Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal

Zee menggigit bibir bawah hingga memutih, bahkan omelette di piring nya telah hancur menjadi bubur akibat ia mainkan guna menetralisir rasa gugup dan takut. Saat Gill menoleh ke arahnya, Zee reflek mengalihkan pandangan ke arah lain. Sesungguhnya Zee sangat takut terjadi sesuatu kepada suaminya bila tahu apa yang sebenarnya terjadi 7 tahun lalu.

"Pria gila ini, apa dia tidak sepeduli itu pada ayahnya sendiri?!" geram Zee dalam hati.

"Masalahnya, gadis yang aku sukai itu adalah...." Gill sengaja menggantung ucapannya agar Zee memohon padanya.

Ya, Gill memang sengaja mengerjai ibu tirinya itu. Lagian mana mungkin ia berani membongkar semuanya. Sebejat-bejatnya ia sebagai seorang putra, tentu Gill tidak mau kehilangan ayahnya, ia tetap menyayangi Dison.

Tak ingin terjadi sesuatu pada pria sebaik Dison yang jelas masih berstatus sebagai suaminya, Zee pun menunduk wajah, kemudian mengelus paha kekar Gill sebagai syarat bahwa ia rela melakukan apa pun, asalkan Gill tak membongkar semuanya.

Gill tersenyum miring, ia tak menyangka mempermainkan Zee amatlah menyenangkan. Zee kaget saat Gill memposisikan jemari lentiknya tepat di tengah seleng - kangan yang menonjol. Zee tak menyangka bahwa putra tirinya lebih mesum dari yang ia pikirkan selama ini. Tak lagi peduli, Zee langsung menarik kembali tangannya dari area terlarang yang menjijikkan itu.

"Masalahnya apa, Gill? Jangan menguji kesabaran papa?" kesal Dison tak sabaran.

"Masalahnya gadis yang aku sukai punya suami, Pa," ungkap Gill membuat Dison terdiam beberapa saat. Sementara Gill diam-diam meraih tangan Zee dan meletakkannya kembali di tempat semula. Bukannya mengelus dengan lembut seperti yang Gill perintah, Zee justru mencengkramnya dengan sekuat tenaga hingga bangkit dengan teriakan histerisnya.

"Gill, kau kenapa?" Dison turut bangkit saking kagetnya, ia memegangi dada yang terasa nyeri karena ulah sang putra. Zee langsung mendekati Dison, memeganginya agar tak terjadi sesuatu.

"Tidak apa-apa, pa. Gill ke kamar dulu," ucap nya berlari dengan aneh, persis seperti seorang bocah yang baru selesai disunat.

"Saya antar tuan ke kamar sekarang, tuan harus segera minum obat," tutur Zee langsung membawa Dison kembali ke kamar sebelum sakitnya semakin parah.

"Bagaimana tuan? Apa masih sakit?"

"Sudah agak mendingan," balas Dison berbaring dengan nyaman.

"Seperti itulah Gill, dia sengaja membuat kehebohan untuk lari dariku," sambungnya sambil memijat pangkal hidung.

"Biar dia jadi urusan saya, saya akan berusaha membuatnya berubah," balas Zee bermaksud menenangkan sang suami.

"Terima kasih, aku tidak salah memilihmu."

Zee tersenyum kecut kemudian pamit. Sayangnya Gill tak pernah bosan mengganggunya. Belum sempat Zee masuk ke dalam kamarnya, tapi tiba-tiba tubuhnya sudah melayang di udara ketika Gill menculiknya paksa.

"Kamu tahu sakit gak sih?!" bentak Zee sambil menurunkan dress-nya yang tersingkap setelah tubuhnya dilempar oleh Gill ke atas ranjang king size-nya.

"Aku tahunya enak, apalagi lihat tubuh kamu yang semok, beuhh adem banget ni mata. Aku penasaran rasanya, apakah sama enaknya dengan tujuh tahun lalu atau dua kali lipat lebih enak?" celetuknya membuat Zee menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan kemesuman seorang cassanova yang kembali bejat setelah sempat insaf.

