Bab 13 ~ Pemakaman

Zee pamit pada suaminya setelah memberikan obat. Untuk kali ini ia benar-benar tak bisa lagi menghindar. Mau tak mau, siap tak siap Zee harus mengungkap semuanya kepada Gill, karena bagaimana pun anak tirinya itu juga berhak tahu.

"Naiklah," ketus Gill yang sudah duduk di atas motor sportnya.

"Motor? Mana mobilmu?" tanya Zee enggan naik ke atas motor meski kini ia tak mengenakan dress seksi seperti biasa.

"Jangan banyak tanya, naik atau aku habisi kamu di sini!" ancam Gill membuat Zee langsung naik. Tempat duduk yang terlalu menukik, membuat Zee kesulitan menahan diri untuk menjaga jarak. Rela tak rela, bamper depannya menyatu dengan punggung kekar Gill.

"Pegangan yang erat!" Gill mengingatkan sebelum tancap gas. Zee tak peduli, ia lebih memilih berpegang pada bahu Gill. Ketika Gill melajukan motor dengan kecepatan tinggi, Zee terpaksa memeluk dengan erat agar tidak terjatuh.

"Sial, ke mana dia mau membawaku? Ini kan bukan arah menuju hotel," batin Zee tak begitu panik karena memang ia akan membongkar misteri di balik jahitan horizontal di perutnya.

Beberapa menit kemudian, Gill menginjak rem mendadak saat sampai di tempat tujuan. Di mana lagi kalau bukan di rumah sakit sentral.

"Kenapa? Apa rumah sakit ini mengingatkanmu akan sesuatu?" tanya Gill sambil melepas helmnya.

"Iya, di sinilah tempatku berjuang antara hidup dan mati," balas Zee tersenyum kecut.

"Jadi sekarang kau mengakuinya!?" tekan Gill mencengkram pergelangan tangan Zee dengan kuat. Semula Gill mengira Zee kelepasan, tapi melihat setitik air bening yang menetes dari sudut mata Zee, Gill mengerutkan dahi tak mengerti. Apa yang membuat ibu tirinya itu bersedih? Apa yang sebenarnya terjadi di rumah sakit itu?

"Iya, aku akui one night stand tujuh tahun lalu memang membuatku mengandung benihmu," ucap Zee lantang sembari menyeka air mata dengan kasar.

"Kau tidak bisa membual dengan mengatakan telah mengugurkannya, jahitan horizontal di perutmu adalah bukti nyata selain dokumen transaksimu enam tahun lalu. Lebih baik sekarang katakan di mana anakku!" paksa Gill tak terima alasan apa pun yang kemungkinan sedang Zee karang.

Air mata yang kembali menetes langsung Zee tepis, ia merebut helm dari Gill, kemudian naik ke atas motor sport milik Gill. Bukan sebagai penumpang yang duduk di belakang Gill seperti sebelumnya, melainkan duduk di depan sebagai pengemudi.

"Naiklah!" titah Zee mulai memutar kunci motor yang masih bertengger di tempatnya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Gill tak mengerti.

"Cepat naik jika ingin bertemu dengan anakmu!" balas Zee dengan nada suara yang meninggi.

"Tunggu ... Kau yang mengemudi? Kau yakin?" Gill ragu untuk naik meski kedua kaki jenjang Zee sama sekali tak kesulitan menjaga keseimbangan motor berat miliknya tersebut.

"Ck! Jangankan motor, pesawat sekalipun aku terbangkan!" tegas Zee membuat Gill terpaksa naik dan duduk di belakang Zee. Gill membatu ketika Zee mulai tancap gas dengan kecepatan tinggi. Pria dewasa dengan wajah tampan itu tak menyangka bahwa ibu tirinya benar-benar hebat. Entah kenapa Gill justru merasa bangga.

"Tubuh Seksi, tinggi, wajah cantik, pintar, cerdas, mandiri dan tidak bergantung pada siapa pun. Ibu tiriku ini adalah spek wanita sempurna tipe idealku. Tak salah aku menerima tawaran untuk tidur dengannya tujuh tahun lalu," batin Gill bangga.

Senyuman bangga yang tersemat di bibir Gill harus lenyap saat Zee menginjak rem saat sudah berada di sebuah pemakaman elit.

"Apa maksudnya? Kenapa kau membawaku ke pemakaman?" tanya Gill dengan hati yang berkecamuk. Pikiran-pikiran negatif mulai memenuhi benaknya.

"Apalagi? Bukankah tuan Gill mau bertemu dengan anak kita?"

"Tidak ... Tidak mungkin anakku....

Terpopuler

Comments

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

weeeladalahhhhhhh.....keren kan,status vinson,dimatikan,.....demi,.

2023-11-02

0

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

knp bhog Zee

2023-10-06

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

kenapa harus bohong Zee.. apa Vinson beneran udah meninggal..

