Rosemary*

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.

Vesper terlihat gugup karena Hose menaruh curiga padanya. Ia sadar jika Joel dan lainnya juga menatapnya lekat.

"Cinta. Aku bisa melihat kesedihanmu saat aku tiada, Hose. Mungkin karena itu aku diberi kesempatan oleh sang Kematian untuk meminta kau mendoakanku dan diberi tugas menangkap roh jahat bersama mereka," ucap Vesper seraya melirik Axton dan lainnya. "Dari sekian banyak orang yang kukenal, hanya kau saja yang kuingat, meskipun kenangan kita tidak. Aku minta maaf," ucap Vesper berdalih dengan wajah memelas terlihat sedih.

Hose tersenyum meski ia juga berduka karena kenangan indah bersama Jenny sirna. Hose menyentuh tangan istrinya di mana Vesper bersemanyam di sana. Axton dan lainnya lega karena sempat khawatir jika Vesper membocorkan siapa dia sebenarnya.

"Mulutnya manis sekali. Dasar ular," ucap Joel kesal.

"Sudah kubilang, kau tak mencintainya, Joel. Kau hanya terobsesi, berbeda denganku. Aku tulus mencintai Vesper," sindir Erik seraya menaikkan salah satu alis.

Wajah Joel berkerut. Ucapan Erik membuatnya berpikir. Apakah benar jika selama ini ia hanya terobsesi pada Vesper, bukan mencintainya? Joel diam saja melihat Erik mulai mendatangi Vesper dan berbisik padanya.

"Hem," jawab Vesper dengan anggukan.

"Ada apa, Sayang?" tanya Hose bingung.

"Seperti yang kubilang sebelumnya, waktuku tak banyak. Bawa kami ke tempat Rosemary," pinta Vesper.

"Oke!" jawab Hose mantap dan segera berdiri. Namun, tiba-tiba. "God!" pekik Jose saat melihat Axton muncul dan bergaya aneh di depan semua orang. Antony dan Vesper sampai terpaku melihat penampilan sang Casanova yang tak biasa.

"Kenapa kau berpakaian seperti itu? Kau mengingatkanku akan Barbara," sindir Antony yang membuat Vesper menahan senyum.

"Penampilan ini ... membuatku seperti wanita sesungguhnya. Wanita cantik yang perkasa," ucap Axton dengan wajah datar.

"Perkasa? Bahkan batangmu saja tak bisa bangun! Hahahaha!" ledek Joel yang kali ini disetujui oleh Erik. Keduanya saling tos kepalan tangan. Vesper terkejut melihat keduanya kompak tanpa disadari.

"Terserah. Ini masa depan. Axton sang Casanova, akan merubah dunia," ucap Axton mantap seraya berdiri lalu berjalan. Namun, hal unik kembali terjadi karena pria itu berjalan layaknya lelaki garang tak seperti wanita. Semua orang menahan senyum. "Hose, jangan terpana. Tunjukkan di mana Rosemary berada agar kami bisa segera terbebas dari tugas," ucap Axton dengan wajah serius saat berhenti tepat di depan suami Jenny.

"Oke, oke," jawab Hose gugup yang kemudian berjalan menuju mobil. Vesper dan lainnya bergegas mengikuti Hose yang siap mengantarkan mereka ke tempat sasaran.

Vesper, Axton dan Antony kini terlihat sudah membaur dengan sekitar. Ternyata, kediaman Hose berada di tepi kota. Axton sedikit kecewa karena hiruk-pikuk kota metropolitan yang ia lihat sebelumnya saat diperlihatkan kehidupan masa depan oleh sang Kematian, berbeda dari tempatnya berada saat ini. Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang Seca otomatis.

Ternyata, jarak menuju ke rumah Rosemary cukup jauh. Mereka menuju ke wilayah dekat pesisir pantai hingga matahari akhirnya menunjukkan sinarnya. Erik dan Joel yang mulai terbiasa terbang menikmati pemandangan di sekitar di mana zaman telah berubah drastis. Hanya saja, banyak terlihat bangunan seperti tak berpenghuni di beberapa wilayah.

BREMM ....

"Itu rumahnya," tunjuk Hose dari tempatnya duduk saat mobilnya berhenti di seberang sebuah rumah.

