Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Hose berjalan mendekati dua wanita yang saling berpelukan di atas lantai. Kepala Rosemary langsung menoleh, saat menyadari kakak iparnya berjalan ke arahnya. Wanita cantik itu tertunduk terlihat gugup dengan tangan masih menggenggam Jenny erat.
"Hose. Apa kau dengar yang kami bicarakan?" tanya Vesper dengan raga Jenny yang ia rasuki. Hose mengangguk pelan dalam diam.
Saat Vesper baru akan membuka mulut, tiba-tiba saja, sebuah tampilan seperti televisi tanpa monitor menyala. Vesper dan lainnya terkejut ketika mendapati dinding putih di ruangan besar tanpa sekat itu tersorot lampu layaknya projektor.
"Apa itu?" tanya Joel bingung seraya mendekati layar.
Semua orang dan roh di tempat itu terdiam mendengarkan breaking news dari seorang reporter. Sontak, Vesper dan lainnya tertegun karena berita itu tentang mereka.
"Orang-orang itu pasti sedang menuju kemari! Sial, aku sampai lupa jika kendaraanku terpasang pelacak!" pekik Hose yang membuat Vesper melebarkan mata.
"Apa maksudmu?" tanya Vesper langsung berdiri tegap mendatangi suami Jenny.
"Kau tak ingat? Semua jenis kendaraan di Bumi terpasang pelacak dan terpantau oleh satelit. Hal itu dimaksudkan agar saat hal-hal buruk terjadi, kita semua bisa diselamatkan dengan cepat. Banyak kasus kecelakaan sebelumnya dan kendaraan-kendaraan hilang bersama pengemudi ketika mereka pergi ke luar distrik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dipasanglah alat di kendaraan baik transportasi publik atau pribadi. Termasuk barcode di tubuh kita," ucap Rosemary yang membuat para roh terkejut.
"Barcode apa?" tanya Axton bingung.
Vesper mencari letak barcode di tubuhnya, tetapi tak ditemukan. Kening Rosemary berkerut melihat sikap janggal sang kakak. Hose mendekati Jenny lalu memintanya menggulung rambut ke atas. Vesper yang penasaran melakukan hal tersebut. Ia terkejut karena baru tahu jika barcode miliknya ada di tengkuk tertutupi rambut. Hose menunjukkan miliknya yang berada di lengan dalam bawah ketiak.
"Kau siapa? Kau bukan Jenny!" pekik Rosemary lantang yang mengejutkan Vesper dan Hose.
"Dia Jenny, Ary. Kakakmu," tegas Hose, tetapi wanita cantik berambut panjang bergelombang itu menggeleng.
"Raganya mungkin benar dia, tetapi jiwanya bukan. Aku kenal kakakku dan kau bukan dia!" pekik Rosemary yang langsung menarik tangan Hose agar menjauh.
Vesper melirik empat arwah yang menatapnya lekat dalam diam. Vesper tersenyum tipis dan tetap terlihat tenang.
"Oke, aku mengaku. Aku adalah Vesper. Aku merasuki raga kakakmu yang telah mati di rumah sakit termasuk dua raga yang tergeletak di lantai itu. Jenny telah mati, begitu pula dengan aku dan dua kawanku. Hanya saja, aku dan kawan-kawanku diberi tugas oleh sang Kematian untuk menarik roh jahat yang masuk dalam raga manusia rapuh, seperti dirimu. Jadi, katakan padaku, Rosy. Apakah ... masih ada dendam dan kebencian di hatimu?" tanya Vesper menatap adik Jenny lekat.
Hose ikut memandangi wanita cantik di sebelahnya. Rosemary tampak gugup dan seperti baru sadar dengan perubahan dirinya.
"Kau benar. Hatiku ... hatiku damai. Perasaan buruk yang selama ini ada dipikiran dan hatiku sirna. Apakah ... apakah aku tadinya dirasuki roh jahat?" tanya Rosemary gugup. Vesper mengangguk pelan.
"Aku minta maaf telah berbohong padamu, Hose. Sungguh, aku tak ada niatan untuk menyakiti atau menakuti kalian. Hanya saja, saat itu, kami terdesak," ucap Vesper jujur.
