"OH TUHAN!" teriak seorang pelayan paruh baya yang tak sengaja memergoki adegan panas antara nyonya dan tuan mudanya.
"Bik Tim!" panggil Gill sembari bangkit dan bergegas mengejar pelayan yang telah pergi melarikan diri karena ketakutan.
"Tunggu, Bik!" tahan Gill berhasil menahan pergelangan tangan keriput Bik Tim yang bergetar hebat. Tampak wanita paruh baya itu benar-benar ketakutan karena tak sengaja melihat tuan muda dan nyonya'nya yang tengah bergulat di atas ranjang dalam posisi yang sangat intim.
Apalagi Bik Tim melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Gill memperlakukan Zee. Perlakuan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ibu dan anak.
"Tu-tuan muda, sa-saya..." Bik Tim tak sanggup melanjutkan kalimatnya, ia bingung apa yang harus ia katakan kepada tuan mudanya.
"Lupakan! Anggap saya dan Zee tidak melakukan apa pun, atau—"
"Saya berjanji, tuan! Saya berjanji tidak akan mengatakannya pada siapa pun, tapi tolong jangan pecat saya," mohon Bik Tim tak ingin kehilangan pekerjaan yang selama ini menghidupinya dan juga anak-anaknya.
"Lupakan! Saya minta lupakan!" ralat Gill dengan rahang berkedut dan raut wajah mengeras membuat Bik Tim mati ketakutan.
"Iya, tuan muda. Saya berjanji akan melupakannya."
"Melupakan apa, Bik Tim?" tanya Dison yang tiba-tiba muncul.
"Papa!" panggil Gill kaget.
"Jawab saya Bik! Melupakan apa?" tanya Dison dengan nada suara membentak.
"Papa bisa jantungan kalau Giil beritahu," balas Gill dengan gaya songongnya, ia tersenyum miring kemudian melangkah pergi meninggalkan Bik Tim dan papanya.
"Ada apa dengan Gill, Bik? Katakan saja kepada saya, saya lebih berkuasa di rumah ini, yang menentukan nasib bibik adalah saya, bukan putra saya," ujar Dison sedikit mengancam agar sang pelayan mau berkata jujur kepadanya.
"Ta-tapi saya takut, tuan," balasnya dengan suara yang bergetar ketakutan. Dua ancaman dia dapatkan dari orang yang berbeda dalam waktu yang hampir sama.
"Jadi kau lebih takut pada Gill daripada denganku?" tanya Dison dengan raut wajah yang menyeramkan.
"Tuan muda Gill menjual mobilnya dan membawa wanita malam ke kamarnya secara diam-diam," ungkap Bik Tim berbohong, tentu saja ia mengambil jalan aman. Entah keributan sebesar apa yang akan terjadi bila ia mengatakan apa yang terjadi sesungguhnya? Tidak hanya keributan, tapi nyawa tuan besarnya sendiri yang akan terancam.
"Laknat!" umpat Dison sambil dan langsung pergi ke kamarnya untuk segera mengkonsumsi obat sebelum sakitnya bertambah parah.
"Baguslah dia tidak mengatakannya kepada papa," ucap Gill yang rupanya bersembunyi di balik tiang beton rumah.
***
"Sial! Kenapa harus Bibik Tim?" Zee mengacak-acak rambutnya frustasi. Bibik Tim adalah pelayan yang paling dekat dengannya dan sudah ia anggap sebagai ibu sendiri. Dan sekarang entah apa yang harus ia lakukan saat berpapasan langsung dengan Bibik Tim. Jangan sampai Bik Tim mengecapnya sebagai wanita tidak benar. Zee tidak mau hal itu terjadi.
"Semua ini terjadi gara-gara Gill, si laknat sialan itu! Andai dia tidak masuk ke kamarku dan mengangguku, semua ini pasti tidak akan terjadi. Ya Tuhan, semoga Bik Tim mengerti bagaimana posisiku saat ini," sambung Zee lagi sambil menyatukan kedua tangannya. Berharap Gill dapat menyelesaikan masalah yang ia buat sendiri.
"Masih saja menyalahkanku!" sahut Gill yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di belakang pintu yang tertutup.
"Apa kau setan! Kenapa datang lagi?!" bentak Zee langsung bangkit saking kagetnya.
"Tentu saja untuk melanjutkan yang tadi."
"Apa!"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Intan IbunyaAzam
dsar Gill laknat
2023-10-06
0
Salsabila Rosali
🤣🤣🤣🤣sengng bnget nggoda Zee
2023-05-28
0
Pujiastuti
benar² anak tiri yang laknat, kasihan si bibi jadi berbohong demi kemanan dirinya dan semoga Zee bisa menjelaskan sama si bibi biar ngak salah paham sama Zee
2023-05-22
0