Kepala Vesper menoleh, begitu pula Axton dan Antony yang mengikuti pergerakan tangan suami Jenny. Sebuah rumah yang dibangun pada tebing tepi lautan, membuat hunian berkesan futuristik itu begitu mempesona. Vesper terpana, termasuk semua orang yang melihat.

"Uuu, rumah yang unik. Aku semakin menyukai masa depan," ucap Axton dengan senyum terkembang.

"Kau sudah cukup membantu, Hose. Tunggulah di sini, jangan terlibat. Oke," pinta Vesper dan Hose mengangguk seraya menerima jas yang dikenakan sang istri sebagai set dari gaya berbusananya.

Antony, Vesper dan Axton turun dari mobil. Mereka berjalan mengikuti jalanan aspal menuju ke rumah dengan bentuk meliuk berwarna putih itu. Erik dan Joel dengan sigap terbang terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan dalam rumah. Hose terlihat gugup sembari menunggu di mobil dekat sebuah pohon. Ia memandangi sang istri dan dua orang tak dikenalnya yang berjalan mendekati kediaman Rosemary.

"Vesper! Ada seorang perempuan di sana. Namun, ada orang lain juga. Entah apa yang terjadi, tetapi roh jahat itu memang ada di tubuh wanita tersebut!" pekik Joel yang membuat mata Vesper dan lainnya terbelalak seketika.

"Cepat!" ajak Vesper dan diangguki Boleslav serta Axton.

Vesper dan lainnya berlari kencang menuju ke rumah unik terbaru. Erik mengamati dari tempatnya melayang saat sosok wanita yang diyakini adalah Rosemary mulai beradu argumen dengan pria di depannya. Mata Erik menyipit melihat asap hitam dari tubuh wanita cantik itu keluar dan perlahan menjadi besar.

"Oh, shitt. Aku bisa merasakan aura jahat dari asap-asap hitam itu!" pekik Erik dengan mata terbelalak lebar.

Benar saja. "Aku muak denganmu!" teriak Rosemary lalu mendorong dada pria di depannya kuat.

Erik tertegun saat melihat aura hitam juga muncul dari raga pria tersebut.

"Erik! Bagaimana dengan ... fvck!" pekik Joel melihat ada dua asap hitam besar muncul dari dua tubuh manusia di depannya, saling melakukan kekerasan fisik.

"Ini akan sulit!" seru Erik dan membuat Joel ikut pucat.

Saat Joel dan Erik dibuat panik karena tangan-tangan jahat disertai tanduk besar tumbuh di kepala Rosemary, Vesper dan lainnya tiba.

"Dua?" pekik Axton melotot melihat roh jahat yang harus ditangkapnya ternyata ada dua.

"Cepat! Sebelum ia semakin besar dan berbahaya!" teriak Vesper yang dengan sigap berlari.

Antony bergegas diikuti Axton. Erik dan Joel terbang melesat menuju incaran pertama mereka, Rosemary.

"Agh! Siapa kalian!" teriak Rosemary saat menyadari jika ada orang yang masuk ke rumahnya.

"Erik!" panggil Vesper seraya memegangi tubuh wanita berambut hitam putih itu kuat, dibantu Axton dan Antony.

Lawan Rosemary panik dan kabur melihat ada orang lain datang di tempat tersebut.

"Tarik dia!" seru Joel saat berhasil menangkap salah satu tangan hitam yang muncul di tubuh Rosemary.

"Arrghhhh!" teriak Joel dan Erik lantang karena roh jahat tersebut enggan keluar.

Roh jahat seperti asap itu memberontak dan membuat semuanya kesulitan.

"5 detik!" teriak Antony mengingatkan.

"Harghh!"

"Agh!" rintih Joel dan Erik saat mereka terhempas karena tak bisa menarik roh jahat keluar dari tubuh wanita cantik tersebut.

"Pengganggu!" teriak Rosemary marah dan memukul wajah Axton hingga kepala sang Casanova menoleh.

"Kau pukul wajahku? Kurang ajar!" teriak Axton marah.

Seketika, BUAKK!!

"Oh!" kejut Vesper sampai pegangannya terlepas karena Rosemary terhuyung akibat pukulan Axton di wajah.

