Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
Mata Axton dan Boleslav terbelalak saat melihat roh Vesper bisa ditarik keluar dari raganya. Tentu saja, raga Jenny yang tiba-tiba lunglai seperti seharusnya, di mana ia sudah mati, membuat Hose terkejut dan panik seketika.
"Je, Jenny! Jenny!" teriaknya dengan napas tersengal seraya menggoyangkan tubuh sang istri.
Joel dan Erik yang tak menyangka jika apa yang mereka lakukan bisa membuat Vesper keluar dari raga Jenny ikut tertegun.
"Ah, begitu caranya," ucap Erik saat melihat roh Vesper melayang di sampingnya.
"Apa yang kalian lakukan! Tugas kita belum selesai!" pekik Vesper kesal karena terlepas dari raga Jenny. "Agh!"
"Joel, hentikan!" teriak Erik marah yang langsung memegangi lengan Joel erat, berusaha melepaskan cekikannya di leher Vesper.
Namun, tiba-tiba, "Oh!" kejut Vesper saat melihat tangan Joel menembus rohnya.
Joel dan lainnya kembali bingung. Erik memegangi lengan Vesper dan menatap istrinya lekat.
"Kau tak apa?" tanya Erik cemas.
"Ya, hanya saja ... kau lihat yang barusan terjadi?" tanya Vesper yang bisa melihat sosok Joel di belakang tubuh Erik karena tembus pandang. Erik mengangguk.
Hingga tiba-tiba, hal serupa terjadi pada Erik dan Vesper. Genggaman tangan Erik di tubuh Vesper menembus begitu saja. Vesper kembali bingung.
"Kenapa bisa begitu? Mungkinkah ... ada semacam jeda atau ... durasi waktu sesama roh bisa bersentuhan?" tanya Vesper mencoba memahami hal baru ini.
"Mungkin," sahut Erik ikut bingung.
"Kalian cobalah saling bergandengan tangan," pinta Antony seraya menunjuk roh Erik dan Joel.
Hose yang masih dirundung duka dan kebingungan, makin tidak mengerti dengan yang ada di sekitarnya.
"Amati saja, Hose sayang," ucap Axton dengan senyuman seraya menyentuh paha suami Jenny tersebut.
Hose yang bingung mengangguk pelan sembari memeluk jasad istrinya. Joel dan Erik tampak enggan, tetapi Vesper memaksa. Erik memalingkan wajah saat menyentuh pundak saingannya. Joel juga tak sudi disentuh. Mereka malah kembali berkelahi dengan saling menampik tangan. Vesper benar-benar dibuat kewalahan dengan tingkah dua mantan suaminya yang tak bisa akur seperti Han dan Kai.
"Hentikan!" pekik Vesper kesal yang langsung berdiri di antara mereka lalu menggenggam tangan.
Kali ini, Erik dan Joel diam. Mereka berdiri berjejer dan diamati oleh Axton serta Boleslav.
"Oh!" kejut Erik saat tangannya kembali menebus dan genggaman tangan Vesper seolah lenyap begitu saja.
"Lima detik," ucap Axton dan Boleslav bersamaan yang ternyata menghitung lamanya waktu ketika mereka bersentuhan.
"Oke. Kita harus mengingat hal ini masing-masing. Menarik roh jahat akan semakin sulit karena waktu untuk bisa memegangnya hanya 5 detik. Berarti ... harus dilepas lalu dipegang lagi. Ya, pemikiranku sekarang seperti itu," ucap Vesper ikut gugup karena tugasnya ternyata memang sangat sulit.
Saat semua orang mengangguk setuju dengan ucapan Vesper, mantan ratu mafia itu melayang mendekati jasad Jenny dalam pelukan Hose. Praktis, Erik dan Joel kembali menahannya.
"Hentikan! Jika kalian ingin menarik roh, seharusnya Axton, bukan aku!" pekik Vesper kesal.
