"Kau! Ahh...." Zee tak sengaja melepas suara erotis.
Gill menyeringai bangga melihat ibu tiri yang tak berdaya akan godaanya. Jika 7 tahun lalu ia melakukannya karena kasihan, maka sekarang ia melakukannya untuk bersenang-senang. Jiwa cassanovanya seketika bangkit karena akhirnya menemukan wanita yang berhasil membuatnya menggila.
Ya, dari sekian banyak wanita yang pernah menjadi partner ranjangnya. Hanya Zee yang mampu membuatnya tak berdaya, ada semacam kenikmatan tersendiri yang tak pernah ia dapatkan dari wanita mana pun. Sejak pertemuan 7 tahun lalu, Gill tak pernah tertarik pada wanita lain. Lama vakum, kini jiwa kelelakiannya kembali menggebu-gebu, dan hanya Zee yang mampu menjadi obat penawar baginya.
"Haha ... Kamu menyukainya, sayang," pria tampan bertubuh kekar itu berbisik dengan tangan yang masih betah bergerilya di balik baju wanita yang seakan terhipnotis dengan permainan tangan nakalnya.
"Tunggu ... Apa ini?" tanya Gill saat merasa ada yang aneh dengan tekstur perut datar Zee.
Panik mendengar pertanyaan Gill, Zee langsung menepis tangan laknat itu, kemudian meraihnya lagi dan ia berikan hadiah berupa gigitan sekuat tenaga. Gigitannya sukses membuat Gill menjauhkan diri dengan berteriak kesakitan.
"Dasar rubah betina! Kau mau membunuhku?!" bentak Gill murka. Bagaimana tidak? Gigitan gigi tajam Zee membuat pergelangan tangannya berdarah.
Zee tak peduli akan teriakan Gill, ia fokus berlari menjauhkan diri sambil menekan perut rampingnya, meninggalkan Gill yang kesakitan serta cucian piring yang belum selesai.
Brak!
Suara pintu kamar yang Zebel tutup dengan sekuat tenaga. Begitu pintu ia kunci, tubuhnya merosot hingga ia bersimpuh di lantai dengan memegangi dada yang berdegup kencang.
"Tadi itu hampir saja, aku harus lebih berhati-hati," gumamnya dengan helaan napas yang tersengal-sengal. Setelah merasa lebih baik, Zee terpaksa harus keluar dari kamar untuk menyelesaikan tugas terakhirnya hari itu, yaitu memastikan sang suami minum obat dan tidur dengan nyenyak.
"Tuan muda sudah memberikan obat kepada tuan Dison," jelas sang perawat laki-laki membuat Zeel undurkan diri kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Meski hidup bergelimang harta sebagai nyonya Maddison, tapi Zee tak pernah meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama yang menghidupinya. Seperti biasa, malam itu Zee tampil berani dengan dres berwarna putih yang jauh di atas lutut, belahan dada yang memperlihatkan akar gundukan dan tak lupa sapuan cushion serta lipstik berwarna merah merona mampu membuat penampilannya kian mempesona khas wanita malam pada umumnya. Namun, tentu saja standar Zee jauh di atas wanita malam lainnya.
"Pakaian yang menjijikkan, dasar wanita murahan," hina Gill ketika melihat Zee yang dengan santai melenggak-lenggokkan tubuh akan keluar dari mansion.
Tak terima akan hinaan Gill, Zee pun menghentikan langkah, lalu berkata, "Maaf, anda siapa? Saya hanya peduli pada perkataan suami saya," Zee menatap Gill rendah, netra keduanya saling bertautan erat. Zee membuang muka dan kembali melangkah pergi.
"Sial!" Gill mendengus kesal, kemudian melangkah cepat menahan pergelangan tangan Zee dengan kasar.
"Tolong lepaskan! Berhenti menganggu, biarkan saya pergi, saya tidak ingin berdebat!" Zee berontak, lelah meladeni Gill yang terus menganggu setiap bertemu dengannya.
"Aku adalah anak tirimu, kau pikir siapa yang akan menanggung malu dengan pakaian murahan ini!"
"Tuan Gill tak perlu khawatir karena saya hanya membuat malu diri sendiri. Orang-orang di luar sana justru peduli pada anda dan ayah anda karena masuk perangkap wanita murahan seperti saya. Jadi, tuan Gill tak perlu khawatir akan nama baik Maddison, Kecuali ... Kecuali jika tuan mengkhawatirkan saya," Zee tersenyum smirk, kemudian menepis cengkraman tangan Gill pada pergelangan tangannya. Ia kembali melanjutkan perjalanan, melenggak-lenggokkan tubuh seksinya hingga sampai di daun pintu utama yang siap dibuka.
Zee membalikkan badan saat akan menarik ganggang pintu, ia memperlihatkan senyuman mematikan, lalu berkata, "Ibu tiri berangkat kerja dulu, anak tiri baik-baik di rumah. Tak perlu khawatir, ibu tiri bisa menjaga diri dengan baik," Pesan Zee sengaja membuat kesal Gill.
"Get over yourself! (jangan kepedean) Siapa yang mengkhawatirkanmu?! Dasar rubah betina tidak tahu malu!" teriak Gill, tapi Zee tak peduli, ia tetap melangkah pergi.
"CK! Apa peduliku!" umpat Gill, tapi kini ia sudah bertengger di balik jendela dalam sekejab mata.
Gill mengepalkan kedua tangan saat melihat Zee yang masuk ke dalam mobil milik seorang pria yang tentu ia kenali.
"Axel!"
***
Axel
Gill
Kalian pilih Gill atau pindah ke Axel, guys?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Ismu Srifah
gill
2023-11-18
0
Kenzi Kenzi
lebih gereget gilah..gill lahhhh😉😉
2023-11-02
0
Kenzi Kenzi
ya iyalah....dpt ori gitu lhoh...segel an...
2023-11-02
0