"Apa kau setan! Kenapa datang lagi?!" bentak Zee langsung bangkit saking kagetnya.
"Tentu saja untuk melanjutkan yang tadi!" jawab Gill sambil memainkan mata untuk menggoda.
"Apa!"
"Kali ini aku akan bermain lembut. Kemarilah sayang, malam ini aku akan membawamu terbang ke langit ke tujuh," lanjut Gill berusaha meraih pergelangan tangan Zee, tapi tak berhasil karena Zee berusaha melarikan diri.
"Kau sangat memaksa? Kau mau ketahuan lagi?" bentak Zee geram karena Gill yang tak pernah ada takutnya.
"Sudah aku katakan bahwa aku tidak peduli!" balas Gill berhasil menangkap Zee. Ponselnya yang tiba-tiba berdering membuat Gill terpaksa melepaskan Zee.
"Aku ke sana sekarang!" serunya langsung keluar dari kamar sang ibu tiri.
Zee menjatuhkan tubuhnya setelah kepergian Gill, rasanya sangat lega karena kali ini ia selamat. Zee berlari menutup pintu kamarnya, kali ini ia pastikan Gill tak bisa masuk lagi, tapi sayangnya Gill memiliki kunci kamarnya, yang entah dari mana ia dapatkan.
"Mulai besok aku akan tidur bersama Dison, hanya itu satu-satunya cara menghindari Gill," ucap Zee sambil naik ke atas ranjang untuk melanjutkan istirahatnya yang tertunda.
"Kira-kira mau ke mana dia?' tanya Zee pada dirinya sendiri kala mengingat Gill yang langsung pergi usai menerima telpon.
Keesokan harinya, Zee langsung berangkat ke hotel setelah menyesaikan tugas mengurus suaminya. Sampai di hotel, Zee langsung diarahkan pergi ke ruang meeting karena semua petinggi hotel telah menunggu kedatangannya. Meeting kali ini adalah membahas lahan yang akan menjadi cabang ewe hotel yang baru.
"Apa? merger perusahaan tua itu?" salah satu petinggi tak setuju dengan ide Zee.
"Meski tua, tapi bangunannya sangat kokoh dan unik. Dengan mengambil alih Verz Group tentu akan mengurangi biaya pembangunan," balas Zee melipat kedua tangan dengan arogant.
"Letaknya tidak strategis, jauh dari pusat kota. Biaya merenovasi dan biaya membangun gedung baru jelas sama saja. Lebih baik beli lahan baru yang jelas berada di pusat kota dengan pandangan yang indah," sahut petinggi lainnya tak setuju.
Zee menghela napas kasar, ia segera bangkit dan keluar dari ruangan. Bukan karena lemah dan mengalah, tapi Zee enggan berdebat dengan seseorang yang baginya tidak penting. Lebih baik ia diskusi pendapatnya dengan sang suami yang jelas punya hak atas segalanya.
Sampai di ruangannya, Zee melepas blazer karena merasa gerah. Ia duduk di sofa dengan lelahnya, saat akan membaringkan tubuh, ia dikejutkan dengan kaki seseorang yang naik ke atas sofa.
"Kau lagi!" teriak Zee langsung bangkit. Gill yang berbaring di lantai, segera menurunkan kedua kakinya yang terangkat ke atas sofa.
"Kapan kamu datang, sayang?" tanya Gill duduk di sofa dengan melipat kedua kaki.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, sejak kapan kamu di sini?" tanya Zee mengambil jarak cukup jauh sebagai bentuk perlindungan diri dari anak tirinya yang siap memangsa.
"Tidak lama, dari jam lima pagi. Mau pulang ke rumah terlalu jauh, jadi aku ke sini saja untuk istirahat," balas Gill dengan santainya mengambil dan meneguk minuman mineral yang selalu tersaji di atas meja.
"Kalau begitu kembalilah ke tempat kerjamu, aku juga mau lanjut bekerja."
"Kau mengusirku?" Gill bangkit dan maju beberapa langkah, Zee spontan berlari ke arah pintu dan siap membukanya. Melihat Gill yang masih mendekat padanya, Zee pun memutuskan untuk keluar dari ruangannya.
Sekretaris Sean pura-pura tidak melihat, ia sibuk dengan tugasnya sendiri.
"Aku tidak mungkin memakanmu di tempat seperti ini, tidak romantis. Ini untukmu," ujar Gill sambil menyelipkan sebuah surat ke belahan dada Zee.
"Apa ini?" tanya Zee pada Gill yang telah berlalu pergi.
"Baca saja sendiri!" teriak Gill tanpa menoleh, ia tetap melanjutkan perjalanannya hingga tak lagi terlihat.
Zee yang penasaran langsung membuka dan membacanya dengan seksama.
"Surat pengunduran diri? Memangnya bisa? Pria aneh ini, apa dia lupa kalau dia menjadi bellboy karena hukuman?"
Tak peduli akan surat yang Gill berikan, Zee kembali masuk ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaannya.
***
Dalam perjalanan dengan menggunakan motor sportnya, Gill terpaksa berhenti karena lampu merah.
"Lihat saja, hotel yang aku dirikan akan lebih sukses dari ewe hotel!" batin Gill segera menarik tuas rem dan melaju dengan kencang ketika lampu hijau menyala.
Di atas motor, Gill menggelengkan kepalanya beberapa kali karena merasa sangat mengantuk. Takut terjadi hal buruk, ia pun mengurangi kecepatan. Namun....
BRAK!
"Aargh!
***
Guys, kalau ada nemu typo-nya, tolong komen di paragraf Typo-nya, please. Terima kasih banyak bantuan, Guys🙏🏻😍😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
waduwwwe...nabrak bang,
2023-11-02
0
Intan IbunyaAzam
gnteg bget gilll
2023-10-06
0
༄༅⃟𝐐Vita Shafira𝆯⃟ ଓε💞🌏
jangan sampai terjadi apa apa Sam sama gill
2023-05-24
0