"Mau apa ke kamarku?" ketus Zee bertanya.
"Mau kamu!" jawab Gill langsung mengangkat Zee ke udara, lalu ia lempar kasar ke atas ranjang dan menerkam Zee seperti singa buas yang tangah kelaparan. Kali ini Zee pasrah karena melawan pun percuma. Pria sekuat Gill sulit untuk disingkirkan dari atas tubuhnya.
Zee hanya diam dan tak melakukan perlawanan sama sekali, ia membiarkan sang anak tiri menguasai bibirnya hingga membengkak dan kebas.
"Puas? Kalau sudah puas menyinkirlah sekarang, kau itu sangat berat!" protes Zee memasang raut wajah kesakitan.
"Tidak akan, aku suka memandangmu dari atas sini, terlihat dua kali lipat lebih seksi," balas Gill dengan tatapan mata berfokus pada dua gunung kembar Zee yamg dibungkus baju terbuka, tipis, dan ketat bermotif bunga.
Zee spontan menutup gunung kembarnya dengan kedua telapak tangan agar tak lagi dipandangi oleh mata buaya Gill.
"Kenapa kau pelit sekali? Aku bahkan sudah pernah melihat dan merasakannya, percuma ditutupi?" protes Gill yang masih betah berada di atas tubuh Zee.
"Ya, kamu memang sudah melihat dan merasakannya, tapi itu tujuh tahun lalu!" geram Zee menggerakkan tubuhnya asal berharap Gill melepasnya, tapi anak tirinya itu justru tersenyum senang melihat tubuhnya yang bergerak kiri dan kanan seakan menggoda.
"Kau membuatku menunggu selama tujuh tahun, sekarang aku tidak akan menundanya lagi!" balas Gill mencengkram kemudian mengangkat ke atas kedua tangan ibu tirinya hingga tak lagi bisa memberontak.
Tanpa ampun Gill kembali menguasai bibir Zee. Tak puas hanya bibir, Gill pun menggigit lembut bibir Zee, membuat sang mangsa terpaksa membuka mulut. Saat mulut Zee terbuka, saat itu pula Gill bermain di rongga mulut Zee.
Zee hanya dapat menerjang angin, hingga akhirnya ia pun mengalah karena lelah. Lelah bekerja seharian saja belum hilang, sekarang dibuat lelah oleh putra tirinya yang laknat. Zee yang kehabisan energi membiarkan apa yang Gill lakukan terhadap dirinya.
Tak sampai di situ, salah satu tangan laknat Gill mulai turun ke bawah, meraba dan dalam sekejap menurunkan crop top tanpa lengan yang melekat di tubuh ibu tirinya.
Zee kembali gelisah saat merasa Gill sudah melewati batas. "Eemm ... Aahhh ..." Zee berusaha berteriak, tapi ia langsung menghentikan teriakannya, karena yang keluar justru suara erotis yang membuat nafsu Gill semakin meningkat.
"Kau menyukainya," ucap Gill tersenyum bangga.
Meski gagal berteriak, tapi setidaknya Gill melepasnya. Zee tak langsung marah, ia lebih dulu menghirup banyak oksigen di sekitar guna memulihkan tenaganya. Sementara tangan laknat Gill mulai mere mas benda kenyal yang berada di balik kain berbentuk kacamata berukuran jumbo.
Saat rema san itu menyentuh titik sensitifnya, Zee pun memejamkan mata dengan erat serta mengigit bibir bawah hingga memutih guna menahan diri agar tak kembali mende sah.
"Jangan! Kumohon jangan!" mohon Zee dengan mata berkaca-kaca. Jika Gill adalah Axel, maka ia pasti sudah dilepaskan saat memperlihatkan ekspresi wajah sedihnya. Berbeda dengan Gill yang justru bangga melihat Zee tak berdaya. Semakin Zee memperlihatkan sisi lemahnya, maka semakin nekat pula Gill memperlakukannya.
"Jangan sekarang, Gill! Kumohon bersabarlah," Zee masih berusaha membujuk Gill agar melepaskannya.
Zee kehabisan ide hingga akhirnya terdengar suara dorongan pelan pada pintu kamar yang memang terbuka.
"OH TUHAN!"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Intan IbunyaAzam
matilah ad orag dtag
2023-10-06
0
Sandisalbiah
asisten Daniel or tuan Dison..
2023-07-27
0
Anggi Susanti
siapa yg mergoki mereka kali ini
2023-05-22
0