2023-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 ~ Batu Loncatan
2 Bab 02 ~ Married With CEO Lansia
3 Bab 03 ~ Putra Tiri
4 Bab 04 ~ Ibu Tiriku, Mantan Partner Ranjangku
5 Bab 05 ~ Dasar Mesum!
6 Bab 06 ~ Dasar Wanita Murahan!
7 Bab 07 ~ Warisan
8 Bab 08 ~ Kursi CEO
9 Bab 09 ~ Bellboy Lulusan S3
10 Bab 10 ~ Segera Nikahi Dia!
11 Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal
12 Bab 12 ~ Menghindar
13 Bab 13 ~ Pemakaman
14 Bab 14 ~ Kau mencintai papaku?
15 Bab 15 ~ Gill akan menikah setelah papa mati!
16 Bab 16 ~ Aku Sangat Mencintaimu
17 Bab 17 ~ Mau Kamu!
18 Bab 18 ~ Putra Tiri Laknat
19 Bab 19 ~ Ketahuan
20 Bab 20 ~ Merger Verz Group
21 Bab 21 ~ Malaikat Kecil
22 Bab 22 ~ Mengobati Luka
23 Bab 23 ~ Bertemu Axel
24 Bab 24 ~ Balas Budi
25 Bab 25 ~ Om Bintang Lima
26 Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
27 Bab 27 ~ Test DNA
28 Bab 28 ~ Dia Adalah....
29 Bab 29 ~ Mobil Bergoyang
30 Bab 30 ~ Tubuhmu Membuatku Gila!
31 Bab 31 ~ Aku tidak pernah tidur dengan papamu!
32 Bab 32 ~ Aku tak akan mengasihanimu!
33 Bab 33 ~ Kau akan menyesal, Gill!
34 Bab 34 ~ R.I.P Maddison Pharverz
35 Bab 35 ~ Apa kamu akan menikahi ibu tirimu
36 Bab 36 ~ Surat wasiat
37 Bab 37 ~ Kau pasti dalang meninggalnya papaku!
38 Bab 38 ~ Aku akan menikahi Risha!
39 Bab 39 ~ Vinson dalam bahaya....
40 Bab 40 ~ Hasil Test DNA
41 Bab 41 ~ Vinson Putramu
42 Bab 42 ~ Nyawa harus dibayar nyawa!
43 Bab 43 ~ Flashback
44 Bab 44 ~ Kau sudah jadi janda, bagaimana kalau kita menikah?
45 Bab 45 ~ Mengundurkan Diri
46 Bab 46 ~ Kebenaran
47 Bab 47 ~ Terungkap
48 Bab 48 ~ Vinson
49 Bab 49 ~ Pengakuan Risha
50 Bab 50 ~ TAMAT!
51 Duren Dokter (Calvin & Nana)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 01 ~ Batu Loncatan
2
Bab 02 ~ Married With CEO Lansia
3
Bab 03 ~ Putra Tiri
4
Bab 04 ~ Ibu Tiriku, Mantan Partner Ranjangku
5
Bab 05 ~ Dasar Mesum!
6
Bab 06 ~ Dasar Wanita Murahan!
7
Bab 07 ~ Warisan
8
Bab 08 ~ Kursi CEO
9
Bab 09 ~ Bellboy Lulusan S3
10
Bab 10 ~ Segera Nikahi Dia!
11
Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal
12
Bab 12 ~ Menghindar
13
Bab 13 ~ Pemakaman
14
Bab 14 ~ Kau mencintai papaku?
15
Bab 15 ~ Gill akan menikah setelah papa mati!
16
Bab 16 ~ Aku Sangat Mencintaimu
17
Bab 17 ~ Mau Kamu!
18
Bab 18 ~ Putra Tiri Laknat
19
Bab 19 ~ Ketahuan
20
Bab 20 ~ Merger Verz Group
21
Bab 21 ~ Malaikat Kecil
22
Bab 22 ~ Mengobati Luka
23
Bab 23 ~ Bertemu Axel
24
Bab 24 ~ Balas Budi
25
Bab 25 ~ Om Bintang Lima
26
Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
27
Bab 27 ~ Test DNA
28
Bab 28 ~ Dia Adalah....
29
Bab 29 ~ Mobil Bergoyang
30
Bab 30 ~ Tubuhmu Membuatku Gila!
31
Bab 31 ~ Aku tidak pernah tidur dengan papamu!
32
Bab 32 ~ Aku tak akan mengasihanimu!
33
Bab 33 ~ Kau akan menyesal, Gill!
34
Bab 34 ~ R.I.P Maddison Pharverz
35
Bab 35 ~ Apa kamu akan menikahi ibu tirimu
36
Bab 36 ~ Surat wasiat
37
Bab 37 ~ Kau pasti dalang meninggalnya papaku!
38
Bab 38 ~ Aku akan menikahi Risha!
39
Bab 39 ~ Vinson dalam bahaya....
40
Bab 40 ~ Hasil Test DNA
41
Bab 41 ~ Vinson Putramu
42
Bab 42 ~ Nyawa harus dibayar nyawa!
43
Bab 43 ~ Flashback
44
Bab 44 ~ Kau sudah jadi janda, bagaimana kalau kita menikah?
45
Bab 45 ~ Mengundurkan Diri
46
Bab 46 ~ Kebenaran
47
Bab 47 ~ Terungkap
48
Bab 48 ~ Vinson
49
Bab 49 ~ Pengakuan Risha
50
Bab 50 ~ TAMAT!
51
Duren Dokter (Calvin & Nana)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!