"Kau mencintai papaku?"
Diamnya sang ibu tiri, Gill anggap sebagai jawaban bahwa Zee memang mempunyai rasa terhadap ayahnya. Adegan di mana Zee keluar dari kamar bersama papanya dengan mengenakan pakaian papanya membuat Gill mengepalkan tangan.
"Kamu pilih aku atau papaku?" tanya Gill berharap Zee lebih memilih dirinya, daripada ayahnya.
"Jika disuruh memilih, tentu aku lebih memilih suamiku," balas Zee membuat Gill langsung menerkamnya dengan buas, ciuman brutal membuat Zee kewalahan.
Pukulan sekuat tenaga di dada kekar tak membuat Gill melepasnya. Gill justru mengangkat dan menaikkan Zee ke atas meja dengan tetap memperdalam ciuman panasnya. Melihat Zee yang hampir kehabisan oksigen, barulah Gill melepaskannya.
Zee sibuk memburu oksigen, sementara Gill tak peduli sama sekali. Dengan tak sabaran ia melucuti satu persatu kancing baju ibu tirinya. Dirasa sulit, tanpa ragu ia merobeknya hingga beberapa kancing berjatuhan di lantai.
"Cukup Gill! Aku mohon hentikan!" tekan Zee memohon agar Gill menghentikan aksi bejatnya.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, selamanya kamu adalah milikku!" tegas Gill kembali melu mat bibir Zee dengan kedua tangan laknat yang bermain pada kedua gundukan ibu tirinya yang masih terbungkus oleh bra. Kali ini Zee hanya pasrah, karena percuma bila melawan Gill yang tengah diburu emosi dan juga nafsu.
Saat salah satu tangan Gill merayap masuk ke dalam celana yang saat itu zee kenakan, saat itu pula pintu ruangan diketuk oleh seseorang. Zee terpaksa mengigit bibir bawah Gill hingga berdarah demi melepaskan diri dari ciuman brutal itu. Bukannya menyingkir dari tubuh Zee, Gill justru tersenyum miring sambil menyeka darah yang mengalir dari bibirnya.
"Ini perusahaan bukan kamarmu, kumohon menyingkirlah, ada orang di depan," pinta Zee kembali memohon sambil menutup dada dengan kedua telapak tangan.
"Aku akan menyingkir, tapi dengan satu syarat," ucap Gill mengelap salivanya di bibir Zee yang membengkak.
"Berhenti bermain-main, Gill!" Zee panik ketika pintu ruangan kembali diketuk sebanyak tiga kali.
"Aku tidak sedang bermain-main, aku sangat serius," balas Gill dengan ekspresi seriusnya.
"Baiklah, sekarang katakan apa persyaratannya?" geram Zee yang pada akhirnya menyerah.
"Jangan pernah tidur di kamar papaku lagi, dan hubungan terlarang antara kita berdua akan tetap berlanjut sampai papaku siap mendengar semua yang terjadi tentang kita," Gill mengatakan kalimatnya dengan lugas. Zee menggelengkan kepala tak habis pikir, tapi ia tak punya jalan lain. Walau ia tidak setuju sekalipun, Gill tidak akan menyerah dan akan tetap mengganggunya.
"Baiklah, aku setuju," balas Zee tak punya pilihan lain.
"Pilihan yang bagus," sahut Gill kemudian membuat tanda kepemilikan di leher Zee.
"Pria gila ini!" batin Zee frustasi.
Sebelum melepaskan Zee, Gill lebih dulu melepas jaketnya, kemudian ia kenakan pada Zee yang kedua gundukannya terekspos. Setelah itu, barulah ia keluar dari ruangan. Seorang wanita berpakaian formal yang berdiri di ambang pintu terlihat bergetar ketakutan kala Gill tetap dengan tajam.
***
Sore harinya.
"Sean bilang kau tidak bekerja hari ini, ke mana saja kamu?" Dison mengintrogasi sang putra.
"Papa bisa jantungan kalau sampai Gill ceritakan ke mana saja Gill hari ini," balas Gill tersenyum smirk.
"Tagihan hotel, kau bermain dengan wanita lagi?" Dison kembali bertanya sambil memperlihatkan tagihan hotel di ponselnya. Siapa lagi pelakunya, kalau bukan sang putra.
"Papa seperti tidak mengenalku saja," jawab Gill asal.
"Kapan kamu akan berubah, Gill? Papa ingin melihatmu menikah sebelum papa mati."
"Gill akan menikah setelah papa mati."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
iya,....nunggu janda nya mama tiri....hehhehe...
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
istri papa ditikung ank haaaa
2023-10-06
0
Sandisalbiah
Gill kalah di tikungan.. dan yg nikung papa nya sendiri... kebanyak berlayar sih.. jd kalah cepat Gill.. nyesel kan lo..
2023-07-27
0