"Bagiku ... kau seperti Jenny untuk beberapa hal, Nyonya Vesper," jawab Hose gugup. Rosemary melirik Hose sekilas lalu menatap sosok kakaknya lagi.
"Mungkin, karena aku dan Jenny sama-sama wanita. Kami berdua seorang ibu. Bedanya, Jenny belum merasakan bagaimana indahnya membesarkan anak karena kematian sudah memanggilnya. Namun, aku serius tentang doa seperti yang kukatakan pada kalian berdua," ucap Vesper berdiri tegak di hadapan dua manusia itu.
"Aku juga akan mendoakanmu, Nyonya Vesper. Aku bisa melihat ketulusanmu saat menyadarkan Rosemary. Aku tak ingin Jenny sedih di sana dan menderita karena aku tak bisa menjaga buah hati kami. Jika kau bertemu dengannya, katakan aku sangat mencintainya. Akan kubesarkan dan kuceritakan tentang ibunya setiap saat hingga ia dewasa nanti," ucap Hose dengan wajah sendu.
Vesper hanya bisa tersenyum tak bisa menyanggupi. Ia saja tak tahu bagaimana menyampaikan pesan itu, meski ia terpikirkan satu hal. Namun, ia enggan menggunakannya.
"Aku juga akan mendoakanmu. Terima kasih sudah menyadarkanku," ucap Rosemary dengan senyuman.
"Kurasa, tugasku di sini telah selesai. Aku minta maaf jika kalian nanti harus berurusan dengan polisi karena ada tiga mayat kabur dari rumah sakit dan tergeletak di sini," ujar Vesper seraya melihat raga yang digunakan Axton dan Antony tadi.
"Bukan masalah besar. Kami bisa mengatasinya," jawab Hose santai.
"Selamat tinggal, Rosemary, Hose. Kalian ... terlihat cocok berdua," ucap Vesper yang membuat keduanya langsung saling memandang dengan gugup.
Ketika dua insan itu seperti salah tingkah, tiba-tiba, BRUKK!
"Oh!" kejut Rosemary melihat raga kakaknya tergeletak di lantai begitu saja.
Rosemary dan Hose langsung mendekat untuk memeriksa keadaan wanita yang mereka kenal itu.
"Je-Jenny?" panggil Hose seraya menggoyangkan lengan istrinya.
Namun, Jenny memang telah meninggal. Arwah Vesper melayang bersama keempat kawannya menatap Rosemary dan Hose yang bersedih atas kepergiannya. Roh Vesper ditarik oleh Erik dan Joel ketika dua manusia tersebut tak menyadarinya.
"Terima kasih, Nyonya Vesper dan ... selamat tinggal," ujar Hose seraya memeluk jasad istrinya yang terbujur kaku tak gemulai seperti tadi.
Vesper tersenyum karena bisa merasakan bahagia untuk orang lain. Namun, seketika, senyumnya sirna karena ditatap tajam oleh empat roh lainnya.
"Kau curang. Kau ambil ideku, tetapi hanya kau yang didoakan. Egois," sindir Joel.
"Kami juga membantumu, kenapa hanya Vesper saja yang didoakan? Kenapa Axton dan Antony tidak?" tanya Axton kesal.
Vesper melotot karena tak menyangka jika para roh di depannya berpikiran sempit. Vesper yang malas berdebat, terbang melayang meninggalkan para roh yang masih menggerutu karena tak didoakan.
"Jika ingin didoakan, minta sendiri pada mereka. Aku tak memintanya, tetapi Hose dan Rosemary berinisiatif sendiri!" pekik Vesper marah dan menghilang di balik pintu.
"Haruskah ... kita merasuki jasad lagi?" tanya Axton masih berharap.
"Apa yang dikatakan Vesper benar. Kita segera pergi dari sini. Setidaknya, hari ini berhasil. Kita harus pikirkan lagi strategi jitu agar tak kewalahan seperti tadi. Benar-benar seperti amatiran," keluh Boleslav yang ikut pergi.
"Kenapa kalian terdengar kompak? Kalian bersekongkol?" tanya Erik setengah berteriak, tetapi diabaikan oleh keturunan Boleslav itu.