"Kau pasti ingin genit-genitan dengan pria itu. Aku bisa melihat wajah mesummu itu," tuduh Joel yang membuat Vesper berdecak.
"Dengar! Bahkan saat Hose menciumku, tak kurasakan gairah di dalamnya. Oleh karena itu, aku memastikannya lagi dengan menciumnya. Ternyata, ucapan Kematian memang benar jika kenikmatan dunia yang dulu kita rasakan sudah sirna. Gairah bercintaku hilang," ucap Vesper yang mengejutkan semua orang.
"What? Oh, itu sangat mengerikan," ucap Axton sampai melebarkan mata. Hose menatap Axton saksama karena pria itu memang sedari tadi melakukan gerakan meski terlihat sensual.
"Alasan. Jangan membodohiku," gerutu Joel.
"Aku serius," tegas Vesper melotot.
"Oke, aku percaya padamu. Namun, jika sampai kulihat kau mencium pria lain, aku tak izinkan kau untuk merasuki mayat lagi entah dia pria atau wanita," tegas Erik menatap mantan istrinya tajam.
"Hem, aku setuju kali ini," sahut Joel dan diangguki Erik.
"Hehe, kalian kompak!" ledek Axton seraya menunjukkan jempolnya.
Erik dan Joel menatap sang Casanova tajam. Mereka sudah memiliki satu pemikiran untuk menarik paksa roh Axton dari jasad seksi itu. Vesper terlihat serius saat merasuki jasad Jenny sekali lagi karena ada misi yang harus diselesaikan.
"Oh, Je-Jenny? Kau kembali!" seru Hose bahagia dan langsung memeluk istrinya erat.
Joel dan Erik memicingkan mata. Vesper yang tak ingin bersiteru dengan dua mantan suaminya perlahan melepaskan pelukan.
"Maaf, Hose. Berat berpisah denganmu, tetapi ada hal yang harus kukerjakan bersama dua kawanku," ucap Vesper memberikan pengertian.
Hose mengangguk meski tangannya tak lepas dari tubuh sang istri. Hingga tiba-tiba, ia menaikkan wajahnya menatap tiga orang berwajah pucat di hadapan.
"Aku akan membantu. Aku berjanji tak akan mengusik. Kalian bilang roh jahat? Seperti apa wujud roh itu? Di mana kalian akan mencarinya?" tanya Hose semangat.
Vesper terheran-heran dengan sikap suami Jenny karena terlihat tak takut. Antony mengangguk mengizinkan dan Axton ikut tersenyum sembari menaikkan salah satu kaki ke kaki lainnya sehingga terlihat paha wanita itu. Hose menatap Axton lekat.
"Oh, sayang percayalah. Dia tak seperti yang kau bayangkan," ucap Vesper yang menyadari ke mana arah mata pria di sampingnya.
"Ha? Kau bicara apa? Aku tak tertarik padanya," jawab Hose gugup.
Vesper menahan senyum termasuk Antony.
"Kau tak tertarik? Sungguh?" pancing Axton.
Seketika, mata Hose terbelalak lebar saat Axton dengan sengaja menurunkan penutup dadanya. Axton terlihat bahagia saat Hose tersipu malu dan berusaha memalingkan wajah meski sesekali melirik.
"Hose!" panggil Axton lantang. Hose kembali menatap wanita cantik itu. Namun, seketika ....
"Harghh!"
"Hahahaha!" tawa Axton penuh kemenangan saat ia menyibakkan kain penutup di pinggulnya dan mempertontonkan si daging panjang yang terkulai lemas.
Axton berdiri sembari bertolak pinggang memamerkan. Hose shock sampai ia terperanjat. Vesper yang kesal langsung menarik tangan Hose dan membawa pria itu menjauh.
"Hahaha! Lihat wajahnya! Pasti dia akan mimpi buruk!" ledek Axton yang membuat semua orang terbahak kecuali Vesper.