"Bagus, Axton! Hajar dia!" seru Antony yang tentu saja disanggupi sang Casanova.

Antony meminta Erik dan Joel menarik rohnya. Vesper malah terpaku melihat Axton menghajar wajah Rosemary sampai berdarah. Erik dan Joel terpaksa melepaskan roh jahat yang asapnya mulai memudar karena wanita tersebut sudah jatuh terkapar.

"Roh jahatnya mulai melemah! Cepat tarik!" seru Erik saat usahanya menarik roh Antony berhasil.

Mata Vesper membulat penuh melihat Erik, Axton dan Joel berusaha keras menarik roh jahat keluar dari raga. Hingga Vesper menyadari sesuatu jika 5 detik yang dianggap olehnya telah habis, ternyata tak berlaku saat memegang roh jahat.

"Jadi begitu. Aku mengerti sekarang," gumam Vesper dengan anggukan.

"Harghh!"

"Oh!" kejut Vesper saat melihat wujud roh jahat yang berhasil ditarik ternyata cukup menyeramkan dan ukurannya dua kali ukuran manusia normal.

Rosemary tergeletak tak berdaya di lantai karena babak belur dihajar sang Casanova.

"Axton! Rantainya! Cepat!" teriak Antony berusaha keras memegangi tubuh roh jahat dari belakang dengan menggunakan lengannya untuk menahan.

"Sial, aku lupa!" pekik Axton segera berdiri lalu mendatangi roh tersebut.

Akan tetapi ....

"Tidak bisa! Rantainya tidak keluar!" ucapnya panik sembari melihat telapak tangannya bergantian.

"Kau harus menjadi arwah!" teriak Joel yang memegangi salah satu tangan roh jahat dengan kuat.

"Bagaimana aku keluar dari tubuh ini!" tanyanya bingung.

"Agh! Dia kuat sekali!" keluh Erik yang berusaha bertahan karena roh jahat itu memberontak.

"Tarik rohku cepat!" pinta Axton mengulurkan tangannya.

Antony terpaksa melepaskan dekapannya lalu melayang ke arah Axton. Praktis, hal itu membuat roh jahat terbebas dan mampu menghempaskan Erik serta Joel.

"Harghh!"

"Dia masuk lagi ke tubuh Rosemary!" teriak Joel melihat roh jahat itu merasuki raga wanita rapuh tersebut.

Vesper berlari kencang dan langsung memegangi dua tangan Rosemary. Adik Jenny kembali buas dan hal tersebut membuat semua orang panik seketika. Roh Axton yang berhasil ditarik oleh Antony, segera mendatangi Rosemary.

"Rosy, hentikan!" teriak Vesper yang membuat wanita itu langsung menatap sang kakak tajam dengan napas memburu.

"Hah, hah, Je-Jenny? Jenny?" tanyanya dengan kening berkerut.

"Hentikan. Sudah cukup. Apa kau tak menyayangiku?" tanya Vesper dengan wajah sendu.

Rosemary terdiam. Namun, kepulan asap hitam dari roh jahat seperti berusaha membuat wanita itu terjerumus dalam kejahatan.

"Aku menyayangimu, Rosy. Aku kembali dari kematian hanya ingin bicara padamu untuk terakhir kali. Lupakan dendammu. Lupakan masa lalu. Meskipun orang tua kita telah tiada, walaupun aku telah mati, tapi kami menyayangimu ... jangan buat kami bersedih. Jika kau terus melakukan kejahatan, siksaan neraka tak akan habis untuk kami," ucap Vesper yang kini berada di atas tubuh adiknya dan kedua tangan mencengkeram kuat pergelangan wanita itu. Rosemary terpaku.

"Saatnya! Tarik roh jelek itu!" ajak Joel dan diangguki tiga roh lainnya.

"Rosy, jika kau sayang padaku, doakan aku. Neraka sungguh menyiksaku. Hanya doa dari orang-orang yang menyayangiku, yang bisa menyelamatkanku dari siksa neraka. Aku mengharapkanmu, Rosy," ucap Vesper yang kemudian menjatuhkan tubuhnya dan memeluk Rosemary erat.

"Harghhh!" raung roh jahat yang berhasil ditarik keluar dari raga adik Jenny.

