Zee menggigit bibir bawah hingga memutih, bahkan omelette di piring nya telah hancur menjadi bubur akibat ia mainkan guna menetralisir rasa gugup dan takut. Saat Gill menoleh ke arahnya, Zee reflek mengalihkan pandangan ke arah lain. Sesungguhnya Zee sangat takut terjadi sesuatu kepada suaminya bila tahu apa yang sebenarnya terjadi 7 tahun lalu.
"Pria gila ini, apa dia tidak sepeduli itu pada ayahnya sendiri?!" geram Zee dalam hati.
"Masalahnya, gadis yang aku sukai itu adalah...." Gill sengaja menggantung ucapannya agar Zee memohon padanya.
Ya, Gill memang sengaja mengerjai ibu tirinya itu. Lagian mana mungkin ia berani membongkar semuanya. Sebejat-bejatnya ia sebagai seorang putra, tentu Gill tidak mau kehilangan ayahnya, ia tetap menyayangi Dison.
Tak ingin terjadi sesuatu pada pria sebaik Dison yang jelas masih berstatus sebagai suaminya, Zee pun menunduk wajah, kemudian mengelus paha kekar Gill sebagai syarat bahwa ia rela melakukan apa pun, asalkan Gill tak membongkar semuanya.
Gill tersenyum miring, ia tak menyangka mempermainkan Zee amatlah menyenangkan. Zee kaget saat Gill memposisikan jemari lentiknya tepat di tengah seleng - kangan yang menonjol. Zee tak menyangka bahwa putra tirinya lebih mesum dari yang ia pikirkan selama ini. Tak lagi peduli, Zee langsung menarik kembali tangannya dari area terlarang yang menjijikkan itu.
"Masalahnya apa, Gill? Jangan menguji kesabaran papa?" kesal Dison tak sabaran.
"Masalahnya gadis yang aku sukai punya suami, Pa," ungkap Gill membuat Dison terdiam beberapa saat. Sementara Gill diam-diam meraih tangan Zee dan meletakkannya kembali di tempat semula. Bukannya mengelus dengan lembut seperti yang Gill perintah, Zee justru mencengkramnya dengan sekuat tenaga hingga bangkit dengan teriakan histerisnya.
"Gill, kau kenapa?" Dison turut bangkit saking kagetnya, ia memegangi dada yang terasa nyeri karena ulah sang putra. Zee langsung mendekati Dison, memeganginya agar tak terjadi sesuatu.
"Tidak apa-apa, pa. Gill ke kamar dulu," ucap nya berlari dengan aneh, persis seperti seorang bocah yang baru selesai disunat.
"Saya antar tuan ke kamar sekarang, tuan harus segera minum obat," tutur Zee langsung membawa Dison kembali ke kamar sebelum sakitnya semakin parah.
"Bagaimana tuan? Apa masih sakit?"
"Sudah agak mendingan," balas Dison berbaring dengan nyaman.
"Seperti itulah Gill, dia sengaja membuat kehebohan untuk lari dariku," sambungnya sambil memijat pangkal hidung.
"Biar dia jadi urusan saya, saya akan berusaha membuatnya berubah," balas Zee bermaksud menenangkan sang suami.
"Terima kasih, aku tidak salah memilihmu."
Zee tersenyum kecut kemudian pamit. Sayangnya Gill tak pernah bosan mengganggunya. Belum sempat Zee masuk ke dalam kamarnya, tapi tiba-tiba tubuhnya sudah melayang di udara ketika Gill menculiknya paksa.
"Kamu tahu sakit gak sih?!" bentak Zee sambil menurunkan dress-nya yang tersingkap setelah tubuhnya dilempar oleh Gill ke atas ranjang king size-nya.
"Aku tahunya enak, apalagi lihat tubuh kamu yang semok, beuhh adem banget ni mata. Aku penasaran rasanya, apakah sama enaknya dengan tujuh tahun lalu atau dua kali lipat lebih enak?" celetuknya membuat Zee menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan kemesuman seorang cassanova yang kembali bejat setelah sempat insaf.
"Dasar mesum!" umpat Zee beringsut mundur ketika Gill mulai naik ke atas ranjang.
"Daripada capek-capek berontak, lebih baik kamu diam dan pasrah. Percaya padaku, kali ini tidak akan sesakit tujuh tahun lalu," bujuk Gill dengan tangan laknat yang mulai melucuti kancing baju Zee satu persatu.
"Lepaskan aku! Aku mohon jangan melawati batas, ingatlah kamu itu anak aku dan aku adalah ibumu!" Zee menekan kalimatnya, berharap Gill mau menyingkir dari atas tubuhnya.
"Akan aku buktikan padamu bahwa servisku lebih ahli dari papaku," balas Gill tak peduli akan status Zee saat ini.
Srek!
"Gill!" teriak Zee kaget ketika Gill dengan mudah merobek bagian atas dress-nya hingga memperlihatkan dua gundukannya yang bersembunyi di balik bra berukuran jumbo.
Zee berusaha menutupi dada dengan kedua telapak tangan seadanya. Sementara Gill menatapnya dengan mata membulat sempurna. Bukannya terpesona akan keindahan benda kenyal yang menggoda, tapi Gill justru salah fokus pada bekas jahitan horizontal di perut sang ibu tiri. Gill tak dapat mengalihkan pandangan ke bagian lain, karena pemandangan pada perut Zee lebih menarik perhatiannya.
Saking sibuknya menyelamatkan kedua gundukan yang terekspos, Zee sampai melupakan bekas jahitan di perutnya. Ia baru menyadari ke mana arah titik fokus mata Gill. Melihat Gill yang membatu, Zee tak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melesat pergi keluar dari kamar sembari memegangi dress-nya yang robek. Zee pergi begitu saja, meninggalkan Gill di kamarnya seorang diri.
"Aku tidak salah lihat'kan? Bekas jahitan tadi adalah pertanda bahwa Zee pernah....
***
Gill
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
100 buat abang gill...itu tandanya kamu hrs silidiki mba e...heheheh
2023-11-02
0
Kenzi Kenzi
satu sama....hahaha...seri.....impas mas bro
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
EA bekas cecar
2023-10-06
0