"Hose. Kau tak usah repot-repot membantu kami. Namun, bantuan kecil darimu untuk mensukseskan misi akan sangat kuhargai," ucap Vesper menatap Hose lekat yang masih gemetaran.
Sedang Axton, malah asyik menari tanpa busana di hadapan kawan-kawannya. Antony kesal, tetapi menjadi hiburan menarik bagi Joel dan Erik.
"Lihat! Dia seperti belalai gajah tak bisa tegang sama sekali! Wah, ini bencana!" pekik Axton karena daging panjangnya lesu dan berayun-ayun pasrah.
Erik dan Joel tertawa terbahak. Antony yang kesal, memilih mendatangi Vesper yang terlihat serius bersama Hose di sebuah ruangan.
"Oke, apa yang kau butuhkan, Sayang?"
"Gaya," jawab Vesper dengan senyum penuh maksud, tetapi membuat kening Hose dan Antony berkerut.
Para pria yang asyik dengan dunianya, membiarkan Vesper mendandani raga milik Jenny. Siapa sangka, jika kemajuan teknologi membuat Vesper tak perlu bersusah payah merias wajah dan memakaikan pakaian di tubuhnya.
"Gaya berpakaian orang-orang di zaman ini sungguh berbeda. Mereka terlihat seperti supermodel berjalan," ucap Antony saat melihat layar sentuh di depannya yang menunjukkan beberapa koleksi milik Jenny.
"Sungguh di luar dugaan. Hebat sekali para pencipta di zaman ini. Bahkan, ada semprotan khusus untuk mengecet warna kulit. Kita tak akan terlihat seperti mayat hidup, Tony! Ini hebat," ucap Vesper begitu bersemangat memilih gaya barunya dengan menekan layar sentuh pada sebuah monitor di dalam kotak kaca.
Hose diam saja saat melihat Axton dengan aksi tak lazimnya, begitu pula pria di samping yang terlihat dingin dalam bersikap dan berbicara. Antony yang pusing dengan perubahan zaman, memilih duduk bersama Hose usai melihat banyak benda yang dioperasikan dengan pengenal suara dan sentuhan. Sebuah kotak kaca yang memiliki banyak tombol dan besi penggerak berupa tangan-tangan robot, mulai bekerja untuk mendandani Vesper.
"Oh, ini surga," ucap Vesper saat wajahnya dirias oleh robot usai ia memilih gaya baru untuk penampilan Jenny.
Hose tersenyum ketika melihat istrinya seperti hidup kembali meski tubuhnya terlihat tak berseri seperti dulu. Beruntung, Jenny wanita yang memiliki selera fashion yang bagus. Vesper membuat Jenny terlihat seperti manusia meski harus menggunakan pakaian tertutup. Tak membutuhkan waktu lama bagi mesin itu untuk membuat pelanggannya tampil menawan. Vesper keluar dari kotak kaca lalu berjalan melenggang bak model ke hadapan dua pria di depannya.
"Bagaimana?" tanya Vesper seraya bergaya.
"Cantik," ucap Hose memuji karena memang demikian kenyataannya.
"Kau mengingatku saat kau ditemukan di Afghanistan dulu," ujar Boleslav teringat kisah Vesper yang disangka telah mati, tetapi masih hidup dengan wujud barunya menjadi bule Eropa.
"Memang itu inspirasiku," jawab Vesper seraya membetulkan penutup kepala seperti kopiah.
"Oh! Aku juga mau!" seru Axton yang berlari begitu saja memasuki kamar tanpa busana.
Hose panik dan segera kabur menyelamatkan diri. Axton tertawa terbahak di mana tadi Hose sempat meliriknya berulang kali seperti tertarik.
"Hose. Pinjamkan aku pakaianmu," pinta Antony tegas.
"Pa-pakaianku?" tanya Hose mengulang.
Antony menatap suami Jenny tajam tanpa berkedip dan hal tersebut membuat bulu halus di tubuh pria itu meremang.
"Oke, oke, tunggu sebentar," jawab Hose gugup dan bergegas menuju ke sebuah ruangan untuk mengambilkan pakaian.
