ucap Erik bingung.
"Kenikmatan dunia telah dihapuskan, Erik sayang," jawab Vesper dengan senyuman.
"Ah, kau benar. Sial. Namun, perlu kau ketahui, Sayang. Aku masih mencintaimu hingga saat ini," ucap Erik seraya meraih tangan Vesper lalu tersenyum manis. Vesper membalas senyuman tersebut .
Saat keduanya memutuskan untuk kembali pada kelompok, kening mereka berkerut ketika melihat pria yang berucap jika dia bukan pembunuhnya keluar dari rumah tua tersebut. Pria itu berjalan gontai dengan wajah pucat dan sesekali menoleh ke arah rumah yang ditinggalkannya. Namun, setelahnya, pria itu berlari seperti takut akan sesuatu. Tak lama, Axton muncul di belakang pria itu dengan wajah murung.
"Ada apa?" tanya Erik seraya mendekat.
"Dia memang membunuh seseorang. Ada seorang wanita tewas di ruangan tersebut. Tampaknya, ia ditusuk karena pisau tersebut masih menancap di perutnya," ucap Boleslav saat menembus dari dinding dan kembali ke jalanan.
"Pasti polisi akan datang lagi ke tempat ini!" pekik Erik seraya melihat sekitar.
"Ini kesempatan!" sahut Vesper yang membuat kening para roh itu berkerut. "Butuh waktu sampai pihak keamanan datang. Aku akan merasuki jasad itu. Setidaknya, kita mendapatkan satu raga untuk misi esok!" imbuh Vesper semangat.
"Bagus! Cepat lakukan! Aku akan amankan luar," sahut Boleslav.
Saat Vesper akan masuk ke rumah tersebut, tiba-tiba saja sosok wanita yang dibunuh keluar dari pintu. Vesper tertegun termasuk Axton, Erik, dan Antony. Mata mereka melebar ketika menyadari siapa yang merasuki raga tersebut.
"Ouch, tak sakit," ucap Joel seraya menarik gagang pisau dengan wajah datar lalu ditatapnya saksama tetesan darah segar tersebut.
"Tak sakit? Ugh, mengerikan," sahut Axton meringis.
"Akan kusimpan pisau ini. Siapa tahu kita membutuhkannya. Hanya saja, tubuh ini sedikit berbeda. Mungkin baru saja mati, jadi terasa hangat," ucapnya seraya menyibakkan rambut panjang si mayat ke belakang pundak.
Saat Vesper dan lainnya mengamati jasad itu, tiba-tiba ....
"AAAAA!" teriak Vesper histeris yang mengejutkan semua orang termasuk Joel hingga ia berlari mendekati Antony.
"Ada apa?" tanya Joel panik dan kini menghadap ke arah tubuh Vesper yang sedang menunjuk.
"Di-dia ...," jawab Vesper tergagap ketika melihat sosok roh yang berwujud sama persis dengan jasad yang digunakan oleh Joel.
Vesper dan lainnya tegang saat mereka ditatap dengan wajah sayu oleh roh pemilik raga tersebut.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
aku jga masih mencintai mu hingga detik ini babang erik🤭
2024-07-03
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
dia dia dia yang aku tunggu tunggu 🤣🤣🤣🤣
malah nyanyi gua wkwkwkwkwk
semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku 😝 jangan bosan sama komen gilaku
2023-07-22
0
👑 N¡e©hα💣
kok akuh merinding..
padahal bacanya siang ini
2023-06-13
1