Joel, Erik dan Axton yang marah karena diacuhkan, bergegas mengikuti keduanya. Hingga para roh itu menyadari jika Vesper berdiri di atas permukaan air laut entah apa yang dipikirkannya. Erik terbang mendekat.
"Kau tak apa?" tanya Erik menatap Vesper lekat.
"Erik. Kita ... di mana? Maksudku ... lihatlah," jawab Vesper seraya menunjuk di kejauhan.
Mata Erik menyipit saat terlihat sebuah kota dengan gedung-gedung tinggi menjulang, tetapi di udara tampak kendaraan berlalu lalang seperti helikopter berukuran kecil. Joel dan lainnya mendekat karena ikut penasaran.
"Tunggu apa lagi? Cepat ke sana! Urutan terakhir, harus mencari target roh jahat berikutnya! Hahahaha!" tawa Axton seraya terbang.
"Hei! Kami belum mengatakan setuju! Dasar licik!" teriak Joel marah, tetapi ikut terbang mengejar.
Para arwah saling tertawa dan mencoba terbang menggunakan gaya masing-masing. Mereka terlihat bahagia meski telah menjadi roh. Joel yang tak ingin disaingi, mengejar ketinggalan dan ingin mengalahkan sang Casanova. Dua roh itu saling menyalip dengan gesit.
Namun, hal tersebut memberikan waktu bagi Vesper dan Erik melepaskan rindu. Keduanya saling berpegangan tangan meski hanya 5 detik saja, tetapi dilakukan berulang selama Joel tak melihat. Antony memilih menikmati waktunya dalam kesendirian saat jiwanya merasa tenang tanpa penyiksaan. Hingga tiba-tiba ....
"Tuhan ... ampuni dosa-dosa kakek Tony selama hidup di dunia. Aku tahu jika dia orang baik, hanya saja keadaan memaksanya berbuat keji. Jangan hukum dia lagi dengan siksamu, Tuhan. Tolong ... dengarkan doaku."
"Siapa itu!" pekik Antony tiba-tiba yang langsung menghentikan laju terbangnya.
Vesper yang mendengar hal itu segera berbalik diikuti Erik.
"Ada apa, Tony?" tanya Erik menatap kawannya lekat.
"Kalian tak mendengarnya?" tanya Antony seperti orang bingung karena matanya ke sana kemari.
"Kau dengar apa?" tanya Vesper penasaran.
"Aku mendengar ada yang mendoakanku, tetapi aku tak mengenali suaranya. Di mana dia?" tanya Antony terdengar panik.
Saat Vesper dan Erik saling memandang terlihat serius, tiba-tiba ....
"Hei! Apa yang kalian lakukan? Kenapa malah bengong di sini? Si jelek itu mengalahkanku. Sial!" gerutu Axton terbang kembali. Namun, ia tak mendapatkan jawaban dari teman-teman rohnya. "Oke, sepertinya aku ketinggalan hal penting. Katakan," pinta Axton bertolak pinggang.
"Tony mendengar ada yang mendoakannya, tetapi tak tahu siapa. Pikirkan, Axton! Ini pertanda, jika dari keturunan kita masih ada yang hidup! Kita harus mencari mereka!" seru Vesper yang membuat semua roh langsung menatapnya lekat.
"Itu bagus. Kalau begitu, ayo! Eh, tapi ... ke mana mencarinya?" tanya Axton bingung.
Semua roh diam terlihat serius. Mereka baru sadar jika dunia sangatlah luas.
"Aku tahu," sahut Joel tiba-tiba yang muncul di belakang Axton entah sejak kapan.
***
tengkiyuw tips koinnya Jeng Riana❤️ lele padamu 💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
bntar bntar apa bnar msih ad keturunan mereka yg msih hidup🙄
kan mkin dibikin penasaran ya Ma si aju😣
2024-07-03
0
🏕️👑🐒 𖣤᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣
yeyyyy makin asoy ceritanya
semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku ju
2023-07-22
0
𝐋α²¹ℓ◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩
seruuu nte... tpi aku bca lanjut besok ya ntee....👍🙏
2023-06-11
0