"Bagaimana menggunakan alat ini? Aku suka masa depan," ucap Axton seraya melompat lompat kecil kegirangan dan membuat miliknya terguncang hebat.
Vesper geleng-geleng kepala. Ia mengajarkan Axton mengoperasikan fitur baru dalam menata penampilan. Hose yang telah kembali dari sebuah ruangan, memberikan satu setel pakaian kepada Antony meski terlihat gugup.
"Aku pinjam ruangan. Aku tak suka kotak kaca itu," pintanya.
"Kau tak suka Free Style? Wah, ini pertama kalinya ada yang tak menyukai karya ciptaan Melago Gaga," ucap Hose yang membuat kening semua orang berkerut.
"Dia itu kuno. Jangan pikirkan," ucap Axton dari dalam kotak kaca yang kini sedang berpakaian.
Antony yang malas berdebat, segera meninggalkan ruangan rias tersebut dan masuk ke kamar Hose. Vesper tersenyum melihat Jenny seperti seorang wanita hebat dan Hose juga menyukainya.
"Sayang. Katakan padaku tentang tugasmu itu. Aku sungguh ingin membantu. Untuk yang terakhir kali," pinta Hose memelas.
Vesper menatap suami Jenny lekat lalu mengangguk. Mata Joel dan Erik terus mengawasi pergerakan dua insan yang kembali ke sofa di ruang tamu.
"Roh jahat yang harus kami tangkap ada di dalam raga manusia. Roh itu membuat seorang manusia jadi berperilaku jahat. Ingin melukai seseorang bahkan bisa membunuhnya. Kami berburu untuk mencari manusia jenis itu," ucap Vesper yang membuat wajah Hose tegang.
"Rosemary."
"Hem?"
"Adikmu! Dia ... maaf, Sayang. Hanya saja, kau tak ingat? Dia sungguh keterlaluan. Aku selalu mengatakan jika adikmu itu bermasalah, tetapi kau bilang jika Ary sedang hilang arah karena kematian orang tua kalian. Namun, menurutku tidak demikian. Dia, memang sakit, Jenny. Jiwanya sakit," ucap Hose menekankan yang membuat Vesper melirik Erik dan Joel yang balas menatapnya.
"Di mana kami bisa menemukan Rose?" tanya Antony yang tiba-tiba muncul dengan penampilan barunya.
"Wow! Kau keren!" puji Erik dan Antony hanya tersenyum tipis.
"Jenny tahu," jawab Hose yang membuat wajah Vesper tegang seketika.
"Mm, begini, Sayang. Saat mati, kenangan dan ingatan ikut hilang. Aku ... aku tak tahu di mana menemukan Ary begitu pula sosoknya," jawab Vesper berdalih.
Kening Hose berkerut. "Lalu kenapa kau bisa mengenaliku?"
Praktis, ucapan Hose membuat semua orang terdiam, termasuk Axton yang siap memberi kejutan dengan penampilan barunya, tetapi mengurungkan niat.
***
ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE
eps kemarin kurang panjang katanya. itu aja ngetiknya udh susah payah krn di hp sebab riweh ada acara di luar sampai malam. baiklah mumpung lele depan lepti semoga eps panjang ini memuaskan para LAP sekalian. kalau gak puas makan di rumah masing2 aja. Tengkiyuw tips koinnya jeng Sin 😍Lele padamu💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣
Hadehhh si aju😣somplak ya gk ilang ilang😣tpi aku ttp pdamu loh ju aju🤣🤭
2024-07-03
0
Minthil She Judhezt
Thor tanggung jawab BCA chapter ini terkontaminasi kesomplakan u yg HQQ ,ngakak sendiri
2023-07-15
1
𝐋α²¹ℓ◦𝐒єησяιтꙷαᷜ 🇵🇸🇮🇩
stop disini dulu nte, besok smbng lgi yak nte👌🙏
2023-06-10
1