"Dasar mesum!" umpat Zee beringsut mundur ketika Gill mulai naik ke atas ranjang.

"Daripada capek-capek berontak, lebih baik kamu diam dan pasrah. Percaya padaku, kali ini tidak akan sesakit tujuh tahun lalu," bujuk Gill dengan tangan laknat yang mulai melucuti kancing baju Zee satu persatu.

"Lepaskan aku! Aku mohon jangan melawati batas, ingatlah kamu itu anak aku dan aku adalah ibumu!" Zee menekan kalimatnya, berharap Gill mau menyingkir dari atas tubuhnya.

"Akan aku buktikan padamu bahwa servisku lebih ahli dari papaku," balas Gill tak peduli akan status Zee saat ini.

Srek!

"Gill!" teriak Zee kaget ketika Gill dengan mudah merobek bagian atas dress-nya hingga memperlihatkan dua gundukannya yang bersembunyi di balik bra berukuran jumbo.

Zee berusaha menutupi dada dengan kedua telapak tangan seadanya. Sementara Gill menatapnya dengan mata membulat sempurna. Bukannya terpesona akan keindahan benda kenyal yang menggoda, tapi Gill justru salah fokus pada bekas jahitan horizontal di perut sang ibu tiri. Gill tak dapat mengalihkan pandangan ke bagian lain, karena pemandangan pada perut Zee lebih menarik perhatiannya.

Saking sibuknya menyelamatkan kedua gundukan yang terekspos, Zee sampai melupakan bekas jahitan di perutnya. Ia baru menyadari ke mana arah titik fokus mata Gill. Melihat Gill yang membatu, Zee tak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melesat pergi keluar dari kamar sembari memegangi dress-nya yang robek. Zee pergi begitu saja, meninggalkan Gill di kamarnya seorang diri.

"Aku tidak salah lihat'kan? Bekas jahitan tadi adalah pertanda bahwa Zee pernah....

***

Gill

Terpopuler

Comments

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

100 buat abang gill...itu tandanya kamu hrs silidiki mba e...heheheh

2023-11-02

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

satu sama....hahaha...seri.....impas mas bro

2023-11-02

0

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

EA bekas cecar

2023-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01 ~ Batu Loncatan
2 Bab 02 ~ Married With CEO Lansia
3 Bab 03 ~ Putra Tiri
4 Bab 04 ~ Ibu Tiriku, Mantan Partner Ranjangku
5 Bab 05 ~ Dasar Mesum!
6 Bab 06 ~ Dasar Wanita Murahan!
7 Bab 07 ~ Warisan
8 Bab 08 ~ Kursi CEO
9 Bab 09 ~ Bellboy Lulusan S3
10 Bab 10 ~ Segera Nikahi Dia!
11 Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal
12 Bab 12 ~ Menghindar
13 Bab 13 ~ Pemakaman
14 Bab 14 ~ Kau mencintai papaku?
15 Bab 15 ~ Gill akan menikah setelah papa mati!
16 Bab 16 ~ Aku Sangat Mencintaimu
17 Bab 17 ~ Mau Kamu!
18 Bab 18 ~ Putra Tiri Laknat
19 Bab 19 ~ Ketahuan
20 Bab 20 ~ Merger Verz Group
21 Bab 21 ~ Malaikat Kecil
22 Bab 22 ~ Mengobati Luka
23 Bab 23 ~ Bertemu Axel
24 Bab 24 ~ Balas Budi
25 Bab 25 ~ Om Bintang Lima
26 Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
27 Bab 27 ~ Test DNA
28 Bab 28 ~ Dia Adalah....
29 Bab 29 ~ Mobil Bergoyang
30 Bab 30 ~ Tubuhmu Membuatku Gila!
31 Bab 31 ~ Aku tidak pernah tidur dengan papamu!
32 Bab 32 ~ Aku tak akan mengasihanimu!
33 Bab 33 ~ Kau akan menyesal, Gill!
34 Bab 34 ~ R.I.P Maddison Pharverz
35 Bab 35 ~ Apa kamu akan menikahi ibu tirimu
36 Bab 36 ~ Surat wasiat
37 Bab 37 ~ Kau pasti dalang meninggalnya papaku!
38 Bab 38 ~ Aku akan menikahi Risha!
39 Bab 39 ~ Vinson dalam bahaya....
40 Bab 40 ~ Hasil Test DNA
41 Bab 41 ~ Vinson Putramu
42 Bab 42 ~ Nyawa harus dibayar nyawa!
43 Bab 43 ~ Flashback
44 Bab 44 ~ Kau sudah jadi janda, bagaimana kalau kita menikah?
45 Bab 45 ~ Mengundurkan Diri
46 Bab 46 ~ Kebenaran
47 Bab 47 ~ Terungkap
48 Bab 48 ~ Vinson
49 Bab 49 ~ Pengakuan Risha
50 Bab 50 ~ TAMAT!
51 Duren Dokter (Calvin & Nana)
Episodes