Rosemary menangis seketika. Ia balas memeluk sang kakak penuh penyesalan.

"Kembali ke neraka!" teriak Axton seraya memegangi kepala roh jahat itu.

KRANG! KRANG!

"HARGHHH!"

"Berhasil, Axton! Berhasil!" seru Erik gembira dan segera melangkah mundur bersama yang lain saat bagian bawah roh jahat itu muncul bara api dan letupan magma seperti ingatan mereka kala disiksa.

Wajah empat roh itu tegang saat rantai-rantai yang melilit tubuh roh jahat, menariknya paksa ke dalam genangan lava itu.

"Harghhh!"

CESS!

"Oh, oh!"

Axton sampai terhuyung lemas, membayangkan dirinya yang dicelupkan ke lava panas itu. Wajah para roh pucat melihat roh jahat musnah dan rantai emas kembali masuk ke telapak tangan Axton.

"Apakah ... sudah selesai?" tanya Axton gugup.

"Kurasa ... demikian," sahut Boleslav sembari melihat tempat seperti neraka itu tiba-tiba memudar dan kembali menjadi kediaman Rosemary.

"Lihat!" pekik Joel saat Rosemary duduk berhadapan dengan Vesper di mana tubuh mantan ratu mafia itu seperti bercahaya.

"Kau berjanji padaku?" tanya Vesper seraya memegang wajah Rosemary dengan senyuman.

"Tentu saja, Jenny. Tentu saja. Aku akan merawat bayimu. Akan kuanggap dia seperti anakku sendiri. Aku minta maaf, aku minta maaf telah mengabaikan dan jahat padamu selama ini," jawab Rosemary terisak.

Vesper tersenyum, terlebih saat melihat Hose ternyata telah berdiri di dalam ruangan entah sejak kapan. Pria itu terlihat lega dan bahagia karena Jenny berhasil menyadarkan Rosemary.