Updated 51 Episodes

1
Bab 01 ~ Batu Loncatan
2
Bab 02 ~ Married With CEO Lansia
3
Bab 03 ~ Putra Tiri
4
Bab 04 ~ Ibu Tiriku, Mantan Partner Ranjangku
5
Bab 05 ~ Dasar Mesum!
6
Bab 06 ~ Dasar Wanita Murahan!
7
Bab 07 ~ Warisan
8
Bab 08 ~ Kursi CEO
9
Bab 09 ~ Bellboy Lulusan S3
10
Bab 10 ~ Segera Nikahi Dia!
11
Bab 11 ~ Bekas Jahitan Horizontal
12
Bab 12 ~ Menghindar
13
Bab 13 ~ Pemakaman
14
Bab 14 ~ Kau mencintai papaku?
15
Bab 15 ~ Gill akan menikah setelah papa mati!
16
Bab 16 ~ Aku Sangat Mencintaimu
17
Bab 17 ~ Mau Kamu!
18
Bab 18 ~ Putra Tiri Laknat
19
Bab 19 ~ Ketahuan
20
Bab 20 ~ Merger Verz Group
21
Bab 21 ~ Malaikat Kecil
22
Bab 22 ~ Mengobati Luka
23
Bab 23 ~ Bertemu Axel
24
Bab 24 ~ Balas Budi
25
Bab 25 ~ Om Bintang Lima
26
Bab 26 ~ Om mau jadi papa Vinson?
27
Bab 27 ~ Test DNA
28
Bab 28 ~ Dia Adalah....
29
Bab 29 ~ Mobil Bergoyang
30
Bab 30 ~ Tubuhmu Membuatku Gila!
31
Bab 31 ~ Aku tidak pernah tidur dengan papamu!
32
Bab 32 ~ Aku tak akan mengasihanimu!
33
Bab 33 ~ Kau akan menyesal, Gill!
34
Bab 34 ~ R.I.P Maddison Pharverz
35
Bab 35 ~ Apa kamu akan menikahi ibu tirimu
36
Bab 36 ~ Surat wasiat
37
Bab 37 ~ Kau pasti dalang meninggalnya papaku!
38
Bab 38 ~ Aku akan menikahi Risha!
39
Bab 39 ~ Vinson dalam bahaya....
40
Bab 40 ~ Hasil Test DNA
41
Bab 41 ~ Vinson Putramu
42
Bab 42 ~ Nyawa harus dibayar nyawa!
43
Bab 43 ~ Flashback
44
Bab 44 ~ Kau sudah jadi janda, bagaimana kalau kita menikah?
45
Bab 45 ~ Mengundurkan Diri
46
Bab 46 ~ Kebenaran
47
Bab 47 ~ Terungkap
48
Bab 48 ~ Vinson
49
Bab 49 ~ Pengakuan Risha
50
Bab 50 ~ TAMAT!
51
Duren Dokter (Calvin & Nana)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!