***

ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE

tengkiyuw tipsnya Jeng Manda😍 lele padamu 💋

Terpopuler

Comments

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

👑_𝕢𝕖𝕖𝕡𝕦𝕥_💣

kan kan pokoke aku padamu juu

2024-07-03

1

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

bingung mau komen apa 😱

semangat terus aju aku padamu wis ju jangan lupakan aku😝

2023-07-22

0

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

🏕️👑🐒 𖣤​᭄Kyo≛ᔆᣖᣔᣘᐪᣔ💣

wkwkwkwkwk aju nulisnya ngantuk ya

2023-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 Sang Kematian
2 Karena Doa
3 Tugas yang Sulit
4 Tentang Masa Lalu*
5 Ide Joel
6 Pertolongan Diluar Rencana
7 5 Detik
8 Rosemary*
9 Selamat Tinggal, Rosemary-Hose
10 Dunia Masa Depan*
11 Asal Mula Roh Jahat
12 Adaptasi*
13 Risiko
14 Roh Jahat Misterius*
15 Salah Bicara?*
16 Hadiah Sang Kematian
17 Hal Unik Lainnya*
18 Mencari Sisa Masa Lalu*
19 Terpisah
20 Menunggu*
21 Mengantarkan Pulang*
22 Sentra Hijau-Lumia*
23 Ucapan yang Dikabulkan*
24 Sosok Pengganti
25 Menegangkan
26 Doa Hashirama*
27 Misi Menyebalkan Hashirama*
28 Mafia-mafia Bodoh*
29 Siksaan yang Pedih*
30 Momen Terakhir
31 Ilmu yang Diturunkan
32 Sebuah Perubahan*
33 Hukuman Baru
34 Sang Pemimpin
35 Adaptasi dengan Masa Depan*
36 Indra Keenam
37 Keturunan Terakhir*
38 Embun*
39 Bumi Kacau*
40 Dia!
41 Gatot Sukoco?
42 Roh-roh Iblis*
43 Tak Bisa Diselamatkan*
44 Mayat Asep*
45 Malaikat?*
46 Kok Bisa?
47 Mencari King D
48 Kekuatan Eko
49 Musuh Bebuyutan
50 Beralih Pihak
51 Bergabungnya Tobias*
52 Pulau Terapung*
53 Panjang Umur*
54 Manusia Setengah Dewa*
55 Kisah King D*
56 Dipermainkan*
57 Salah Jalan
58 Misi Mencari Doa*
59 Keturunan Giamoco*
60 Semakin Banyak
61 Diperkenalkan*
62 Pertemuan dan Selamat Tinggal
63 Seragam Hitam*
64 Bisikan Setan
65 Kehilangan dan Kedatangan
66 Si Pucat*
67 Kisah Jonathan*
68 Berkumpulnya Para Keturunan*
69 Terbongkar*
70 Membayar Hukuman
71 Mengejar Waktu*
72 Inisiatif Junior
73 Suara Junior*
74 Mengagumkan
75 Tentang Kematian
76 Mereka Berkumpul
77 Panik!
78 Permintaan Mereka
79 Bergabungnya Lucifer Flame
80 Menyelesaikan Hukuman
81 Mengejar Kekurangan
82 Dia Lupa
83 Abu-abu
84 Hampa
85 Pamit
86 Tersulut Amarah
87 Kegelapan Datang
88 Bagaimana Menyelamatkannya?
89 Dentang Jam
90 59 Menit
91 Maaf, Toby
92 Habis Masa Tugas
93 Kebahagiaan Sempurna
94 Sampai Jumpa
95 Thank You LAP
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Sang Kematian
2
Karena Doa
3
Tugas yang Sulit
4
Tentang Masa Lalu*
5
Ide Joel
6
Pertolongan Diluar Rencana
7
5 Detik
8
Rosemary*
9
Selamat Tinggal, Rosemary-Hose
10
Dunia Masa Depan*
11
Asal Mula Roh Jahat
12
Adaptasi*
13
Risiko
14
Roh Jahat Misterius*
15
Salah Bicara?*
16
Hadiah Sang Kematian
17
Hal Unik Lainnya*
18
Mencari Sisa Masa Lalu*
19
Terpisah
20
Menunggu*
21
Mengantarkan Pulang*
22
Sentra Hijau-Lumia*
23
Ucapan yang Dikabulkan*
24
Sosok Pengganti
25
Menegangkan
26
Doa Hashirama*
27
Misi Menyebalkan Hashirama*
28
Mafia-mafia Bodoh*
29
Siksaan yang Pedih*
30
Momen Terakhir
31
Ilmu yang Diturunkan
32
Sebuah Perubahan*
33
Hukuman Baru
34
Sang Pemimpin
35
Adaptasi dengan Masa Depan*
36
Indra Keenam
37
Keturunan Terakhir*
38
Embun*
39
Bumi Kacau*
40
Dia!
41
Gatot Sukoco?
42
Roh-roh Iblis*
43
Tak Bisa Diselamatkan*
44
Mayat Asep*
45
Malaikat?*
46
Kok Bisa?
47
Mencari King D
48
Kekuatan Eko
49
Musuh Bebuyutan
50
Beralih Pihak
51
Bergabungnya Tobias*
52
Pulau Terapung*
53
Panjang Umur*
54
Manusia Setengah Dewa*
55
Kisah King D*
56
Dipermainkan*
57
Salah Jalan
58
Misi Mencari Doa*
59
Keturunan Giamoco*
60
Semakin Banyak
61
Diperkenalkan*
62
Pertemuan dan Selamat Tinggal
63
Seragam Hitam*
64
Bisikan Setan
65
Kehilangan dan Kedatangan
66
Si Pucat*
67
Kisah Jonathan*
68
Berkumpulnya Para Keturunan*
69
Terbongkar*
70
Membayar Hukuman
71
Mengejar Waktu*
72
Inisiatif Junior
73
Suara Junior*
74
Mengagumkan
75
Tentang Kematian
76
Mereka Berkumpul
77
Panik!
78
Permintaan Mereka
79
Bergabungnya Lucifer Flame
80
Menyelesaikan Hukuman
81
Mengejar Kekurangan
82
Dia Lupa
83
Abu-abu
84
Hampa
85
Pamit
86
Tersulut Amarah
87
Kegelapan Datang
88
Bagaimana Menyelamatkannya?
89
Dentang Jam
90
59 Menit
91
Maaf, Toby
92
Habis Masa Tugas
93
Kebahagiaan Sempurna
94
Sampai Jumpa
95
Thank You LAP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!